Bantuan Pendidikan Dana Desa Kalurahan Sardonoharjo Disalurkan, Dukung Siswa Tidak Mampu dan Berprestasi

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan akses pendidikan bagi warganya. Bertempat di Aula Lantai 2 Kalurahan Sardonoharjo, program bantuan pendidikan yang bersumber dari Dana Desa (DDS) resmi disalurkan kepada siswa dari berbagai jenjang, Sabtu (6/12/2025).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 20 siswa dari keluarga tidak mampu menerima bantuan pendidikan. Selain itu, 15 siswa berprestasi mendapatkan dukungan berupa paket perlengkapan sekolah. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka, sekaligus memastikan para siswa dapat belajar dengan lebih nyaman dan bersemangat.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kamituwa Kalurahan Sardonoharjo, Bayu Krsidiyanto, yang mewakili Lurah. Dalam pesannya, ia mengajak para siswa untuk rajin belajar, menghormati orang tua, serta tekun beribadah, sebagai wujud syukur atas kesempatan yang diterima.

“Program ini kami jalankan untuk meringankan biaya pendidikan masyarakat sekaligus meningkatkan akses serta kualitas pendidikan di Sardonoharjo,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, saat dihubungi secara terpisah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah kalurahan akan terus berupaya menghadirkan program-program pemberdayaan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak di Sardonoharjo yang terhambat pendidikannya hanya karena kondisi ekonomi. Pendidikan adalah fondasi masa depan, dan kami akan terus mendukung,” tegasnya.

Kegiatan berlangsung tertib, diikuti oleh para penerima manfaat beserta orang tua, serta perangkat kalurahan. Program ini diharapkan menjadi dorongan positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Sardonoharjo. (ESK/KIM DSN Ngaglik)




Bumkal Lumbung Sejahtera Rintis Unit Usaha Ayam Bahagia Penghasil Telur Omega

Sleman – Badan Usaha Milik Kalurahan (BumKal) Lumbung Sejahtera Kalurahan Lumbungrejo meresmikan secara sederhana unit usaha baru berupa kandang Ayam Bahagia penghasil telur omega. Peresmian ini ditandai dengan kedatangan 450 ekor ayam petelur sebagai tahap pertama, yang akan dibesarkan di kandang milik BumKal di Sedogan RT 003 RW 22 Lumbungrejo, Jumat (5/12/2025).

Bibit ayam petelur ini berasal dari rekanan yang ditunjuk oleh Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) selaku mitra resmi BumKal Lumbung Sejahtera. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mengembangkan unit usaha peternakan modern yang berorientasi pada profit dan kesehatan masyarakat.

Lurah Lumbungrejo, Misbah Al Hakim, menjelaskan bahwa program pembesaran Ayam Bahagia penghasil telur omega merupakan amanat dari program pemerintah pusat. Inisiatif ini juga menjadi salah satu strategi Kalurahan Lumbungrejo dalam meningkatkan Pendapatan Asli Kalurahan (PAD).

“Pembesaran ayam bahagia yang memproduksi telur omega adalah bagian dari upaya melaksanakan program ketahanan pangan, meningkatkan ekonomi masyarakat, serta membantu menekan prevalensi stunting di Lumbungrejo,” ujar Misbah.

Lebih lanjut, Misbah menyampaikan bahwa jika kandang pertama ini berjalan sukses, pihaknya akan mulai memetakan potensi lahan di padukuhan-padukuhan untuk dikembangkan sebagai kandang Ayam Bahagia berikutnya.

“Harapan kami, RT dan RW bisa diberdayakan melalui pengelolaan kandang ayam petelur sehingga mereka memperoleh tambahan pendapatan. Dengan demikian, manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh warga, dan kami berharap kasus stunting di Lumbungrejo ke depan dapat mencapai zero stunting,” tambahnya.

