Pemerintah Kalurahan Sumbersari Salurkan Bantuan Beras dan Minyak kepada 816 KPM

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sumbersari menyalurkan bantuan pangan kepada 816 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), bertempat di pendapa kalurahan setempat, pada Selasa (9/12/2025).

Bantuan pangan ini merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu, menjaga ketahanan pangan masyarakat, dan menstabilkan harga bahan pangan. Setiap KPM menerima 20 kilogram beras dan minyak goreng empat liter untuk alokasi bulan Oktober dan November 2025.

Penyaluran dibagi menjadi tiga sesi, terdiri dari empat meja verifikasi, dan empat meja foto atau dokumenasi. Pada kesempatan itu Bulog mengirim satu orang kordinator lapapngan (korlap), dan empat petugas foto, sedangkan verifikatornya dari Pemkal Sumbersari. Turut terlibat dalam penyaluran tersebut para dukuh, linmas, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.

 Lurah Sumbersari, Sukadi yang mengawal penyaluran bahan pangan tersebut mengatakan, Pemerintah Kalurahan Sumbersari mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah mengadakan program bantuan pangan untuk rakyat tak mampu tersbut. Ia juga berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaiknya-baiknya oleh keluarga penerima manfaat.

“Semoga menjadikan masyarakat semakin giat dalam melaksanakan hidup bermasyarakat, dan ada kemajuan di semua bidang wabil khusus di Sumbersari ini,” tuturnya.

Kamituwa Sumbersari, Agus Iskandar berharap bantuan itu dapat membantu masyarakat yang kurang mampu dan meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Salah satu keluarga penerima manfaat yaiku Tukinem mengatakan senang mendapat bantuan tersebut. Ia dan suaminya yang sudah lansia bersyukur dengan adanya program itu.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sudah lansia dan tak mampu lagi bekerja,” ungkapnya. (Eny Ms/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Banyuraden Jadi Rujukan Pengelolaan Desa bagi Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora

Sleman – Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping menjadi rujukan penting bagi pemerintah desa se-Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora dalam kegiatan studi tiru pengelolaan administrasi dan pembangunan desa yang berlangsung pada Senin (8/12/2025). Kegiatan ini diikuti para kepala desa, perangkat desa, serta pendamping desa di wilayah Kecamatan Ngawen yang ingin memperkuat kapasitas tata kelola pemerintahan di wilayahnya masing-masing.

Rombongan yang terdiri dari perwakilan 27 desa tersebut, disambut oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman didampingi Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama, dan Ketua Tim Penggerak PKK Banyuraden, Kwintartiningsih Pospoputri di Gedung Muhammadiyah Banyuraden.

Dalam sambutannya, Lurah Banyuraden menyambut baik silaturahmi antar pemerintah desa ini karena adanya sharing pengelolaan pemerintahan desa dapat mendorong terciptanya inovasi yang relevan dengan kebutuhan warga.

Menurutnya, ketika perangkat desa melihat langsung bagaimana desa lain menerapkan program pembangunan, pemberdayaan masyarakat, maupun penataan kelembagaan, maka peserta studi tiru dapat menyesuaikan dan mengembangkan inovasi tersebut sesuai kondisi lokal masing-masing.  

“Melalui sharing praktik baik, desa-desa dapat saling belajar mengenai sistem administrasi yang lebih tertata, penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik, hingga mekanisme transparansi yang efektif,” ujar Sudarisman.

Lebih lanjut, pemaparan materi pengelolaan administrasi dan pembangunan Kalurahan Banyuraden dilakukan Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama dihadapan peserta. Ia menjelaskan visi pemerintah Kalurahan Banyuraden sebagai kalurahan yang mandiri, berbudaya, dan memiliki tata kelola pemerintahan terbaik di Kabupaten Sleman.

Visi tersebut memberikan pedoman bagi seluruh perangkat Kalurahan Banyuraden dalam menyusun program kerja, mengambil keputusan, dan mengelola sumber daya secara efektif.

