SMK Muhammadiyah 1 Sleman Wakili DIY di OlympicAD Nasional Makassar 2026

Sleman – SMK Muhammadiyah 1 Sleman bergabung dalam Kafilah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada ajang Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) Nasional yang diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 12 hingga 14 Februari 2026.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Afifudin, menyampaikan bahwa siswa yang berangkat mengikuti cabang Film Indie adalah Dias Cahyo Pratama, Kusuma Mukti Abimanyu, dan Zaki Ahmad Fahrezi. Sementara cabang Dakwah Digital diikuti oleh Ma’ruf Rosyidi.

Menurut Afifudin, para siswa tersebut sebelumnya berhasil meraih juara pada OlympicAD tingkat Provinsi DIY, sehingga berhak mewakili daerah pada tingkat nasional.

“Mereka merupakan siswa yang telah meraih juara di tingkat Provinsi DIY dan kini mewakili DIY di ajang nasional. Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus motivasi bagi siswa lainnya,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Pada cabang Film Indie, tim SMK Muhammadiyah 1 Sleman mengusung karya berjudul “Dibalik Keterbatasan”.

Film tersebut diproduksi khusus untuk mengikuti OlympicAD ke-8 dan mengangkat kisah perjuangan seorang siswa dalam meraih cita-cita di tengah keterbatasan ekonomi, tekanan lingkungan, serta situasi yang tidak selalu berpihak.

Melalui alur cerita yang sederhana dan komunikatif, ujar Afifudin, film ini menyampaikan pesan tentang pentingnya ketekunan, kesabaran, dan semangat pantang menyerah.

“Karya tersebut menegaskan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih harapan dan masa depan yang lebih baik,” jelasnya.

Partisipasi SMK Muhammadiyah 1 Sleman dalam OlympicAD Nasional menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mengembangkan potensi siswa di bidang akademik maupun nonakademik, serta memperkuat karakter dan kreativitas generasi muda.

“Semoga semuanya mendapatkan pengalaman berharga dan hasil yang terbaik,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




BUMKALMA Seyegan Margo Manunggal Gelar MAK 2025–2026, Laporan Keuangan Dinyatakan Sehat

Sleman — BUMKALMA Seyegan Margo Manunggal LKD menggelar Musyawarah Antar Kalurahan (MAK) Pertanggungjawaban Tahun 2025 dan Perencanaan Tahun 2026, di Rumah Makan Pawon Ndeso, Beran, Margodadi, Seyegan, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman, tenaga ahli, Panewu Seyegan, Jawatan Kemakmuran Kapanewon Seyegan, lurah, Ketua BPKal, Ulu-ulu, Ketua LPMKal se-Kapanewon Seyegan, pengurus BUMKALMA, Ketua KIM Kapanewon Seyegan, dan perwakilan Kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP).

Panewu Seyegan, Agung Endarta, dalam sambutannya menegaskan bahwa MAK merupakan forum tertinggi dalam struktur BUMKALMA yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan dan evaluasi kegiatan.

“MAK ini adalah forum tertinggi BUMKALMA. Di sinilah kita melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tahun berjalan sekaligus merumuskan langkah pengembangan ke depan,” ujarnya.

Ia juga mendorong penguatan sinergi antar lembaga di wilayah Seyegan. Menurutnya, BUMKALMA harus mampu berkolaborasi agar keberadaannya memberi dampak nyata bagi masyarakat serta meningkatkan Pendapatan Asli Kalurahan (PAD), mengingat kalurahan merupakan pemegang saham.

Sementara itu, perwakilan Dinas PMK Kabupaten Sleman, Siska Wulandari menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja selama 2025. Ia menilai BUMKALMA Seyegan tidak hanya berorientasi pada laba, tetapi juga menjalankan fungsi pemberdayaan masyarakat secara optimal.

Ia juga menyoroti keterlibatan BUMKALMA dalam pengelolaan dapur SPPG pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk inovasi usaha. Ke depan, Dinas PMK akan terus melakukan pendampingan agar pengelolaan semakin profesional dan berkelanjutan.

Agenda dilanjutkan dengan pembacaan tata tertib MAK oleh Ketua Penasehat BUMKALMA, Jalmo Susilodiprodjo, serta laporan hasil pemeriksaan pengawas oleh Ketua Pengawas, Sunarman.

Sebagai agenda inti, Direktur BUMKALMA Seyegan Margo Manunggal, Tri Kusumawati, memaparkan laporan pertanggungjawaban Tahun Buku 2025 sekaligus rencana kerja Tahun 2026.

“Dalam tutup buku Tahun 2025, kami melaporkan neraca, laporan laba rugi, perkembangan pinjaman, tingkat kolektibilitas, serta rekonsiliasi rekening. Secara umum kondisi keuangan dalam keadaan sehat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa setelah tutup buku, Tim Verifikasi SPP melakukan penilaian kelayakan pinjaman sebagai bentuk kehati-hatian dalam pengelolaan dana bergulir. Penanganan pinjaman bermasalah dilakukan secara persuasif melalui kelompok maupun secara tertulis.

