Sleman – Nurul Chotimah kembali dipercaya memimpin Forum Komunikasi UMKM (FORKOM UMKM) Sukoharjo untuk masa bakti 2026–2029. Ia resmi dilantik dan dikukuhkan bersama jajaran pengurus baru dalam acara pelantikan yang berlangsung di Aula kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Kamis (12/2/2026).
Pelantikan tersebut dihadiri Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Makwan, Ketua FORKOM UMKM Kabupaten Sleman, Ardi Suhemi, perwakilan pemerintah kalurahan, pengurus FORKOM UMKM, dan pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha. Acara berlangsung khidmat dan menjadi momentum penguatan organisasi UMKM di tingkat kalurahan.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Makwan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada pengurus FORKOM UMKM Sukoharjo yang baru saja dilantik. Ia menegaskan bahwa peran UMKM sangat strategis dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Selamat kepada pengurus FORKOM UMKM Sukoharjo periode 2026–2029. Saat ini adalah waktu yang sangat tepat untuk mulai mempersiapkan diri, karena dalam waktu dekat kita akan menghadapi momentum besar, yakni bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri,” kata Makwan.
Menurut Makwan, Ramadan dan Idul Fitri selalu menjadi pengungkit utama aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM. Oleh karena itu, ia mendorong para pelaku usaha agar mampu membaca peluang pasar dan meningkatkan kapasitas produksi sejak dini.
“Momentum Ramadan dan Idul Fitri ini harus- dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Pelaku UMKM harus siap, baik dari sisi produk, kualitas, maupun distribusi. Ekonomi di Sleman harus terus bergerak dan tidak boleh berhenti,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua FORKOM UMKM Kabupaten Sleman, Ardi Suhemi, menyampaikan bahwa peluang pengembangan UMKM ke depan semakin terbuka, seiring dengan keterlibatan UMKM dalam program-program pemerintah berskala besar.
Ardi mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil rapat koordinasi program UMKM, FORKOM UMKM bersama KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) akan digandeng dalam pengadaan makanan kering untuk mendukung Program MBG (Makan Bergizi Gratis).
“Program Makan Bergizi Gratis ini melayani ribuan penerima manfaat setiap hari. UMKM akan dilibatkan sebagai penyedia makanan kering. Potensi omsetnya sangat besar, bisa mencapai miliaran rupiah setiap hari. Ini merupakan peluang nyata bagi UMKM untuk naik kelas,” ujar Ardi Suhemi.
Ia menambahkan, keterlibatan UMKM dalam program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, serta menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Ketua FORKOM UMKM Sukoharjo terlantik, Nurul Chotimah, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin FORKOM UMKM Sukoharjo. Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran FORKOM sebagai wadah komunikasi, pendampingan, dan pengembangan UMKM.
“Terima kasih atas amanah yang kembali diberikan kepada saya dan seluruh pengurus. Ini merupakan tanggung jawab bersama untuk mendorong UMKM Sukoharjo agar semakin berdaya dan mandiri,” ungkap Nurul Khotimah.
Nurul menekankan bahwa FORKOM UMKM Sukoharjo akan fokus pada penguatan kapasitas pelaku usaha, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pasar, baik melalui kegiatan pelatihan maupun kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kami akan memperkuat sinergi dengan pemerintah, lembaga pendamping, dan pelaku usaha lainnya. Tantangan ke depan semakin besar, tetapi peluang juga terbuka lebar, UMKM Sukoharjo harus siap agar tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi besar,” katanya.
Ia juga menyambut baik rencana keterlibatan UMKM dalam Program Makan Bergizi Gratis, yang dinilai dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan skala usaha pelaku UMKM lokal.
“Kami melihat program ini sebagai peluang besar bagi UMKM Sukoharjo.
Dengan pendampingan yang tepat, kami optimistis pelaku UMKM mampu memenuhi standar dan kebutuhan program, sehingga manfaat ekonominya bisa dirasakan secara berkelanjutan,” pungkas Nurul.
Dengan kepengurusan baru tersebut, FORKOM UMKM Sukoharjo diharapkan mampu memperkuat jejaring usaha, meningkatkan daya saing produk lokal, serta berkontribusi nyata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sleman. (Upik wahyuni/ KIM Ngaglik)