Destana, Linmas, dan KSB Condongcatur Gelar Rakor Awal Tahun, Bahas Keamanan Lingkungan

Sleman – Mengawali tahun baru, seluruh anggota Desa Tangguh Bencana (Destana), Kampung Siaga Bencana (KSB) Condongcatur, dan Linmas Kabupaten Sleman menggelar rapat kordinasi (rakor) di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur, pada Rabu (8/1/2025).

Rapat tersebut dihadiri oleh PLT Jagabaya, Wahyu Nurendra, Bripka Bagyo, Bhabinkamtibmas Kalurahan Condongcatur, Komandan Destana, dan KSB Condongcatur.

Pertemuan kali ini dipimpin oleh PLT Jagabaya Kalurahan Condongcatur, Wahyu Nurendra. Pada kesempatan itu, Wahyu menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak terlibat atas dedikasinya selama ini.

“Terima kasih sebesar besarnya atas dedikasi dan loyalitasnya selama tahun 2024 dengan berbagai agenda kegiatan di Kalurahan Condongcatur sehingga berjalan lancar. Diawali dengan pengamanan pileg (pemilihan legislative), penangganan bencana alam seperti tanah longsor, banjir, angin kencang, upacara 17 Agustus dan terlibat diberbagai rangkaian kegiatan hari jadi ke-78 Kalurahan Condongcatur, dan kegiatan kemanusiaan lainnya,” ungkap Wahyu.  

Sementara, Bhabinkamtibmas Kalurahan Condongcatur, Aiptu Bastian pada kesempatan itu mengatakan seluruh pihak harus tetap waspada terhadap lingkungan akibat perubahan musim, dan tetap menjaga kerukunan masyarakat. Menurutnya, perlu adanya peningkatan kewaspadaan terhadap aksi pencurian di wilayah Kalurahan Condongcatur.

“Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan menjaga lingkungan, serta menempel stiker himbauan untuk menciptakan situasi yang kondusif,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pada tahun ini anggota KSB, Destana, dan Linmas memiliki kesempatan untuk mengikuti berbagai pelatihan kerelawanan, dengan harapan agar seluruh relawan di Kalurahan Condongcatur memiliki keterampilan dan kecakapan terhadap bencana. Hal itu disampaikan Komandan Destana KSB Condongcatur, Sahid Fahrudin pada kesempatan tersebut.

“Dengan begitu, (para relawan) diharapkan siap terjun dimasyarakat saat dibutuhkan sewaktu-waktu, untuk membantu menciptakan ketertiban dan keamanan di Condongcatur,” tutur Sahid.

“Di musim pancaroba ini diharap untuk memetakan di wilayah padukuhan masing-masing, titik-titik rawan bencana, anggota Destana, Linmas dan KSB Condongcatur tetap menjaga kesehatan dan jaga kondisi agar bisa berkegiatan,” tandasnya. (Tri Suhartati / Kim Depok)




Kini Layanan Konsultasi Hukum Gratis Sebulan 2 Kali di Kalurahan Condongcatur

Sleman – Aljaen Law Office mulai tahun 2025 akan membuka layanan Konsultasi Hukum Gratis  di Kalurahan Condongcatur sebulan 2 kali setiap hari Selasa Minggu Pertama dan Selasa Minggu kedua dan telah melakukan layanan rutin kepada masyarakat sejak bulan Oktober 2024 yang lalu

Seperti terlihat pada Selasa 7 Januari 2025, di mana Aljean Law membuka  Layanan Konsultasi Hukum Gratis di Kalurahan Condongcatur mengawali awal tahun 2025. Masyarakat yang melakukan konsultasi hukum perdata rata-rata terkait masalah waris, pertanahan, perceraian,  harta Gono gini akibat perceraian, masalah pidana KDRT, Penipuan, Penggelapan, pencemaran nama baik dan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Aljaen Law Office menyediakan layanan berupa konsultasi Hukum Pidana maupun Perdata, Hukum Perdata Umum, Hukum Perdata Khusus (seperti : Perkawinan, Pembatalan Perkawinan, Isbath Nikah, Perceraian, Hak Asuh Anak, Harta Gono-Gini, Izin Kawin/ Dispensasi Kawin, waris, perwalian, dll)

Direktur Aljaen Law Office, Muhammad Iqbal, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama antara Kantor Hukum Aljaen law Office dengan pihak Kalurahan Condongcatur, dengan memanfaatkan Program Layanan Bersama ‘Semanis Madu’ (selasa melayani semua, mudah dan terpadu) yang diadakan setiap hari Selasa di Pendopo Kantor Kalurahan Condongcatur

“Pelayanan konsultasi hukum on the spot yang kami adakan di Kantor Kalurahan Condongcatur merupakan bentuk Dedikasi kami sebagai Lawyer, dan sebagai bentuk pengabdian Aljaen Law Office kepada Masyarakat, khususnya  masyarakat Condongcatur, Selain itu layanan ini juga merupakan bentuk partisipasi aktif kami sebagai Praktisi Hukum dalam rangka mengedukasi masyarakat tentang hukum dan tetang pentingnya kepatuhan terhadap hukum,” jelasnya.

