PKK Condongcatur Gelar Pertemuan Rutin, Berikan Edukasi Berbusana Rapi dan Kerudung yang Tepat

Sleman – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kalurahan Condongcatur menyelenggarakan pertemuan rutin dengan tema “Berbusana Rapi dan Pemakaian Kerudung yang Tepat”, pada Rabu (14/1/2026). Acara yang berlangsung di Gedung Wacanaloka Kalurahan Condongcatur ini bertujuan untuk memberikan inspirasi kepada anggota PKK mengenai tata cara berbusana rapi sesuai syariat.

Narasumber tersebut ialah Fajar selaku perwakilan dari Elzata. Pada kesempatan itu, ia membagikan tips tentang bagaimana memilih busana yang sesuai dengan bentuk tubuh dan warna kulit, serta cara memakai kerudung yang elegan dan syar’i.

“Berbusana rapi dan sopan tidak hanya membuat kita terlihat cantik, tapi juga meningkatkan kepercayaan diri,” katanya.

Peserta tampak antusias mengikuti pertemuan ini, mereka bahkan mempraktikkan langsung tips yang diberikan.

“Saya sangat puas dengan acara ini, saya dapat banyak inspirasi tentang bagaimana berbusana yang rapi dan sesuai dengan syariat,” kata Wiwin salah satu peserta.

Pertemuan rutin PKK Kalurahan Condongcatur ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan para anggota PKK dalam berbusana yang rapi dan sesuai dengan syariat. (Lidya / Kim Depok)




Resto Kembang Ndheso, Sajian Ikan Segar di Tengah Kampung Religi

Sleman – Menikmati hidangan bersama teman, kerabat, komunitas, maupun keluarga tercinta kini dapat dilakukan dalam suasana yang nyaman dan tenang di tengah perkampungan bernuansa religi. Resto Kembang Ndheso yang berlokasi di Jalan Godean Km 9, Dusun Senuko, Kalurahan Sidoagung, Kapanewon Godean, Sleman, menjadi salah satu pilihan kuliner yang menawarkan kelezatan sekaligus keteduhan suasana.

Resto ini berada tak jauh dari kompleks makam Kyai Raden Bagus Khasantuko, seorang aulia besar penyebar agama Islam, dan Sendang Bagusan yang dikenal sekaligus dikeramatkan oleh masyarakat. Nuansa kampung yang asri berpadu dengan aura religius menjadikan Resto Kembang Ndheso memiliki daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Beragam menu disajikan di resto ini, mulai dari ayam, udang, nila, lele, hingga berbagai olahan ikan air tawar lainnya. Salah satu menu andalan yang menjadi ciri khas Resto Kembang Ndheso adalah ikan patin dengan aneka olahan.

“Menu spesial kami adalah ikan patin. Ikan patin yang disajikan merupakan ikan segar yang ditangkap langsung saat ada pesanan, bukan ikan beku,” ujar Yuliarto, pemilik Resto Kembang Ndheso, saat ditemui di lokasi, Rabu (14/1/2026).

Ia menambahkan, tidak hanya ikan patin, menu ikan air tawar lainnya yang disajikan di resto tersebut juga menggunakan bahan segar. Sehingga kualitas rasa dan kesegarannya tetap terjaga.

Yuliarto mendirikan Resto Kembang Ndheso pada tahun 2013 bersama sang istri, Wiwin Triati. Pada awal berdiri, bangunan resto berupa beberapa gazebo sederhana. Namun, bangunan tersebut sempat mengalami kerusakan akibat hujan abu vulkanik Gunung Kelut beberapa tahun silam.

“Dulu masih berupa gazebo, tapi tidak bisa menampung banyak orang, apalagi saat hujan,” tutur Yuliarto yang juga berprofesi sebagai pegawai Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta.

Seiring waktu, gazebo tersebut kemudian diganti dengan dua bangunan permanen seperti yang ada saat ini. Bangunan baru tersebut mampu menampung lebih banyak pengunjung, termasuk rombongan komunitas dalam jumlah cukup besar. Selain untuk bersantap, area resto juga kerap dimanfaatkan untuk pertemuan, rapat, hingga kegiatan pengajian.

Pada awalnya, pendirian resto ini ditujukan untuk mengisi waktu luang sang istri. Namun, tanpa disadari, usaha tersebut mampu bertahan dan terus berkembang sampai saat ini.

“Tidak terasa sudah berjalan lama dan terus berkembang, apalagi lokasinya dekat dengan makam Kyai Raden Bagus Khasantuko dan Sendang Bagusan yang ramai dikunjungi peziarah,” tandasnya.

Salah seorang pengunjung, Abdul Gofur, warga Magelang, mengaku merasa nyaman saat menikmati hidangan di Resto Kembang Ndheso bersama keluarganya usai berziarah ke makam Kyai Raden Bagus Khasantuko.