Isnaini menambahkan bahwa selain kandang pertama yang saat ini mulai terisi, BumKal Lumbung Sejahtera telah menyiapkan satu kandang tambahan berukuran 8,5 x 15 meter yang dibagi menjadi dua bagian. Kedua bagian kandang tersebut masing-masing akan diisi 450 ekor ayam bahagia.

“Kandang 8,5 x 15 meter ini sudah kami siapkan sejak awal, dan masing-masing bagiannya akan diisi 450 ekor ayam. Pemesanan ayam sudah kami lakukan, dan rencananya akan turun pada bulan Februari serta akhir Mei,” jelas Isnaini.

Unit usaha Ayam Bahagia penghasil telur omega ini diharapkan menjadi tonggak baru kemandirian ekonomi Kalurahan Lumbungrejo sekaligus mendukung gerakan penurunan stunting secara berkelanjutan. (Ais/KIM Senyum Tempel)




Materi Ke-Indonesia-an II Teguhkan Identitas Kebangsaan Kader Muda IPNU-IPPNU Sleman

Sleman – Penguatan karakter kebangsaan menjadi sorotan utama dalam kegiatan Latihan Kader Muda (Lakmud) dan Pendidikan Latihan Khusus (Diklatsus) hari kedua yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama – Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPNU-IPPNU) Kabupaten Sleman di Gedung Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Sleman, Sabtu (6/12/2025).

Salah satu materi kunci yang dihadirkan adalah Ke-Indonesia-an II yang disampaikan oleh Pengurus Bidang II Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sleman, Adnan Iman Nurtjahjo selaku narasumber. Materi tersebut dinilai krusial untuk membangun kesadaran generasi muda, khususnya kader IPNU-IPPNU, terhadap posisi strategis mereka dalam menjaga persatuan, merawat keragaman, serta memahami dinamika ke-Indonesia-an di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.

Dalam pemaparan interaktif yang dipandu oleh Wakil Ketua Bidang Jaringan Pesantren dan Sekolah PC IPNU Sleman, Muhammad Alfian Akbar, Adnan mengungkapkan bahwa pelajar hari ini tidak cukup hanya cerdas secara akademik, namun juga perlu memiliki akar budaya dan identitas kebangsaan yang kuat. Oleh karena itu, diperlukan materi Ke-Indonesia-an II yang menekankan pentingnya kemampuan kader dalam membaca realitas sosial politik bangsa, memahami Pancasila dalam konteks kekinian, serta merawat moderasi beragama sebagai fondasi harmoni nasional.

“Pelajar adalah segmen strategis yang harus dibekali kecakapan berpikir kritis terhadap isu-isu kebangsaan, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh narasi intoleran yang berkembang di ruang digital,” tandasnya.

Kegiatan Lakmud dan Diklatsus ini tidak hanya menjadi ruang kaderisasi struktural, melainkan menjadi wadah pembentukan mental kebangsaan yang inklusif. Adnan menegaskan bahwa identitas IPNU-IPPNU harus selaras dengan identitas ke-Indonesia-an, sehingga kader mampu berdiri tegak di tengah perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya sebagai pelajar Nahdliyin.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta untuk menempatkan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman konkret dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan, tetapi harus menjadi praktik hidup, terutama bagi generasi muda yang kelak akan memegang peran strategis dalam kepemimpinan bangsa.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PC IPNU Sleman, Faris Abdurrahman, menyampaikan apresiasi terhadap materi yang dianggap mampu membuka wawasan peserta perihal pentingnya memahami ke-Indonesia-an secara utuh. Ia menilai bahwa kehadiran materi ini sangat relevan, mengingat tantangan yang dihadapi pelajar di era digital semakin kompleks, mulai dari polarisasi, penyebaran hoaks, hingga penetrasi ideologi transnasional.

“Dengan penguatan materi-materi kebangsaan, kami berharap para kader muda mampu menjadi garda terdepan dalam merawat nilai-nilai ke-Indonesia-an di ruang belajar maupun ruang sosial,” ujar Faris.

