Bank BPD DIY Salurkan CSR Gerobak Angkringan ke Warga Sendangtirto Melalui MWC Berbah

Sleman – Sepuluh unit gerobak angkringan sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BPD DIY diserahkan kepada warga Kalurahan Sendangtirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Bantuan CSR tersebut disalurkan melalui Mbah Wanto Center (MWC) dan diserahkan langsung oleh Mbah Wanto kepada penerima bantuan yang tersebar di beberapa padukuhan pada Sabtu (6/12/2025).

Pembina MWC, Mbah Wanto, yang juga merupakan anggota DPRD Sleman Komisi D, menyampaikan bahwa bantuan CSR BPD DIY berupa gerobak angkringan ini diberikan lengkap dengan perlengkapannya, seperti terpal atap angkringan, alat masak, gelas, sendok, dan sebagainya.

Dengan peralatan angkringan yang lengkap, diharapkan penerima gerobak bisa langsung beroperasi dan menjalankan usaha angkringan dengan mantap, sehingga segera dapat menggerakkan ekonomi warga sekitar.

“Memang tujuan pemberian unit usaha angkringan bertujuan sebagai penggerak ekonomi masyarakat,” ujar Mbah Wanto.

Selain sebagai upaya menggerakkan ekonomi, angkringan juga bisa menjadi tempat berdiskusi untuk merumuskan kemajuan kehidupan bermasyarakat, membangun kemajuan padukuhan, dan lain sebagainya. “Jadi, angkringan bisa memiliki berbagai fungsi,” tambahnya.

Dukuh Cepor, Yuli Lestari, menyambut baik pemberian hibah berupa gerobak angkringan beserta peralatannya yang diberikan kepada warganya. Dengan pemberian hibah ini, ia berharap bisa menggugah warga untuk berusaha dan menambah kesejahteraan.

“Harapannya keberadaan angkringan bisa menumbuhkan bidang usaha yang lain,” tuturnya.

Salah satu penerima hibah gerobak angkringan, Puji Astuti, warga Karanganyar, Sendangtirto, Berbah, mengucapkan terima kasih kepada Bank BPD DIY beserta Mbah Wanto yang telah memberikan gerobak angkringan lengkap.

“Terima kasih Mbah Wanto atas pemberian dan bimbingannya. Kita sekeluarga akan menjaga dan memanfaatkan sesuai arahan Mbah Wanto,” ucap Puji.

Di tempat terpisah, Konsultan Bidang Hukum MWC, Fedryansah Gea Arrysal, menyampaikan bahwa pemberian hibah CSR dari Bank BPD DIY melalui MWC telah memenuhi persyaratan secara hukum dan dapat ditindaklanjuti. Pemberian hibah tidak hanya berupa barang, namun juga disertai pendampingan usaha, monitoring, dan evaluasi.

“Tidak ketinggalan adanya pendampingan hukum bila ada permasalahan berkaitan dengan bidang hukum,” imbuhnya. (Kusnadi/KIM Berbah)




Konsolidasi Muhammadiyah Sleman Dorong Modernisasi Tata Kelola dan Transformasi Digital

Sleman – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Konsolidasi Organisasi yang diikuti oleh seluruh perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kabupaten Sleman. Kegiatan strategis ini dilaksanakan pada Sabtu (6/12/2025) di Ruang Amphitheater E6 Lantai 5 Gedung K.H. Ibrahim Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), sebagai wadah koordinasi serta penguatan sinergi antarlevel kepemimpinan persyarikatan.

Konsolidasi tersebut tidak hanya meneguhkan soliditas antara PDM, PCM, PRM, dan masjid-masjid Muhammadiyah di Sleman, namun juga menjadi forum penting dalam penyampaian arah kebijakan organisasi ke depan. Salah satu fokus utama kegiatan adalah percepatan modernisasi tata kelola organisasi melalui digitalisasi sistem dan pemanfaatan teknologi informasi.

“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan modernisasi tata kelola organisasi menuju Muhammadiyah yang lebih profesional dan unggul,” ungkap Ketua PDM Sleman, Harjaka, dalam sambutannya.