“Dengan landasan visi yang kuat, kami dapat memastikan bahwa setiap langkah pembangunan selalu selaras dengan kebutuhan masyarakat sekaligus berorientasi pada kemajuan jangka panjang,” jelasnya.

Hendy menambahkan, kemandirian menjadi elemen utama dari visi tersebut, karena menunjukkan tekad Banyuraden untuk mengembangkan potensi lokal dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui kemandirian, pihaknya tidak hanya mengandalkan bantuan eksternal, namun mampu menghadirkan inovasi, penguatan kapasitas masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Desa Bradag, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Hj. Luluk Nasruatin mengungkapkan dalam kegiatan studi tiru ini, pihaknya dapat memperoleh wawasan dan praktik baik yang dapat diterapkan sesuai karakter dan kebutuhan desa-desa di Kecamatan Ngawen, khususnya dalam pengelolaan pelayanan publik, sistem administrasi, digitalisasi, serta model pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.

Hj. Luluk juga menyoroti tentang efisiensi waktu untuk mendukung proses perencanaan dan pembangunan desa agar berjalan lebih terarah.

“Ketika waktu kerja dimanfaatkan dengan baik, perangkat desa dapat fokus pada penyusunan program, evaluasi kegiatan, dan koordinasi lintas bidang secara lebih optimal,” tegasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Rakor Tokoh Agama Islam Ngaglik Teguhkan Komitmen Bersama Perkuat Program Suling Naga

Sleman — Rapat Koordinasi Tokoh Agama Islam Kapanewon Ngaglik menegaskan kembali komitmen bersama dalam memperkuat program Suling Naga (Subuh Keliling Ngaglik Menjaga Akidah). Program ini kini menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh tokoh agama Islam, organisasi sosial keagamaan Islam, Forkopim Kapanewon, dan seluruh kalurahan se-Ngaglik.

Suling Naga dirancang bukan hanya untuk meningkatkan kedisiplinan ibadah subuh, tetapi juga untuk mempererat kerukunan masyarakat, memakmurkan masjid, serta menumbuhkan ketakwaan umat. Melalui kegiatan subuh berjamaah yang digelar bergiliran di masjid-masjid seluruh wilayah Ngaglik, program ini menjadi motor penguat spiritual sekaligus perekat sosial masyarakat.

Rakor yang digelar di Aula Kapanewon Ngaglik, pada Selasa (9/12/2025)  ini, dihadiri berbagai unsur strategis, antara lain Kapolsek Ngaglik, AKP Yuliyanto, Danramil Ngaglik, Kapten Inf. M. Mustofa, Panewu Ngaglik, Wawan Widiantoro, Kawat Keamanan Kapanewon Ngaglik, Wahyu Irawan, Kepala KUA Ngaglik, Handoyo, para lurah dan kamituwo, serta organisasi dan lembaga Islam seperti MUI, IPHI, Rois Ngaglik, MWC NU, PCM, MTA, LDII, Muhammadiyah dan NU ranting, DMI, BMT MUU, dan Badan Koordinasi TK–TPA.

Panewu Ngaglik, Wawan Widiantoro menegaskan bahwa Suling Naga merupakan gerakan strategis untuk memperkuat karakter masyarakat, terutama di tengah perubahan sosial Ngaglik sebagai wilayah transisional yang bergerak dari masyarakat pedesaan menuju kawasan perkotaan berbasis industri, perdagangan, dan jasa.

“Percepatan dinamika tersebut, membawa potensi menurunnya nilai religius, melemahnya gotong-royong, serta meningkatnya kerawanan sosial, sehingga diperlukan upaya mitigasi dan kebersamaan seluruh unsur masyarakat,” ujarnya.

Rakor ditutup dengan penyusunan langkah tindak lanjut agar pelaksanaan Suling Naga berjalan terjadwal, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh padukuhan. Program ini diharapkan menjadi pilar penting dalam mewujudkan masyarakat Ngaglik yang religius, rukun, dan semakin memakmurkan masjid. (ESK – KIM DSN NGAGLIK)




Pemkab Sleman Kembali Berikan Penghargaan Evaluasi Kalurahan Inovatif Tahun 2025

Sleman – Pemkab Sleman melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) menyerahkan penghargaan Evaluasi Kalurahan Inovatif Tahun 2025 pada Selasa (9/12) bertempat di Grha Sarina Vidi, Sendangadi, Mlati, Sleman. Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, bersama jajarannya.