Untuk melatih kemampuan analisis peserta dalam pemecahan masalah (problem solving), Adnan memberikan beberapa studi kasus guna menghadirkan tantangan yang relevan dengan kehidupan organisasi maupun kehidupan sosial pelajar. Di sini peserta belajar menyusun strategi, merumuskan solusi, dan memilih tindakan yang paling efektif atas setiap kasus yang dihadapi.

“Studi kasus diperlukan untuk melatih kader dalam membaca persoalan secara lebih mendalam, memahami akar masalah, aktor yang terlibat, serta potensi solusi. Ini penting dilakukan agar kader mampu mengambil keputusan berbasis data dan realitas lapangan,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




KKN UNY Banyurejo Gelar Lomba Mewarnai, Rangsang Kreativitas Anak TK dan PAUD

Sleman – Semangat kreativitas mewarnai suasana Kalurahan Banyurejo, Tempel, Sleman. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar acara lomba mewarnai bagi anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Desa Banyurejo. Acara berlangsung pada Sabtu (6/12/2025), pukul WIB, di Kampung Mandiri Pasar Jadoel Lembah Si Cangkring.

Acara ini disambut antusias oleh puluhan peserta cilik dan bertujuan untuk merangsang imajinasi serta kreativitas anak usia dini. Selain aspek kreativitas, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi yang menyenangkan, melatih keterampilan motorik halus, dan meningkatkan konsentrasi mereka.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Lurah Banyurejo, Saparjo. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi tinggi kepada tim KKN UNY yang telah menginisiasi kegiatan positif ini.

“Kami sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang berfokus pada pengembangan potensi anak-anak sejak usia dini. Lomba mewarnai ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga wadah bagi anak-anak kita untuk berekspresi dan mengembangkan imajinasi mereka. Terima kasih kepada adik-adik KKN UNY yang telah membawa semangat dan ide-ide segar,” ujar Saparjo.

Ia juga berharap kolaborasi antara pemerintah desa dan akademisi, seperti mahasiswa KKN, dapat terus terjalin untuk memajukan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Banyurejo.

Para peserta cilik, didampingi orang tua dan guru, tampak penuh semangat menghidupkan lembar gambar dengan paduan warna-warna cerah. Mahasiswa KKN UNY mendampingi dan memberikan motivasi kepada anak-anak agar berani berkreasi dan tidak takut mencoba. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menanamkan kecintaan pada seni dan proses belajar yang menyenangkan.

Kriteria penilaian meliputi keindahan, kerapian, dan perpaduan warna. Di akhir acara, para juara untuk tiap kategori (Kelompok PAUD, A, dan B) diumumkan dan menerima tropi dan sertifikat, yang disambut sorak gembira dari seluruh hadirin. Kegiatan ini membuktikan bahwa program KKN dapat memberikan dampak nyata dalam pembangunan sumber daya manusia di tingkat desa. (Farisah/KIM Senyum Tempel)




Bank BPD DIY Salurkan CSR Angkringan untuk Kesejahteraan Warga Berbah

Sleman – Bank BPD DIY menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa modal usaha angkringan kepada kelompok masyarakat Berbah melalui Mbah Wanto Center (MWC). Bantuan ini ditujukan bagi warga yang berupaya meningkatkan taraf hidup melalui usaha dagang angkringan.

Pemberian secara simbolis diberikan kepada perwakilan Kelompok Usaha Angkringan (KUANG) Sendangtirto pada Jumat (5/12/2025), di Resto Omah Dahar Mbah Wanto, Tegaltirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta.

Hadir dalam acara penyerahan CSR Bank BPD DIY antara lain anggota DPRD Sleman Mbah Wanto, Panewu Berbah Djaka Sumarsono, perwakilan Bank BPD DIY Sleman, Pimpinan KCP BPD Berbah Rahadian Adi Wicaksono, Lurah Sendangtirto Amir Junawan, Ketua MWC Heriyanto, CEO Resto Omah Dahar Fedryansah Gea Arrysal, serta Dukuh se-Sendangtirto dan para penerima manfaat.