Hardianto Afdillah, salah satu advokat yang bernaung dikantor Aljaen Law Office menambahkan bahwa dengan adanya Konsultasi Hukum Gratis ini, Aljaen Law Office memberikan upaya preventif terhadap resiko yang merugikan atau akibat-akibat hukum sebelum masyarakat melakukan suatu perbuatan hukum, seperti perjanjian, jual beli, hutang piutang, dan lain-lain.

“Harapannya dengan hadirnya layanan konsultasi hukum gratis ini, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh kelurahan baik masyarakat condongcatur, maupun masyarakat diluar condongcatur secara umum,” tuturnya

Sementara Koordinator SEMANIS MADU (Selasa Melayani Semua, Mudah dan terpadu) Kalurahan Condongcatur, Wasana, menjelaskan disamping Layanan Konsultasi Hukum Gratis juga ada layanan Rutin Ombudsman On The Spot yang menerima aduan masyarakat terkait penyelenggaraan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh penyelenggara negara dan pemerintahan, baik di pusat maupun di daerah, termasuk yang diselenggarakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan Badan Hukum Milik Negara (BHMN), serta badan swasta atau perseorangan yang diberi tugas menyelenggarakan pelayanan publik tertentu

“ Juga ada Layanan rutin perpanjangan SIM A dan C oleh Ditlantas Polda DIY setiap hari Selasa dan Kamis, ada layanan Perpanjangan STNK Tahunan (Bus Samsat ), Dispensasi PBG / IMB dari DPMPTST Sleman, BPJS Kesehatan, Kas keliling Mobile Bank Sleman, Bus ATM Bank BPD, Service Motor dari Ahass, Yamaha, Smartfreen, Telkomsel juga BNN layanan konsultasi dan penerbitan bebas narkoba, juga tersedia beberapa stand UMKM, Donor Darah 3 bulan sekali pada hari Selasa,” tuturnya.

Ditambahkannya dengan Program ‘Semanis Madu’ semakin dikenal dan dinanti masyarakat telah diakses masyarakat dari berbagi wilayah.

“Masyarakat dalam satu tempat mendapatkan banyak manfaat, Dalam satu lokasi mendapatkan banyak solusi, Mudah, Cepat dan Dekat,” pungkasnya.




Pemkal Condongcatur Bentuk Panitia Pengisian dan Pengangkatan Pamong Kalurahan tahun 2025

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur melaksanakan Rapat Koordinasi Pembentukan Panitia Pengisian dan Pengangkatan Pamong Kalurahan Condongcatur tahun 2025 yang dihadiri Lurah, Carik, Kasi, Kaur dan calon panitia usulan lembaga, bertempat di Ruang Wacana Loka, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Selasa (7/1/2025).

Di lingkungan Pemerintah Kalurahan Condongcatur saat ini ada kekosongan jabatan untuk posisi Jagabaya (kosong), Dukuh Ngropoh (kosong) dan Dukuh Kayen (purna tugas per 1 April 2025) maka akan dilaksanakan pengisian dan pengangkatan Pamong Kalurahan Condongcatur tahun 2025

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji dalam sambutan dan arahanya mengatakan sesuai dengan Pasal 6 Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 10 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pengisian dan Pemberhentian Perangkat Desa disebutkan bahwa Panitia Pengangkatan berjumlah 11 (sebelas) orang terdiri dari Unsur Pamong, BPKal, Lembaga Kalurahan (PKK, LPMKal, Karangtaruna) dan Tokoh Masyarakat.

“Pemerintah Kalurahan Condongcatur telah menerima surat  usulan nama nama untuk menjadi panitia dari masing masing lembaga dan usulan nama dari tokoh masyarakat sehingga pada sore hari ini dilaksanakan rapat koordinasi pembentukan panitia pengisian pamong kalurahan condongcatur tahun 2025 dari berbagai unsur tersebut,” jelasnya.

Reno Candra Sangaji mengucapkan terima kasih atas kesediaannya masing-masing unsur untuk bergabung dan bekerjasama dalam sebuah tim kepanitian dan berharap panitia nantinya dapat  menjalankan tugas dengan sebaik baiknya sesuai peraturan yang berlaku dengan prinsip “Clean and Clear”

“Mari kita pastikan proses pengisian berjalan transparan, profesional, dan akuntabel, sesuai Perda Kabupaten Sleman Nomor 10 Tahun 2019, Pastikan setiap calon diperlakukan adil dan proses ini melibatkan masyarakat secara aktif,” ucapnya.

