Sleman – Menikmati hidangan bersama teman, kerabat, komunitas, maupun keluarga tercinta kini dapat dilakukan dalam suasana yang nyaman dan tenang di tengah perkampungan bernuansa religi. Resto Kembang Ndheso yang berlokasi di Jalan Godean Km 9, Dusun Senuko, Kalurahan Sidoagung, Kapanewon Godean, Sleman, menjadi salah satu pilihan kuliner yang menawarkan kelezatan sekaligus keteduhan suasana.
Resto ini berada tak jauh dari kompleks makam Kyai Raden Bagus Khasantuko, seorang aulia besar penyebar agama Islam, dan Sendang Bagusan yang dikenal sekaligus dikeramatkan oleh masyarakat. Nuansa kampung yang asri berpadu dengan aura religius menjadikan Resto Kembang Ndheso memiliki daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Beragam menu disajikan di resto ini, mulai dari ayam, udang, nila, lele, hingga berbagai olahan ikan air tawar lainnya. Salah satu menu andalan yang menjadi ciri khas Resto Kembang Ndheso adalah ikan patin dengan aneka olahan.
“Menu spesial kami adalah ikan patin. Ikan patin yang disajikan merupakan ikan segar yang ditangkap langsung saat ada pesanan, bukan ikan beku,” ujar Yuliarto, pemilik Resto Kembang Ndheso, saat ditemui di lokasi, Rabu (14/1/2026).
Ia menambahkan, tidak hanya ikan patin, menu ikan air tawar lainnya yang disajikan di resto tersebut juga menggunakan bahan segar. Sehingga kualitas rasa dan kesegarannya tetap terjaga.
Yuliarto mendirikan Resto Kembang Ndheso pada tahun 2013 bersama sang istri, Wiwin Triati. Pada awal berdiri, bangunan resto berupa beberapa gazebo sederhana. Namun, bangunan tersebut sempat mengalami kerusakan akibat hujan abu vulkanik Gunung Kelut beberapa tahun silam.
“Dulu masih berupa gazebo, tapi tidak bisa menampung banyak orang, apalagi saat hujan,” tutur Yuliarto yang juga berprofesi sebagai pegawai Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta.
Seiring waktu, gazebo tersebut kemudian diganti dengan dua bangunan permanen seperti yang ada saat ini. Bangunan baru tersebut mampu menampung lebih banyak pengunjung, termasuk rombongan komunitas dalam jumlah cukup besar. Selain untuk bersantap, area resto juga kerap dimanfaatkan untuk pertemuan, rapat, hingga kegiatan pengajian.
Pada awalnya, pendirian resto ini ditujukan untuk mengisi waktu luang sang istri. Namun, tanpa disadari, usaha tersebut mampu bertahan dan terus berkembang sampai saat ini.
“Tidak terasa sudah berjalan lama dan terus berkembang, apalagi lokasinya dekat dengan makam Kyai Raden Bagus Khasantuko dan Sendang Bagusan yang ramai dikunjungi peziarah,” tandasnya.
Salah seorang pengunjung, Abdul Gofur, warga Magelang, mengaku merasa nyaman saat menikmati hidangan di Resto Kembang Ndheso bersama keluarganya usai berziarah ke makam Kyai Raden Bagus Khasantuko.
“Suasananya tenang, sederhana, pas di pinggir jalan kampung dengan area parkir yang lega. Selain masakannya enak dan suasananya nyaman, mungkin karena dekat dengan makam ulama besar juga memberikan ketenangan tersendiri,” ungkap Abdul Gofur.
Dengan konsep sederhana, sajian ikan segar, serta suasana kampung yang kental dengan nilai religius, Resto Kembang Ndheso menjadi alternatif destinasi kuliner yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menghadirkan ketenangan batin bagi para pengunjung.
(Kusnadi KIM Berbah)