LPMKAL Sedogan Menyoroti Program Kesehatan dan Infrastruktur dalam Pertemuan Rutin

Sleman — Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LPMKAL) Sedogan menggelar pertemuan rutin di kediaman Dukuh Sedogan, pada Kamis (4/12/2025). Agenda pertemuan mencakup pembahasan peningkatan layanan kesehatan warga, pembangunan lingkungan, serta progres dukungan material dari pemerintah kalurahan.

Dukuh Sedogan, Aisyah Putri Wulansari menegaskan kembali pentingnya penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat, setelah sebelumnya Posbindu Sedogan mengadakan pelatihan pengukuran tekanan darah kepada perwakilan masing-masing RT. Ia mengimbau agar pengadaan stick pengetes darah dan alat kesehatan lainnya dimusyawarahkan di tingkat RT masing-masing.

“Silakan dimusyawarahkan di RT masing-masing. Pengadaan alat kesehatan perlu disepakati bersama agar benar-benar bermanfaat,” ujar Aisyah.

Pada agenda pembangunan, pertemuan menyoroti progres pembangunan talud di kawasan selatan desa yang sedang dikerjakan oleh Kelompok Usaha Tani Sedyo Mulyo. Aisyah memberikan apresiasi atas peran kelompok tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi usaha tani Sedyo Mulyo. Semoga pembangunan talud ini membawa manfaat bagi warga,” ungkapnya.

Terkait dukungan dari Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo, Aisyah menyampaikan bahwa dukungan bukan berupa dana tunai, melainkan bantuan material senilai sekitar Rp50 juta setelah dipotong pajak. Bantuan itu sebagai stimulan pembangunan perbaikan jalan menggunakan corblock secara gotong-royong oleh warga.

“Kami menerima bantuan material senilai kurang lebih lima puluh juta rupiah setelah dipotong pajak jadi bukan berupa dana tunai. Material ini akan menjadi stimulan untuk pembangunan perbaikan jalan dengan sistem corblock melalui gotong-royong warga,” jelas Aisyah.

Material tersebut rencananya akan digunakan untuk pekerjaan di wilayah kapling RT 4, depan PAUD RT 5, hingga perempatan barat lapangan voli Sedogan. Musyawarah menetapkan jadwal pembongkaran (nyeset) konblok pada 13 Desember 2025, dilanjutkan gotong-royong pengecoran pada 14 Desember 2025. Pengerjaan difokuskan untuk RT 4 dan RT 5.

Ketua LPMKAL Sedogan, Sutardi turut menyampaikan apresiasi atas kekompakan para pengurus.

“Saya berterima kasih kepada seluruh pengurus LPMKAL Sedogan yang selalu solid dalam menangani program infrastruktur. Semangat gotong-royong ini kami harapkan membawa kemajuan bagi Padukuhan Sedogan ke depannya,” ujarnya.

Aisyah juga menyampaikan perkembangan positif terkait lapangan baru Lumbungrejo, yang kini sudah bisa dimanfaatkan warga.

“Lapangan tersebut sudah dapat digunakan untuk kegiatan olahraga ringan seperti jogging atau jalan kaki,” tutupnya.

Pertemuan rutin ini menjadi sarana konsolidasi untuk memastikan setiap program pembangunan dan layanan masyarakat dapat berjalan sesuai kebutuhan warga Sedogan.

 (SBD KIM TEMPEL)




Menjadi Ibu Kos Berwawasan Lingkungan

Sleman – Meningkatnya kebutuhan kamar kos di kota besar menjadikan sebuah peluang usaha bagi pemilik modal. Hal itu tentunya berdampak baik ataupun kurang baik, seperti munculnya berbagai masalah apabila pemilik kos atau ibu kos kurang bertanggungjawab pada lingkungan sosial.

Salah satunya tentang sampah. Bisa dipastikan setiap makluk hidup terutama manusia menghasilkan sampah.

“Perlu adanya upaya untuk menjadikan kos-kosan yang berwawasan lingkungan. Salah satunya membuat komitmen dengan calon penghuni kos,” tutur Nurul Istiqomah yang biasa dipanggil mbak Uul, pemilik kos pasutri rumah dan Kebun Ai Kampung Karangmoncol, Noyokerten, Sendangtirto, Berbah, Sleman, Kamis (4/12/2025).

Untuk hal itu, Uul akan mengintrogasi calon penghuni kos terkait kesediaan mengikuti aturan yang telah dia terapkan. Pertama harus pasangan suami istri yang sah dibuktikan dengan buku nikah yang berlaku. Tidak membawa hewan peliharaan tidak merokok dan yang paling utama bersedia mengelola sampah yang di hasilkan.

