Percepat Layanan Adminduk, Kapanewon Depok Sleman Perkuat Peran Kader Jakadara hingga Tingkat RT

Sleman — Pemerintah Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, terus berinovasi dalam memangkas birokrasi layanan publik melalui penguatan peran masyarakat. Hal ini ditegaskan dalam acara pembinaan Jaringan Kader Adminduk Depok Agar Tertib dan Tertata atau Jakadara yang digelar di Sasana Anglocita Tama pada Selasa (10/2/2026). Melalui inovasi ini, Kapanewon Depok berupaya mendekatkan akses pengurusan dokumen kependudukan langsung ke depan pintu rumah warga guna menyukseskan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA).
Inisiasi pembentukan Jakadara dilatarbelakangi oleh tantangan jangkauan informasi yang belum merata serta perlunya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan yang akurat. Dengan melibatkan kader yang berasal dari lingkungan setempat, diseminasi informasi mengenai persyaratan Kartu Keluarga, KTP, hingga akta kelahiran diharapkan dapat berjalan lebih masif dan tepat sasaran. Kader-kader inilah yang nantinya menjadi ujung tombak di tingkat padukuhan melalui forum RT, RW, maupun dasawisma.
Panewu Depok, Djoko Muljanto, menyampaikan bahwa kehadiran kader Jakadara sangat krusial sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat GISA di wilayah padat penduduk seperti Depok. Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas jauh lebih efektif untuk menyentuh lapisan masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan waktu atau akses menuju kantor kapanewon. Para kader tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga dibekali dengan blangko pengisian dokumen untuk mempermudah warga dalam memulai proses administrasi.
“Kapanewon Depok menginisiasi pelibatan kelompok masyarakat melalui Jakadara untuk memperkuat GISA. Pendekatan layanan yang lebih dekat ini sangat diperlukan karena kesadaran masyarakat tentang pentingnya administrasi kependudukan masih perlu ditingkatkan, sementara diseminasi informasi belum maksimal. Peran kader yang bergerak secara masif sangat membantu menyukseskan gerakan ini agar warga merasa lebih dimudahkan,” ujar Djoko Muljanto di sela-sela kegiatan pembinaan.
Sistem kerja Jakadara dirancang secara sistematis untuk meminimalisir mobilitas warga ke kantor pemerintahan. Setelah kader memberikan informasi dan membantu pengisian blangko beserta pengecekan berkas pendukung, petugas dari Kapanewon akan mengambil berkas tersebut langsung dari rumah kader untuk diproses lebih lanjut. Begitu dokumen kependudukan selesai dicetak, petugas kembali mendistribusikannya melalui rumah kader untuk diserahkan kepada warga yang bersangkutan.
“Setelah warga mendapatkan informasi, kader membantu pengisian blangko dan menjelaskan persyaratan dokumen pendukung. Berkas yang telah lengkap kemudian diambil petugas Kapanewon dari rumah kader untuk diproses. Dokumen yang selesai akan kami kembalikan ke rumah kader untuk didistribusikan kepada warga. Mekanisme ini dirancang untuk memangkas jarak layanan dan waktu pengurusan, sekaligus memastikan akurasi berkas sejak dari tingkat bawah,” jelas Djoko Muljanto lebih mendalam.
Melalui penguatan kapasitas kader ini, Pemerintah Kapanewon Depok menegaskan komitmennya dalam menciptakan layanan administrasi kependudukan yang inklusif dan responsif. Keberadaan Jakadara diharapkan mampu menjadi solusi atas kendala jarak dan kerumitan prosedur yang sering dikeluhkan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan relawan masyarakat, target mewujudkan penduduk Depok yang tertib dan tertata secara administrasi optimis dapat segera tercapai. (Athiful/KIM Depok)