“Suasananya tenang, sederhana, pas di pinggir jalan kampung dengan area parkir yang lega. Selain masakannya enak dan suasananya nyaman, mungkin karena dekat dengan makam ulama besar juga memberikan ketenangan tersendiri,” ungkap Abdul Gofur.

Dengan konsep sederhana, sajian ikan segar, serta suasana kampung yang kental dengan nilai religius, Resto Kembang Ndheso menjadi alternatif destinasi kuliner yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menghadirkan ketenangan batin bagi para pengunjung.

(Kusnadi KIM Berbah)




AMM Ngaglik Teguhkan Semangat Kebangsaan dan Sinergi Membangun Negeri

Sleman – Semangat nasionalisme, kepedulian sosial, dan komitmen kebangsaan kembali ditunjukkan oleh kader Muhammadiyah Kapanewon Ngaglik. Pada Rabu, 14 Januari 2026, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Ngaglik melaksanakan silaturahmi dengan Panewu Ngaglik di kantor Kapanewon Ngaglik.

Silaturahmi tersebut dihadiri oleh Nasyiatul Aisyiyah, LazisMu, Gerakan Sodaqoh Sampah, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), dan AmbulanMu. Pertemuan dipimpin oleh Fani selaku salah satu kader AMM, yang dalam paparannya menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan sekaligus menyampaikan berbagai program dan kegiatan AMM yang telah dan terus dijalankan bagi kepentingan masyarakat luas.

“Kontribusi Kokam dalam menjaga kondusivitas wilayah, serta membina generasi muda Muhammadiyah agar tumbuh dengan akhlak kuat, disiplin, dan berjiwa nasionalis,” kata Fani.

“Kemudian Sodaqoh Sampah sebagai gerakan kepedulian lingkungan dan ekonomi sirkular, Learning and Advocacy Center sebagai ruang pembelajaran dan advokasi bagi perempuan, serta layanan AmbulanMu gratis yang telah banyak dimanfaatkan masyarakat, termasuk warga non-Muslim, sebagai wujud nyata nilai kemanusiaan dan persatuan,” sambungnya.

Pertemuan tersebut juga diisi dengan diskusi mendalam mengenai berbagai permasalahan, potensi, dan arah masa depan Ngaglik, khususnya dalam memperkuat sinergi antara AMM dan Kapanewon Ngaglik. Diskusi berlangsung selama kurang lebih satu jam dalam suasana akrab, hangat, dan penuh semangat kebangsaan, diselingi canda ringan yang bermutu namun tetap sarat makna.

Dalam kesempatan tersebut, Panewu Ngaglik, Wawan Widiantoro, mengatakan bahwa generasi muda merupakan kekuatan strategis dan penentu arah masa depan bangsa. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah Ngaglik merupakan contoh konkret bagaimana nilai keagamaan, kemanusiaan, dan nasionalisme dapat berjalan seiring dan saling menguatkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Program-program sosial, kebencanaan, lingkungan, serta layanan kemanusiaan yang dijalankan AMM adalah bentuk nyata cinta tanah air yang diwujudkan melalui kerja dan pengabdian tanpa sekat perbedaan suku, agama, maupun latar belakang sosial,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wawan Widiantoro menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan seperti AMM menjadi fondasi penting dalam mewujudkan wilayah yang rukun, tangguh, dan berdaya saing.

Ia mengaku bersyukur dapat berdiskusi langsung, mendengar gagasan, visi, serta pandangan anak-anak muda yang dinilai cerdas, progresif, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat serta Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, ia sangat mengharapkan kontribusi peran aktif generasi muda di Ngaglik dalam membangun masa depan Ngaglik yang lebih baik, inklusif, dan berkarakter Pancasila.

Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam memperkuat kolaborasi antara AMM dan Kapanewon Ngaglik. Hal itu sebagai ikhtiar bersama membangun Ngaglik dari akar rumput, sekaligus meneguhkan semangat membangun negeri dari daerah untuk Indonesia yang lebih maju, berkeadilan, dan berkeadaban. (ESK – KIM DSN)




Pemerintah Kapanewon Depok Dorong Penanganan Terpadu Anak Putus Sekolah

Sleman – Pemerintah Kapanewon Depok menyelenggarakan rapat koordinasi penanganan anak putus sekolah di Kalurahan Maguwoharjo, pada Rabu (14/1/2026), di ruang rapat kalurahan setempat.

Panewu Depok, Djoko Muljanto menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya penanganan anak putus sekolah. Ia menegaskan bahwa persoalan anak putus sekolah merupakan isu kompleks yang tidak dapat diselesaikan secara parsial.

Menurutnya, dibutuhkan kerja bersama antara pemerintah kapanewon, pemerintah kalurahan, satuan pendidikan, serta unsur sosial kemasyarakatan agar setiap anak tetap memperoleh hak dasar pendidikan secara berkelanjutan.

