Majelis Ekonomi, Bisnis, Pariwisata PCM Moyudan Giat Sosialisasikan Jatam

Sleman – Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Moyudan giat menyosialisasikan Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam).

Hal tersebut dilatar belakangi banyaknya lahan persawahan yang dibiarkan menganggur di wilayah Moyudan. Padahal sawah merupakan sumber perekonomian keluarga, yang harus diberdayakan.

Melihat kondisi tersebut Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata PCM Moyudan menggelar pelatihan pertanian tanaman terpadu bagi Jamaah Tani Muhammadiyah Moyudan.

Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata PCM Moyudan, Anton Sudarto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut digelar diikuti oleh 20 orang petani dari Ranting Muhammadiyah se-Moyudan.

“Walau cuma diikuti oleh 20 orang, semoga peserta bisa membagikan ilmu yang didapat kepada anggota masyarakat atau jamaah,” tutur Anton di rumahnya, Rabu (10/12/2025).

Anton menambahkan kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara PCM Moyudan, Lazismu Moyudan dan LPK Pelemadu. “Kami mengambil tema integrated farming pertanian berkelsnjutan,” imbuhnya.

Ia juga menuturkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menyosislisasikan Jatam, dan memberikan pengetahuan pertanian terpadu.

“Sementara ini yang ada di masyarakat kita masih terbatas tanam padi, padi, pantun, dan belum melakukan pola tanam yang baik,” tandas Ihsan.

“Selain itu para petani belum bisa memanfaatkan, tanaman rumput yang kadang menjadi sarang tikus. Maka dari itu akan kami integrasikan pertanian dengan peternakan,” sambungnya.

Sementara, Ketua Jatam Moyudan, Ihsan Efendy dalam kesempatan tersebut mengungkapkan rasa bangganya kepada PCM atas pelatihan yang diberikan.

“Semoga kami bisa mengintegrasikan dalam bebertani,” ungkapnya. (Giek / KIM Moyudan)




Berhasil Curi Perhatian Publik, Pemeran Pak Tejo dalam Film Apes Imbau Masyarakat Waspada terhadap Penipuan Online

Sleman – Film edukasi “Apes” produksi KIM Depok Raya, Sleman, berhasil mencuri perhatian publik karena kemampuannya menyampaikan pesan mengenai bahaya penipuan online dan pentingnya mengikuti prosedur resmi pemanfaatan tanah kalurahan sesuai regulasi.

Tokoh sentral dalam film ini ialah Pak Tejo, seorang pelaku usaha barang bekas yang jujur namun terjebak penipuan. Tokoh ini diperankan oleh Athiful Khoiri.

Athiful mengakui bahwa memerankan Pak Tejo bukanlah tugas ringan. Ia harus menampilkan kepolosan, ketulusan, serta keguncangan emosional ketika karakter itu sadar telah ditipu.

Selain tuntutan karakter, Athiful juga menghadapi tantangan teknis berupa kesibukan pribadi yang membuat pengaturan waktu pengambilan gambar menjadi sulit.

“Jujur, peran Pak Tejo itu susah. Saya harus benar-benar jadi orang yang lugu tapi tetap kuat. Ditambah kesibukan, saya sering kewalahan ngatur jadwal take,” tuturnya, saat bertemu di RM Sate Ratu Tiyasan Condongcatur, Rabu (10/12/2025).

Meski demikian, Ia merasa bangga melihat antusiasme penonton setelah film tersebut dirilis. Respons positif masyarakat menjadi bukti bahwa pesan yang diangkat mampu tersampaikan dengan baik. Namun ia tidak menutupi adanya rasa kurang puas terhadap performanya.

“Senang banyak yang nonton, tapi saya sedikit kecewa karena merasa belum maksimal,” ujarnya.

Ia berharap film ini dapat menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu berhati-hati terhadap tawaran daring yang tampak meyakinkan namun tidak memiliki dasar resmi. Melalui karakter Pak Tejo, Athiful ingin publik memahami pentingnya melakukan pengecekan langsung ke pihak berwenang sebelum mengambil keputusan terkait tanah kalurahan. (LIDYA/KIM DEPOK)




Perkuat Kesiapsiagaan Siswa, Condongcatur Gelar Sosialisasi dan Simulasi Bencana Alam

Sleman – Sosialisasi dan simulasi penanggulangan bencana alam yang berlangsung pada Rabu (10/12/2025) di wilayah Condongcatur, Sleman, menjadi kegiatan edukatif penting bagi siswa-siswi sekolah dasar dalam meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana. Kegiatan ini dipusatkan di SD Ngringin, Padukuhan Ngropoh, dan melibatkan seluruh siswa dan guru.

