Warga RW 27 Dabag Sumbang Rp8,6 Juta untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera

Sleman – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh warga Padukuhan Dabag, khususnya Rukun Warga (RW) 27. Melalui inisiatif kemanusiaan, RW 27 Dabag berhasil mengumpulkan donasi signifikan untuk membantu korban bencana alam yang melanda Aceh dan Sumatera. Bantuan tersebut diserahkan secara resmi melalui lembaga Condongcatur Peduli pada Jumat (12/12/2025).

Total dana yang berhasil dihimpun oleh warga RW 27 Dabag mencapai ,00 (Delapan Juta Enam Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah). Dana ini selanjutnya diserahkan untuk disalurkan kepada pihak-pihak yang terdampak bencana di wilayah Aceh dan Sumatera.

Bantuan diserahkan langsung oleh perwakilan RW 27 Dabag, Sri Wahyuni. Dalam keterangannya, Sri Wahyuni menjelaskan mekanisme penggalangan dana yang dilakukan.

“Kami bersyukur atas antusiasme dan kemurahan hati warga RW 27 Padukuhan Dabag. Penggalangan dana ini kami lakukan melalui dua metode utama: donasi door to door, yaitu mendatangi langsung rumah-rumah warga, serta melalui fasilitasi transfer bank bagi warga yang ingin berpartisipasi secara daring. Hasilnya luar biasa, menunjukkan bahwa semangat solidaritas kemanusiaan tetap menyala di lingkungan kami,” ujar Sri Wahyuni.

Ia juga menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata kepedulian kolektif warga Dabag, meskipun di tengah keterbatasan. “Semoga sedikit yang kami berikan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di Aceh dan Sumatera,” tutupnya dengan penuh harap.

Bantuan diterima oleh pihak Kalurahan Condongcatur, yang diwakili oleh Al Thouvik Sofisalam selaku Kamituwo Condongcatur. Dalam sambutannya, Al Thouvik menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga RW 27 Dabag.

“Atas nama Pemerintah Kalurahan Condongcatur dan Condongcatur Peduli, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga RW 27 Dabag. Aksi kemanusiaan ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi dan partisipasi aktif warga dapat memberikan dampak positif yang besar,” kata Al Thouvik.

Ia juga menegaskan komitmen Condongcatur Peduli dalam memastikan bahwa dana yang terkumpul akan disalurkan secara transparan dan tepat sasaran. “Kami akan memastikan donasi sebesar ,00 ini disalurkan secepat mungkin melalui jalur yang kredibel kepada korban bencana. Ini bukan sekadar uang, ini adalah amanah kepedulian, dan kami berkomitmen menjaga amanah ini,” tutup Kamituwo Condongcatur.

Penyerahan bantuan ini menjadi catatan penting akan sinergi antara masyarakat dan perangkat kalurahan, membuktikan bahwa semangat persatuan bangsa untuk saling membantu korban bencana tetap kuat. (Sri Wahyuni/Kim Depok)




Shadakoh Sampah Aisyiyah Betakan Berperan Aktif dalam Kegiatan Sosial

Sleman – Program “Shadakoh Sampah” kini menjadi gerakan sosial yang menarik perhatian. Program ini mengajak masyarakat untuk mengumpulkan sampah bernilai ekonomis seperti plastik, kaleng, botol, dan kertas. Barang-barang yang terkumpul kemudian dikelola oleh komunitas tertentu dan hasilnya dijual untuk membiayai berbagai kepentingan sosial.

Salah satu kelompok yang aktif mengelola program “Shadakoh Sampah” ini adalah Aisyiyah Betakan, yang berlokasi di Sumberrahayu, Moyudan, Sleman. Kelompok ini telah berdiri sejak tahun 2018 dan saat ini diketuai oleh Sita Winayah.

Sita menjelaskan, program ini awalnya didasari oleh keprihatinan melihat banyak ibu-ibu di wilayah tersebut yang terjerat pinjaman pada bank plecit atau rentenir. Keprihatinan ini membuahkan ide untuk membentuk pengelola shadakoh sampah, di mana dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu melunasi pinjaman tersebut.

“Rencana ini kami sampaikan saat pengajian ibu-ibu, dan mendapatkan respons yang sangat positif,” tutur Sita di kediamannya, Jumat (12/12/2025).

Lebih lanjut, Sita mengutarakan bahwa seiring perkembangannya, hasil penjualan dari sampah yang terkumpul kini bisa digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk membantu warga yang sakit, membiayai pengajian ibu-ibu, dan kegiatan sosial lainnya.

“Bahkan, untuk mencegah warga kembali terlibat pinjaman dengan rentenir, kami juga memberikan pinjaman tanpa bunga kepada warga,” sambungnya.

Tri Sumiati, salah satu anggota Aisyiyah setempat, menjelaskan mekanisme kegiatannya. Menurutnya, ibu-ibu atau keluarga dapat mengumpulkan sampah anorganik di rumah sampah kapan saja.

