Sasar Kesiapan Kerja, SMK Muhammadiyah 2 Sleman Uji Kompetensi Ratusan Siswa Melalui Skema Sertifikasi Profesi

Sleman — Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 2 Sleman menegaskan urgensi Uji Kompetensi Keahlian (UKK) sebagai gerbang utama dalam mencetak tenaga kerja yang andal dan siap pakai. Kegiatan yang berlangsung pada 2 hingga 13 Februari 2026 ini bukan sekadar pemenuhan syarat kelulusan, melainkan instrumen strategis untuk memvalidasi kemampuan teknis siswa kelas XII sebelum terjun ke dunia industri yang kompetitif. Fokus utama dari pengujian ini adalah menyelaraskan keahlian siswa dengan standar industri terkini guna menjawab tantangan serapan tenaga kerja nasional.

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Sleman, Ahmad Maftuhin, menjelaskan bahwa melalui UKK, sekolah berupaya memberikan jaminan kepada dunia industri bahwa lulusannya memiliki kualifikasi yang terukur. Sebanyak 203 siswa dari program keahlian Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, serta Desain dan Produksi Busana diuji kemampuannya melalui skema sertifikasi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Penggunaan skema LSP P1 dan P3 ini memastikan bahwa penilaian dilakukan secara objektif, akuntabel, dan mengacu pada standar kompetensi kerja nasional.

“UKK adalah tolok ukur nyata capaian kompetensi siswa yang disesuaikan dengan standar industri dan sertifikasi profesi. Ini merupakan bagian dari komitmen besar sekolah dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi benar-benar kompeten, berdaya saing, dan siap kerja secara profesional,” ujar Ahmad Maftuhin saat meninjau pelaksanaan ujian di laboratorium praktik sekolah pada Sabtu (7/2/2026).

Urgensi pelaksanaan UKK ini juga terletak pada pengujian aspek non-teknis seperti kedisiplinan, etika kerja, dan ketepatan prosedur. Dunia industri saat ini tidak hanya membutuhkan tenaga yang terampil secara mekanis, tetapi juga individu yang memiliki sikap kerja yang baik. Maftuhin menegaskan bahwa para siswa dibiasakan bekerja dalam ekosistem simulasi industri yang ketat, mulai dari tahap perencanaan proyek hingga evaluasi akhir, sehingga mereka memiliki mentalitas profesional yang tangguh saat menghadapi kebutuhan nyata di lapangan.

“Melalui UKK, siswa dibiasakan bekerja sesuai standar operasional yang baku. Hal ini sangat penting agar lulusan tidak canggung saat memasuki dunia kerja atau ketika memulai usaha mandiri. Kami ingin setiap siswa memiliki rasa percaya diri yang tinggi karena keahlian mereka telah diakui oleh penguji profesional. Sertifikat kompetensi yang mereka raih nantinya akan menjadi bukti konkret kemampuan yang sangat dihargai oleh perusahaan,” tambah Maftuhin menjelaskan manfaat jangka panjang bagi para siswanya.

Ke depan, SMK Muhammadiyah 2 Sleman berkomitmen untuk terus memperluas jaringan kemitraan dengan berbagai dunia usaha dan dunia industri. Penguatan kualitas pembelajaran dan penyediaan sarana praktik yang modern menjadi prioritas agar proses sertifikasi keahlian tetap relevan dengan dinamika pasar kerja yang terus berubah. Dengan bekal kompetensi yang sah dan teruji, lulusan diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional. (Athiful/KIM Depok)




Rayakan HUT ke-17, Ratusan Lansia dan Pemuda Sukunan Kompak Jalan Sehat Lintasi Pakem

Sleman — Semangat kebersamaan lintas generasi terpancar di Dusun Sukunan, Pakem, saat ratusan warga berkumpul untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Lansia ke-17 pada Sabtu (7/2/2026). Mengusung tajuk jalan santai Dusun 10 Sukunan (DUSIO), kegiatan ini menjadi ajang pembuktian bahwa usia senja bukan halangan untuk tetap aktif dan produktif. Lebih dari 150 warga, mulai dari kalangan lansia hingga pemuda, menyusuri rute pedesaan yang asri sebagai bentuk syukur atas kesehatan dan kerukunan yang terjaga belasan tahun.

Kegiatan dimulai sejak pagi hari di halaman Masjid At-Taqwa Labasan, Pakem. Sebelum bendera start dikibarkan, para peserta mengikuti rangkaian persiapan mulai dari doa bersama yang dipimpin oleh Ahmad Hifni selaku rois setempat, hingga senam pemanasan energik yang dipandu oleh siswa SMK Bina Tama. Rute perjalanan yang ditempuh peserta meliputi wilayah Labasan, Katosan Harjobinangun, hingga Cepit Harjobinangun, sebelum akhirnya kembali ke titik awal. Sepanjang perjalanan, barisan peserta tampak tertib dan penuh semangat menikmati udara segar lereng Merapi.

