Aksi DSN Satwa Hebohkan SKE City Park, 173 Siswa Belajar Satwa dari Dekat

Sleman — Sebanyak 173 siswa kelas 4 sampai kelas 6 SD Integral Walisongo Sragen mengikuti kegiatan edukasi satwa dan fun game, yang diselenggarakan Karang Taruna Dharma Satria Nusantara (DSN) Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman. Kegiatan ini berlangsung di SKE City Park, Mlati, pada Kamis (11/12/2024).

Kegiatan dibuka dengan sesi ice breaking oleh instruktur Cak Un DSN Outbound, yang berhasil mencairkan suasana dan membuat ratusan peserta bersemangat. Setelah itu, rangkaian fun game digelar untuk menambah kekompakan dan kegembiraan para siswa sebelum memasuki sesi edukasi utama.

DSN Satwa merupakan salah satu unit usaha ekonomi produktif Karang Taruna Sardonoharjo yang bergerak di bidang edukasi satwa. Kelompok ini menjadi pengisi utama kegiatan pembelajaran kali ini. Perwakilan DSN Satwa, Danar Dwi Pramana mengenalkan berbagai jenis reptil yang dibawanya, mulai dari Bunglon Asia, Iguana Amerika, Ular Ball Python Afrika, Sanca Albino, hingga Ular Kawat yang dikenal sebagai ular terkecil di dunia.

Seluruh siswa terlihat sangat antusias saat menyaksikan hewan-hewan tersebut dari dekat. Beberapa bahkan berani mencoba berinteraksi langsung di bawah pendampingan instruktur.

Salah satu guru pendamping dari SD Integral Walisongo Sragen, Faizi Rabani menyampaikan apresiasi kepada Karang Taruna Sardonoharjo atas penyelenggaraan kegiatan yang edukatif dan menyenangkan ini. Ia menilai paket kegiatan outbound dan edukasi satwa yang ditawarkan sangat menarik bagi anak-anak.

“Anak-anak sangat puas dan terhibur. Selain bermain, mereka juga mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang satwa,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, Karang Taruna DSN Sardonoharjo berharap dapat terus berkontribusi dalam memberikan pengalaman belajar yang kreatif, aman, dan menyenangkan bagi pelajar dari berbagai daerah. (Andy Ahmad – KIM DSN NGAGLIK)




SD Muhammadiyah Pajangan 2 Salurkan Donasi Peduli Aceh dan Sumatera

Sleman – SD Muhammadiyah Pajangan 2 mengumpulkan donasi sebesar sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatra Barat. Donasi diserahkan melalui LazisMu Berbah, Kamis (11/12/2025) di Gandu, Sendangtirto, Berbah, Sleman.

Penyaluran donasi ini juga bertepatan dengan Festival Open School SD Muhammadiyah Pajangan 2, yang dihadiri pengawas SD, Supriyati Basuki Rahayu, Dukuh Gandu, Babinsa, Babinkamtibmas Sendangtirto, murid, guru, karyawan dan wali murid.

Kepala Kantor LazisMu Berbah, Saifu Rizal yang didampingi Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sendangtirto, H. Sujarwo mengapresiasi donasi kepedulian dari siswa, guru, karyawan, serta wali murid SD Muhammadiyah Pajangan 2. Nantinya donasi tersebut akan dikirimkan kepada korban bencana melalui LazisMu Berbah secara bersamaan.

“Donasi yang diberikan akan sangat bermanfaat bagi para korban bencana. Semoga menjadi amal terus menerus tidak terhenti. Semoga SD Muhammadiyah Pajangan 2 semakin diberkati membawa manfaat dan barokah buat semua,” ujarnya.

Kepala SD Muhammadiyah Pajangan 2, Indriyani mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan donasi, dan sudah diserah kepada LazisMu Berbah.

Pengumpulan donasi dilakukan untuk mengenalkan siswa akan rasa kepedulian kepada sesama yang terkena musibah.

