Tetap Relevan di Tengah Arus Digital: Strategi Buletin UMKM Kita

Sleman – Di tengah derasnya arus digitalisasi selama satu dekade terakhir, kehadiran media cetak kerap dipandang meredup. Namun peluncuran Buletin UMKM Kita versi cetak oleh KIM Senyum Tempel Sleman di Pendopo Kapanewon, pada Selasa (9/12/2025) membuktikan bahwa media cetak masih memiliki ruang bagi audiens yang spesifik.

Lebih menarik lagi, buletin ini dibagikan secara cuma-Cuma. Sebuah langkah yang bukan sekadar melawan tren, tetapi merupakan strategi yang telah dihitung secara matang oleh para penggagasnya.

Pemimpin Redaksi buletin, Sadhono Hadi menjelaskan bahwa pilihan menerbitkan buletin cetak adalah keputusan yang telah diperhitungkan dengan cermat.

“Perlu disadari bahwa komunitas pewarta KIM ini sepenuhnya bersifat sosial, semua relawan. Komoditas yang kami kelola adalah informasi, bukan uang atau nilai komersial. Dalam konteks itulah, media cetak menjadi salah satu portofolio organisasi,” ujarnya.

Secara finansial, edisi perdana ini memang tidak menghasilkan keuntungan uang. Namun dari perspektif portofolio informasi, justru nilai tambahnya luar biasa. Sadhono menggambarkan setidaknya tiga manfaat strategis, pertama, dunia UMKM adalah sumber berita yang dinamis, luas, dan tak pernah kehabisan cerita.

“Dengan hadirnya buletin ini, KIM Senyum seakan berada dalam “satu atap” dengan sumber-sumber berita tersebut, tinggal bagaimana para relawan memanfaatkannya.” jelasnya.

Kedua, buletin menjadi lahan subur bagi penulis muda di Tempel. Mereka dapat belajar menulis artikel, melakukan riset bisnis, membuat profil tokoh, hingga menyusun advertorial.

“KIM kini tak hanya bergantung pada platform pihak lain, kami memiliki media sendiri dengan jaminan pembaca yang nyata,” tandas Sadhono.

Ketiga, meski generasi milenial lebih senang mengakses informasi melalui media sosial digital, tidak semua stakeholders demikian. Masih banyak kalangan yang akrab dengan media cetak dan merasa lebih nyaman membacanya. Mengabaikan kelompok ini, menurut Sadhono, akan menjadi kekeliruan besar bagi organisasi yang mengemban tugas pelayanan informasi masyarakat.

“Dalam dunia nyata, tidak semua bentuk sukses diukur dengan uang,” pungkasnya. (SH/KIM Senyum Tempel)




Pelatihan Daur Ulang Sampah dan Pembuatan Kompos Tingkatkan Kesadaran Lingkungan Warga Banyuraden

Sleman – Pelatihan daur ulang sampah dan pembuatan kompos skala rumah tangga yang digelar di Bank Sampah Sukunan, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Selasa (9/12/2025), menjadi momentum penting bagi warga untuk meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan lingkungan.

Kegiatan ini diinisiasi untuk menjawab tantangan meningkatnya volume sampah rumah tangga serta kebutuhan akan pola pengelolaan yang lebih mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Dalam pelatihan tersebut, 80 peserta yang berasal dari ibu-ibu PKK se-Kalurahan Banyuraden mendapatkan materi dari Endang Sri Lestari selaku instruktur mengenai jenis-jenis sampah, pemilahan yang benar, hingga teknik pengolahan sampah organik menjadi kompos berkualitas.

Materi diberikan dengan pendekatan praktik lapangan, sehingga warga tidak hanya memahami konsep. Namun juga terampil dalam memproduksi kompos yang dapat digunakan untuk kebutuhan tanaman pekarangan maupun urban farming.

“Pelatihan ini ditujukan untuk memberdayakan keluarga dalam mengelola sampah secara mandiri untuk mengurangi volume sampah lingkungan dan menciptakan peluang ekonomi baru,” jelas Endang.

Kegiatan dihadiri oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman didampingi Ulu-Ulu Banyuraden, Sulung Pramono, Dukuh Sukunan, Subiyatna serta Ketua Tim Penggerak PKK, Kwintartiningsih Pospoputri

Sudarisman menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari visi kalurahan untuk mendorong masyarakat berperan aktif menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak akan berhasil tanpa dimulai dari rumah tangga sebagai produsen sampah terbesar.

