PCA Aisyiyah Turi dan UMY Sosialisasikan Perlindungan Hukum dalam Perkawinan

Sleman — Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kapanewon Turi bersama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menggelar sosialisasi perlindungan hukum dalam perkawinan, Selasa (17/2/2026). Kegiatan berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Ngablak, Bangunkerto, Turi, Sleman.

Kegiatan ini diikuti kader Aisyiyah, pengurus ranting, serta warga sekitar yang ingin memperkuat literasi hukum dalam kehidupan keluarga. Suasana berlangsung hangat dan interaktif, mencerminkan tingginya antusiasme peserta terhadap isu perlindungan hukum dalam rumah tangga.

Ketua PCA Turi, Sri Winarti dalam sambutannya menegaskan pentingnya pemahaman hukum dalam perkawinan sebagai bekal nyata membangun keluarga yang kokoh.

“Harapannya, sosialisasi ini bisa membantu mencegah KDRT, menekan angka perceraian, dan menguatkan keluarga agar lebih harmonis serta bermartabat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemahaman hak dan kewajiban suami-istri merupakan fondasi menuju keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.

Hadir sebagai narasumber, dua orang dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Perwitiningsih, dan Septi Nur Wijayanti. Selain sebagai dosen, Septi Nur Wijayanti juga aktif di ‘Aisyiyah sebagai Ketua PRA Donokerto 1 dan Ketua Majelis Hak Asasi dan Hukum (MHH).

Pada kesempatan itu, Perwitiningsih memaparkan perlindungan hukum dalam perkawinan secara komprehensif, mulai dari legalitas pernikahan, hak istri dan anak, pencegahan serta penanganan KDRT, hingga jalur perlindungan hukum bagi korban. Ia menekankan bahwa literasi hukum sebaiknya dimulai sejak pra-nikah agar pasangan memahami konsekuensi yuridis seperti harta bersama, nafkah, pengasuhan anak, hingga langkah hukum jika terjadi sengketa.

“Perkawinan yang aman dan bermartabat perlu ditopang pengetahuan hukum yang memadai, terutama bagi perempuan agar tidak berada pada posisi rentan,” tegasnya.

Sementara itu, Septi Nur Wijayanti menyoroti peran strategis Aisyiyah sebagai agen perubahan di tingkat akar rumput dalam membangun ketahanan keluarga. Menurutnya, organisasi perempuan memiliki posisi penting dalam pendampingan keluarga, mediasi konflik, hingga mengarahkan akses layanan ketika muncul persoalan hukum.

“Nilai-nilai, komunikasi pasangan, dan literasi hak hukum harus berjalan bersama. Dengan jejaring yang kuat, ‘Aisyiyah bisa membangun keluarga sakinah secara lebih sistemik,” ujarnya.

Diskusi berlangsung dinamis. Peserta mengajukan pertanyaan seputar pencatatan perkawinan, perlindungan korban KDRT, hak nafkah, hingga akses bantuan hukum. Di samping itu, narasumber juga memberikan contoh kasus dan rujukan prosedur praktis yang mudah dipahami dan diterapkan.

Kegiatan ini menjadi momentum PCA Turi untuk memperkuat program edukasi pra-nikah dan pendampingan keluarga di tingkat ranting. Ke depan, direncanakan kelas literasi hukum berkala, klinik konsultasi keluarga, serta penguatan jejaring dengan lembaga bantuan hukum.

Melalui langkah berkelanjutan tersebut, PCA Aisyiyah Turi berharap mampu menekan risiko kekerasan domestik, memperkuat ketahanan keluarga, dan menghadirkan keluarga-keluarga yang aman, bermartabat, serta berdaya di Kapanewon Turi. (Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi)




Jawatan Sosial Depok Monitoring Posyandu Lansia dan Validasi Data BPJS PBI di Pringwulung

Sleman — Perwakilan Jawatan Sosial Kapanewon Depok, Subekti Handayani, memimpin kegiatan monitoring Posyandu Lanjut Usia (Lansia) sekaligus validasi data kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Padukuhan Pringwulung, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Minggu (15/2/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh 61 peserta tersebut difokuskan pada integrasi layanan kesehatan fisik dengan jaminan sosial, guna memastikan warga lanjut usia mendapatkan pelayanan yang optimal dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, Posyandu Lansia menghadirkan pelayanan kesehatan komprehensif, meliputi pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah, konseling gizi, serta aktivitas fisik melalui senam lansia. Upaya ini bertujuan menjaga kemandirian dan produktivitas warga senior di wilayah Condongcatur.