“Karena peduli dan saling membantu merupakan sebagian dari ajaran Islam dan Perserikatan Muhammadiyah. Harapannya dengan donasi ini menjadikan siswa semakin peduli sesama dalam situasi apapun,” kata Indriyani.

Ia juga menyampakan bahwa kegiatan infak dan sedekah sudah menjadi kegiatan harian bagi siswa.

“Setiap hari siswa mengumpulkan infak yang digunakan ketika menjenguk   teman yang sakit atau keluarganya meninggal. Siswa, guru dan karyawan membiasakan melayat bila ada warga kampung yang ada disekitar sekolahan. Semua diajak melayat bersama sama, sebagai bentuk kepedulian, penghormatan dan mempererat silaturrahmi,” tutur Indri. (Kusnadi KIM Berbah)




BBPPMT Yogyakarta Serahkan Donasi untuk Korban Bencana Alam Sumatera

Sleman – Keluarga Besar Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta menyerahkan donasi untuk korban bencana alam di Sumatera melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman. Penyerahan dilakukan oleh Kepala BBPPMT Yogyakarta, Tunggak Santoso kepada Sekretaris PMI Kabupaten Sleman, Jazim Sumirat, di Aula Srikandi BBPPMT, Kamis (11/12/2025).

Kepala BBPPMT Yogyakarta, Tunggak Santoso menuturkan bantuan sebesar ini diperoleh dari karyawan dan karyawati di lingkungan instansinya. Sumbangan dimaksudkan untuk membantu saudara-saudara di Sumatera yang sedang tertimpa bencana alam. 

“Penyaluran sengaja melalui PMI Kabupaten Sleman, karena memang PMI Kabupaten Sleman telah menjadi mitra untuk kegiatan kemanusiaan. Pastinya, kegiatan kemanusiaan ini membantu pemenuhan stok darah telah dilakukan,” pungkasnya.

Sementara itu Sekretaris PMI Kabupaten Sleman, Jazim Sumirat dalam sambutanya memberikan apresiasi kepada BBPPMT Yogyakarta.

“PMI Sleman akan meneruskan bantuan kemanusiaan kepada yang berhak melalui prosedur yang ditetapkan oleh PMI,” tandasnya.

PMI Kabupaten Sleman akan terus berkomitmen untuk profesional dan bertanggung jawab memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Termasuk dalam menghimpun dan menyalurkan bantuan kemanusiaan. Kami dengan seluruh jajaran siap mengemban Amanah,” pungkas Jazim. (Tri Joko S – KIM Kalasan)




Publikasi Buku Profil Kebudayaan Sardoharjo 2025 Tegaskan Langkah Besar Digitalisasi Arsip Budaya

Sleman— Pemerintah Kalurahan Sardoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, resmi meluncurkan Buku Profil Kebudayaan Kalurahan Sardoharjo Tahun 2025 dalam sebuah acara yang dihadiri Pamong Kalurahan, para Dukuh, serta tokoh-tokoh seni dan budaya, Kamis (11/12/2025). Peluncuran ini tidak hanya menandai upaya pelestarian budaya, tetapi juga langkah strategis menuju digitalisasi arsip kebudayaan.

Carik Kalurahan Sardoharjo, Achmad Budi Setiawan dalam sambutannya menegaskan bahwa buku tersebut merupakan panduan sejarah awal yang akan terus diperbarui setiap tahun. Ia menjelaskan bahwa seluruh dokumentasi, foto, data wawancara, dan perkembangan budaya nantinya akan dihimpun dalam sebuah sistem arsip digital terpadu.

“Sistem ini disiapkan agar informasi kebudayaan dapat diakses dengan mudah, aman, dan berkelanjutan oleh generasi sekarang maupun mendatang,” katanya.

Perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Endah Kusuma Wardani menyampaikan bahwa modal sosial yang kuat seperti gotong royong, solidaritas, dan empati, menjadi pilar terpenting dalam penyusunan profil kebudayaan ini.

