Dukuh, Jadi Jabatan Strategis Jembatani Pemerintah dan Masyarakat

Sleman – Dukuh merupakan kepala perangkat desa atau kalurahan yang bertugas membantu lurah dalam pelaksanaan pemerintahan, pembangunan, dan pembinaan masyarakat di wilayahnya. Peran dukuh dinilai sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Pembinaan yang menjadi tanggung jawab seorang dukuh meliputi perlindungan dan ketertiban masyarakat, pelestarian budaya, hingga pelayanan administrasi kepada warga. Dengan fungsi tersebut, dukuh menjadi perpanjangan tangan pemerintah yang berhubungan langsung dengan masyarakat, sekaligus penyambung informasi, kebijakan, dan program pembangunan.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Aparatur Kelurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Al Adib Burochmad, dalam acara pelantikan Dukuh Kranggan 1 pada Selasa (20/1/2025) di Gedung Serbaguna Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman.

Menurut Al Adib, selain menjadi penghubung pemerintah, dukuh juga berperan sebagai wadah aspirasi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan keinginan warga kepada pemerintah. Namun demikian, fungsi utama seorang dukuh tetaplah membantu lurah dalam penyelenggaraan pemerintahan. Dalam pelaksanaannya, dukuh bertanggung jawab langsung kepada lurah.

Lebih lanjut disampaikan bahwa tugas dan fungsi dukuh yang strategis dan kompleks menuntut kemampuan khusus serta kompetensi yang mumpuni. Oleh karena itu, dalam proses pengisian jabatan dukuh terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi dan harus melalui tahapan seleksi yang ketat.

Selain kemampuan akademis, calon dukuh juga dituntut memiliki kemampuan digital guna menghadapi perkembangan digitalisasi yang semakin pesat, terutama dalam pelayanan administrasi kepada masyarakat. Kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi dengan warga juga menjadi faktor penting agar seorang dukuh mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul secara baik dan proporsional.

“Oleh karena itu, proses seleksi jabatan dukuh dilaksanakan secara ketat untuk mendapatkan pemimpin yang baik dan bertanggung jawab bagi wilayahnya,” ujar Al Adib. (Kusnadi KIM Berbah)




Kesadaran Hidup Sehat Meningkat, Posyandu Tanjung II Semakin Diminati Warga

Sleman – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan terus menunjukkan peningkatan. Hal tersebut terlihat dari tingkat kehadiran warga dalam kegiatan Posyandu Tanjung II Karangasem.

Pelayanan kesehatan dari Posyandu Tanjung II Karangasem kali ini berlangsung di Rumah Dukuh Gempol, Pada Senin (19/1/2026). Kegiatan ini menyasar seluruh siklus hidup, mulai dari ibu hamil, balita, anak pra sekolah (apras), remaja, dewasa, hingga lanjut usia (lansia).

Berbagai layanan kesehatan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain penimbangan berat badan (BB), pengukuran tinggi badan (TB), pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA), Lingkar Kepala (LK), pemeriksaan tekanan darah (cek tensi), pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS), serta pemberian makanan tambahan (PMT) dan layanan kesehatan pendukung lainnya sesuai kelompok sasaran.

Pelayanan ini pun mendapat respon positif dari masyarakat. Kehadiran warga dari berbagai kelompok usia menunjukkan bahwa peran posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat semakin dirasakan manfaatnya.

Dukuh Gempol, Ari Susanti menyampaikan apresiasi atas meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu.

“Dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk datang ke posyandu, kami berharap derajat kesehatan masyarakat dapat terus meningkat serta upaya pencegahan dan deteksi dini masalah kesehatan dapat dilakukan lebih optimal,” ungkapnya.

Melalui kegiatan posyandu yang rutin dan berkelanjutan, diharapkan masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga, sehingga tercipta lingkungan yang sehat dan sejahtera di wilayah Karangasem. (Tri Suhartati KIM Depok)




Resmi Menjabat Dukuh Kranggan 1, Hendi Endarno Siap Mengabdi bagi Warga dan Bangsa

Sleman – Lurah Jogotirto, Mitha Mayasari mengambil sumpah dan melantik Dukuh Kranggan 1 terpilih, Hendi Endarno, pada Selasa (20/1/2026) di Gedung Serbaguna Jogotirto, Berbah, Sleman.

Pelantikan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Pengembangan  Kelembagaan dan Aparatur Kelurahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Al Adib Burochmad, Panewu Berbah, Djaka Sumarsono, Ketua Forkompim Berbah, AKP Dwi Daryanto, Kepala Puskesmas Berbah, dr. Hari Pratono, Ketua KUA Berbah, Dulrohman, Ketua  KIM Berbah, Tri Sajuli, Ketua BPKal Jogotirto, Sugiyanto  beserta anggota, Dukuh Kranggan 1 terpilih, Hendi Endarno didampingi istrinya Eko Meliska Ariska beserta warga Kranggan 1 dan tamu undangan.

Lurah Jogotirto mengucapkan terima kasih kepada tamu undangan juga warga Kranggan 1 yang turut hadir dalam upacara pelantikan dukuh barunya. Ia juga mengucapkan selamat kepada Hendi Endarno yang telah dilantik,

“Semoga dengan dukuh yang baru akan memberikan semangat warga untuk membangun tempat tinggalnya menjadi lingkungan yang sehat nyaman dan aman untuk menjadi tempat tinggal bersama,” ujar Mitha.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada panitia pengisian Pamong Dukuh Kranggan 1 yang sudah melaksanakan tugas pengisian pamong dengan baik terbuka dan transparan. Mulai dari penentuan jadwal sosialisasi, pendaftaran bakal calon, penentuan bakal calon, proses seleksi, pengumuman dukuh terpilih sampai pelantikan. Semua proses seleksi dilakukan dengan terbuka dan dapat diikuti oleh seluruh masyarakat Kranggan 1.