Sepanjang 2025, BUMKALMA juga melaksanakan berbagai kegiatan seperti rapat koordinasi pelaksana harian, perguliran dana SPP, serta peningkatan kapasitas bagi relawan SPPG Margomulyo dan kelompok SPP.

Dalam forum tersebut dipaparkan pula realisasi penyaluran dana sosial hasil usaha tahun 2025, meliputi 300 paket sembako, 10 paket bantuan anak yatim, bantuan alat produksi untuk 65 orang, serta bantuan dana bagi korban banjir di Sumatra. Total anggaran sosial yang tersalurkan mencapai .

Melalui forum MAK, laporan pertanggungjawaban Tahun 2025 akhirnya diterima oleh peserta musyawarah. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Berita Acara MAK serta penyerahan dokumen MAK dari Direktur BUMKALMA kepada Dinas PMK Kabupaten Sleman sebagai bentuk akuntabilitas dan komitmen tata kelola yang transparan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Guyuran Hujan Iringi Khidmatnya Pengajian Ramadhan di Mushola Al Ikhlas Baransari

Sleman — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis (12/2/2026), tak menyurutkan semangat jamaah untuk menghadiri pengajian malam dalam rangka mempersiapkan datangnya Bulan Suci Ramadan. Pengajian tersebut berlangsung di Mushola Al Ikhlas Baransari, Kalurahan Sardonoharjo.

Kegiatan diawali dengan penampilan hadroh ibu-ibu Al Ikhlas Baransari yang melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Irama rebana yang menggema menambah kekhusyukan dan menjadi pembuka yang meneduhkan hati.

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Ngaglik, Karlana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas keteguhan jamaah yang tetap hadir meski hujan turun cukup deras. Ia berharap semangat istiqamah ini terus terjaga, khususnya dalam menyambut Ramadhan.

“Semoga jamaah Baransari senantiasa istiqomah dalam ibadah dan menjaga amaliyah ahlussunnah wal jamaah,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, turut dilaksanakan penyaluran bingkisan tali asih kepada kaum dhuafa oleh Pengurus Ranting NU Sardonoharjo. Ketua Pengurus Ranting NU Sardonoharjo, Ustadz Tarsudi, secara langsung menyerahkan bantuan dan menyampaikan bahwa bingkisan tersebut berasal dari gerakan Koin NU yang dihimpun dari para jamaah.

“Ini adalah hasil kebersamaan jamaah melalui Koin NU. Semoga menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan,” tutur Tarsudi.

Kajian inti disampaikan oleh KH. Muhammad Hasyim dengan materi aswaja sebagai bekal menyambut Ramadan. Ia mengajak jamaah untuk memperdalam pemahaman fikih sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW agar ibadah di bulan suci dapat dijalankan dengan benar dan penuh kesadaran.

“Persiapan Ramadan bukan hanya soal fisik, tetapi juga kesiapan ilmu dan hati. Dengan pemahaman yang benar, insya Allah ibadah kita semakin berkualitas,” jelasnya.

Pengajian malam itu ditutup dengan doa bersama, memohon agar Allah SWT mempertemukan seluruh jamaah dengan Ramadan dalam keadaan sehat dan penuh keimanan. (Andy Ahmad – KIM DSN NGAGLIK)




Bulan Kedua Operasional, KDMP Donoharjo Catat Omzet Rp9,9 Juta

Sleman — Koperasi Desa Merah Putih Donoharjo (KDMP) resmi memasuki bulan kedua operasional dengan capaian omzet dan laba yang menunjukkan perkembangan positif. Sejak soft opening pada 12 Januari 2026 hingga awal Februari 2026, koperasi yang beranggotakan 74 orang ini membukukan total omzet lebih dari Rp9,9 juta dari puluhan transaksi.

Ketua KDMP Donoharjo, Bambang Ananto Fitroh, saat ditemui di Gerai Koperasi Merah Putih, Kamis (12/2/2026), menjelaskan bahwa sejak 1 hingga 9 Februari 2026 koperasi mencatat omzet dengan laba dari 27 transaksi. Sementara pada periode soft opening 12–31 Januari 2026, omzet tercatat dengan laba dari 28 transaksi.

“Laba memang belum tinggi karena koperasi mengambil barang langsung dari produsen dan hanya mengambil keuntungan secukupnya. Untuk operasional masih ditanggung pengurus. Yang terpenting koperasi bisa berjalan dengan baik, dan ke depan semoga bisa tumbuh dan berkembang, serta menumbuhkan UMKM yang ada dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Bambang.