Ditambahkan Lurah Condongcatur, nama-nama dari masing-masing lembaga yang diusulkan untuk menjadi Panitia dipandang mampu dan kredible untuk melaksanakan tugas secara transparan, jujur, adil, bersih dan bertanggungjawab.

“Untuk pelaksanaan seleksi pemerintah kalurahan condongcatur berencana kembali akan bekerjasama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagaimana pada pengisian pamong sebelumnya dan diharapkan sebelum bulan Ramadhan ini sudah dilaksanakan ujianya,” terangnya

Dalam rapat ini disepakati Ketua adalah Siswantoro, (dari unsur LPMKal), Sekretaris, Halen Juventina, (unsur Karangtaruna) dan 9 Anggota yaitu Wahyu Nurenda, Riska Dian Nur Lestari, Beti Kartiningrum (unsur pamong), Sunarto, Novita Savitri, Sri Wahyuni (unsur BPKal), Hani Subagio (Tokoh Masyarakat Ngropoh), Eddy Purnama (Tokoh Masyarakat Kayen) dan Nana Khoirina, (unsur PKK) dimana Panitia akan dibantu oleh Tim Kesekretariatan 3 (tiga) orang untuk mengurusi teknis dan administrasi dari unsur staf yaitu Wasana, Rudi Antariksawan dan Nefdia Erlina

Siswantoro, Ketua yang disepakati dalam rapat koordinasi menyampaikan akan menjalankan tugas bersama tim panitia dengan sebaik-baiknya, transparan dan sesuai peraturan yang ada. Dirinya berharap warga Condongcatur yang memenuhi syarat dapat mempersiapkan diri mulai dari sekarang untuk mengikuti seleksi dan mengabdi di Kalurahan condongcatur sebagai Jagabaya, Dukuh Ngropoh dan Dukuh Kayen

“Untuk Tata Tertib dan Tahapan Panitia akan di bahas pada rapat dalam waktu dekat ini setelah mendapatkan SK penetapan panitia pengisian pamong kalurahan tahun 2025 dari pemerintah kalurahan condongcatur,” tutupnya. (Wasana/KIM Depok) 




Tri Dharma Perguruan Tinggi UII Yogyakarta Bantu Masyarakat Kembangkan Wanadesa

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu wujud nyata dari tridharma perguruan tinggi. Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, melalui program-program kreatifnya, telah membuktikan peran penting mereka dalam membantu masyarakat, salah satunya melalui pengembangan destinasi wisata Wanadesa Kaliabu di Gamping, Kabupaten Sleman. Kawasan ini memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata berbasis alam dan edukasi, namun masih memerlukan inovasi dan dukungan agar bisa berkembang lebih optimal.

Proyek pengabdian ini dimulai dengan analisis kebutuhan masyarakat setempat. Mahasiswa UII Yogyakarta Jurusan Teknik Industri bekerjasama dengan perangkat Kalurahan Banyuraden dan warga untuk menggali potensi alam, budaya, dan tradisi lokal yang dapat diangkat sebagai daya tarik wisata. Salah satu potensi yang menjadi fokus adalah kawasan hutan yang asri dan keberadaan sumber daya lokal, seperti Sungai, seni tradisional dan kerajinan tangan.

Untuk mendukung pengembangan Wanadesa Kaliabu, mahasiswa jurusan teknik industri menginisiasi beberapa program strategis. Salah satunya adalah pelatihan pengelolaan wisata berbasis masyarakat (community-based tourism) yang disampaikan oleh Dosen Fakultas Teknik Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Dr. Agus Mansur di Lokasi Wanadesa Kaliabu, Minggu (6/1/2025). Dalam pelatihan ini, warga diberikan pengetahuan tentang pengelolaan objek wisata, meliputi administrasi, keuangan, strategi pemasaran, serta pelayanan wisata yang ramah pengunjung.

“Dengan pendekatan ini, masyarakat setempat diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi sebagai pemain utama dalam mengelola destinasi wisata,” tuturnya.

Selain pelatihan, para mahasiswa juga membantu merancang infrastruktur dasar seperti jalur trekking, papan informasi, dan tempat istirahat yang ramah lingkungan. Mereka menggunakan bahan-bahan lokal dan menerapkan konsep eco-tourism untuk menjaga kelestarian lingkungan. Proses pembangunan ini melibatkan warga setempat secara aktif untuk menciptakan rasa memiliki yang lebih besar terhadap destinasi wisata tersebut.

