Puskesmas Depok II Gelar Kegiatan Validasi Data Bayi dan Imunisasi

Sleman – Puskesmas Depok II menggelar kegiatan validasi data bayi dan imunisasi yang akan dilaksanakan pada Selasa (2/12/2025) di Aula Puskesmas Depok II.

Kegiatan yang diikuti seluruh kader posyandu di wilayah Kalurahan Condongcatur tersebut merupakan upaya memperkuat peran kader dalam penyelenggaraan program imunisasi, sekaligus meningkatkan kualitas evaluasi program. Dengan adanya kegiatan ini, kader diharapkan dapat menyajikan data yang lebih akurat dan meningkatkan ketepatan sasaran pelayanan imunisasi di wilayah masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu pengampu kegiatan, Tyas Budi Kusumawati menyampaikan harapannya agar validasi ini mampu memastikan seluruh balita sasaran telah memperoleh layanan imunisasi secara lengkap.

“Jika masih ditemukan balita dengan imunisasi yang belum tuntas, maka penting kolaborasi antara kader dan tenaga kesehatan untuk segera melengkapinya demi memberikan perlindungan terbaik bagi anak-anak,” ujarnya.

Lebih lanjut, para kader juga diminta membawa catatan imunisasi bayi dan baduta dari posyandu masing-masing sebagai bahan utama dalam proses validasi data. Hal ini bertujuan memastikan kesesuaian antara data lapangan dengan sistem pencatatan resmi di fasilitas kesehatan.

Puskesmas Depok II berharap kegiatan ini mampu meningkatkan akurasi dan integrasi data imunisasi di seluruh wilayah kerja, sehingga upaya perlindungan kesehatan anak dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. (Tri Suhartati KIM Depok)




Forkom UMKM Sardonoharjo Gelar Pembekalan Tata Kelola Organisasi Pengurus

Sleman — Forum Komunikasi UMKM Sardonoharjo menyelenggarakan pembekalan tata kelola organisasi bagi para pengurus sebagai upaya memperkuat kapasitas kelembagaan dalam menghadapi program kerja tahun 2026.

Kegiatan digelar Selasa (2/12/2025), di Kolektif Coworking Space dan menghadirkan pemateri yaitu Carya Budhi Chantya, dari lembaga pendamping UMKM yang selama ini aktif mendukung pengembangan kapasitas pelaku usaha mikro di berbagai daerah.

Pada sesi pertama, Joko Yugiyanto dari Carya Budhi Chantya memaparkan materi mengenai tata kelola organisasi modern. Ia membuka sesi dengan mengajak peserta mengisi skala psikologi menggunakan indikator MBTI dan DISC untuk mengenali karakter kerja masing-masing pengurus.

Joko menekankan pentingnya memahami job description, alur koordinasi, serta teknik penyelesaian persoalan internal agar organisasi dapat berjalan lebih efektif dan profesional.

Sesi berikutnya disampaikan oleh Anton Tri Raharjo, juga dari Carya Budhi Chantya, dengan materi pengembangan kawasan berbasis potensi. Ia mencontohkan keberhasilan pengelolaan lembaga usaha mikro di Kalurahan Umbulharjo yang mampu melahirkan Kalikuning Brand sebagai identitas produk lokal.

Anton mendorong Forkom UMKM Sardonoharjo untuk mengembangkan potensi wilayah secara terstruktur dan berkelanjutan.

Ketua Forkom UMKM Sardonoharjo, Lina Syafira mengungkapkan bahwa pelatihan ini menjadi langkah penting menuju pengelolaan UMKM yang lebih baik.

“Harapannya dengan pelatihan ini, kinerja lembaga usaha kecil mikro di Sardonoharjo dapat lebih maksimal dalam pengelolaannya, terutama untuk mempersiapkan program kerja di tahun 2026,” ujarnya.

Sekretaris Forkom UMKM Sardonoharjo, Ika Wardhani menambahkan bahwa materi pelatihan memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya perencanaan yang terkonsep.

“Setelah pelatihan ini kami memahami bahwa setiap lembaga harus bekerja sesuai konsep yang jelas agar program dapat berjalan efektif,” katanya.