Ketua Kader Lansia Dusun Sukunan, Sri Lestari, mengungkapkan rasa bangganya atas solidaritas warga yang membuat acara ini terlaksana dengan meriah. Menurutnya, kesuksesan acara ini merupakan hasil kerja keras kolektif, di mana para pemuda DUSIO berperan aktif menjaga keamanan di setiap pos rute jalan sehat serta membantu distribusi kupon undian bagi para peserta. Dukungan dari tokoh masyarakat dan pemerintah desa juga dinilai menjadi kunci utama keberlanjutan agenda sosial ini.

“Acara ini terselenggara berkat dukungan penuh dari seluruh warga, kader lansia yang tak lelah berjuang mempersiapkan kegiatan, para pemuda DUSIO yang selalu sigap, para donatur, serta dukungan dari Dukuh Sukunan. Kami melihat antusiasme yang luar biasa, tidak hanya dari orang tua kita yang sudah lansia, tapi juga anak-anak muda yang mau ikut turun tangan membantu. Harapan kami, jalan santai ini terus berlanjut sebagai agenda rutin tahunan untuk menjaga kebugaran warga,” ujar Sri Lestari di sela-sela acara.

Kemeriahan semakin memuncak saat memasuki sesi pembagian doorprize di lokasi finis. Panitia mencatat terdapat 130 buah hadiah yang berasal dari donasi swadaya kader, tokoh masyarakat, hingga dukungan dari anggota DPRD DIY, Banudoyo Manggolo. Berbagai perlengkapan rumah tangga dibagikan kepada peserta yang beruntung, mulai dari kompor gas hingga hadiah utama berupa satu unit mesin cuci dua tabung. Hadiah utama tersebut berhasil diraih oleh Adelia Putri, putri dari salah satu warga setempat.

“Terima kasih Bapak Banudoyo, semoga Bapak selalu dilimpahi barokah dan sukses selalu. Hadiah ini sangat bermanfaat bagi keluarga kami,” tutur Subaryanto, ayah dari Adelia, saat menerima hadiah utama tersebut dengan penuh haru. Peristiwa ini ditutup dengan sesi karaoke warga dan foto bersama yang mempertegas ikatan kekeluargaan di Dusun Sukunan. Melalui perayaan HUT Lansia ini, warga Sukunan berhasil menunjukkan bahwa kolaborasi antar-generasi mampu menciptakan lingkungan sosial yang harmonis dan peduli terhadap kelompok rentan. (Asrori Wardan/KIM Pakem)




Sinergi Infrastruktur dan Lingkungan, Jembatan Atmo Darsono Resmi Beroperasi di Sela Aksi Bersih Sungai Grojogan

Sleman — Kesadaran akan pentingnya kelestarian ekosistem sungai dan kebutuhan infrastruktur dasar yang memadai menjadi fokus utama dalam kegiatan yang digelar di Padukuhan Kalongan, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman berkolaborasi dengan Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo, Forum Komunitas Sungai Sleman, serta Komunitas Peduli Sungai Jogokali Grojogan menyelenggarakan Program Kali Bersih (Prokasih) di Sungai Grojogan pada Minggu (8/2/2026). Peristiwa ini sekaligus menjadi momentum peresmian Jembatan Atmo Darsono yang kini menghubungkan mobilitas warga antar-wilayah.

Aksi Prokasih tersebut dilaksanakan dengan menyisir aliran Sungai Grojogan guna membersihkan sampah plastik maupun hambatan alami yang dapat mengganggu aliran air. Penjabat Lurah Maguwoharjo, Isti Fajaroh, menyampaikan bahwa aktivitas ini merupakan cerminan dari budaya gotong royong warga Kalongan yang sudah berjalan konsisten. Baginya, menjaga kebersihan sungai adalah investasi jangka panjang untuk mencegah pencemaran dan memastikan ketersediaan air sebagai sumber kehidupan tetap terjaga bagi generasi mendatang.

“Prokasih ini bertujuan menumbuhkan budaya peduli lingkungan, mencegah pencemaran sungai, serta memperkuat peran aktif warga dalam pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Kami sangat mengapresiasi warga Kalongan yang konsisten melakukan ini. Harapannya, gerakan sadar lingkungan seperti ini dapat menjadi contoh bagi padukuhan lain di wilayah Maguwoharjo agar ekosistem sungai kita tetap sehat dan asri,” ujar Isti Fajaroh di sela-sela kegiatan pembersihan sungai.

