PPDI Sleman Perkuat Pemberdayaan Difabel Lewat Struktur Organisasi dan Program Ekonomi Produktif

Sleman — Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Sleman terus memantapkan langkah pemberdayaan difabel melalui penguatan struktur organisasi dan berbagai program ekonomi produktif di tingkat kapanewon dan kalurahan. Hal ini disampaikan Sutrisno, Ketua PPDI Sleman, dalam acara Pertemuan Kelompok Disabilitas Kalurahan (KDK) Donoharjo pada Sabtu (29/11/25) di Penen, Donoharjo.

Pada acara yang juga menggelar pemeriksaan kesehatan oleh Posbindu Kalisdo (Posbindu Kalurahan Istimewa Donoharjo) ini, Ketua PPDI Sleman menyampaikan bahwa upaya ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan difabel dapat terkoordinasi dengan baik sekaligus memperluas akses mereka terhadap program pemerintah.

Pada tahun 2025, PPDI Sleman menerima hibah sebesar Rp 300 juta yang dialokasikan untuk pembentukan kepengurusan, penguatan kelompok difabel, serta dukungan sarana pemberdayaan. Rata-rata setiap kapanewon memperoleh bantuan sekitar Rp 12 juta, dengan Tempel menjadi penerima tertinggi karena memiliki delapan kalurahan.

Berbagai bentuk program pemberdayaan telah berjalan di sejumlah wilayah. Kapanewon Cangkringan, Tempel, dan Prambanan mendapatkan pelatihan dan bantuan ternak domba, masing-masing empat ekor per kelompok. Godean memperoleh fasilitas usaha perikanan gurame berupa kolam terpal, bibit ikan, serta pelatihan teknis. Sementara itu, Minggir, Moyudan, Seyegan, Gamping, Turi, Depok, Berbah, Ngemplak, dan Mlati memperoleh dukungan usaha olahan pangan melalui penyediaan peralatan seperti mesin spinner, blender, mesin perajang, wajan, serok, dan bahan produksi.

Khusus Minggir dan Ngaglik, PPDI menyertakan bantuan box kontainer sebagai etalase pemasaran UMKM, ditambah pelatihan manajemen digital marketing. Selain penguatan kelompok difabel wilayah, PPDI Sleman juga mengampu pemberdayaan kelompok difabel khusus seperti difabel netra (usaha ternak ayam Jawa), difabel tuli (olah pangan), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia/HWDI (ternak ayam pelung), hingga PekaPD atau perkumpulan keluarga penyandang disabilitas (bantuan sembilan ekor domba).

Menurut Sutrisno, regenerasi kepengurusan menjadi kunci agar organisasi tidak hanya bertumpu pada pengurus lama dan mampu bergerak cepat menindaklanjuti berbagai bantuan dari Dinas Sosial, mulai dari alat bantu JPS hingga dukungan kebutuhan difabel berat senilai satu miliar rupiah.

Di sisi kelembagaan, PPDI tingkat kapanewon mendapatkan fasilitas dua kali rapat koordinasi (rakor) setiap tahun untuk 20 peserta, sedangkan PPDI kabupaten menyelenggarakan enam kali rakor. Melalui audiensi dengan Kepala BKAD, hibah PPDI disepakati akan meningkat menjadi Rp600 juta pada 2027.

Pada tahun 2026 mendatang, PPDI Sleman merencanakan kunjungan ke 86 kalurahan untuk menjaring aspirasi difabel dan menyampaikannya kepada bupati, sekaligus merumuskan langkah penyelesaian yang berkelanjutan. Sutrisno juga mendorong anggota agar aktif berkomunikasi dan mengajukan kebutuhan usaha, permodalan, maupun isu sosial melalui PPDI kapanewon sehingga dapat diteruskan ke tingkat kabupaten.

“Banyak aturan yang pro rakyat, namun masyarakat belum tahu cara mengaksesnya. Karena itu komunikasi dan koordinasi dengan TPSK, TKSK, dan kamituwa harus terus diperkuat,” tegasnya.