Acara tersebut merupakan kolaborasi antara Kalurahan Condongcatur, Destana (Desa Tangguh Bencana), KSB (Kelompok Siaga Bencana), dan Tagana. Keterlibatan berbagai unsur ini menunjukkan keseriusan pemerintah kalurahan dan masyarakat dalam membangun budaya sadar bencana sejak dini. Kolaborasi semacam ini tidak hanya memperkuat pengetahuan teknis, tetapi juga membangun rasa kebersamaan bahwa kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama.

Salah satu narasumber kegiatan, Bekti pada kesempatan itu menyampaikan materi dengan pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak. Ia mengenalkan berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan sekitar, mulai dari banjir, angin kencang, hingga tanah longsor.

“Peserta didik tidak hanya kami berikan penjelasan mengenai penyebab dan dampak gempa. Tetapi juga langkah-langkah konkret yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri, baik ketika berada di dalam kelas maupun di luar ruangan,” jelasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi gempa bumi. Para siswa diajak mempraktikkan prosedur “drop, cover, and hold”, dan diarahkan menuju titik kumpul evakuasi secara tertib.

Sementara guru ikut mendampingi dan memastikan seluruh siswa mengikuti instruksi dengan benar. Simulasi ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana seharusnya mereka bertindak dalam kondisi darurat.

“Sehingga ketika bencana sesungguhnya terjadi, mereka tidak panik dan mampu melindungi diri dengan tepat,’ kata Bekti.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menumbuhkan budaya mitigasi bencana di lingkungan sekolah. Dengan pemahaman dan latihan yang berulang, siswa tidak hanya menjadi lebih siap, tetapi juga dapat menjadi agen kecil dalam menyebarkan pengetahuan kesiapsiagaan kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

Kalurahan Condongcatur bersama para mitra berkomitmen untuk terus mengadakan edukasi serupa agar ketangguhan masyarakat terhadap bencana semakin meningkat dari waktu ke waktu.( Lidya Agustina / Kim Depok)




Perkuat Silaturahmi antar Pamong, Pemkal Condongcatur Gelar Temu Kangen Purna Tugas Pamong Kalurahan

Sleman – Pada momen peringatan Hari Jadi ke-79 Kalurahan Condongcatur, dilaksanakan kegiatan temu kangen atau silaturahmi ramah tamah pamong aktif dengan purna tugas, Rabu (10/12/2025) di Pendopo Kromoredjan Kalurahan Condongcatur. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan, yang pada tahun 2019 bernama Anjangsana.

Hadir dalam acara ini Lurah Condongcatur beserta seluruh pamong kalurahan dan 14 purna tugas Pamong Kalurahan Condongcatur, di antaranya, H. Sukris (purna tugas Lurah Condongcatur), serta para purna tugas kasi, kaur, dukuh, dan staf lainnya.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji dalam sambutanya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh purna tugas pamong yang telah meletakkan pondasi kuat untuk keberhasilan pemerintahan Kalurahan Condongcatu. Ia merasa bangga melihat para purna tugas masih tetap sehat, bahagia, dan terus berkarya menjadi tokoh masyarat di wilahnya masing-masing.

“Kalurahan Condongcatur bisa mendapatkan berbagai macam prestasi dan penghargaan sehingga berhasil seperti saat ini berkat kerja keras pamong terdahulu. Ini berarti menunjukkan kerja yang terus berkelanjutan melengkapi dan menyempurnakan program dan kebijakan yang baik di waktu dahulu,” katanya.

“Kami keluarga besar Pemerintah Kalurahan Condongcatur yang masih berdinas aktif senantiasa menghargai jasa para pendahulunya,” sambung Reno.

Adapun 14 purna tugas lurah dan Pamong Kalurahan Condongcatur tersebut adalah H. Sukris (Kades periode 1996 – 2004 dan 2004 -2009), Kuwat (Jagabaya), Rusmanto (Pangripta / Jagabaya), H. Sumadi (Dukuh Kaliwaru), H. Djupriyono (Dukuh Joho), Sabar Wijaya (Dukuh Gempol), Teguh Subroto (Dukuh Pondok), Mujiyono (Dukuh Ngropoh), Purwanto (Dukuh Kayen), Y. Sudarno (Staf Keuangan), R. Sumardjo (Staf Pembangunan), Hj. Sunarti (Staf Pelayanan), Suyadi (Staf TU dan Umum) dan Sudarna (Staf Tata Laksana).

Perwakilan purna tugas, H. Sukris menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan untuk bersilaturahmi. Pada kesempatan itu, ia menceritakan sejarah perjalanan Pamong Kalurahan Condongcatur dari masa ke masa, dan menegaskan pentingnya sinergi antar generasi.