Subekti Handayani memastikan seluruh fasilitas pendukung Posyandu tersedia secara lengkap. Menurutnya, kelengkapan sarana menjadi kunci kelancaran program pemberdayaan lansia yang tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga sosial hingga rekreasi.

Selain pelayanan kesehatan, monitoring juga menyoroti persoalan administratif jaminan kesehatan warga, khususnya kepesertaan BPJS PBI yang dinonaktifkan. Pendataan dilakukan langsung di lapangan untuk mengidentifikasi permasalahan dan menyiapkan langkah tindak lanjut.

“Fokus kami dalam monitoring ini adalah sinkronisasi data. Terkait kepesertaan BPJS PBI yang nonaktif, kami melakukan pendataan langsung agar proses pengaktifan kembali atau pengalihan skema bantuan dapat segera ditindaklanjuti. Tujuannya jelas, memastikan tidak ada lansia yang terhambat akses kesehatannya karena kendala administrasi,” tegas Subekti.

Kegiatan yang ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama ini menegaskan komitmen Kapanewon Depok dalam menghadirkan pelayanan publik yang responsif dan tepat sasaran.

Sebagai tindak lanjut, Jawatan Sosial akan berkoordinasi intensif dengan instansi terkait untuk memastikan validitas data jaminan kesehatan warga Pringwulung. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan mewujudkan masyarakat lansia yang sehat, kuat, dan bahagia melalui intervensi kebijakan yang akurat dan berpihak pada kebutuhan warga. (Lidya Agustina/KIM DEPOK)




BKR RESTU Sambilegi Kidul Sosialisasikan Bahaya Child Grooming, Perkuat Peran Orang Tua Lindungi Anak

Sleman — Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Balai Pertemuan RW 58 Padukuhan Sambilegi Kidul, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (18/2/2026). Para ibu yang tergabung dalam Bina Keluarga Remaja (BKR) RESTU bersama ibu-ibu Padukuhan Sambilegi Kidul berkumpul dalam kegiatan sosialisasi bertajuk “Child Grooming di Sekitar Kita”.

Kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkuat benteng perlindungan anak dari ancaman yang kerap tidak terlihat secara kasat mata, namun berpotensi membahayakan masa depan mereka.

Dalam diskusi interaktif tersebut, Ketua BKR RESTU, Sri Rahayu menjelaskan bahwa child grooming merupakan upaya manipulatif seseorang untuk membangun ikatan emosional dan kepercayaan dengan anak atau remaja, dengan tujuan eksploitasi atau pelecehan di kemudian hari. Pelaku, dijelaskan, tidak selalu orang asing, melainkan bisa saja sosok yang tampak ramah, dekat, dan dipercaya keluarga.

Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi. Dalam sesi diskusi terpimpin, disampaikan bahwa di era digital saat ini, praktik grooming tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga melalui media sosial dan platform daring lainnya.

Peserta juga diajak mengenali berbagai modus yang kerap digunakan pelaku, seperti memberikan perhatian berlebihan, hadiah secara terus-menerus, hingga menciptakan “rahasia khusus” dengan anak. Tanda-tanda tersebut perlu diwaspadai sebagai bagian dari upaya pencegahan dini.

Selain itu, BKR RESTU menekankan pentingnya peran orang tua sebagai sahabat bagi anak. Komunikasi yang terbuka dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya grooming. Anak perlu merasa aman dan nyaman untuk bercerita tanpa takut dihakimi atau dimarahi.

Kegiatan yang dilaksanakan secara lesehan tersebut mencerminkan semangat kekeluargaan khas masyarakat Sleman. Melalui edukasi ini, diharapkan para orang tua di Maguwoharjo semakin peka terhadap perubahan perilaku anak serta lebih waspada terhadap pihak-pihak yang menunjukkan kedekatan tidak wajar.