Dengan strategi penguatan dari bawah hingga tingkat kabupaten, PPDI Sleman menargetkan terbangunnya organisasi yang responsif, inklusif, dan mampu menjadi pusat advokasi serta pemberdayaan difabel di seluruh wilayah Sleman. (Endarwati/KIM Donoharjo)




Tim Gamantaray UGM Resmi Dilepas Menuju Kontes Kapal Indonesia 2025

Sleman — Tim Gamantaray Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi dilepas dalam acara Launching dan Pelepasan kontingen menuju Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2025. Acara tersebut berlangsung di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas UGM, Bulaksumur, Depok, Sleman, Yogyakarta, pada Sabtu (29/11).

Ketua Gamantaray UGM, Muhammad Dafi Putra Radian, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Himawa sebagai fasilitator dan seluruh pihak yang mendukung. Ia secara khusus berterima kasih kepada jajaran dosen pembimbing dan mitra industri atas bimbingan serta dukungan proses manufaktur.

“Terima kasih atas bantuan, ilmunya, dan waktunya,” ucap Dafi.

Ia menjelaskan, tim Gamantaray telah membuktikan prestasinya dengan meraih Juara 1 Semarak Mahasiswa Perkapalan ITS dan Juara 1 pada lomba di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. “Tentunya Gamantaray telah berusaha memberikan yang terbaik bagi kampus UGM,” tutur Dafi.

Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan UGM, Mustofa Anshori Lidinillah, menyampaikan rasa kebahagiaan berada di lingkungan pemuda yang luar biasa, dan meyakini bahwa capaian ini akan mendukung terwujudnya Indonesia Emas. Ia memberikan apresiasi terhadap peluncuran dan pelepasan tim ini.

“Ini adalah momentum yang merepresentasikan semangat inovasi, keunggulan rekayasa, dan kecintaan terhadap maritim, yang merupakan karakter dari bangsa ini,” ungkap Mustofa.

Menurutnya, pengiriman tim ini untuk berkompetisi menjelaskan peran besar pemuda sebagai pelopor kemajuan teknologi maritim yang relevan untuk menjawab tantangan masa depan. Indonesia sangat potensial dalam kemaritiman, namun pengembangan teknologi untuk menggarap potensi tersebut masih menjadi pekerjaan rumah.

“Semoga usaha ini tidak sekadar menghasilkan prestasi kompetisi, tetapi mampu menghasilkan solusi nyata bagi tantangan masa depan,” ungkap Mustofa, sembari menambahkan bahwa tantangan tersebut meliputi keselamatan, penghematan energi, dan produktivitas, sekaligus mengharumkan nama almamater.

Mustofa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat dalam suksesnya acara ini.

“Semoga apa yang kita lakukan bersama bermanfaat pada UGM dan umumnya pada masyarakat Indonesia, terlebih bagi kemanusiaan,” pungkasnya.

Staf Operasional Gamantaray UGM, Mohammad Dzakwan Hanif, menjelaskan bahwa Kontes Kapal Indonesia tahun 2025 merupakan program Bidang Maritim dan Desain Kapal Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan KEMENDIKTISAINTEK. Puncak acara akan berlangsung pada 3 hingga 6 Desember 2025 di Universitas Muhammadiyah Malang.

Untuk KKI tahun ini, Gamantaray mengirimkan tiga unit prototipe kapal. Tiga prototipe tersebut adalah Gamanave, kapal yang menggunakan listrik dengan batu baterai dan dikendalikan menggunakan remote control. Berikutnya adalah Jayamahe, yaitu prototipe kapal yang menggunakan bahan bakar bensin dengan mesin 2 tak. Terakhir adalah Safinah one, yang merupakan kapal autonomous tanpa awak dan bisa bergerak sendiri tanpa kendali. (Kusnadi/KIM Berbah)




Hari BerMuhammadiyah Milad ke-113 Sleman, Ribuan Jamaah Padati Auditorium UII

Sleman — Pengajian Hari BerMuhammadiyah Kabupaten Sleman dalam rangka milad Muhammadiyah ke-113 diselenggarakan pada Sabtu (29/11/2025), di Auditorium Abdulkahar Muzakir Universitas Islam Indonesia (UII). Ribuan jamaah dari Muhammadiyah, Aisyiyah, Organisasi Otonom (Ortom), dan pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) memadati lokasi acara.

