Ngobrol Siang UMKM, Ilham Agus Prasetyo Bahas Peran AI untuk Pengusaha Pemula

Sleman — Ilham Agus Prasetyo dari Maswira (Masyarakat Wirausaha Kabupaten Sleman) hadir sebagai narasumber dalam program Ngobrol Siang UMKM di RRI Pro 2 Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman. Dalam dialog santai tersebut, Ilham mengajak pelaku UMKM memahami kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara rasional tanpa mitos, tanpa jargon berlebihan.
Ilham mengawali penjelasannya dengan meluruskan makna AI. Menurutnya, AI bukan mesin yang “berniat” atau “berperasaan”, melainkan sistem komputasi yang sangat cepat dan konsisten dalam mengolah data, mengenali pola, memahami bahasa, serta membuat prediksi. Kekuatan AI ada pada kecepatan dan ketepatan. Sementara batasnya tertelak pada pada nilai dan kesadaran yang tetap milik manusia.
“Gagasan AI telah dibahas sejak 1950-an, mengalami pasang surut, lalu melonjak tajam sejak 2010 seiring hadirnya internet, big data, dan komputasi awan. Di Indonesia, AI mulai terasa dekat dengan pelaku usaha sekitar 2018–2019 dan benar-benar booming sejak 2022–2023. Ketika teknologi ini menjadi mudah dipakai oleh orang awam, termasuk pemilik warung dan UMKM,” ungkapnya.
Lebih lanjut, fokus utama diskusi tertuju pada manfaat praktis AI bagi pengusaha pemula. AI diposisikan sebagai asisten super yang membantu efisiensi waktu melalui pembuatan konten promosi, perapian administrasi, hingga balasan chat dasar. Dalam pengambilan keputusan, AI membantu membaca tren pasar dan perilaku konsumen, sehingga keputusan bisnis tidak semata mengandalkan intuisi.
“Di sisi operasional, AI dapat dimanfaatkan untuk pencatatan keuangan sederhana, estimasi stok, dan perhitungan harga pokok. Banyak usaha kecil, tumbang bukan karena produk buruk, melainkan karena angka-angka tidak pernah dikelola dengan rapi. Untuk layanan pelanggan, AI memungkinkan respon cepat dan terstruktur, membuat pelanggan merasa diperhatikan tanpa membebani pemilik usaha,” ungkap Ilham.
Ia juga menguraikan jenis-jenis AI dengan “bahasa manusia”, di antaranya AI teks untuk menulis dan merangkum, AI gambar untuk desain promosi dan kemasan, AI suara untuk customer service, AI analitik untuk membaca data, dan AI otomasi untuk pekerjaan berulang.
“Semua itu, bukan untuk menggantikan manusia, melainkan memperbesar kemampuan manusia, terutama ketika modal, waktu, dan tim masih terbatas,” katanya.
Menutup sesi, Ilham menekankan catatan penting seperti nilai halal, kejujuran, kualitas produk, dan empati pada pelanggan tidak boleh diserahkan ke mesin. AI adalah alat kerja hari ini, bukan masa depan yang jauh.
Usaha kecil yang memakainya dengan benar akan bergerak lebih cepat, lebih rapi, dan tampak profesional sejak hari pertama. Arah tetap ditentukan oleh manusia, sedangkan AI hanya mempercepat langkahnya. (Ilham Agus/KIM Seyegan)



