Zakat Adalah Gaya Hidup, Gaungkan Semangat #ZakatForChange di Sleman

Sleman — Generasi Z membuktikan bahwa kepedulian sosial bukan hanya sebatas trending topic di media sosial, melainkan aksi nyata yang terlembaga. Hal ini menjadi benang merah dalam talk show santai tapi mengena bertajuk “Obrolan Gen Z(akat): #zakatforchange” yang sukses diselenggarakan pada hari Minggu (30/11/2025), di River Cafe Sardonoharjo. Acara yang diprakarsai oleh Formispa Pusat dan Dema ISQI Sunan Pandanaran ini hadir untuk mengupas tuntas peran zakat sebagai sarana ampuh bagi kawula muda dalam menciptakan perubahan sosial yang masif.
Diskusi menghadirka dua narasumber muda yang memiliki rekam jejak mendalam. Narasumber pertama adalah Romzi Ahmad (Enal), yang dikenal sebagai Pendakwah Digital, CEO Pesantren Development, dan Penasihat Arus Informasi Santri Nusantara (AISNU). Sebagai alumnus UIN Jakarta dan pernah bertugas di gugus tugas pondok pesantren Staf Khusus Presiden RI, Romzi Ahmad hadir untuk memberikan landasan filosofis zakat, mengoptimalkan potensinya, serta mengajak pemuda dan santri untuk aktif menjadi kreator digital dan mengambil peran di berbagai bidang.
Narasumber kedua adalah Agus Magelangan (Agus Mulyadi), seorang Blogger, Penulis Partikelir, dan Digital Storyteller yang lahir di Magelang. Penulis yang populer karena artikel-artikelnya yang ringan namun reflektif tentang politik, sosial, dan isu populer ini memaparkan insight praktis mengenai cara Gen Z dapat berzakat dengan mudah serta menjadikan zakat sebagai branding kebaikan.
Dalam prolognya, moderator Saviera Ajeng yang juga dikenal sebagai konten kreator aktif menekankan bahwa sudah saatnya Gen Z melihat zakat bukan sebagai “urusan orang tua” atau sekadar hitungan matematis, melainkan sebagai “lifestyle, impact, dan statement bahwa kita peduli”.
Acara ditutup dengan kesimpulan yang diperkuat oleh moderator, merangkum poin-poin penting bagi peserta Gen Z, yaitu bahwa Zakat Adalah Gaya Hidup (Lifestyle) yang harus menjadi bagian dari perencanaan finansial.
Selain itu, Zakat Adalah Kekuatan Kolektif (impactful) yang memberikan kendaraan syar’i bagi Gen Z untuk menyalurkan kepedulian sosial, menciptakan dampak masif, dan Zakat Mewujudkan #ZakatForChange, menjadikannya modal sosial untuk memberdayakan, bukan sekadar memberi.
“Jadi Gen Z yang keren itu bukan hanya soal fashion atau skill digital, tapi juga tentang seberapa besar kita peduli pada sesama,” tegas Saviera Ajeng.
Dalam sambutannya, perwakilan panitia dari Formispa, Lukman, menyampaikan harapannya agar acara ini “betul-betul bisa menggugah semangat kawula muda dalam memahami zakat,” mengganti mindset lama bahwa zakat itu ribet dengan semangat baru: Zakat itu Mudah, Zakat itu Keren, dan Zakat itu Kekuatan Perubahan. (Ajeng/KIM DSN)