Ketua PDM Kabupaten Sleman, Harjaka, menyampaikan bahwa Muhammadiyah selalu berjuang untuk menyejahterakan masyarakat melalui semua amal usaha yang dimilikinya. Sementara itu, Ketua PCM Ngemplak, Joko Santoso, berharap kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi antarlembaga dan warga, serta memperkuat basis keilmuan warga Muhammadiyah.

Joko Santoso juga menekankan betapa gerakan Muhammadiyah, yang dirintis oleh Kiai Ahmad Dahlan 113 tahun lalu, terus kokoh berkembang dan mampu menjawab tantangan zaman.

Sekda Kabupaten Sleman, Sumiarto, turut hadir dan mengapresiasi peran aktif Muhammadiyah dalam membantu kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Sleman.

“Kolaborasi antara pemerintah dan Muhammadiyah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam pembangunan rumah layak huni dan bantuan biaya pendidikan, bisa ditingkatkan,” kata Sumiarto.

Pengajian yang dihadiri ribuan jamaah tersebut menghadirkan Ustaz Agus Andriyanto, dengan tema sentral “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”. Ustaz Agus Andriyanto menyampaikan dalam tausiyahnya bahwa hidup harus selaras antara dimensi dunia dan akhirat.

“Kesuksesan yang sebenarnya adalah bagaimana di akhirat kita dijauhkan dari api neraka, bukan hanya sejahtera di dunia semata. Meningkatkan kesejahteraan umat adalah tugas kita sebagai sesama muslim, dan kita harus bisa memilih yang haram dan yang halal,” ujarnya.

Rangkaian Hari BerMuhammadiyah dimeriahkan oleh pentas Angklung dari SD Muhammadiyah Macanan, pertunjukan Tari, Tapak Suci, dan pemeriksaan kesehatan gratis. Acara ini juga disiarkan langsung melalui TV MU. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri)




44 Grup Hadroh Ibu-Ibu Semarakkan Gladi Resik Hari Jadi Condongcatur ke-79

Sleman — Sebanyak 44 grup hadroh ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas Sehati Sejalan Seduluran (S3) mengikuti gladi resik sebagai bagian dari persiapan menyambut Parade Hadroh pada peringatan Hari Jadi ke-79 Kalurahan Condongcatur. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam memeriahkan momentum tahunan yang penuh makna bagi masyarakat Condongcatur.

Suasana gladi resik yang berlangsung pada Sabtu (29/11) pukul WIB di halaman Kalurahan Condongcatur tampak semarak dan penuh kekompakan. Para peserta yang berasal dari berbagai padukuhan berlatih dengan serius, mulai dari penyesuaian ritme, pengaturan formasi, hingga harmonisasi vokal dan tabuhan rebana. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kualitas penampilan, tetapi juga mempererat tali kebersamaan antargrup hadroh yang selama ini aktif meramaikan kegiatan keagamaan di wilayah Condongcatur.

Antusiasme para ibu terlihat jelas dari kesiapan mereka mengikuti setiap instruksi pelatih, saling menyemangati, dan berusaha memberikan penampilan terbaik. Semangat kebersamaan inilah yang menjadikan hadroh sebagai salah satu kegiatan seni islami yang sangat diminati dan berkembang pesat di kalurahan.

Koordinator Hadroh S3, Widayat HK, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kemajuan pesat yang ditunjukkan oleh para ibu. Menurutnya, perkembangan hadroh di Condongcatur selama beberapa tahun terakhir semakin terlihat menonjol, baik dari sisi jumlah grup maupun kualitas penampilan.

