SMK Muhammadiyah 2 Sleman Raih Penghargaan Stand Inovatif di Muhammadiyah Sleman Expo 2026

Sleman — Kepala SMK Muhammadiyah 2 Sleman, Ahmad Maftuhin, menegaskan komitmen institusinya dalam menghadirkan pola pembelajaran berbasis inovasi dan kebutuhan industri. Pernyataan ini disampaikan seiring keberhasilan sekolah tersebut meraih penghargaan sebagai Stand Inovatif pada ajang Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) 2026. Capaian ini dinilai mencerminkan keseriusan pihak sekolah dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki daya saing global.
Keberhasilan dalam meraih penghargaan tersebut menjadi pembuktian bahwa proses pendidikan di SMK Muhammadiyah 2 Sleman tidak hanya terpaku pada materi di dalam ruang kelas. Seluruh program diwujudkan melalui karya nyata yang relevan dengan tuntutan industri serta kebutuhan masyarakat luas. Ahmad Maftuhin menekankan bahwa setiap inovasi yang ditampilkan merupakan hasil kolaborasi erat antara siswa dan guru di bawah kerangka kurikulum berbasis praktik dan sistem teaching factory.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa pembelajaran di SMK Muhammadiyah 2 Sleman tidak berhenti di ruang kelas, tetapi diwujudkan melalui karya nyata yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Penghargaan ini adalah apresiasi atas kerja keras seluruh warga sekolah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang dinamis dan inovatif,” ujar Ahmad Maftuhin saat ditemui di Sleman City Hall pada Minggu (11/1/2026).
Muhammadiyah Sleman Expo 2026 sendiri digelar sebagai ajang untuk memperkenalkan potensi Amal Usaha Muhammadiyah kepada publik secara luas. Pameran ini menghadirkan berbagai instansi dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah serta unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kabupaten Sleman. Kegiatan yang berlangsung sejak 9 hingga 11 Januari 2026 di Sleman City Hall ini menjadi pusat perhatian masyarakat karena menyajikan berbagai keunggulan dari masing-masing unit usaha.
Pada ajang tersebut, SMK Muhammadiyah 2 Sleman mencuri perhatian ribuan pengunjung melalui pameran mobil listrik dan sepeda motor listrik hasil rakitan siswa. Kendaraan-kendaraan tersebut merupakan media praktik pembelajaran sekaligus wujud adaptasi sekolah terhadap teknologi otomotif ramah lingkungan yang kini tengah berkembang pesat. Selain otomotif, sekolah ini juga menampilkan deretan gaun elegan hasil karya siswa Jurusan Desain dan Produksi Busana yang sangat diminati oleh pengunjung dari kalangan ibu-ibu.
Ahmad Maftuhin menjelaskan bahwa kualitas karya busana siswa dipantau langsung oleh guru produktif berpengalaman serta diperkuat dengan jalinan kerja sama dunia industri rekanan di bidang butik dan garmen. Melalui sistem teaching factory, siswa belajar langsung dari proses industri yang sesungguhnya sehingga produk yang dihasilkan memiliki standar kualitas tinggi namun tetap dipasarkan dengan harga yang bersahabat bagi masyarakat.
“Inovasi kendaraan listrik yang kami pamerkan ini tidak hanya bersifat demonstratif atau pajangan semata, melainkan bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang kami jalankan setiap hari. Kami ingin siswa mengenal dan menguasai teknologi terbaru agar tidak tertinggal oleh zaman. Pendidikan kejuruan harus responsif terhadap perubahan dan kami berkomitmen untuk selalu berada di garis depan dalam pengembangan teknologi tersebut,” tegas Ahmad Maftuhin.
Dengan raihan penghargaan sebagai stand paling inovatif, sekolah berharap dapat menjadi pemantik lahirnya generasi muda yang kreatif dan memiliki karakter agamis yang kuat. Inovasi ini diharapkan tidak berhenti sampai di pameran saja, tetapi terus berkembang menjadi solusi bagi kemajuan bangsa di masa depan. Semangat ini menjadi modal penting bagi SMK Muhammadiyah 2 Sleman untuk terus dipercaya oleh masyarakat sebagai lembaga pendidikan kejuruan yang unggul. (Athiful/KIM Depok)