Sekda Sleman, Susmiarto, dalam pidatonya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Sleman guna memotivasi kalurahan agar tidak berhenti berinovasi, melayani, dan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat secara nyata.

“Saya mengapresiasi semangat seluruh kalurahan di Sleman yang telah mengikuti proses evaluasi, menghadirkan ide-ide kreatif, terobosan layanan publik, serta penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang responsif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat,” kata Susmiarto.

Sementara Kepala Dinas PMK Kabupaten Sleman, Budi Pramono, menuturkan ada lima indikator dalam penilaian evaluasi kalurahan inovatif tersebut, yakni esensial dasar, administrasi, ekonomi dan bisnis, dan kepemimpinan.

“Ini bukan sekedar lomba administrasi saja, tapi ini adalah evaluasi terhadap substansi dari layanan kalurahan yang berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut diterangkan bahwa inovasi yang dimaksud di sini tidak hanya sebatas pemanfaatan teknologi dan informasi. Tapi inovasi tersebut juga harus bisa berdampak pada pelayanan masyarakat yang lebih baik.

“Kalurahan juga diharapkan mampu mengoptimalkan potensi yang ada di wilayahnya untuk menyejahterakan masyarakat,” sambungnya.

Berikut penerima penghargaan Evaluasi Kalurahan Inovatif Tahun 2025:
Juara

  1. Glagaharjo, Cangkringan
  2. Trimulyo, Sleman
  3. Tamanmartani, Kalasan

Juara Harapan

  1. Sendangtirto, Berbah
  2. Girikerto, Turi
  3. Tirtoadi, Mlati

Pada acara tersebut juga sekaligus diserahkan penghargaan lomba Simulasi Keluarga Ramah Anak (Semanak) dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman, dengan juara sebagai berikut:

  1. Sumberagung, Moyudan
  2. Glagaharjo, Cangkringan
  3. Sendangagung, Minggir

Serta penghargaan lomba Kalurahan Ramah Perempuan, dengan penerima sebagai berikut:

  1. Sumberrejo, Tempel
  2. Trimulyo, Sleman
  3. Bimomartani, Ngemplak



Bupati Sleman Lantik 103 Pejabat Baru, Tekankan Komitmen Pelayanan dan Inovasi

Sleman – Bupati Sleman, Harda Kiswaya, kembali melantik sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman pada Senin (8/12/2025).

Berlangsung di Pendopo Parasamya Kantor Setda Sleman, pelantikan dimulai dengan pengambilan sumpah yang dilanjutkan penyerahan SK oleh Bupati Sleman beserta jajaran Forkopimda Sleman.

Adapun pejabat yang dilantik berjumlah 103 orang. Mereka terdiri dari Pimpinan Tinggi Pratama, Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, Kepala Sekolah, dan Kepala Puskesmas di lingkungan Pemkab Sleman.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan bahwa pengambilan sumpah dan pelantikan ini merupakan bagian dari dinamika perkembangan organisasi yang berorientasi pada efektivitas organisasi. Ia juga memberikan arahan kepada pejabat yang dilantik untuk menguatkan kembali komitmen bersama dalam memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

“Saya mengajak seluruh perangkat daerah mulai dari pimpinan sampai dengan pelaksana untuk menguatkan komitmen dan integritas. Menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Selain itu, Harda juga mendorong seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan kreativitas dan inovasinya sehingga pelayanan terus membaik demi kesejahteraan masyarakat Sleman.

“Lakukan yang terbaik untuk masyarakat Sleman, jangan sampai ada yang kecewa,” ujar Harda.

Acara pelantikan yang digelar di lingkungan Pemkab Sleman ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Sleman dan Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Sleman.