Paguyuban Puspito Laras Terus Nguri-Uri Seni Karawitan di Kapanewon Turi

Sleman – Keinginan untuk melestarikan budaya Jawa masih sangat kuat di masyarakat Turi. Hal ini tampak dalam kiprah Paguyuban Seni Karawitan Puspito Laras Keringan Turi Slemanyang, yang menggelar kegiatan latihan rutin semenjak Juni 2024. Latihan itu diikuti oleh para pecinta seni karawitan dari berbagai padukuhan di wilayah tersebut.

Latihan digelar setiap Selasa malam pukul WIB dengan menghadirkan Jumari sebagai pelatih utama. Jumari dikenal sebagai pengrawit senior di wilayah Sleman yang telah lama berkecimpung dalam dunia karawitan. Latihan tersebut diikuti oleh 14 orang penabuh gamelan, dan dua seniwati yang hadir untuk mempelajari sekaligus mengasah kemampuan mereka dalam seni karawitan.

Salah satu anggota karawitan, Sri Sumiyati mengungkapkan alasan dirinya terus aktif dalam kegiatan tersebut.

“Kami ingin nguri-uri kabudayan Jawa supaya tidak punah. Anak muda sekarang lebih banyak mengenal budaya luar. Maka kami merasa punya tanggung jawab untuk menjaga dan meneruskan warisan leluhur ini,” tuturnya pada Rabu (10/12/2025).

Ia juga menambahkan bahwa melalui latihan bersama, para anggota semakin memahami nilai kehalusan budi dan filosofi kehidupan yang terkandung dalam seni karawitan.

Selain itu kegiatan ini menjadi sarana penting untuk memperkuat identitas budaya serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap seni tradisi Jawa. Latihan rutin seperti ini sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan karawitan, terlebih di tengah derasnya arus budaya modern yang kian mendominasi kehidupan sehari-hari.

Kehadiran Puspito Laras juga menjadi wadah silaturahmi antarwarga. Para anggota hadir dengan semangat kebersamaan dan tekad untuk menjaga agar kesenian tradisional tetap hidup di tengah hingar bingar modernisasi agar tidak kehilangan akar budaya. (Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi)




Rapat Koordinasi Satlinmas, Destana, dan KSB Condongcatur Bahas Plotting Pengamanan Hari Jadi ke-79

Sleman – Rapat koordinasi antara Satlinmas, Destana, dan KSB Condongcatur resmi digelar pada Rabu (10/12/2025), di Ruang Wacanaloka Kalurahan Condongcatur. Kegiatan ini dihadiri oleh Jagabaya, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan seluruh relawan yang hadir.

Jagabaya Condongcatur, Rudi Antariksawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan atas dukungan, kerja sama, dan kontribusi yang telah diberikan selama ini. Pada kesempatan itu, ia juga memimpin koordinasi terkait pengamanan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Jadi ke-79 Kalurahan Condongcatur.

“Pengamanan akan dilakukan dengan plotting tugas pada masing-masing relawan untuk berbagai agenda besar yang akan berlangsung, antara lain senam lansia, CMC (Condomgcatur Moeslem Competition), Expo UMKM, funwalk, bregada, dan lainnya,” kata Rudi.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Condongcatur, Aiptu Bastian mengimbau seluruh relawan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kasus pencurian yang masih sering terjadi.

“Sinergi antara relawan, Satlinmas, dan aparat keamanan sangat penting untuk menjaga ketertiban selama seluruh rangkaian kegiatan,” tandasnya.

Rapat berjalan lancar dan menghasilkan pembagian tugas yang jelas sebagai langkah kesiapan dalam menyukseskan peringatan Hari Jadi ke-79 Kalurahan Condongcatur. (Tri Suhartati KIM Depok)




Technical Meeting Condongcatur Moeslem Competition (CMC) Diikuti 29 TKA-TPA se-Kalurahan Condongcatur

Sleman – Forum TKA-TPA Kalurahan Condongcatur menggelar technical meeting sebagai persiapan pelaksanaan Condongcatur Moeslem Competition (CMC), di Masjid Al-Qonaah Krangkungan, Padukuhan Sanggrahan, Kalurahan Condongcatur, Kamis (10/12/2025). Kegiatan ini menjadi agenda penting sebelum lomba dimulai, karena seluruh teknis acara dibahas secara rinci.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh 29 TPA-TPQ se-Kalurahan Condongcatur. Para ustaz dan ustazah hadir untuk mendapatkan penjelasan terkait aturan perlombaan, mekanisme penilaian, serta pembagian jadwal setiap cabang lomba.

Suasana berlangsung komunikatif dengan banyak peserta aktif berdiskusi dan memastikan seluruh ketentuan dipahami dengan baik, agar pelaksanaan lomba berjalan lancar pada 13 Desember 2025 mendatang.

Pada kesempatan itu, Ketua Forum TKA TPA Condongcatur, Suyitno menyampaikan daftar cabang lomba yang akan dipertandingkan dalam CMC tahun ini.

“Adapun jenis lomba yang diikuti para santri meliputi Hafalan Surat Pendek (TKA), Mewarnai (TKA), Hafalan (TPA), Tartil (TPA), Shalat Berjamaah (TPA), Nasyid Grup (TPA), Tartil (TQA),” katanya.