Lebih lanjut, Paryoto selaku pengurus Wanadesa Kaliabu menambahkan bahwa destinasi wisata yang berdiri sejak 2017 juga mendorong peran pemuda dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan Wanadesa Kaliabu. Diharapkan mahasiswa UII dapat membantu mengembangkan platform media sosial dan membuat konten kreatif, seperti video dan foto yang menggambarkan keindahan alam desa.

“Melalui strategi ini, destinasi wisata Wanadesa Kaliabu dikenal oleh masyarakat luar, bahkan beberapa komunitas pecinta alam telah menjadikan lokasi ini sebagai tujuan wisata alternatif,” imbuh Paryoto.

Tidak hanya berfokus pada pengembangan fisik, program ini juga memperhatikan keberlanjutan ekonomi masyarakat. Mahasiswa pun membantu kelompok-kelompok usaha kecil di desa untuk menciptakan produk-produk lokal yang dapat dijual kepada wisatawan, seperti makanan tradisional, kerajinan bambu, dan batik khas Kaliabu. Dengan adanya aktivitas ekonomi ini, diharapkan pendapatan masyarakat meningkat seiring dengan bertambahnya kunjungan wisata.

Kolaborasi antara mahasiswa UII dengan masyarakat Kaliabu merupakan contoh nyata bagaimana pendidikan tinggi dapat berkontribusi langsung kepada pembangunan desa. Pengembangan wisata Wanadesa tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikan budaya lokal.

Melalui program pengabdian seperti ini, mahasiswa UII membuktikan bahwa peran mereka bukan hanya sebagai akademisi, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial. Dengan dedikasi dan inovasi yang terus dilakukan, Wanadesa Kaliabu berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan di Sleman, sekaligus menjadi model pengembangan wisata berbasis masyarakat di Indonesia. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)




Melihat Kesenian Peksimoi, Tarian yang Memadukan Seni Islami, Olahraga dan Beladiri

Sleman – Dusun Soka Wetan yang berada di Kalurahan Merdikorejo, Tempel menjadi tempat lahirnya kesenian  berwujud tari yang dipadu dengan musik serta gerak badan yang berirama dengan sentuhan dan syair Islami. Adalah Peksimoi seni tradisi bernuansa Islam.

“Peksi Moi sendiri berasal  singkatan Persatuan Kesenian Islam, Main, Olahraga, Bela Diri. Dalam sejarahnya jenis tarian ini dipopulerkan pertama kalinya oleh K.H. Nahrowi, yang merupakan seorang ulama dari Ploso Kuning, Minomartani, Ngaglik, Sleman, pada tahun 1964,” tutur Pujo sukirno salah satu sesepuh Soka Wetan dan penggerak Peksi Moi, Senin (6/1/2025).

Pujo menggamarkan bahwa tarian ini sendiri sebagai sebuah bentuk hiburan masyarakat dengan memadukan bait-bait syair Islami dihiasi dengan gerakan yang indah, luwes dan dinamis serta memiliki visi menyiarkan agama Islam dengan pendekatan budaya .

“Gerakan tangan yang gemulai dan dipadukan dengan seni bela diri khas Jawa berhasil memikat masyarakat setempat untuk mendalami agama Islam yang di syiarkan para kyai. Ajakan kebaikan yang berisi syair islami serta shalawat Nabi menjadi nyanyian utama yang menyertai tari peksimoi,” jelas Pujo.

“Syair terbagi dua yaitu syair berbahasa Arab yang diambil dari buku Tlodo Barzanji berisikan dakwah pendidikan Islam. Sementara yang lain menggunakan bahasa Indonesia yang berisi ucapan selamat datang dan terima kasih,” ungkapnya.

Tarian dibawakan secara berkelompok ini diiringi oleh para pemain musik yang juga bertugas sebagai pelantun syair.

Dalam setiap kali pertunjukannya, alat musik seperti 3 buah rebana dan sebuah beduk (jedor) menjadi instrumen yang selalu mendampingi tari peksimoi.

Dalam penampilan peksi moi, terdapat 12 hingga 16 orang penari, bersama dengan empat orang pemusik yang memainkan gendang (satu orang) dan rebana/terbang (tiga orang), dan juga dua orang penyanyi.

Kostum para pemain berupa baju berwarna putih dibalut rompi berwarna biru, jingga dan ungu. Di bagian perut memakai stagen; ikat kepala dengan variasi bulu, celana berwarna hitam dibalut dengan jarik motif parang.

Sebagai tambahan juga digelar permainan obor api dalam atraksi yang semakin mengundang kekaguman dari para penonton. (Arief Hartanto/KIM Turi)