“Karena itu, edukasi dan pendampingan terus diperkuat melalui berbagai program lingkungan tingkat padukuhan,” tegasnya.

Pada sesi diskusi Kwintartiningsih Pospoputri selaku Ketua Tim Penggerak PKK Banyuraden menyoroti pentingnya mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar membuang sampah menuju budaya mengelola sampah.

Ia pun menekankan bahwa sampah bukan hanya masalah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi jika diolah dengan benar. Melalui pelatihan, warga diperkenalkan pada berbagai metode sederhana, seperti pembuatan eco-enzyme, kompos takakura, hingga pemanfaatan sampah anorganik menjadi kerajinan bernilai jual.

“Sampah bukan hanya persoalan kebersihan saja, tetapi menyangkut kesehatan, lingkungan, dan ekonomi keluarga. PKK ingin menjadi penggerak lingkungan bersih dan sehat yang di awali dari rumah tangga,” tandas Kwintartiningsih.

Sementara itu, banyak di antara anggota PKK menyatakan bahwa metode ini mudah diterapkan di rumah, bahkan dengan alat dan bahan sederhana yang tersedia sehari-hari. Pendekatan aplikatif ini diharapkan mampu mendorong munculnya agen-agen perubahan di setiap rumah tangga.

Selain manfaat ekologis, pelatihan ini juga menyinggung dampak ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat. Kompos yang dihasilkan warga dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman toga, sayuran, hingga tanaman hias. Bahkan, beberapa peserta berminat mengembangkan produk kompos sebagai peluang usaha rumahan, sejalan dengan semangat pemberdayaan masyarakat di Banyuraden.

Dengan adanya pelatihan daur ulang sampah dan pembuatan kompos skala rumah tangga ini, Banyuraden menunjukkan keseriusannya sebagai kalurahan yang peduli lingkungan dan terus berupaya menciptakan ekosistem masyarakat yang sadar sampah. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Mengulik Sosok Susan dalam Video Dibalik Grojogan Watu Purbo

Sleman – Heny Susanti, mendadak menjadi sorotan masyarakat Tempel setelah tampil sebagai “Susan” dalam video pendek berjudul “Dibalik Grojogan Watu Purbo”. Video garapan KIM Senyum Tempel yang mengangkat keindahan destinasi wisata di perbatasan D I Yogyakarta tersebut, berhasil meraih juara 2 dalam lomba video yang diselenggarakan Dinas Kominfo Kabupaten Sleman.

Heny Susanti dalam penjelasannya pada Selasa (9/12/2025) mengaku tidak menyangka video itu mendapat apresiasi besar.

“Padahal dari pak sutradara, saya hampir tidak diberi dialog. Hanya diminta bermain lewat mimik, sorot mata, dan sikap,” tuturnya.

Namun justru kesunyian ekspresi itulah yang menjadi kekuatan utama video tersebut. Beberapa adegan memperlihatkan tatapan sendu, senyum tipis, hingga riangnya langkah seorang gadis desa. Semua dilakukan tanpa kata-kata, namun cukup untuk menghadirkan karakter Susan yang lugu, ramah, dan cerdas.

Heny mengaku dirinya sempat tidak percaya diri karena tanpa menggunakan make-up wajah. Namun itulah yang justru diinginkan oleh jalan cerita.

“Saya diminta memakai gaun panjang berwarna kuning atau merah muda. Kebetulan saya masih punya gaun lama warna kuning. Ternyata cocok sekali dengan suasana film,” katanya.

Gaun cerah itu memang menjadi aksen visual yang kuat, menyeimbangkan nuansa alam Grojogan Watu Purbo dan Rumah Tua Dalem Singodikaran Kadisono yang cenderung gelap.

Bagi banyak warga Tempel, sosok Susan yang ia perankan telah menghadirkan warna tersendiri dalam video pemenang itu. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)




Kapanewon Ngaglik Gelar Cipta Kondisi Jelang Nataru 2025

Sleman — Menjelang perayaan natal dan tahun baru (nataru) 2025, Kapanewon Ngaglik menggelar rapat koordinasi cipta kondisi sebagai upaya memperkuat keamanan dan ketertiban wilayah. Rakor digelar di Aula Kapanewon Ngaglik, Selasa (8/12/2025) tersebut diinisiasi oleh Kapolsek Ngaglik dan difasilitasi langsung oleh pihak kapanewon.