KDMP Donoharjo telah dikukuhkan melalui Surat Keputusan Lurah Donoharjo Nomor 28/KPTS/25 tertanggal 16 Mei 2025. Adapun susunan pengurus terdiri dari Ketua, Bambang Ananto Fitroh, Sekretaris, Bayu Dwi Saputra, Bendahara, Eka Tatin Royani, Ketua Bidang Keanggotaan, Paryono, dan Ketua Bidang Usaha, Suyadi.

Unsur pengawas berasal dari Pemerintah Kalurahan Donoharjo dan BPKal, yakni Lurah Donoharjo Hadi Rintoko, Carik Donoharjo Anang Patri Widyantoro, pengurus BPKal Fajar Krismasto dan Dhanin Vinaya, serta perwakilan perempuan Rusidhah.

Hingga saat ini jumlah anggota tercatat 74 orang dengan total simpanan pokok , simpanan wajib , dan simpanan sukarela .

Pasca pengukuhan, para pengurus juga mendapatkan pelatihan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sleman serta menjalin komunikasi kemitraan dengan sejumlah pihak, antara lain BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank BPD DIY, HIPMI, serta Pos Indonesia. Pelatihan dan komunikasi tersebut menjadi bekal dalam menentukan arah dan jenis usaha koperasi.

Berdasarkan analisis kelayakan dari tujuh jenis gerai usaha yang memungkinkan, pengurus memutuskan memulai dari gerai sembako karena dinilai paling realistis dengan modal terbatas yang bersumber dari anggota. Untuk menunjang operasional awal, sarana seperti lokasi, rak, meja, dan kursi diperoleh dari dukungan Kalurahan Donoharjo serta swadaya pengurus, tanpa menggunakan dana simpanan anggota.

Ke depan, KDMP Donoharjo berencana mengembangkan usaha dengan membuka gerai sekaligus menjadi distributor pupuk. Rencana tersebut diharapkan dapat bekerja sama dengan Gapoktan se-Donoharjo agar petani memperoleh harga pupuk lebih terjangkau melalui pemangkasan biaya distribusi. Namun, rencana itu masih terkendala kebutuhan modal tunai yang besar serta belum tersedianya lokasi gudang penyimpanan.

Sementara itu, Carik Donoharjo, Anang Patri Widyantoro mengapresiasi kinerja pengurus yang tetap bergerak meski dengan keterbatasan.

“Kami berharap kepada pihak terkait agar proses perizinan lokasi gerai koperasi dapat dipermudah karena ini merupakan program pemerintah pusat. Semoga KDMP Donoharjo terus tumbuh bertahap, memperkuat ekonomi desa, dan menjadi wadah usaha bersama yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya. (Endarwati/KIM Donoharjo)




BUMKal Oerip Soemohardjo Terima Studi Tiru BPD Trucuk, Perkuat Tata Kelola Ekonomi Desa

Sleman — Komitmen memperkuat tata kelola ekonomi desa kembali ditunjukkan melalui kegiatan studi tiru yang digelar Kamis (12/2/2026). BUMKal Oerip Soemohardjo menerima kunjungan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Trucuk, Klaten, dalam rangka berbagi praktik baik pengelolaan usaha desa.

Rombongan diterima di Kantor Kalurahan Sardonoharjo oleh jajaran pengurus BUMKal bersama perwakilan pemerintah kalurahan. Direktur BUMKal Oerip Soemohardjo, Cahyo Binarto, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya sebagai lokasi pembelajaran.

“Studi tiru ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum berbagi praktik baik dalam mengelola potensi desa secara profesional dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan, pengurus BUMKal menjelaskan profil lembaga, proses pembentukan, struktur organisasi, hingga sistem pengelolaan keuangan yang mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Strategi pengembangan unit usaha turut diulas, termasuk penguatan tata kelola serta diversifikasi usaha berbasis potensi lokal.

Sejumlah program unggulan menjadi perhatian peserta, mulai dari pengelolaan sektor pertanian dan peternakan, pemberdayaan UMKM, hingga pengembangan ekosistem digital desa melalui kolaborasi dengan berbagai mitra. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan seputar penguatan modal, sistem pelaporan, serta strategi menghadapi tantangan usaha di tingkat desa.

Usai sesi diskusi, rombongan diajak meninjau langsung Komplek Halo Bumdes Farm di Plumbon, Sardonoharjo. Di lokasi tersebut, peserta melihat unit usaha peternakan ayam kampung unggulan “Ayam Kuntara” yang menjadi salah satu andalan BUMKal.

Peninjauan lapangan ini memberikan gambaran konkret mengenai manajemen operasional, pola kemitraan, hingga dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan ini, kedua pihak berharap terjalin sinergi dan pertukaran pengalaman antar desa. Kolaborasi dan inovasi dinilai menjadi kunci dalam memperkuat peran BUMKal sebagai motor penggerak kemandirian ekonomi desa yang transparan, akuntabel, dan berdaya saing. (Andy Ahmad – KIM DSN NGAGLIK)