Di saat yang bersamaan, kemeriahan warga terpancar pada peresmian Jembatan Atmo Darsono yang menghubungkan wilayah RW 27 dan RW 28. Nama jembatan ini diambil sebagai bentuk penghormatan bagi Atmo Darsono, mantan Kepala Padukuhan Kalongan yang dikenal berdedikasi tinggi dalam melayani masyarakat. Pembangunan jembatan ini merupakan hasil kolaborasi pendanaan yang matang, di mana tahap pertama bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Reguler dan tahap kedua didukung melalui BKK Pokok Pikiran Anggota DPRD Kabupaten Sleman.

Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Budi Sanyoto, menjelaskan bahwa keberadaan jembatan ini memiliki nilai strategis bagi ekonomi dan sosial warga lokal. Selain memperpendek jarak tempuh antar-RW, infrastruktur ini dirancang agar selaras dengan upaya pelestarian lingkungan di sekitar bantaran sungai. Ia menekankan bahwa pembangunan di Sleman harus selalu berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan alam yang ada di sekitarnya.

“Jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempermudah mobilitas warga, serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Padukuhan Kalongan. Pembangunan infrastruktur yang selaras dengan kepedulian lingkungan seperti aksi prokasih hari ini adalah bagian dari upaya kita mendorong pembangunan wilayah yang berkelanjutan dan berpihak pada kebutuhan nyata rakyat. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kerja sama antara pemerintah, komunitas, dan wakil rakyat dapat membuahkan hasil yang konkret,” tegas Budi Sanyoto.

Melalui perpaduan kegiatan peresmian infrastruktur dan aksi pelestarian sungai ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap masyarakat dapat menjaga fasilitas yang telah dibangun sekaligus tetap berkomitmen menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan Sungai Grojogan. Peristiwa ini menegaskan bahwa kemajuan fisik suatu daerah harus berjalan beriringan dengan pemeliharaan kualitas lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan. (Athiful/KIM Depok)




Bekali 758 Pelajar ke Makassar, Dosen UNY Tekankan Akhlak sebagai Akar Prestasi di OlympicAD VIII

Sleman — Sebanyak 758 peserta yang tergabung dalam Kafilah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapatkan pembekalan intensif menjelang perhelatan Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII tingkat Nasional. Dalam agenda penguatan yang berlangsung pada Sabtu (7/2/2026), Tsania Nur Diyana, seorang akademisi dari Departemen Pendidikan Fisika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), membakar semangat para pelajar untuk mengejar prestasi tanpa meninggalkan nilai-nilai integritas.

Persiapan matang ini dilakukan sebelum kafilah bertolak menuju Kota Makassar pada 12–14 Februari 2026 mendatang. Event bergengsi tersebut nantinya akan dipusatkan di Universitas Muhammadiyah Makassar dengan mempertemukan ribuan talenta terbaik dari seluruh sekolah Muhammadiyah se-Indonesia. Tsania menilai bahwa ajang ini merupakan momentum krusial bagi siswa untuk membuktikan bahwa keunggulan akademik tidak akan pernah terpisahkan dari pembentukan karakter yang kokoh.

Dalam orasinya, Tsania menekankan bahwa tantangan di era globalisasi bukan hanya soal kecepatan berpikir, melainkan ketangguhan moral. Ia mengingatkan para peserta bahwa medali yang akan diperebutkan di Makassar nanti hanyalah simbol, sementara esensi sebenarnya adalah bagaimana mereka menjaga kejujuran dan sportivitas selama kompetisi berlangsung. Menurutnya, nilai-nilai pendidikan Muhammadiyah harus tercermin dalam setiap perilaku peserta saat berinteraksi di arena lomba.

“Prestasi sejati bukan hanya diukur dari skor dan medali, tetapi dari kepribadian utuh yang berilmu, beriman, dan berakhlak. Anak-anak harus berani berprestasi sekaligus rendah hati, disiplin, serta bertanggung jawab atas setiap proses yang dijalani. Inilah saatnya menunjukkan bahwa pelajar dari Yogyakarta adalah pelajar yang cerdas sekaligus santun dalam bersikap,” ujar Tsania Nur Diyana di hadapan ratusan peserta kafilah DIY.

Lebih lanjut, Tsania menggarisbawahi relevansi tema “Berprestasi dengan Akhlak Mulia, Berkarya untuk Indonesia Emas 2045”. Ia menyatakan bahwa visi besar Indonesia di masa depan mustahil tercapai jika generasi mudanya hanya unggul secara kognitif namun rapuh secara moral. OlympicAD dipandang sebagai laboratorium besar untuk menempa generasi yang tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga memiliki rasa tanggung jawab sosial dan semangat kontribusi bagi bangsa.