“Komitmen ini perlu dibicarakan sebelumnya, untuk mencegah terjadinya penyelewangan dari kesepakan yang telah dibicarakan bersama,” tutur ibu satu anak tersebut.

Pemilihan sampah pun tidak terlalu detail, hanya memisahkan sampah organik dengan sampah anorganik. Untuk sampah organik bisa langsung dekelola sendiri dimasukkan ke dalam tempat pengomposan berupa lubang biopori dan tempat pengomposan yang telah dipersiapkan. Sedangkan sampah anorganik harus kering dan bersih tidak tertempeli sampah organik.

“Contohnya ketika beli cilok pakai wadah plastik, pastilah ada bumbu cilok yang menempel di wadah plastik. Hal seperti ini yang membuat sampah menjadi  terkontaminasi dengan sampah organik, sehingga bisa mengeluarkan bau dan kadang muncul hewan kecil seperti larva yang menjijikkan. Maka dari itu semua sampah anorganik yang terkena sampah organik harus dicuci dan dikeringkan,” ujarnya. 

Sampah yang bersih akan mudah dijadikan barang lain yang bisa lebih mempunyai manfaat dari pada sampah biasa, dan juga sampah yang dihasilkan akan disimpan dulu sampai terkumpul   banyak.

“Sampah dalam kondisi bersih dan kering akan lebih mudah tersimpan dan terkelola,”

Bila calon penghuni kos mau menerima akan semua persyaratan yang diajukan maka akan dilanjutkan sesuai kesepakatan. Sebuah kesepakatan untuk membentuk lingkungan kos yang berwawasan lingkungan.

“Upaya seperti  dilakukan selain bentuk kecintaan kepada bumi juga meski cuma sedikit membantu pemerintah mengurang beban TPA yang semakin berat,” uajrnya. (Kusnadi KIM Berbah)




Bazar Sembako dan Pakaian Murah, Uapya Dekatkan Toko dengan Pelanggan

Sleman – Toko Dinasti menggelar bazar sembako dan pakaian murah, Kamis (4/12/2025) di halaman Gedung Serbaguna Kalurahan Sendangtirrto, Berbah, Sleman. Kegiatan tersebut sebagai upaya mendekatkan diri dengan pelanggan.

Wakil Pimpinan Toko Dinasti Prambanan, Wiyoko memberikan penjelasan bahwa bazar sembako dan pakaian adalah upaya management toko untuk mendekatkan kepada pelanggan. Upaya ini dilakukan untuk lebih mengenalkan atau mengingatkan kepada masyarakat keberadaan Toko Dinasti yang berlokasi di Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Meskipun letaknya berada di wilayah provinsi Jawa Tengah namun posisinya berada di perbatasan Jawa Tengah dengan propinsi Daerah istimewa Yogyakarta.

“Pelanggan Toko Dinasti banyak yang berasal dari wilayah Yogyakarta, terutama wilayah Sleman,” jelasnya.

Wiyoko menambahkan, bahwa bazar sembako dan pakaian sebagai ucapan terima kasih atas dukungan masyarakat kepada Toko Dinasti. Bazar murah ini sudah berjalan sekitar dua bulan dan akan berlangsung sampai tahun depan. 

Untuk wilayah Kapanewon Prambanan, bazar sembako dan pakaian murah sudah menyeluruh di semua kalurahan. Namun di luar Kapanewon Prambanan, b aru Kalurahan Wukirsari dan Kalurahan Sendangtirto. Kegiatan bazar bekerja sama dengan kalurahan terkait pemberian ijin dari pihak kalurahan.

“Harapannya akan menyambangi semua kalurahan di seluruh wilayah Sleman, Prambanan Klaten dan sekitarnya,” ujar Wiyoko.

Bazar juga tidak dilakukan setiap hari akan dilaksanakan sesuai jadwal kesepakatan dengan pihak kalurahan yang di tempati. Dengan mengusung koleksi new concept, barang yang ditawarkan berupa pakaian baik baju, kaos, celana, jaket untuk anak dan dewasa untuk laki laki dan wanita.

“Ada juga sandal, sepatu, hand bag, acecoris dengan kualitas bagus dan harga terjangkau. Tidak lupa aneka sembako kebutuhan rumah tangga minyak goreng, terigu, sabun mandi sabun cuci, aneka mie instan kdan kebutuhan rumah tangga yang lain. Dalam kondisi ekonomi yang kurang bagus seperti ini pilihan harga murah dengan kualitas bagus merupakan pilihan,” pungkasnya.