Rangkaian materi konsolidasi dimulai dengan pemaparan tentang pelaksanaan Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) 2026. Program berskala kabupaten itu direncanakan menjadi ruang kolaborasi, edukasi, dan pameran program strategis persyarikatan. Pemaparan sesi ini memberikan gambaran awal mengenai konsep kegiatan, tujuan penyelenggaraan, serta keterlibatan PCM, PRM, ortom, dan amal usaha dalam mendukung kesuksesan MSE 2026. Diharapkan pameran akbar tersebut mampu menjadi etalase kemajuan dakwah, pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan Muhammadiyah di Kabupaten Sleman.

Selanjutnya, Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah memaparkan perkembangan inovasi teknologi melalui Aplikasi MASA (Manajemen Anggota dan Sistem Administrasi) serta E-KTM. Kedua fitur digital itu diproyeksikan memperkuat pendataan anggota secara akurat, integrasi data organisasi, dan optimalisasi administrasi persyarikatan. Kartu Tanda Muhammadiyah elektronik atau E-KTM juga diperkenalkan sebagai bentuk transformasi digital di bidang keanggotaan untuk mempermudah identifikasi anggota serta akses ke berbagai layanan Muhammadiyah berbasis data.

Materi berikutnya disampaikan oleh Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pengembangan Masjid (LPCR PM) PDM Sleman yang mengenalkan tiga sistem digital untuk penguatan kinerja organisasi. Sistem tersebut meliputi SICARA, sebagai aplikasi pendataan dan pemetaan Cabang–Ranting secara nasional; NotulenMU, platform penyusunan arsip dan notulen rapat berbasis digital; serta SIMAM (Sistem Informasi Manajemen Masjid) yang memudahkan pencatatan kegiatan, inventaris, dan pengelolaan masjid Muhammadiyah secara modern dan efektif.

PDM Sleman memiliki harapan besar terhadap percepatan transformasi digital organisasi mulai 2026. Setiap PCM, PRM, dan masjid Muhammadiyah di Sleman ditargetkan menunjukkan peningkatan kualitas tata kelola, pelayanan jamaah, dan pelaporan kinerja yang lebih transparan, tertata, dan berkelanjutan. Kegiatan Konsolidasi Organisasi menjadi momentum penguatan gerakan, pemantapan struktur, dan kesiapan persyarikatan menghadapi tuntutan modernisasi organisasi dalam rangka mewujudkan Muhammadiyah Sleman yang unggul dan berkemajuan. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri Turi)




Universitas Alma Ata Tutup Program Hibah Diktisaintek, UMKM Jogomukti Dapat Pelatihan dan Bantuan Digital

Sleman – Program Hibah Direktorat Penelitian Pengabdian Masyarakat (DPPM) Diktisaintek melalui Universitas Alma Ata bagi UMKM Sedulur Bakul Jogomukti resmi ditutup pada Sabtu (6/12/2025). Acara penutupan berlangsung di Ngangkring Imbuh Kranggan Satu, Jogotirto, Berbah, Sleman.

Penggagas program, Tri Rochmadi, didampingi Rita Mulyandari dan Ardiyaningrum, beserta tim mahasiswa, menyampaikan terima kasih kepada pengurus dan anggota UMKM Jogomukti atas kolaborasi yang baik sehingga program pengabdian masyarakat berjalan lancar.

Program pengabdian kepada masyarakat ini berjudul “Membangun UMKM Tangguh: Sinergi Digital Marketing, Financial Management dan Cyber Disaster Resilience (DM-FM-CDR)”. Pelaksanaannya berlangsung selama empat bulan, dimulai dari Agustus hingga Desember 2025, yang meliputi interaksi pembinaan dan pelatihan intensif kepada anggota UMKM Sedulur Bakul Jogomukti.

Tri Rochmadi mengungkapkan, meskipun pelaksanaan di lapangan hanya empat bulan, proses identifikasi permasalahan UMKM Jogomukti sudah dimulai pada Maret 2025 saat proses penyusunan dan pengajuan proposal kegiatan.

“Jadi, kerja sama antara pihak Alma Ata dengan UMKM Jogomukti berlangsung sekitar sembilan bulan,” ungkap Tri Rochmadi.

