Outbound Kebangsaan Tanamkan Cinta Tanah Air Sejak Usia Dini di Sleman

Sleman — Puluhan anak usia dini tampak antusias mengikuti kegiatan outbound kebangsaan yang digelar di kawasan Pasar Bela Negara, sebelah utara Lapangan Pemda Sleman, Jumat (30/1/2026).
Sekitar 30 peserta dari TPA-KB Putera Sembada Sleman mengikuti kegiatan edukatif yang dirancang khusus untuk menanamkan nilai cinta tanah air melalui pendekatan bermain yang menyenangkan.
Kegiatan outbound diisi dengan pengenalan lagu-lagu kebangsaan yang dikemas secara interaktif. Anak-anak diajak bernyanyi dan bergerak bersama, sehingga materi wawasan kebangsaan tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga dipraktikkan langsung sesuai dengan tahapan perkembangan usia dini.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan tata upacara sederhana, cara memberi hormat kepada bendera, serta latihan dasar Peraturan Baris Berbaris (PBB). Aktivitas tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter untuk membangun sikap disiplin, kebersamaan, serta rasa hormat terhadap simbol-simbol negara sejak dini.
Kader Bela Negara Kementerian Pertahanan RI yang juga staf Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman, Sunardi menyampaikan bahwa program outbound kebangsaan ini terbuka luas bagi satuan pendidikan di wilayah Sleman.
“Program outbound kebangsaan ini masih terbuka bagi sekolah-sekolah di Sleman, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP, dan dilaksanakan secara gratis di Pasar Bela Negara. Sementara untuk SMA dan sederajat, diberikan kesempatan praktik langsung wirausaha di Pasar Bela Negara,” jelas Sunardi.
Pasar Bela Negara sendiri merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap Jumat pagi. Program ini diinisiasi oleh Badan Kesbangpol Sleman bekerja sama dengan Carya Budhi Chantya sebagai lembaga pendamping UMKM. Selain menjadi ruang promosi produk makanan dan minuman tradisional, Pasar Bela Negara juga dikembangkan sebagai pusat edukasi bela negara yang inklusif bagi masyarakat.
Melalui pendekatan yang edukatif dan menyenangkan, kegiatan outbound kebangsaan ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran alternatif yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta memperkuat karakter generasi muda sejak usia dini. (Andy Ahmad – KIM DSN NGAGLIK)