Sebagai lembaga pendamping UMKM, Carya Budhi Chantya berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas pengurus UMKM Sardonoharjo agar mampu beradaptasi dan berkembang di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah. Pelatihan ini diharapkan memperkuat profesionalitas pengurus sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM di Sardonoharjo pada tahun mendatang. (Andy Ahmad – KIM DSN NGAGLIK)




Teras UMKM Ngaglik Resmi Diluncurkan, Upaya FORKOM Perluas Pemasaran

Sleman – Guna memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan daya saing produk lokal, Forum Komunikasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (FORKOM UMKM) Kapanewon Ngaglik secara resmi meluncurkan Teras UMKM, pada Selasa (2/12/2025).

Kegiatan yang dipusatkan di Lor Kreteg Resto n Kopi, Padukuhan Ngebel Gede, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, ini menjadi upaya strategis untuk membuka akses pemasaran baru yang lebih efektif bagi pelaku UMKM di wilayah setempat.

Program ini digagas sebagai terobosan dalam memperluas jangkauan pemasaran dengan memanfaatkan titik-titik usaha yang ramai dikunjungi masyarakat, seperti restoran dan destinasi wisata di kawasan Ngaglik. Melalui pola titip jual, para pelaku UMKM dapat menempatkan produk mereka di titik pemasaran yang lebih potensial.

Ketua FORKOM UMKM Ngaglik, Anifah Mei Khati dalam sambutannya menegaskan bahwa Teras UMKM menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha untuk memperkuat eksistensi produk mereka.

 “Teras UMKM FORKOM Ngaglik merupakan ruang yang dipersiapkan untuk memperkuat pemasaran bagi pelaku usaha di Kapanewon Ngaglik. Banyak produk yang bisa titip jual, baik kuliner, kerajinan tangan, maupun fashion,” ujarnya.

Anifah menjelaskan bahwa kerja sama ini dilakukan dengan pelaku usaha yang telah expert dan memiliki jumlah pengunjung yang besar sehingga peluang produk UMKM untuk dikenal lebih luas menjadi semakin terbuka.

Lebih lanjut, Anifah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ketahanan ekonomi lokal. Menurutnya, UMKM membutuhkan ruang yang stabil dan berkelanjutan agar dapat terus tumbuh di tengah dinamika ekonomi yang berubah cepat. Teras UMKM juga diharapkan menjadi media pembelajaran bagi pelaku usaha dalam memahami perilaku konsumen, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas jejaring bisnis.

Panewu Anom Ngaglik, Heronimus Heru Baranti pada kesempatan yang sama menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif FORKOM UMKM.

“Pemerintah Kapanewon Ngaglik akan selalu mendukung keberadaan UMKM karena telah terbukti tahan uji dari guncangan krisis ekonomi,” ungkapnya.

Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus bersinergi dengan FORKOM dalam membuka kesempatan pemasaran yang lebih luas.

Heru juga memberikan dukungan penuh untuk perluasan Teras UMKM di berbagai titik strategis lainnya. “Dari FORKOM silakan tunjuk tempat mana lagi yang akan dijadikan Teras UMKM. Nanti pemerintah kapanewon yang akan menghubungi pemilik usaha yang bersangkutan,” tuturnya.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat terbentuknya jaringan pemasaran yang kuat dan merata di seluruh wilayah Ngaglik.

Dengan adanya Teras UMKM, FORKOM UMKM Ngaglik berharap tercipta ekosistem pemasaran yang saling menguntungkan antara pelaku usaha kecil dengan pemilik tempat usaha besar.

Program ini diproyeksikan menjadi salah satu pendorong peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat identitas produk-produk unggulan Ngaglik di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Peluncuran ini menandai langkah awal menuju kolaborasi yang lebih luas dalam pemberdayaan UMKM di masa mendatang. (Upik Wahyuni KIM Donoharjo)




Rakor Pengurus KIM Tempel Matangkan Launching Buletin, Undang UMKM se-Kapanewon Tempel

Sleman — Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Tempel menggelar rapat koordinasi pengurus di Warung Kopi Sormindi, Nglengkong, Sumberrejo, Tempel, pada Selasa (2/12/2025). Pertemuan internal ini dihadiri oleh segenap pengurus KIM Tempel untuk memfinalisasi rencana launching Buletin Senyum edisi Desember, yang akan dihadiri sekitar 50 undangan dari berbagai unsur, termasuk pelaku UMKM se-Kapanewon Tempel.

Buletin edisi perdana tersebut dijadwalkan terbit pada 9 atau 10 Desember 2025, sebagai upaya memperkuat arus informasi publik sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat. Dalam kegiatan launching nanti, buletin akan dibagikan kepada UMKM sebagai bentuk dukungan KIM Tempel terhadap pengembangan usaha lokal melalui publikasi, promosi, dan kolaborasi.

