Reses I 2026 DPRD DIY Serap Berbagai Aspirasi Warga Kalitirto

Sleman — Masa Reses I Tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi jajaran legislatif untuk menjemput langsung aspirasi di tingkat akar rumput. Anggota DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Yan Kurnia Kustanto, melakukan pertemuan tatap muka dengan warga di Jebresan, Kalitirto, Berbah, Sleman, pada Minggu (18/1/2026). Pertemuan ini difokuskan untuk menyaring kebutuhan riil masyarakat yang nantinya akan diperjuangkan dalam kebijakan anggaran dan program pembangunan daerah.
Lurah Kalitirto, Arihadi, menyambut terbuka kehadiran wakil rakyat tersebut di wilayahnya. Ia mengungkapkan bahwa keterlibatan anggota DPRD sangat diharapkan untuk menjembatani kebutuhan pembangunan desa, terutama di tengah kondisi anggaran desa yang mengalami penurunan dan tantangan birokrasi pencairan dana yang masih dinantikan. Pihak kelurahan menyatakan kesiapannya untuk bermitra secara aktif demi kemajuan wilayah yang lebih terintegrasi dengan program provinsi.
Menanggapi harapan tersebut, Yan Kurnia Kustanto menegaskan bahwa kehadirannya memang bertujuan khusus untuk menampung, membahas, dan menindaklanjuti setiap masukan yang disampaikan. Ia memastikan bahwa seluruh usulan akan melalui proses evaluasi yang cermat agar bisa terealisasi. Pihaknya berkomitmen untuk mengawal suara masyarakat agar masuk ke dalam rencana kerja pemerintah daerah sesuai dengan ketersediaan anggaran yang ada.
“Silakan sampaikan seluruh aspirasi kepada kami. Saya pastikan setiap masukan akan kami perhatikan, kami catat, dan kami evaluasi secara mendalam untuk ditindaklanjuti. Aspirasi masyarakat adalah dasar bagi kami dalam menentukan prioritas kebijakan agar setiap anggaran yang tersedia benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Yan Kurnia Kustanto dengan tegas di hadapan konstituen.
Dalam sesi serap aspirasi tersebut, sejumlah sektor menjadi sorotan utama, mulai dari penguatan sektor pertanian, pemberdayaan UMKM, hingga pengembangan pariwisata. Yan memberikan perhatian khusus pada keberlanjutan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) agar mampu menjadi motor ekonomi desa secara jangka panjang. Ia mengingatkan agar pengelolaan potensi lokal dikonsep dengan matang sehingga tidak berhenti di tengah jalan dan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi warga sekitar.
Aspirasi juga datang dari sektor pertanian melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sedyo Manunggal Kalitirto. Perwakilan Gapoktan, Anwar Sanusi, mengajukan usulan pengadaan alat penggilingan padi untuk melengkapi fasilitas traktor dan mesin pemanen yang sudah ada. Ketersediaan alat penggilingan di tingkat lokal dinilai mendesak agar petani dapat mengolah limbah padi secara mandiri menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
“Seiring dengan peningkatan hasil panen, kami sangat memerlukan mesin penggiling padi sendiri. Selama ini kami belum bisa memanfaatkan limbah padi seperti sekam dan bekatul secara optimal untuk pakan ternak karena kendala peralatan. Padahal, limbah tersebut kaya akan nutrisi dan bisa meningkatkan pendapatan petani jika dikelola dengan benar,” ungkap Anwar Sanusi saat menyampaikan usulannya.
Kegiatan reses ini turut dihadiri oleh Staf Ahli Wakil Bupati Sleman Susilo Nugroho, Anggota DPRD Kabupaten Sleman Dedie Kusuma, serta para lurah se-Kapanewon Berbah. Kehadiran berbagai elemen dari kelompok tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), pelaku UMKM, hingga tokoh masyarakat ini menjadi bukti kuatnya antusiasme warga dalam menitipkan harapan pembangunan kepada wakil rakyat mereka. Forum ini diharapkan menjadi titik awal perwujudan program-program yang lebih berpihak pada kesejahteraan ekonomi lokal. (M.A. Sanusi/KIM Berbah)