“Selanjutnya, kami akan memilah sampah sesuai dengan jenisnya pada hari Sabtu terakhir di setiap bulan,” ungkap Tri.

Ia menambahkan, keanggotaan dalam kegiatan ini tidak terbatas. Semua warga bisa berpartisipasi dengan mengumpulkan sampah rumah tangga mereka. “Dengan demikian, semua warga bisa berkontribusi dalam membantu kegiatan sosial, meskipun kontribusi tersebut berupa sampah,” tutupnya. (Giek/KIM Moyudan)




PKKM Wahana Penguatan Tata Kelola dan Peningkatan Mutu Layanan

Sleman (MAN 4 Sleman) — MAN 4 Sleman melaksanakan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Tahun 2025 sebagai upaya memperkuat tata kelola dan meningkatkan mutu layanan pendidikan. Kegiatan berlangsung tertib dan penuh kesungguhan di Aula 2 Madrasah pada Kamis pagi (11/12/2025). 

Tim penilai dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman terdiri atas Daryono dan Asih Budiati, yang bertugas melakukan asesmen menyeluruh terhadap kinerja Kepala MAN 4 Sleman.

Proses penilaian meliputi beberapa aspek utama, antara lain kompetensi kepribadian, sosial, profesional, kewirausahaan, serta evaluasi terhadap kontrak prestasi kepala madrasah. Kegiatan diawali dengan pemaparan profile MAN 4 Sleman, laporan kinerja, dilanjutkan verifikasi dokumen dan peninjauan berbagai bukti fisik pelaksanaan program.

Para wakil kepala, guru, pegawai serta koordinator program turut mendampingi jalannya asesmen serta memberikan penjelasan sesuai bidang masing-masing. Suasana kegiatan berlangsung komunikatif dan profesional. Tim penilai juga menyampaikan beberapa catatan penguatan yang dapat menjadi rujukan dalam pengembangan madrasah ke depan. 

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf selaku pihak yang dinilai menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan PKKM serta dukungan seluruh pihak. 

“PKKM bukan sekadar penilaian administratif, tetapi momentum untuk meninjau kembali arah dan capaian madrasah secara objektif. Kami berkomitmen memperkuat layanan pendidikan serta mengembangkan program yang relevan dengan kebutuhan peserta didik,” ujarnya.

Arif juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang telah mempersiapkan dokumen dan mendampingi proses penilaian.

“Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan mutu madrasah,” imbuhnya. 

Usai verifikasi data dan wawancara, Asih Budiati menyampaikan refleksinya. “Rapat koordinasi penting digiatkan, supervisor ditambah, agar refleksi dan pemantauan lebih efektif, dan guru diberi waktu untuk diseminasi.  Dari dialog supervisor dengan guru dapat ditemukan permasalahan yang harus diselesaikan dan dijadikan sarana memprogramkan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) maupun Pengembangan Diri (PD) guru di tahun mendatang,” tegasnya. 

Sementara Daryono mengapresiasi atas meningkatnya prestasi akademik dan non akademik yang diraih MAN 4 Sleman.  “Peningkatan siswa diterima di PTN cukup membanggakan, tingkatkan terus kinerja tim pendamping lebih optimal.  Tetap semangat mendampingi murid untuk meraih cita-cita,” tegasnya. Semua itu sebagai bentuk layanan terbaik di bidang Pendidikan dan keagamaan.  Ia juga menegaskan pentingnya sosialisasi dan promosi atas prestasi yang sudah di capai.

Pelaksanaan PKKM Tahun 2025 berjalan lancar dan menjadi bukti komitmen MAN 4 Sleman untuk terus berkembang sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul, adaptif, dan berkarakter.   (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Koperasi RT 6 Sidoharjo Bangunkerto Turi, Sudah Berjalan 30 Tahun Turut Berdayakan Ekonomi Warga

Sleman – Koperasi RT 6 Sidoharjo, Kalurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi, kembali menggelar pertemuan rutin bulanan, pada Rabu (10/12/2025). Agenda yang telah terselenggara secara konsisten setiap tanggal 10 ini telah berlangsung lebih dari 30 tahun, menjadi sarana pembinaan ekonomi warga sekaligus ruang komunikasi terkait perkembangan dusun.

Pertemuan dibuka dengan sambutan tuan rumah, Nuryanto, yang diwakili oleh Sutrisno. Dalam sambutannya, Sutrisno menyampaikan apresiasi atas kedatangan seluruh warga serta pentingnya menjaga kebersamaan.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh anggota koperasi dan warga RT 6 yang selalu menjaga keguyuban selama ini,” ujarnya.

Acara kemudian dilanjutkan tausiyah oleh Ustaz Syamsuri yang mengajak warga untuk senantiasa mensyukuri nikmat, termasuk hidup di wilayah yang aman dan nyaman.

“Kita patut bersyukur tinggal di daerah yang relatif aman, berbeda dengan beberapa wilayah Sumatera yang saat ini menghadapi situasi kurang kondusif,” katanya.