“Kami ingin berbagi sedikit cerita tentang sejarah perjalanan Pamong Kalurahan Condongcatur dari masa ke masa. Dari awal berdirinya hingga saat ini, kita telah melalui banyak tantangan dan perubahan. Namun, satu hal yang tetap sama adalah semangat dan komitmen kita untuk melayani masyarakat,” ungkapnya.

Acara diakhiri dengan pemberian bingkisan dan tali asih kepada para purna tugas Pamong Kelurahan Condongcatur, sebagai bentuk apresiasi dan rasa terima kasih. Tali Asih diserahkan langsung oleh Lurah Condongcatur.

Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menjaga tali silaturahmi antara pamong aktif dan purna tugas, untuk keberlanjutan kemajuan Kalurahan Condongcatur. (Wasana / KIM Depok)




Kalurahan Condongcatur Terima Kunjungan Peningkatan Kapasitas Tim Pembina Posyandu Kecamatan Pemayung Jambi

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur menerima kunjungan peningkatan kapasitas dari Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, Rabu (10/12/2025). Rombongan disambut hangat oleh Lurah, Carik, Kamituwa dan Ulu Ulu beserta staf, di Ruang Wacana Loka Kantor Kalurahan Condongcatur.

Rombongan dari kecamatan Pemayung dipimpin oleh Ketua TP Posyandu Pemayung, Anisa Jenatul Firdaus bersama lurah se-Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji dalam sambutanya menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Ibu dari TP Posyandu Kecamatan Pemayung. Kunjungan tersebut merupakan dan kesempatan berharga bagi Kalurahan Condongcatur untuk saling berbagi ilmu, pengalaman, dan inspirasi.

Reno mengatakan bahwa peran Posyandu saat ini sedang mengalami transformasi besar. Sesuai dengan semangat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu tidak lagi sekadar tempat penimbangan balita. Posyandu kini bertransformasi menjadi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), sebuah pusat pelayanan publik yang terpadu dan menyeluruh.

“Pemerintah Kalurahan Condongcatur berkomitmen penuh menjadikan Posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan di tingkat padukuhan, yang mencakup enam Standar Pelayanan Minimum (SPM), yaitu kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, serta ketenteraman dan ketertiban umum,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua TP Posyandu Pemayung, Anissa Jenatul Firdaus menyampaikan maksud dan tujuan dari TP. Posyandu Kecamatan Pemayung Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi melakukan kunjungan di Kalurahan Condongcatur

“Kami dari TP Posyandu Kecamatan Pemayung ingin mengetahui langsung kebijakan dan program-program yang dilaksankan Pemerintah Kalurahan Condongcatur. Kami berharap inovasi-inovasi program yang dilaksanakan di Condongcatur dapat kami terapkan bersama di wilayah kami, dan kami akan jadikan forum ini sebagai wadah untuk bertukar pengetahuan demi terwujudnya Posyandu ILP yang kuat, aktif, dan benar-benar berdampak pada kesejahteraan holistik masyarakat kami” Ucapnya

Ditambahkan, Anisa melalui kegiatan peningkatan kapasitas ini, diharapkan seluruh peserta baik TP Posyandu, puskesmas, kader, maupun lintas sektordapat memperkuat pemahaman, berbagi strategi, dan menyusun langkah kolaboratif untuk memperkuat layanan Posyandu ILP di masing-masing wilayah.

Selanjutnya Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam menyapaikan materi tentang Dukungan Pemerintah Kalurahan dalam Mendukung Penyelenggaraan Posyandu Integrasi Layanan Primer kepada peserta peningkatan kapasitas Tim Pembina Posyandu Kecamatan Pemayung bahwa Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat karena memiliki peran strategis dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, sehingga menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga. Kontribusi Posyandu terhadap peningkatan IPM dengan fokus pada enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), Posyandu mampu mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menjadi indikator kemajuan suatu wilayah

“Inisiatif pemerintah berfokus pada peningkatan akses layanan primer, penguatan kemandirian Posyandu, sinergi lintas sektor, dan penyelarasan kebijakan dengan RPJM Desa serta RKPKal. Pemerintah kalurahan berperan langsung dalam mendukung operasional Posyandu melalui alokasi dana, pengadaan alat kesehatan, pelatihan kader, serta pelaksanaan kebijakan berbasis masyarakat,” jelasnya.

Melalui dukungan pemerintah kalurahan dan pembinaan yang terarah dan sinergi lintas sektor, pemerintah kalurahan mendorong optimalisasi kinerja Posyandu serta meningkatkan kecakapan kader dalam memberikan pelayanan. Strategi penguatan, termasuk digitalisasi data dan integrasi layanan stunting serta PAUD, memastikan Posyandu menjadi pusat pelayanan yang menyeluruh untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Acara peningkatan kapasitas tim pembina posyandu Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi diakhiri penyerahan cinderamata dan foto bersama. (Wasana / KIM Depok)