Musrenbang Kapanewon Ngaglik 2027 Fokuskan Pembangunan Berbasis Lingkungan dan Infrastruktur

Sleman — Kapanewon Ngaglik menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) untuk rencana pembangunan tahun 2027, pada Kamis (29/1/2026). Forum ini menjadi wadah penyelarasan program lintas sektor dengan fokus utama pada penguatan daya dukung lingkungan dan infrastruktur demi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam forum tersebut, arah pembangunan 2027 diprioritaskan pada peningkatan infrastruktur dasar dan aspek sosial kemasyarakatan.
Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain pembangunan dan perbaikan drainase, jalan, jaringan irigasi, Penerangan Jalan Umum (PJU), penguatan solidaritas sosial, layanan kesehatan, serta ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum).
Panewu Ngaglik, Wawan Widiantoro dalam pernyataannya menegaskan bahwa kunci keberhasilan pembangunan di tengah kondisi anggaran yang ketat dan kebijakan efisiensi adalah sinergi seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi antara kapanewon, pemerintah kalurahan, Pemerintah Kabupaten Sleman, Forkompim Ngaglik, dan partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penentu.
“Dalam situasi anggaran ketat, sinergi menjadi kekuatan utama. Tanpa sinergi, satu tambah satu bisa menjadi satu. Namun dengan sinergi, satu tambah satu bisa menjadi lebih dari dua,” tegasnya.
Selain itu, Wawan Widiantoro juga meminta perhatian khusus dari Bappeda Kabupaten Sleman dalam menyusun perencanaan wilayah. Ngaglik disebut sebagai kawasan transisional dengan karakter peralihan dari perdesaan menuju perkotaan, serta dari basis agraris menuju masyarakat industri jasa dan perdagangan.
Menurutnya, pendekatan kebijakan pembangunan di wilayah transisi tidak bisa disamaratakan secara hitam-putih sebagai kawasan desa murni atau kota murni. Diperlukan pendekatan yang lebih kontekstual dan adaptif terhadap kondisi riil di lapangan.
Sebagai contoh, disampaikan bahwa kebijakan larangan pemasangan PJU di lahan pertanian perlu ditinjau kembali untuk wilayah Ngaglik. Sebab di Kawasan tersebut banyak kawasan permukiman yang sudah berdampingan langsung dengan lahan pertanian, sehingga kebutuhan penerangan menjadi penting bagi keselamatan dan aktivitas warga.
Musrenbang tersebut dihadiri secara lengkap oleh anggota DPRD Abdul Kadir, seluruh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten, unsur Forkompim Kapanewon Ngaglik, para lurah, ulu-ulu, serta tokoh-tokoh masyarakat Ngaglik. Kehadiran lintas unsur ini diharapkan mampu memperkuat penyelarasan program dan komitmen bersama dalam pembangunan wilayah ke depan. (ESK – KIM DSN)