Lurah Bangunkerto, H. Anas Makruf,  turut hadir memberikan sambutan sekaligus menyampaikan informasi penting terkait ketertiban administrasi kependudukan. Ia menekankan pentingnya melakukan pembaruan data secara tepat waktu.

“Warga diharapkan tertib melakukan cek data kependudukan dan memastikan kesesuaian dokumen. Selain itu, proses terkait kendaraan, termasuk pengecekan dan bea balik nama, perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan kendala administrasi di kemudian hari,” jelasnya.

Ketua Koperasi RT 6, Mahmud, menegaskan kembali komitmen koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Ia mengajak seluruh anggota untuk menjaga kedisiplinan dalam kegiatan koperasi.

“Kemajuan koperasi sangat bergantung pada dua hal: pengurus yang amanah dan anggota yang tertib. Jika keduanya berjalan baik, koperasi akan terus berkembang,” ungkapnya.

Selain agenda utama, pertemuan juga dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai informasi seputar pembangunan dusun dan RT, termasuk rencana kegiatan fisik maupun pemberdayaan masyarakat di lingkungan Sidoharjo.

Pertemuan rutin ini kembali menegaskan peran koperasi sebagai wadah penguatan ekonomi sekaligus media komunikasi warga. Dengan kebersamaan dan komitmen bersama, Koperasi RT 6 Sidoharjo diharapkan terus menjadi pilar pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

(Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi)




Rakorpim Gamping Rumuskan Strategi Pengamanan Nataru 2025–2026

Sleman – Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Kapanewon Gamping kembali digelar sebagai forum strategis dalam memastikan kesiapsiagaan wilayah menjelang perayaan Hari Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Pertemuan yang berlangsung di RM. Mangoen Soemarto, Gamping, Sleman, Kamis (11/12/2025) ini dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sleman, Fika Chusnul Chotimah, Panewu Gamping, Suyanto, Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo, Komandan Koramil 17/Gamping, Kapten Wahyani, Lurah, Perwakilan Organisasi Perangkat Daerah tingkat Kapanewon Gamping, serta kelompok informasi masyarakat.

Forum yang dibuka secara resmi oleh Panewu Gamping, Suyanto tersebut dipandang krusial untuk menyelaraskan langkah antisipasi terhadap potensi kerawanan saat periode libur panjang. Ia menegaskan bahwa peningkatan mobilitas warga pada momen Nataru selalu berimplikasi pada meningkatnya risiko di berbagai sektor. Karena itu, Rakorpim menjadi ruang penting untuk mengonsolidasikan data, memetakan titik rawan, serta membangun komunikasi terpadu lintas sektoral.

“Keberhasilan pengamanan Nataru tidak dapat hanya ditopang oleh satu institusi, namun membutuhkan sinergi menyeluruh,” tegasnya.

Dalam rakor tersebut, AKP Bowo Susilo selakau Kepala Kepolisian Sektor Gamping Bersama Komandan Koramil 17/Gamping, Kapten Wahyani menyampaikan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat seperti kemacetan arus lalu lintas, kerumunan tempat ibadah, aktivitas pusat perbelanjaan, hingga ancaman kriminalitas konvensional. Mereka menekankan pentingnya pos pengamanan terpadu dan patroli gabungan guna memastikan keamanan warga, khususnya di kawasan yang memiliki intensitas kunjungan tinggi.

Pemerintah Kapanewon Gamping juga menggarisbawahi perlunya penguatan komunikasi publik agar masyarakat memahami prosedur pengamanan, rute alternatif ketika terjadi kepadatan, serta imbauan menjaga ketertiban umum. Informasi yang tersampaikan secara terstruktur diharapkan mampu menekan risiko gangguan sekaligus memberi rasa aman bagi warga lokal maupun pendatang.

Di sisi lain, pengamanan Nataru tidak hanya mencakup aspek keamanan, namun juga kesehatan dan mitigasi bencana. Seperti yang dijelaskan Edy Margono mewakili Kepala Stasiun Geofisika Yogyakarta yang berlokasi di Jitengan, Gamping, Sleman bahwa perlunya kesiapan personel apabila terjadi cuaca ekstrem, banjir lokal, tanah longsor ataupun insiden lainnya. Pengawasan terhadap titik rawan bencana dinilai perlu mendapatkan perhatian khusus mengingat intensitas hujan yang cenderung meningkat pada akhir tahun 2025.

Dalam konteks pengamanan Nataru, pihaknya siap mendukung melalui penyediaan data dan layanan informasi berbasis sains secara real time. Sekaligus berharap aparat kewilayahan, relawan, serta masyarakat dapat memanfaatkan kanal-kanal informasi BMKG, baik aplikasi, media sosial resmi, maupun layanan cepat tanggap untuk memastikan setiap potensi ancaman dapat direspons secara tepat.

“Dengan kolaborasi lintas sektor dan kesiapan yang matang, pemerintah Kapanewon Gamping berharap perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Gamping berlangsung aman, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat,” tutup Suyanto. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)