Lurah Sendangtirto, Amir Junawan menyambut baik bazar sembako dan pakaian murah dari Toko Dinast. Kegiatan tersebut tentunya akan memudahkan masyarakat untuk lebih dekat mendapatkan barang bagus dengan harga terjangkau.

“Semoga masyarakat bisa memanfaatkan pelayanan jemput bola dari Toko Dinasti, dan masyaraat mendapatkan barang yang sesuai dengan kebutuhan,” tandasnya. (Kusnadi KIM Berbah)




KORPRI Kapanewon Tempel Raih Penghargaan Berkinerja Terbaik I Tingkat Kabupaten Sleman

Sleman — Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Unit Kapanewon Tempel menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat Berkinerja Terbaik I pada penilaian kinerja KORPRI tingkat Kabupaten Sleman. Pengumuman ini disampaikan dalam rangkaian peringatan HUT KORPRI 2025, pada Kamis (4/12/25) di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman.

Ketua Dewan Pengurus KORPRI Unit Kapanewon Tempel, Eni Yuliani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang selama ini mendukung kerja pelayanan publik di wilayah Tempel.

“Terima kasih kepada Bapak Kapolsek, Bapak Danramil, Bapak/Ibu Lurah, serta seluruh jajaran yang telah bekerja sama dengan sangat baik selama ini. Semoga soliditas kita tetap terjaga untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Penghargaan ini juga mendapat apresiasi langsung dari Panewu Tempel, Dakiri yang memberikan arahan sekaligus dukungan sepenuhnya bagi jajaran KORPRI Tempel.

“Penghargaan ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga amanah bagi kita semua. Jadikan capaian ini sebagai motivasi untuk bekerja lebih profesional, menjaga integritas, serta memperkuat kolaborasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Tempel,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Kapanewon Tempel akan terus mendorong peningkatan kompetensi aparatur agar mampu menjawab tantangan pelayanan publik yang semakin dinamis.

Prestasi tersebut dinilai sebagai hasil kolaborasi lintas sektor antara perangkat wilayah, aparat keamanan, hingga pemangku kepentingan di tingkat kalurahan. Kinerja administratif, inovasi layanan, dan konsistensi pelaksanaan program menjadi indikator utama penilaian.

Selain Kapanewon Tempel yang meraih posisi pertama, Kapanewon Ngemplak berhasil menempati Peringkat II, sementara PDAM Tirta Sembada meraih Peringkat III.

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman yang juga Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Sleman, Susmiarto berharap capaian ini memacu profesionalisme aparatur.

“Prestasi ini menegaskan komitmen KORPRI dalam menjaga integritas, memperkuat koordinasi, serta menghadirkan layanan yang lebih dekat dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. (SBD KIM TEMPEL)




Pengukuhan Jaga Warga Jetis Baran Perkuat Keamanan Komunitas di Sleman

Sleman – Upaya penguatan keamanan berbasis komunitas kembali ditegaskan melalui pengukuhan Pengurus Jagawarga Padukuhan Jetis Baran, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Rabu (3/12/2025). Acara berlangsung di Rumah Jagawarga Jetis Baran dan dihadiri berbagai unsur pemerintahan, keamanan, serta tokoh masyarakat.

Hadir dalam kesempatan tersebut Jawatan Keamanan Ngaglik Wahyu Irawan, Lurah Sardonoharjo Harjuno Wiwoho, Jogoboyo, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua LPMKal, BPKal, para pengurus Jagawarga Jetis Baran, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Jawatan Keamanan, Wahyu Irawan menegaskan bahwa Jagawarga memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas wilayah dan menjadi bagian penting dalam mempertahankan keistimewaan Yogyakarta.

“Kolaborasi warga dan aparat menjadi fondasi utama terciptanya lingkungan yang aman dan tertib,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho menyampaikan bahwa Jagawarga merupakan kekuatan sosial yang sangat membantu pemerintah kalurahan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan keamanan.

“Kebersamaan dan kepedulian masyarakat menjadi kunci keberhasilan menjaga harmoni kehidupan di tingkat padukuhan,” tandasnya.

Dengan pengukuhan ini, Jagawarga Jetis Baran diharapkan semakin solid, adaptif, dan responsif dalam melayani masyarakat serta menjaga ketenteraman di lingkungan sekitar. Pemerintah kalurahan dan masyarakat berkomitmen untuk memperkuat sinergi demi terwujudnya wilayah yang aman, guyub, dan berdaya. (ESK – KIM DSN NGAGLIK)