Kegiatan ini dihadiri Kapolsek Ngaglik, AKP Yuliyanto, Panewu Ngaglik, Wawan Widyantoro, Panewu Anom Kapanewon Ngaglik, Hieronimus Heru Bharanti, Kawat Keamanan Kapanewon, Kepala KUA Ngaglik, FKUB, Linmas, Babinsa Koramil Ngaglik, para lurah, dan Danramil Ngaglik, Kapten Inf. Mustofa.

Kapolsek Ngaglik AKP Yuliyanto menegaskan perlunya kolaborasi kuat antara TNI, Polri, pemerintah kalurahan, serta unsur masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama periode nataru.

“Peningkatan patroli, pengamanan rumah ibadah, dan deteksi dini terhadap potensi kerawanan yang mungkin muncul seiring meningkatnya aktivitas masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Panewu Anom, Hieronimus Heru Bharanti menyatakan bahwa koordinasi lintas sektor merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah.

“Kapanewon Ngaglik siap mendukung sepenuhnya langkah-langkah pengamanan, termasuk kesiapsiagaan aparatur di tingkat kalurahan dan optimalisasi komunikasi dengan warga,” katanya.

Kapanewon Ngaglik menegaskan komitmen seluruh unsur untuk memperkuat kewaspadaan dan menjaga kenyamanan masyarakat menjelang perayaan natal dan tahun baru. Rakor ditutup dengan kesepakatan bersama untuk meningkatkan sinergi demi terciptanya nataru 2025 yang aman, tertib, dan kondusif bagi semua warga. (ESK – KIM DSN)




Muryono, Ketua KIM Senyum Tempel Sleman: “Biarkan Bunga Mekar Bersama”

Sleman – Dukuh Semawung, Kalurahan Sumberejo, Muryono resmi dikukuhkan sebagai Ketua KIM Senyum Tempel pada September 2025. Pengalamannya selama lebih dari 34 tahun melayani masyarakat membuatnya matang dalam memimpin komunitas relawan pewarta dengan latar belakang yang majemuk itu. Dalam waktu singkat, KIM Senyum mulai menunjukkan berbagai inisiatif baru yang kreatif dan berdaya guna.

Penilaian itu disampaikan oleh Agastya Dedy Kusuma selaku Ketua Tim Kerja Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo Sleman, dalam acara peluncuran “Buletin UMKM Kita”, Selasa (9/12/2025) di Pendopo Kapanewon Tempel. Ia menilai KIM Senyum Tempel sebagai salah satu KIM yang lengkap dan aktif di Sleman.

“KIM Tempel ini berkembang di semua lini kesenian, UMKM, penulisan berita baik acara, seremoni hingga fitur. Infrastruktur digitalnya juga bergerak website, YouTube, Instagram, TikTok, dan kini media cetak melalui buletin,” ujarnya.

Ditemui usai acara, Muryono menjelaskan visi kepemimpinannya dengan kalimat sederhana namun penuh makna, yaitu filosofinya, biarkan semua bunga mekar bersama.

“Kami tidak membatasi inisiatif apa pun, selama ada yang siap menjalankannya, dan yang kedua, inisiatif itu memiliki rencana yang matang,” tambahnya.

Ia memahami bahwa setiap rencana membawa risiko, baik risiko keuangan maupun risiko kegagalan. Namun baginya, kegagalan bukan sesuatu yang menakutkan.

“Gagal itu hanya keberhasilan yang tertunda,” tuturnya.

Menurut Muryono, tugas kepemimpinan KIM bukan sekadar mengarahkan, tetapi juga menumbuhkan rasa handarbeni atau rasa memiliki yang kuat di antara para relawan.

“Jika rasa itu menular, maka setiap program akan menjadi program bersama, bukan program individu,” jelasnya.

Menutup tahun 2025, KIM Senyum Tempel telah menunjukkan berbagai capaian membanggakan, yaitu kerja sama yang produktif dengan perguruan tinggi swasta, perolehan Juara II Lomba Video Pertunjukan Rakyat tingkat kabupaten, serta lahirnya para penulis baru dari beragam latar belakang seperti, pemuda, ibu-ibu, dan warga yang sebelumnya tak pernah menyentuh dunia literasi atau konten digital.

KIM Senyum Tempel kini bukan hanya wadah informasi, tetapi juga ruang tumbuh bagi kreativitas warga. Hal itu sepenuhnya sejalan dengan filosofi sang ketua, yaitu membiarkan semua bunga mekar bersama. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)