Selama periode tersebut, banyak ilmu yang tercurah dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan. Bantuan hibah yang diberikan berupa seperangkat kelengkapan foto produk bagi anggota UMKM Jogomukti. Selain itu, UMKM juga mendapatkan seperangkat perlengkapan website untuk Sedulur Jogomukti. Pembuatan 41 website ini dinilai memerlukan waktu, pikiran, dan tenaga yang tidak sedikit.

“Semoga bantuan hibah, baik bentuk barang maupun dalam bentuk yang lain, bisa dimanfaatkan secara baik,” tambah Tri.

Ia menambahkan, program pengabdian masyarakat Universitas Alma Ata untuk UMKM Jogomukti ini bahkan telah diuji dan dinilai oleh pihak eksternal, yaitu dosen atau reviewer dari UGM dan UAD, dengan hasil penilaian bagus. Program tersebut dinyatakan layak dikembangkan dan ditindaklanjuti, meski ada beberapa catatan yang harus mendapat perhatian dan evaluasi.

Ketua UMKM Sedulur Bakul Jogomukti, Maryoto, mengucapkan terima kasih kepada pihak Universitas Alma Ata yang sudah memberikan banyak perhatian, bantuan berupa barang, dan pelatihan yang tidak ternilai dengan uang. Mewakili anggota, ia juga menyampaikan permohonan maaf bila dalam kerja sama ada hal yang kurang sesuai.

“Harapannya ke depan tidak bosan untuk memberikan bimbingan untuk kemajuan UMKM Jogomukti. Mohon maaf dan terima kasih,” tutup Maryoto. (Kusnadi/KIM Berbah)




Puncak HUT Ke-79, Lapangan Klidon Dibanjiri Ribuan Warga Sukoharjo

Sleman – Suasana Lapangan Klidon, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, dipenuhi antusiasme luar biasa pada Minggu (7/12/2025). Ribuan warga tumpah ruah memadati lokasi puncak peringatan Hari Jadi Kalurahan Sukoharjo ke-79. Antusiasme warga tak terbendung mengikuti agenda Senam Massal dan Jalan Sehat yang digelar spektakuler oleh Pemerintah Kalurahan.

Sejak pukul WIB, gelombang massa sudah memadati lapangan. Acara diawali dengan senam massal yang membakar semangat, dilanjutkan dengan Jalan Sehat yang dilepas langsung oleh Lurah Sukoharjo. Kemeriahan semakin meledak dengan suguhan pentas seni Jathilan, Mancing Gratis, hingga hujan doorprize yang dinanti-nanti warga.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sleman, Ani Martanti, turut hadir menyaksikan langsung di tengah euforia ribuan warga. Ia tak mampu menyembunyikan kekagumannya dan memberikan apresiasi khusus atas skala dan eksekusi acara yang dinilai sangat sukses.

“Luar biasa! Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk Pemerintah Kalurahan Sukoharjo dan seluruh panitia. Perayaan tahun ini sungguh luar biasa meriah. Rangkaian kegiatannya benar-benar dahsyat, sangat padat dan bervariasi,” ujar Ani Martanti.

Ani menambahkan, kemeriahan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah kalurahan dan masyarakat berjalan sangat harmonis, serta menunjukkan kekompakan warga Sukoharjo yang patut dicontoh.

Di hadapan ribuan warganya, Lurah Sukoharjo, Hadi Subronto menyampaikan pesan yang tak kalah membakar semangat. Ia menegaskan bahwa keramaian ini bukan sekadar pesta, melainkan simbol kebangkitan untuk mewujudkan visi besar desa.

“Di usia ke-79 yang matang ini, harapan saya cuma satu: Mari kita wujudkan masyarakat yang mandiri dan inovatif! Jangan takut berkreasi untuk mengembangkan desa tercinta kita ini,” seru Hadi yang disambut riuh tepuk tangan.

Ia menekankan, inovasi adalah kunci. “Kita punya potensi luar biasa. Dengan semangat gotong royong dan ide-ide inovatif, kita akan bawa Sukoharjo menjadi kalurahan yang mandiri dan menjadi percontohan,” tegasnya.