“Anak putus sekolah bukan hanya persoalan pendidikan, tetapi juga persoalan sosial dan keluarga. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terpadu, mulai dari pendataan yang akurat, pendampingan keluarga, hingga pengawalan agar anak dapat kembali mengakses pendidikan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa langkah awal yang krusial adalah penyamaan data di tingkat kalurahan. Data yang valid dan mutakhir akan menjadi dasar dalam merumuskan intervensi yang tepat, baik melalui jalur pendidikan formal, nonformal, maupun dukungan sosial lainnya.

Djoko juga mendorong agar setiap temuan di lapangan segera dilaporkan dan ditindaklanjuti melalui mekanisme koordinasi yang telah disepakati.

Selain penanganan, Djoko menaruh perhatian besar pada aspek pencegahan. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan pemantauan rutin terhadap anak-anak yang berpotensi putus sekolah, khususnya yang berasal dari keluarga rentan secara ekonomi maupun sosial.

“Upaya pencegahan dini dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan ketika anak sudah terlanjur meninggalkan sekolah,” ungkap Djoko.

Ia menegaskan peran strategis kalurahan sebagai garda terdepan. Kalurahan diharapkan mampu menjadi simpul koordinasi antara sekolah, keluarga, dan layanan sosial, sehingga setiap permasalahan dapat ditangani secara cepat dan tepat sasaran.

“Ke depan, saya berharap terbangun komitmen bersama yang kuat untuk menekan angka anak putus sekolah di wilayah Kapanewon Depok. Saya yakin bahwa pendidikan anak merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia dan masa depan Kabupaten Sleman,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)




Komisi B DPRD DIY Tinjau KDMP Banyuraden sebagai Bahan Penyusunan Raperda

Sleman – Kunjungan kerja dalam daerah yang dilakukan Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ke Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, pada Selasa (13/1/2026), menjadi langkah strategis dalam meninjau langsung potensi pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai penggerak ekonomi kerakyatan berbasis desa.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen legislatif daerah dalam memastikan kebijakan penguatan koperasi berjalan sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Peninjauan lapangan tersebut difokuskan pada pemetaan potensi usaha koperasi yang dimiliki Kalurahan Banyuraden, mulai dari sektor perdagangan, jasa, hingga pengelolaan potensi lokal berbasis pemberdayaan masyarakat.

Ketua Komisi B DPRD DIY, Ardriana Wulandari menyampaikan bahwa Koperasi Desa Merah Putih Banyuraden memiliki peluang besar untuk berkembang apabila didukung dengan tata kelola yang profesional, manajemen yang transparan, serta akses permodalan yang memadai. Menurutnya, koperasi desa harus mampu menjadi instrumen pemerataan ekonomi yang berpihak pada kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar.

“Melalui kunjungan ini, Komisi B DPRD DIY memperoleh gambaran utuh mengenai tantangan dan peluang pengembangan koperasi desa di wilayah pinggiran perkotaan,” tandas Ardriana.

Dalam dialog bersama pengurus Koperasi Desa Merah Putih, perangkat kalurahan, dan perwakilan anggota koperasi, sejumlah persoalan mengemuka, mulai dari keterbatasan permodalan, kapasitas manajerial, hingga akses pasar yang belum optimal. Aspirasi tersebut dicatat sebagai masukan strategis dalam perumusan kebijakan daerah yang lebih aplikatif.

Ardriana menegaskan bahwa penyusunan Raperda tentang koperasi dan penguatan ekonomi kerakyatan harus berbasis pada pengalaman lapangan. Oleh karena itu, kunjungan kerja ini menjadi sarana penting untuk mendengar langsung suara pelaku koperasi, sekaligus memahami kompleksitas tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha.

Lebih lanjut, salah satu anggota Komisi B DPRD DIY, Listiana Lestari menyebutkan kunjungan kerja ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan lembaganya terhadap implementasi kebijakan pengembangan koperasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di tingkat desa. Lewat peninjauan langsung maka anggota legislatif dapat memastikan bahwa program-program yang telah dirumuskan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Lurah Banyuraden, Sudarisman menyampaikan apresiasi atas perhatian DPRD DIY terhadap keberadaan Koperasi Desa Merah Putih di wilayahnya. Menurutnya, keterlibatan anggota dewan sangat dibutuhkan agar koperasi desa memperoleh kepastian hukum, dukungan program, serta ruang pengembangan usaha yang lebih luas.

Dengan menjaring aspirasi secara langsung, para legislator dapat memastikan bahwa Raperda yang disusun tidak hanya memenuhi aspek yuridis, namun juga memiliki keberterimaan sosial dan dampak ekonomi yang nyata.

Ketua Komisi B DPRD DIY, Ardriana berharap Koperasi Desa Merah Putih Banyuraden dapat menjadi contoh praktik baik pengelolaan koperasi desa yang berkelanjutan di Kabupaten Sleman.

“Keberhasilan koperasi ini diharapkan mampu direplikasi di kalurahan lain sebagai upaya memperkuat ekonomi berbasis komunitas,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)