Sleman Diterjang Angin Kencang, BPBD Gerak Cepat Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Tertimpa Pohon

Sleman — Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah Kabupaten Sleman pada Sabtu (24/1/2026), memicu rentetan kejadian pohon tumbang di sejumlah titik. Salah satu dampak paling serius terjadi di Dusun Plumbon Kidul, Kalurahan Mororejo, Kapanewon Tempel, di mana seorang warga mengalami luka parah akibat tertimpa pohon saat sedang beraktivitas. Merespons kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman langsung menerjunkan tim untuk melakukan asesmen sekaligus menyalurkan bantuan darurat bagi korban.
Korban diketahui bernama Wiwik Rumiyati, seorang perempuan berusia 56 tahun. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul WIB saat korban tengah berada di area persawahan. Secara tiba-tiba, angin kencang menumbangkan sebuah pohon sengon berdiameter 20 sentimeter yang kemudian mengenai tubuh korban. Akibat hantaman tersebut, Wiwik mengalami luka serius pada bagian kepala, bahu, serta punggung, dan harus dilarikan ke RSUD Sleman untuk mendapatkan perawatan intensif.
Tim reaksi cepat BPBD Sleman yang terdiri dari Suryanto, Iqbal Akhmad, dan Yudhi Wahyu segera mendatangi lokasi untuk menyerahkan bantuan logistik. Paket bantuan berupa sembako, selimut, dan matras diserahkan kepada pihak keluarga dengan didampingi oleh Dukuh Plumbon Kidul Harmianto, Jogoboyo Mororejo Nur Herwanto, serta perwakilan Relawan Kemanusiaan Tempel (Rekat). Langkah ini diambil sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial di tengah situasi darurat.
Anggota tim BPBD Sleman, Yudhi Wahyu, menekankan bahwa kecepatan dalam menangani dampak bencana merupakan prioritas utama untuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar warga. Ia mengimbau masyarakat untuk terus melaporkan setiap kejadian bencana agar tim gabungan dapat segera melakukan tindakan mitigasi maupun penyaluran bantuan secara merata.
“Begitu laporan masuk, tim gabungan langsung melakukan asesmen di lokasi kejadian. Prioritas utama kami adalah memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi dengan cepat dan tepat sasaran. Bantuan logistik ini diharapkan bisa meringankan beban keluarga yang sedang fokus pada proses pemulihan medis korban,” ujar Yudhi Wahyu saat menyerahkan bantuan di kediaman korban.
Kesaksian mendalam disampaikan oleh Anisatun, anak dari Wiwik Rumiyati. Ia menceritakan betapa cepatnya peristiwa tersebut terjadi sehingga ibunya tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri dari reruntuhan pohon. Saat ini, keluarga masih menunggu jadwal operasi kepala yang direncanakan oleh tim medis RSUD Sleman akibat benturan keras yang dialami korban.
“Saat itu angin bertiup sangat kencang ketika ibu sedang di sawah. Tiba-tiba pohon sengon roboh dan menimpa beliau. Kejadiannya sangat cepat, tidak sempat menghindar sama sekali. Saat ini ibu masih dirawat dan direncanakan akan menjalani operasi di bagian kepala. Kami mohon doa dari semua pihak untuk kesembuhan beliau, dan kami berterima kasih atas perhatian serta bantuan cepat yang telah diberikan,” ungkap Anisatun dengan penuh harap.
Kejadian ini menjadi pengingat krusial bagi masyarakat di wilayah rawan bencana hidrometeorologi untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi perubahan cuaca yang ekstrem secara mendadak. Pemerintah Kabupaten Sleman terus mendorong gerakan mitigasi lingkungan, seperti pemangkasan dahan pohon yang lapuk atau terlalu rimbun, guna meminimalisir risiko serupa di masa mendatang. (SBD/KIM Senyum Tempel)