“Transformasi digital arsip budaya harus tetap mengedepankan nilai-nilai lokal dan partisipasi masyarakat,” ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan sesi review isi buku yang memuat sejarah Kalurahan Sardoharjo, adat istiadat, seni tradisi, potensi budaya, hingga peran tokoh-tokoh pelestari budaya. Pada akhir kegiatan, dilakukan penyerahan buku profil secara simbolis kepada tokoh masyarakat sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam menjaga warisan budaya.

Peluncuran buku dan rencana digitalisasi arsip budaya ini menjadi tonggak baru bagi Sardoharjo dalam memperkuat identitas budaya melalui inovasi, sekaligus menjadikan kebudayaan sebagai aset strategis dalam pembangunan daerah.

(ESK – KIM DSN)




Puskesmas Ngaglik 2 Galang Komitmen Bersama Kader Posyandu dalam Rangka Implementasi ILP

Sleman – Puskesmas Ngaglik 2 menggelar kegiatan penggalangan komitmen bersama kader sewilayah Puskesmas Ngagli II, yang bertajuk Implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) di Posyandu. Kegiatan ini diikuti oleh 70 kader posyandu dari Kalurahan Donoharjo, Sariharjo, dan Sukoharjo, pada Rabu (10/12/2025) di Pantai Drini.

Kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari upaya penguatan lintegrasi layanan primer sekaligus langkah awal menuju proses re-akreditasi Puskesmas tahun 2027 yang menjadi syarat penting dalam kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

ILP merupakan pendekatan pelayanan yang berdasarkan siklus hidup dan mengintegrasikan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif secara menyeluruh dan berkesinambungan di Puskesmas, puskesmas pembantu, hingga posyandu. Melalui penguatan ILP, pelayanan kesehatan diharapkan lebih holistik serta berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi momentum awal persiapan bimbingan teknis bagi kader Posyandu yang akan berperan sebagai garda terdepan implementasi ILP di tingkat masyarakat.

Kepala Puskesmas Ngaglik 2, Sri Mujiyanto menegaskan bahwa re-akreditasi merupakan aspek krusial karena berhubungan langsung dengan keberlanjutan kerja sama Puskesmas dengan BPJS Kesehatan.

“Tanpa akreditasi, Puskesmas tidak dapat memperpanjang kerja sama (pelayanan kesehatan tingkat pertama) PKTP. Sehingga tidak bisa melayani pasien BPJS dan tidak menerima pembayaran klaim kapitasi,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Sri Mujiyanto menyampaikan apresiasi tinggi kepada para kader yang selama ini menjadi mitra kerja terdepan Puskesmas.

“Amanah kami tidak hanya pelayanan di dalam gedung, tetapi juga kegiatan di masyarakat. Dengan petugas hanya 42 orang untuk tiga kalurahan, mustahil semua dapat kami jalankan tanpa dukungan Ibu-Ibu kader yang bekerja tanpa pamrih,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan di Pantai Drini merupakan bentuk ungkapan terima kasih dan apresiasi bagi para kader.

“Mohon jangan dilihat dari sisi nilainya, tetapi sebagai wujud penghargaan atas dedikasi panjenengan semua,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, para kader diminta menandatangani lembar komitmen sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ILP dan kesiapan Puskesmas menuju re-akreditasi 2027.

Sri Mujiyanto menjelaskan bahwa ILP bukan sekadar program penanganan stunting atau peningkatan kesehatan masyarakat. Tetapi merupakan konsep pengamanan siklus hidup yang menyasar semua kelompok usia mulai bayi, balita, remaja, ibu hamil, dewasa hingga lansia.

“Pendekatan menyeluruh ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan berkualitas, sejalan dengan misi pembangunan kesehatan di wilayah Ngaglik,” pungkasnya. (Endarwati/KIM Donoharjo)