“Pemerintah Kalurahan Jogotirto mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kranggan 1 atas partisipasinya dalam mengawasi proses pengisian Dukuh Kranggan 1 sampai saat pelantikan hari ini,” tandasnya.

Mitha juga mengucapkan terima kasih kepada Carik Jogotirto, Erwin Dwi Hastomo yang telah mengemban tugas dan tanggung jawab melayani masyarakat Kranggan 1 selama 10 bulan.  

“Semoga dalam menjalan kewajiban sementaranya mendapatkan imbalan pahala dari Allah SWT,” pungkasnya. (Kusnadi KIM Berbah)




Gelar Rakor, H. Subiyanto Kembali Terpilih Menjadi Ketua Forum WKSBM Sleman

Sleman – Forum Wahana Kesejahteraan Sosial (F WKSBM) Kabupaten Sleman menggelar rapat kerja (rakor) pada Selasa (20/1/2026), di Rumah Makan Iwak Kalen Buk Renteng, Minggir, Sleman.

Ketua Forum WKSBM Sleman, H. Subiyanto menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut keberlangsungan WKSBM, sebagaimana hasil rakor bersama Dinas Sosial Kabupaten Sleman beberapa waktu lalu.

“Pada rakor bersama Dinsos kita diberi amanah untuk melakukan penyegaran pengurus F WKSBM,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa awal berdirinya forum ini hanya memiliki 24 WKSBM. Namun kini berkembang menjadi 96 WKSBM yang tersebar di Kabupaten Sleman.

“Sesuai arahan Dinsos pada awal tahun 2026 harus mengadakan penyegaran pengurus. Untuk itu kami mohon masukan dan usulan untuk pengurus Forum WKSBM periode mendatang,” pungkasnya.

Selanjutnya berdasarkan musyawarah dan mufakat, H. Subiyanto ditetapkan menjadi Ketua FWKSB. Adapun susunan lengkap pengurusnya ialah Ketua 1, H. Subiyanto, Ketua 2, Sukarjono, Sekretaris, Tri Yoga Zulilianto dan Lilia Viptaning, Bendahara, Roro Wulan dan Amik, serta Seksi Humas, Sugiyanto dan Suwarni.

Setelah terpilih kembali, Subiyanto pun meyampaikan harapannya untuk kemajuan Forum WKSBM ke depan.

“Semoga kedepan kita lebih baik, dengan niat yang ikhlas untuk memberdayakan masyarakat,” pungkasnya. (Giek/KIM Moyudan)




BUMDes Oerip Sardonoharjo Bangun Kemandirian Eknomi Berbasis Potensi Lokal

Sleman – Di Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tidak hanya tumbuh sebagai pengelola unit usaha desa. Tetapi juga menjelma menjadi simbol keseriusan dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. BUMDes Oerip Soemohardjo hadir sebagai entitas strategis yang dikelola secara profesional, terstruktur, dan berorientasi jangka panjang.

Di bawah kepemimpinan Direktur Cahyo Binarto, BUMDes Oerip Soemohardjo mengembangkan berbagai unit usaha berbasis potensi desa. Salah satu unit unggulannya ialah Halo Bumdes Farm, yang bergerak di sektor pangan. Unit usaha ini tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga berkembang sebagai ruang pembelajaran dan inovasi. Bahkan, Halo Bumdes Farm kerap menjadi rujukan studi banding bagi BUMDes lain, termasuk dari luar Pulau Jawa.

Kinerja BUMDes Oerip Soemohardjo pun mendapat penilaian dari Tim Monitoring dan Evaluasi Dinas PMK Kabupaten Sleman, bersama Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM). Assesmen dilakukan pada Selasa (20/1/2026), dan dipimpin langsung oleh Siska Wulandari.

Monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari agenda penilaian kinerja BUMDes sekaligus identifikasi tantangan dan peluang pengembangan ke depan. Kegiatan ini menjadi krusial mengingat pada tahun 2025 seluruh BUMDes menerima penyertaan modal sebesar 20 persen dari Dana Desa, kebijakan yang menuntut kesiapan kelembagaan serta kesesuaian program dengan arah pembangunan nasional, khususnya Asta Cita Pemerintah dalam membangun Indonesia dari desa.

Direktur BUMDes, Cahyo Binarto menyampaikan bahwa pada tahun 2026 BUMDes Oerip Soemohardjo menerima penyertaan modal sebesar . Dana tersebut direncanakan untuk memperkuat sektor peternakan, perikanan, dan pertanian, tiga sektor strategis dalam mendukung ketahanan pangan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“BUMDes tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat, tetapi juga memiliki peran strategis dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Profesionalisme pengelolaan dan ketepatan dalam memilih unit usaha dinilai menjadi kunci agar BUMDes mampu berkontribusi nyata bagi keuangan desa,” ungkapnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Agung Margandhi menyoroti pentingnya penerapan tata kelola keuangan yang mengacu pada standar akuntansi. Sehingga laporan keuangan dapat tersaji secara real time.

“Transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap BUMDes sebagai lembaga ekonomi desa,” ujarnya.

Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut menjadi ruang dialog yang konstruktif antara pemerintah daerah, pendamping, dan pengelola BUMDes. Lebih dari sekadar penilaian, kegiatan ini memperkuat komitmen bersama agar BUMDes Oerip Soemohardjo terus melangkah sebagai contoh praktik baik pengelolaan usaha desa di Kabupaten Sleman. (Andy Ahmad – KIM DSN NGAGLIK)