1.428 Calon Jamaah Haji Sleman Pererat Silaturahmi Lewat Ta’aruf

Sleman — Sebanyak calon jamaah haji asal Kabupaten Sleman mulai mempersiapkan diri menuju tanah suci dengan mengikuti kegiatan ta’aruf massal pada Minggu (25/1/2026). Bertempat di Masjid Agung dr. Wahidin Sudirohusodo, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para calon jamaah untuk saling mengenal dan membangun solidaritas sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. Pertemuan ini tidak hanya sekadar perkenalan, tetapi juga menjadi wadah konsolidasi awal mengenai kesiapan fisik dan mental para jamaah.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang hadir dan membuka langsung acara tersebut menekankan bahwa hubungan emosional yang baik antarjamaah adalah kunci kelancaran ibadah di tanah suci. Ia menilai bahwa tantangan selama menjalankan rukun Islam kelima tersebut akan terasa lebih ringan jika para jamaah memiliki rasa persaudaraan yang kuat. Dengan saling mengenal sejak dini, diharapkan timbul sikap saling peduli, terutama bagi jamaah yang berusia lanjut atau membutuhkan bantuan khusus selama berada di makkah dan Madinah.
“Kegiatan ta’aruf ini sangat perlu dilakukan untuk menciptakan ruang silaturahmi agar terjalin keakraban satu sama lain sehingga melahirkan rasa kebersamaan yang kuat. Dengan rasa kebersamaan, akan tercipta sikap saling menghormati dan saling membantu, sehingga jamaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan khusyuk dan pulang membawa predikat haji mabrur,” ujar Harda Kiswaya di hadapan ribuan jamaah.
Selain aspek sosial, Harda juga menitipkan pesan mendalam terkait kedisiplinan dan kesehatan. Ia meminta seluruh jamaah untuk tidak mengabaikan setiap instruksi dalam rangkaian manasik haji yang akan segera dilaksanakan. Menurutnya, pemahaman mengenai tata cara ibadah dan regulasi di Arab Saudi harus dikuasai dengan baik sejak di tanah air agar tidak terjadi kendala saat pelaksanaan di lapangan. Ia juga mewanti-wanti para jamaah untuk mulai menjaga pola makan dan kebugaran tubuh mengingat cuaca di tanah suci yang kerap ekstrem.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Wiyato Widodo, menambahkan bahwa dalam forum ta’aruf ini, para jamaah mendapatkan sosialisasi komprehensif mengenai teknis pelaksanaan ibadah. Informasi yang disampaikan meliputi jadwal keberangkatan, aturan barang bawaan, hingga protokol kesehatan. Hal ini dilakukan agar para jamaah memiliki gambaran yang jelas mengenai apa saja yang harus dipersiapkan sebelum masuk ke asrama haji.
Salah satu informasi krusial yang disampaikan dalam pertemuan tersebut adalah perubahan lokasi embarkasi bagi jamaah asal Kabupaten Sleman. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mulai tahun 2026 ini keberangkatan jamaah haji akan dialihkan melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Perubahan ini menjadi catatan penting bagi para jamaah agar dapat menyesuaikan rencana transportasi dan koordinasi keluarga saat hari keberangkatan nanti.
“Kami memberikan penjelasan mendalam terkait embarkasi, di mana tahun ini mengalami perubahan lokasi ke Bandara Yogyakarta International Airport. Kami ingin memastikan seluruh jamaah memahami alur keberangkatan yang baru ini agar tidak terjadi kekeliruan koordinasi saat jadwal keberangkatan tiba,” tegas Wiyato Widodo dalam laporannya.