Ketua KIM Tempel, Muryana dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menghadirkan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Buletin ini kami rancang sebagai jembatan informasi antara masyarakat, pemerintah, dan UMKM. Harapannya, produk lokal bisa semakin dikenal, dan KIM tetap hidup melalui pertemuan rutin serta kerja-kerja profesional meski bersifat sosial,” ujarnya.

Muryana juga menegaskan pentingnya menghidupkan website KIM sebagai ruang berbagi informasi dan dokumentasi kegiatan.

Paparan teknis kemudian disampaikan koordinator tim media dan buletin, Sadhono Hadi. Ia menjelaskan bahwa proses penyusunan konten sudah memasuki tahap akhir, termasuk desain, pemetaan rubrik, hingga strategi distribusi.

“Launching ini kami targetkan efektif, sederhana, namun berdampak. Buletin akan berisi sekitar 20 halaman yang memuat cerita, informasi UMKM, serta ruang iklan. Dengan terbitnya edisi pertama, komunikasi menuju edisi kedua akan lebih mudah karena sudah ada wujudnya,” jelasnya.

Sadhono juga membuka peluang bagi anggota KIM maupun masyarakat luas yang gemar menulis untuk bergabung sebagai kontributor.

“Harapan kami, ke depan buletin ini bisa mandiri, sehingga penulis memperoleh honor dan advertorial bisa dikelola profesional. Ini kesempatan bagi siapa saja untuk ikut mengembangkan media komunitas,” tambahnya.

Dalam rakor tersebut, pengurus juga menyampaikan bahwa KIM Tempel berharap perwakilan dari Dinperindag, Dinkominfo, serta UMKM/KIM dari Kapanewon Seyegan dapat hadir dalam launching nanti untuk membuka ruang kolaborasi lintas wilayah. Selain itu, empat UMKM lokal akan menerima fasilitas meja promo display sebagai bentuk dukungan nyata KIM Tempel terhadap promosi produk berkelanjutan.

Dengan semakin matangnya persiapan, KIM Tempel menegaskan komitmennya menjadi pusat informasi masyarakat sekaligus mitra strategis UMKM dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi, literasi, dan publikasi potensi lokal. (SBD KIM SENYUM TEMPEL)




Koordinasi KKB Condongcatur Bahas Penguatan Program dan Apresiasi Kinerja Kader

Sleman – Rapat Koordinasi Kampung Keluarga Berkualitas (KKB) Kalurahan Condongcatur digelar Selasa (2/12/025), di Warung Bu Rus. Kegiatan tersebut dihadiri kader dari 18 padukuhan, PKB–PLKB Kapanewon Depok, dan Ketua Pokja 4 TP PKK Kalurahan Condongcatur.

Ketua KKB Condongcatur, Novita Safitri memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh kader atas dedikasi dan kerja keras mereka selama ini. Ia menyampaikan bahwa peran aktif kader pelaporan kegiatan di wilayah yang nantinya akan di laporkan secara daring melalui web KKB, kemudian di unggah melalui IG KKB Condongcatur.

“Hal ini sangat mendukung keberhasilan KKB Condongcatur meraih Juara I Kampung Keluarga Berkualitas Tingkat Provinsi DIY Tahun 2025,” ujarnya.

Novita Safitri juga menegaskan bahwa capaian tersebut bukan hanya kebanggaan bagi KKB tapi semua pihak. Pada kesempatan itu, Novita mengajak para kader untuk semakin kompak, aktif berinovasi, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya dalam peningkatan kualitas pelaporan online.

Menurutnya, pelaporan yang cepat, akurat, dan konsisten akan sangat membantu dalam kegiatan pelaporan KKB Condongcatur. s

Selanjutnya, materi utama disampaikan oleh PKB Depok, Siti Juwariyah yang memaparkan Program Quick Win Kemendukbangga yakni TAMASYA (Taman Asuh Anak), GENTING (Gerakan Atasi Stunting), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia)/GASA (Gerakan Ayah Sayang Anak) dan SIDAYA (Lansia Berdaya).

Kegiatan berjalan lancar dan para kader mengikuti diskusi dengan antusias. Pertemuan ini diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan program KKB di Kalurahan Condongcatur dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Tri Suhartati KIM Depok)