“Melindungi anak bukan berarti mengekang, melainkan membekali mereka dengan pemahaman dan memberikan mereka telinga yang selalu siap mendengar,” menjadi pesan penutup dalam kegiatan tersebut. (Sri Rahayu / KIM DEPOK)




KADIN Sleman Audiensi dengan Bupati, Bahas Strategi Pemetaan Pengusaha dan Penguatan Sinergi

Sleman – Pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kabupaten Sleman melaksanakan audiensi sekaligus membahas strategi pemetaan pengusaha di Kabupaten Sleman, Rabu (18/2/2026). Pertemuan berlangsung di Kantor Bupati Sleman bersama Bupati Sleman, Harda Kiswaya.

Audiensi tersebut turut didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Makwan, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, RR Mae Rusmi Suryaningsih.

Ketua KADIN Sleman, Yudi Prihantana, menyampaikan bahwa kepengurusan KADIN Sleman saat ini memiliki struktur yang besar dan heterogen dengan latar belakang usaha yang beragam. Para pengurus tidak hanya bergerak di sektor konstruksi, tetapi juga mencakup perdagangan, industri, jasa, hingga sektor kreatif.

“Pertemuan ini menjadi langkah awal KADIN Sleman untuk membangun kolaborasi yang lebih strategis dengan Pemerintah Daerah, sehingga KADIN dapat menjadi mitra Pemda yang optimal. Di dalam struktur kami juga terdapat para ketua himpunan dan asosiasi di Kabupaten Sleman yang siap bersinergi,” ujar Yudi.

Ia menambahkan, pasca pelantikan, jajaran Wakil Ketua Umum KADIN Sleman berencana melakukan audiensi lanjutan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai bidang usaha masing-masing. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sinkronisasi program serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih terarah.

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman siap hadir dan memberikan dukungan kepada para pelaku usaha melalui kolaborasi bersama KADIN.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem ekonomi lokal serta meningkatkan daya saing Kabupaten Sleman di berbagai sektor.

Audiensi ini menjadi momentum awal penguatan kemitraan strategis antara KADIN Sleman dan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam membangun iklim usaha yang kondusif, kolaboratif, dan berkelanjutan. (Ilham Agus/KIM Seyegan)




MAN 4 Sleman Gelar Pelatihan Barista, Bekali Siswa Keterampilan Bisnis Coffee Shop

Sleman – Menjamurnya bisnis coffee shop yang digandrungi generasi muda mendorong dunia pendidikan untuk ikut merespons perkembangan tersebut. MAN 4 Sleman menunjukkan komitmennya dalam membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21 melalui pelatihan barista yang digelar di aula madrasah setempat, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan ini menghadirkan praktisi profesional dari Coday Coffee Shop yang berbagi ilmu sekaligus pengalaman langsung seputar industri kopi. Pelatihan menjadi bagian dari penguatan kewirausahaan siswa, khususnya di bidang coffee shop yang saat ini berkembang pesat dan menjadi tren di kalangan Gen-Z.

Dalam sesi pelatihan, siswa dikenalkan pada berbagai peralatan pembuat kopi seperti grinder dan mesin espresso, serta teknik dasar penyeduhan. Salah satu sesi yang paling diminati adalah praktik latte art, seni menghias kopi yang menjadi daya tarik utama dalam penyajian minuman kopi modern.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para siswa aktif bertanya, mencoba alat, serta mempraktikkan teknik yang diajarkan narasumber. Selain menambah keterampilan teknis, pelatihan ini juga membuka wawasan terkait peluang usaha dan prospek karier di industri kreatif.

Guru Bimbingan Konseling (BK), Septian Dhamayanti selaku penggagas kegiatan menyampaikan harapannya agar siswa memperoleh manfaat maksimal dari pelatihan tersebut.

“Melalui kegiatan seperti ini, siswa akan mendapat keterampilan praktis yang aplikatif. Apalagi narasumber merupakan praktisi langsung di bidangnya,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala MAN 4 Sleman Ahmad Arif Makruf menyambut baik pelatihan wirausaha kekinian tersebut.

“Melalui pelatihan ini kami berharap wawasan siswa semakin luas tentang bagaimana memulai bisnis. Bahwa semua itu bisa dilakukan asal ada kesungguhan,” katanya.

Melalui program seperti ini, MAN 4 Sleman terus berupaya menghadirkan pendidikan yang relevan dan inspiratif, memadukan ilmu pengetahuan, keterampilan hidup, serta nilai-nilai karakter. Upaya tersebut menjadi wujud nyata sekolah dalam menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan, tidak hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)