“Perkembangannya luar biasa. Para ibu menunjukkan bahwa seni hadroh benar-benar hidup dan dicintai oleh masyarakat. Kegiatan seperti ini menjadi wadah positif untuk silaturahmi, peningkatan kemampuan, sekaligus memperkuat kekompakan,” ungkapnya.

Parade Hadroh akan digelar pada Sabtu, 6 Desember 2025, bertempat di Halaman Kalurahan Condongcatur. Acara ini menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan dalam peringatan Hari Jadi ke-79, mengingat banyaknya grup yang terlibat serta besarnya minat masyarakat terhadap kesenian islami tersebut. Kemeriahan akan bertambah dengan penampilan grup musik genre modern El Hasyimi dari Malang.

Dengan keikutsertaan 44 grup hadroh, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ajang silaturahmi yang mempererat hubungan antarwarga, sekaligus menambah kemeriahan dan kekhidmatan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-79 Kalurahan Condongcatur. (Tri Suhartati/KIM Depok)




Sinergi Lintas Faskes Kunci Pengendalian Resistensi Antimikroba

Sleman — Seminar AMR (Antimicrobial Resistance) 2025 menegaskan urgensi kolaborasi terpadu antar fasilitas pelayanan kesehatan. Direktur Rumah Sakit Universitas Ahmad Dahlan (RS UAD), Mu’alim Hawari, menyampaikan bahwa pencegahan resistensi antimikroba hanya dapat dicapai melalui peran aktif seluruh tenaga kesehatan di berbagai lini layanan.

“Resistensi antimikroba merupakan ancaman kesehatan global yang memerlukan tindakan kolektif. Rumah sakit, apotek, dan fasilitas kesehatan primer harus bergerak bersama dalam memastikan penggunaan antibiotik yang rasional,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa penyamaan persepsi, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penguatan tata kelola antibiotik menjadi elemen penting dalam menjaga mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

Kegiatan seminar bertema “Kolaborasi Rumah Sakit, Apotek & Faskes Primer dalam Mencegah Resistensi Antimikroba” tersebut diselenggarakan dalam rangka World AMR Awareness Week (WAAW) 2025 oleh RS UAD berkolaborasi dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kolegium Farmasi Indonesia.

Acara berlangsung secara luring penuh pada Jumat (28/11/2025) di RS UAD Yogyakarta, dengan peserta terdiri atas Apoteker dan Tenaga Vokasi Kefarmasian (TVK) dari berbagai apotek, fasilitas kesehatan primer, dan rumah sakit. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Mu’alim Hawari, serta turut dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Sleman, Karunia Yuliawati.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten. Narasumber pertama, Bombong Nurpagino, Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik RS UAD sekaligus Ketua Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) RS UAD, memaparkan pentingnya keselarasan kebijakan penggunaan antibiotik antar fasilitas kesehatan.

“Program PPRA membutuhkan dukungan berjenjang dari apotek dan fasilitas kesehatan primer agar setiap proses terapi antibiotik dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan klinis,” tegasnya dalam penyampaian materi.

Narasumber kedua, Dyah Aryani Perwitasari, Ketua Kolegium Farmasi Indonesia periode 2024–2028, menekankan bahwa penguatan peran apoteker dan tenaga kefarmasian merupakan bagian integral dalam mitigasi resistensi antimikroba. “Penerapan prinsip penggunaan antibiotik yang tepat membutuhkan profesionalisme dan ketelitian dari seluruh tenaga farmasi. Dengan tata kelola yang baik di semua tingkat pelayanan, hambatan dalam pengendalian AMR dapat diminimalkan,” ujarnya.

Penyelenggaraan seminar AMR 2025 ini mempertegas komitmen RS UAD sebagai institusi kesehatan dan pendidikan yang berperan aktif dalam penguatan sistem pengendalian resistensi antimikroba. Melalui sinergi antara rumah sakit, apotek, dan fasilitas kesehatan primer, upaya pencegahan AMR diharapkan berjalan lebih terstruktur, berkesinambungan, serta memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan. (Lidya Agustina/KIM Depok)