Dengan adanya technical meeting ini, panitia berharap seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama mengenai pelaksanaan kompetisi. Forum TKA-TPA Condongcatur menegaskan bahwa kegiatan CMC bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an, memperkuat karakter islami, serta mempererat ukhuwah antar-TPA di wilayah Condongcatur.

CMC diharapkan menjadi momentum positif dalam membina generasi Qur’ani yang berprestasi, berakhlak mulia, dan siap membawa nama baik TPA masing-masing. (Tri Suhartati KIM Depok)




Isti Fajaroh Dilantik sebagai Penjabat Lurah Maguwoharjo

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Panewu Depok, Djoko Muljanto, melantik dan mengambil sumpah Isti Fajaroh sebagai Penjabat Lurah Maguwoharjo di Pendopo Kalurahan Maguwoharjo, Selasa (9/12/2025).

Penetapan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 87.1/ Kegiatan berlangsung tertib dengan dihadiri perangkat kalurahan, tokoh masyarakat, dan perwakilan instansi terkait.

Isti Fajaroh, yang juga menjabat Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok, menggantikan Muhammad Falak Susanto sebagai pejabat sebelumnya. Pengangkatan ini bertujuan memastikan kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di Kalurahan Maguwoharjo.

Dalam sambutannya, Isti menyampaikan kesiapan menjalankan amanah. Ia menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola pemerintahan kalurahan.

“Saya siap melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan memohon dukungan seluruh perangkat serta masyarakat Maguwoharjo agar pelaksanaan pelayanan publik dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Panewu Depok, Djoko Muljanto menyampaikan apresiasi dan harapan terhadap pejabat yang baru dilantik. “Kami meyakini Ibu Isti dapat meningkatkan koordinasi dan mempertahankan kualitas pelayanan masyarakat. Pemerintah Kapanewon akan memberikan dukungan penuh untuk memperkuat kinerja Kalurahan Maguwoharjo,” tegasnya.

Menurutnya, pelantikan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menjaga stabilitas pemerintahan di tingkat kalurahan.

Tindak lanjut kegiatan meliputi konsolidasi perangkat, penyesuaian program kerja, serta percepatan layanan administrasi guna mendukung peningkatan pembangunan di Maguwoharjo. (Athiful/KIM Depok)




MTC dan Relawan Ngepos Galang Donasi untuk Korban Bencana Sumatera, Terkumpul Rp 20 Juta dan Puluhan Paket Bantuan

Sleman — Kepedulian masyarakat kembali mengalir untuk membantu para korban bencana alam di Sumatera. Metro Touring Community (MTC) bersama relawan Padukuhan Ngepos, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, menggelar penggalangan donasi kemanusiaan yang berlangsung selama lima hari dan resmi ditutup pada 10 Desember 2025.

Dalam aksi kemanusiaan tersebut, donasi terkumpul dalam dua gelombang. Gelombang pertama menghimpun 10 paket besar pakaian layak pakai. Adapun gelombang kedua berisi sembako, obat-obatan, bahan makanan, dan kebutuhan pokok lainnya, yang berasal dari 45 donatur dengan nilai total Rp 20 juta. Seluruh bantuan direncanakan dikirimkan ke wilayah terdampak melalui Basarnas DIY menggunakan pesawat Hercules malam ini.

Penasihat Metro Touring Community, Sigit Kurniawan atau Wawan, menyampaikan bahwa aksi ini berangkat dari semangat solidaritas para anggota dan relawan.

“Ini benar-benar gerakan sosial dari teman-teman. Begitu mendengar bencana di Sumatera, mereka langsung tergerak menggalang donasi seperti slogan kami, Metro: Solidaritas Tanpa Batas. Ini mengingatkan kita semua bahwa kepedulian tidak harus menunggu besar atau jauh. Lewat komunitas seperti MTC pun bantuan bisa disalurkan dengan cepat,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kekuatan aksi ini berada pada gotong-royong warga.

“Alhamdulillah, dalam lima hari saja respon masyarakat luar biasa. Ini bukti bahwa rasa kemanusiaan kita masih sangat kuat,” tambahnya.

Dukuh Padukuhan Ngepos, Imam Muhlasin memberikan apresiasi yang tinggi terhadap gerakan sosial tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi kepedulian teman-teman MTC. Tanpa harus melibatkan pihak-pihak lain, penggalangan dana secara mandiri justru bisa berjalan lancar dan sukses. Semoga bantuan ini membawa manfaat besar bagi saudara-saudara kita di daerah terdampak bencana,” ujarnya.

Relawan Padukuhan Ngepos turut membantu proses pengumpulan, penyortiran, hingga pengepakan seluruh bantuan sebelum diserahkan kepada Basarnas DIY. Bantuan tersebut dijadwalkan diberangkatkan menggunakan pesawat hercules menuju daerah yang membutuhkan.

Aksi ini menjadi bukti bahwa sinergi komunitas otomotif, relawan lokal, dan masyarakat mampu memberikan dampak nyata bagi penanganan bencana. Para pegiat MTC berharap gerakan kemanusiaan seperti ini terus menjadi budaya setiap kali musibah melanda berbagai daerah di Indonesia. (SBD – KIM Senyum Tempel)