“Indonesia Emas 2045 membutuhkan pelajar yang cerdas sekaligus kokoh secara moral. Menang adalah bonus, namun yang utama adalah proses belajar, kejujuran, dan akhlak dalam setiap langkah. Dari sanalah prestasi yang berkelanjutan akan lahir dan memberi dampak nyata bagi masyarakat luas. Jadikan ajang ini sebagai sarana memperluas jejaring persahabatan dan mempererat silaturahmi dengan rekan-rekan dari seluruh nusantara,” tegas Tsania.

Melalui sesi pembekalan ini, Kafilah DIY diharapkan berangkat dengan kesiapan mental dan spiritual yang stabil. Tsania menutup pesannya dengan mendorong para siswa untuk tampil penuh percaya diri namun tetap menjunjung tinggi nilai kearifan lokal Yogyakarta yang dikenal dengan tata kramanya. Dengan persiapan yang komprehensif ini, kafilah DIY optimis mampu memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Bumi Mataram. (Athiful/KIM Depok)




Sasar Ekonomi Kerakyatan, Menteri Koperasi RI dan Bupati Sleman Resmikan Produk HIPMI DIY di KDKMP Tamanmartani

Sleman — Upaya memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan melalui digitalisasi dan modernisasi koperasi terus digulirkan di Kabupaten Sleman. Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, didampingi Bupati Sleman, Harda Kiswaya, secara resmi meluncurkan produk-produk Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) DIY untuk Koperasi Desa Kalurahan Merah Putih (KDKMP). Prosesi peluncuran ini berlangsung di gerai KDKMP Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, pada Sabtu (7/2/2026), sebagai langkah nyata integrasi antara pengusaha muda dan lembaga ekonomi desa.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyatakan bahwa kehadiran Menteri Koperasi ke wilayahnya merupakan sinyal positif atas perhatian pemerintah pusat terhadap iklim perkoperasian di Sleman. Ia menekankan bahwa sinergi dengan HIPMI adalah kunci agar koperasi tidak tertinggal oleh zaman. Melalui peluncuran produk inovasi dari para pengusaha muda, KDKMP diharapkan mampu bertransformasi menjadi pusat ekonomi yang kompetitif tanpa meninggalkan nilai-nilai gotong royong yang menjadi akar sejarahnya.

“Saya berharap KDKMP Tamanmartani dapat terus berkembang menjadi koperasi yang modern, profesional, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan anggotanya. Koperasi harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperluas jaringan usaha, serta meningkatkan kualitas produk dan layanan agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Kolaborasi dengan HIPMI ini adalah bukti bahwa koperasi kita relevan di era modern,” ujar Harda Kiswaya di sela peninjauan gerai.

Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, memuji langkah Kabupaten Sleman dalam mengelola unit koperasi desa. Ia menegaskan bahwa Sleman kini menjadi salah satu daerah percontohan nasional yang harus memberikan standar tinggi dalam praktik ekonomi kerakyatan. Sejalan dengan visi Presiden RI, KDKMP diproyeksikan menjadi pilar utama sistem ekonomi Indonesia yang berpihak pada rakyat, di mana keberadaan produk-produk lokal dan hasil produksi pengusaha muda mendapatkan panggung utama dalam distribusi pasar.

“Sebagian produk yang dijual di KDKMP Tamanmartani merupakan hasil produksi UMKM dan wiraswasta yang tergabung dalam HIPMI DIY, ini sangat menarik. Namun, saya mengingatkan bahwa KDKMP tidak hanya soal mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas pelaksanaannya harus tepat sasaran. Koperasi harus menggunakan pendekatan yang relevan dan harus tampil modern agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas secara berkelanjutan,” tegas Ferry Juliantono.

Ferry juga menyoroti pertumbuhan KDKMP di wilayah Yogyakarta yang kini telah mencapai 35 unit, di mana lima di antaranya berada di Kabupaten Sleman. Ia berharap angka tersebut terus tumbuh dibarengi dengan manajemen yang makin profesional. Sementara itu, Ketua Umum HIPMI DIY, Ekawati Rahayu Putri, menegaskan komitmen organisasinya untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Produk-produk yang dipasok HIPMI mencakup berbagai kebutuhan pokok berkualitas, mulai dari beras, minyak, gula, hingga bahan pangan segar seperti ayam potong dan telur asin, yang diproduksi langsung oleh para pengusaha lokal. (Humas Sleman)