Ketua Panitia mengingatkan bahwa Jalan Sehat ini baru satu bagian dari rangkaian panjang perayaan. Agenda masih akan berlanjut, di antaranya Gema Sukoharjo Bersholawat bersama Habib Zaidan Yahya pada Sabtu, 13 Desember 2025, dilanjutkan dengan Kirab Bregada dan Upacara Agung Hari Jadi pada Minggu, 14 Desember 2025, dan ditutup dengan Malam Sakral Tirakatan Hari Jadi ke-79 pada Senin, 15 Desember 2025. Peringatan tahun ini dipastikan menjadi sejarah tersendiri bagi warga Sukoharjo sebagai perayaan yang paling meriah, kompak, dan penuh makna. (Ajeng/KIM DSN)




BPBD Sleman Tekankan Kesiapsiagaan dan Validitas Data Relawan Bencana

Sleman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menekankan pentingnya kesiapsiagaan serta validitas data relawan dalam Rapat Koordinasi Relawan Donoharjo (Relado) yang digelar pada Sabtu (6/12/2025) di Aula Kalurahan Donoharjo.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan BPBD Sleman, Ismardiyanto, menyampaikan apresiasi terhadap para relawan yang selalu sigap dalam berbagai kondisi, sekaligus menegaskan pentingnya kewaspadaan menghadapi potensi bencana yang tidak dapat diprediksi.

Ismardiyanto menegaskan bahwa setiap relawan wajib menjaga kesiapan peralatan dan memastikan seluruh perlengkapan berfungsi optimal. Selain itu, ia meminta relawan mulai melakukan pemetaan wilayah masing-masing untuk mengidentifikasi potensi bahaya, melakukan kajian risiko, dan mencatat lokasi yang membutuhkan mitigasi.

“Setiap tindakan harus berkoordinasi dengan pihak kalurahan, TNI, Polri, serta lembaga terkait lainnya. Jangan berjalan sendiri,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa jika terjadi insiden, relawan dapat bersurat ke BPBD agar tim dapat dikirim untuk assessment dan penanganan.

Di sektor administrasi, BPBD Sleman menyoroti proses validasi Kartu Identitas Relawan (KIR) mengingat adanya perubahan anggota di sejumlah komunitas. Ismardiyanto menjelaskan bahwa satu nama hanya dapat terdaftar di satu komunitas untuk menghindari duplikasi data. Validitas ini penting karena berhubungan dengan pertanggungjawaban sosial, termasuk kepesertaan relawan dalam BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini tercatat relawan yang didaftarkan secara resmi, dengan pembayaran premi hampir Rp42 juta per bulan, demi memastikan relawan mendapatkan jaminan jika terjadi kecelakaan.

BPBD juga mendorong peningkatan kapasitas relawan agar tidak hanya mengandalkan semangat, tetapi memiliki kemampuan dasar penyelamatan. Pelatihan penanganan korban dan pengelolaan posko diberikan khusus kepada komunitas yang terdaftar resmi.

“Kami ingin memiliki relawan yang pintar, paham, dan cerdas. Jangan sampai relawan justru menjadi korban berikutnya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa atribut baju oranye bukan sekadar identitas, melainkan simbol tanggung jawab besar di lapangan.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Relawan Sleman (FKRS), Yoga Nugroho Utomo, menyoroti dinamika relawan yang kerap bergabung namun tidak aktif atau berpindah komunitas. Menurutnya, hal ini bisa terjadi karena minimnya pemahaman pada tahap awal. “Berikan pemahaman yang luas sejak awal mengenai apa yang bisa dilakukan dalam penanganan bencana. Metode pelatihan pun harus disesuaikan agar tidak terlalu formal dan mampu melibatkan semua komponen,” jelasnya.

Yoga menegaskan bahwa Relado merupakan wadah kemanusiaan yang fokus pada kesiapsiagaan, mengingat dampak bencana tidak pernah dapat diukur secara pasti. Ia juga mendorong peran relawan muda khususnya dalam pengolahan informasi, mengingat sebagian komunitas masih lemah dalam aspek teknologi informasi.

Ismardiyanto berharap bahwa solidaritas dan kapasitas relawan terus meningkat sehingga kegiatan kemanusiaan yang dilakukan dapat memberi manfaat luas dan menjadi amal kebaikan bagi seluruh anggota. (Endarwati/KIM Donoharjo)