SLB Balong Donoharjo Torehkan Prestasi Nasional, Pengawas Dikpora DIY Dorong Digitalisasi Administrasi

Sleman — Sekolah Luar Biasa (SLB) Balong di Donoharjo, Ngaglik, Sleman, membuktikan bahwa status sekolah swasta bukan menjadi penghalang untuk bersaing di level tertinggi. Hal ini terungkap dalam kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah yang berlangsung di Aula SLB Balong pada Senin (19/1/2026). Prestasi gemilang sekolah ini mendapat apresiasi khusus dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIY yang menilai semangat juang warga sekolah melampaui keterbatasan sarana dan prasarana yang ada.
Pengawas Dikpora DIY, Sarwiasih, menyatakan kekagumannya terhadap capaian SLB Balong yang mampu berbicara banyak di tingkat nasional. Ia melihat adanya pergeseran paradigma di mana SLB swasta kini tidak lagi tertinggal dari SLB negeri. Menurutnya, keberhasilan ini adalah buah dari dedikasi tinggi para pendidik dalam menggali potensi siswa berkebutuhan khusus secara optimal. Selain prestasi, Sarwiasih juga menekankan pentingnya sekolah untuk segera beralih ke tata kelola administrasi berbasis digital melalui optimalisasi website sekolah.
“Dulu SLB swasta sering kalah dari SLB negeri karena keterbatasan dari sisi sarana, prasarana, kemampuan, maupun waktu. Namun semangat SLB Balong justru bisa melampaui hal tersebut. Ke depan, administrasi sekolah harus dikelola secara digital agar lebih tertib dan efektif. Dokumen sebaiknya dalam bentuk softfile yang dikirim secara berjenjang dari guru ke kepala sekolah hingga pengawas agar data dapat segera disajikan kapan pun diperlukan,” ujar Sarwiasih memberikan arahan.
Kepala Sekolah SLB Balong, Muh Usup, menjelaskan bahwa dalam proses penilaian kinerja ini, ia sengaja melibatkan para guru secara aktif sebagai bentuk kaderisasi kepemimpinan. Saat ini, sekolah tersebut mendampingi 62 siswa yang terdiri dari penyandang tunagrahita, tunarungu, tunadaksa, dan autis dengan didukung oleh 15 tenaga pendidik. Muh Usup menegaskan bahwa dukungan dari yayasan dan orang tua menjadi pilar utama di balik kesuksesan siswa dalam meraih berbagai kejuaraan.
Sepanjang tahun 2025, SLB Balong mencatatkan tinta emas dengan meraih juara satu nasional bidang Teknologi Informasi (Excel) yang diraih oleh Asni. Selain itu, sekolah ini juga menyabet juara satu nasional Papernas cabang tenis meja, serta juara satu dan dua tingkat nasional pada ajang internasional Young Coder World Cup 2025. Prestasi ini dianggap sebagai pembuktian bahwa talenta anak-anak disabilitas sangat luas jika diberikan wadah dan bimbingan yang tepat.
“Semua prestasi ini dapat kami raih berkat dukungan dinas, yayasan, serta peran orang tua yang sangat luar biasa. Kami rutin mengadakan pertemuan wali murid setiap bulan melalui forum komunikasi internal untuk memastikan sinergi antara sekolah dan rumah tetap terjaga. Saya berharap keterlibatan guru dalam menyiapkan administrasi ini menjadi pembelajaran bagi mereka karena suatu saat nanti merekalah yang akan menjadi pemimpin di sekolah ini,” ungkap Muh Usup.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Yayasan Kesejahteraan Bina Remaja (YPKBR) Donoharjo, Endarwati, mengapresiasi keterbukaan pihak sekolah terhadap berbagai inovasi pelayanan. Sepanjang tahun lalu, yayasan dan sekolah sukses memfasilitasi layanan jemput bola perekaman KTP dan KIA bersama Dinas Dukcapil, serta pemeriksaan kesehatan rutin melalui Posbindu. Endarwati menilai sosok Muh Usup sebagai pemimpin yang tidak pernah keberatan untuk bekerja lebih keras demi terpenuhinya hak-hak dasar anak-anak disabilitas.
“Semua program untuk anak dapat berjalan lancar karena Bapak Usup selalu terbuka dan tidak pernah takut menjadi repot jika itu demi kepentingan anak-anak. Kesiapan data dan soliditas para guru menjadi kekuatan utama sekolah ini. Kami berkomitmen untuk terus mengangkat hak-hak anak disabilitas agar mereka mendapatkan pelayanan terbaik, baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan,” pungkas Endarwati. (Endarwati/KIM Donoharjo)