Pembina MWC, Mbah Wanto, menyampaikan terima kasih kepada Bank BPD DIY yang telah memberikan kepercayaan untuk mengelola CSR.

“Pengelolaan CSR BPD dengan program angkringan ini bertujuan membuat perputaran ekonomi pada wilayah pedukuhan tersebut. Para pelaku usaha UMKM di wilayah tersebut bisa menitipkan dagangannya, sehingga terjadi perputaran uang di dalam wilayah padukuhan,” jelas Mbah Wanto.

Usaha angkringan binaan MWC juga disarankan untuk menyediakan kotak infak untuk sedekah. Dana yang terkumpul nantinya bisa dipergunakan untuk program Jumat Berkah, kas padukuhan, atau kegiatan sosial lainnya.

“Harapannya, usaha angkringan hibah CSR dari BPD DIY bisa berkembang dan memberikan kesejahteraan kepada penerima manfaat dan juga masyarakat Berbah pada umumnya,” tutur Mbah Wanto.

Ia menambahkan, hibah yang diberikan berupa satu unit angkringan lengkap dengan gerobak, tenda, dan perlengkapan lainnya, sehingga penerima manfaat sudah siap untuk langsung memulai usaha. Sebagai pembina UMKM, MWC akan terus melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi.

“Semua itu untuk menjaga amanah CSR BPD DIY juga menjaga kelangsungan usaha supaya semua berjalan dengan baik,” tambah Mbah Wanto.

Adapun penerima manfaat CSR BPD DIY kali ini adalah Sunaryo (Sekarsuli), Beni Andiyanto (Sendang), Puji Astuti (Karanganyar), R. Nuryana (Kadipolo), Nur Tri Alvianto (Klayar), Riswanto (Sendangtirto), Mak Siti (Gandu), Santoso (Cepor), Langgeng Raharjo (Cepor), dan Herman (Cepor).

Pimpinan Kantor Cabang Pembantu BPD Berbah, Rahadian Adi Wicaksono, mengucapkan selamat kepada penerima CSR BPD DIY melalui MWC. Ia berharap hibah tersebut dapat dipergunakan sebaik-baiknya dan membantu menaikkan kesejahteraan warga masyarakat.

Adi juga menyampaikan bahwa selain mendapatkan satu unit gerobak angkringan beserta perlengkapannya, penerima hibah juga mendapatkan aplikasi pembayaran berupa QRIS untuk mempermudah transaksi digital. “Kita dalam berusaha sebaiknya mengikuti perubahan teknologi. Salah satunya penggunaan aplikasi QRIS untuk transaksi secara digital,” ucap Adi.

Lebih lanjut, Adi menyatakan bahwa Bank BPD DIY siap melayani apabila para pelaku UMKM memerlukan tambahan modal melalui layanan program pembiayaan dari BPD DIY, baik melalui KUR ataupun layanan lainnya.

Panewu Berbah, Djaka Sumarsono, mengucapkan terima kasih atas bantuan CSR dari Bank BPD DIY melalui MWC untuk masyarakat Berbah. Untuk kali ini yang mendapat adalah Kalurahan Sendangtirto, dan ke depan akan bergiliran ke Kalurahan lain. Ia berharap UMKM penerima hibah bisa bersinergi dengan BUMKal dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang telah ada di setiap Kalurahan.

Djaka juga menyinggung program pemerintah mengenai KDMP dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Badan Gizi Nasional (BGN), yang diharapkan bisa bersinergi dengan UMKM di wilayah jangkauan BGN. “Masyarakat bisa mengakses jalur yang ada untuk menyediakan bahan pangan yang dibutuhkan untuk program tersebut,” pungkasnya.

Kegiatan penyerahan bantuan hibah CSR Bank BPD DIY diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Ketua MWC Berbah, Heriyanto. (Kusnadi/KIM Berbah)