Dukung Program Makan Bergizi Gratis, SPPG Margomulyo Edukasi Siswa SD Soal Pentingnya Sayur dan Susu

Sleman — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo bersama Puskesmas Seyegan menggelar aksi edukasi kesehatan bertajuk pentingnya konsumsi sayur dan susu plain bagi anak usia sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan di SD Margomulyo I pada Jumat (6/2/2026) ini diikuti oleh 145 siswa mulai dari kelas I hingga kelas VI. Langkah ini diambil sebagai upaya penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar para siswa tidak hanya menerima makanan, tetapi juga memahami esensi nutrisi bagi pertumbuhan mereka.
SD Margomulyo I menjadi sekolah perdana dalam rangkaian program edukasi ini. Kedepannya, SPPG Margomulyo berkomitmen untuk menjangkau seluruh sekolah penerima manfaat Program MBG di wilayah tersebut. Melalui pendekatan yang interaktif, para siswa diberikan pemahaman bahwa pola makan yang tepat sangat berpengaruh terhadap ketahanan fisik dan kemampuan fokus di dalam kelas.
Penanggung Jawab Gizi Puskesmas Seyegan, Beti Nur Utami, menjelaskan bahwa masa sekolah dasar merupakan periode emas pertumbuhan yang membutuhkan asupan nutrisi seimbang. Ia menekankan bahwa kebiasaan makan yang buruk dapat menghambat potensi kecerdasan dan energi siswa. Dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta mengonsumsi makanan yang beragam, anak-anak dapat terhindar dari penyakit yang sering kali mengganggu proses penyerapan nutrisi dalam tubuh.
“Anak-anak SD sedang berada pada masa pertumbuhan, sehingga sangat membutuhkan asupan gizi seimbang setiap hari agar tumbuh sehat, kuat, dan siap belajar. Dengan makan sehat dan seimbang, anak-anak tidak mudah capek, tidak mengantuk di kelas, dan bisa belajar dengan lebih fokus. Kami juga memperkenalkan konsep 3 Biasa, yaitu biasa sarapan, biasa minum air putih, dan biasa membawa bekal sehat agar menjadi kebiasaan baru bagi mereka,” ujar Beti Nur Utami di hadapan para siswa.
Dalam sesi berikutnya, Pengawas Produksi dan Kualitas SPPG Margomulyo, Nabila Astari, memaparkan pergeseran pedoman gizi nasional dari 4 Sehat 5 Sempurna menjadi konsep Isi Piringku. Menurutnya, pedoman terbaru ini jauh lebih detail dalam mengatur porsi makanan antara karbohidrat, protein, sayuran, dan buah-buahan. Untuk memudahkan pemahaman, para siswa diajak bermain menyusun kotak makanan sesuai dengan kelompok nutrisi yang tepat.
“Melalui pedoman Isi Piringku, anak-anak bisa lebih mudah memahami porsi dan jenis makanan yang seimbang untuk dikonsumsi setiap hari. Kami ingin mereka tahu bahwa setiap jenis makanan, mulai dari protein hingga sayuran, memiliki manfaat spesifik untuk tubuh mereka. Contohnya, sayuran sangat penting untuk kecukupan serat dan susu plain memberikan kalsium tanpa tambahan gula berlebih yang tidak diperlukan tubuh,” terang Nabila Astari saat mendampingi praktik siswa.
Kepala Satuan Pelayanan SPPG Margomulyo, Joni Prasetyo, menegaskan bahwa pendampingan edukatif ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari kesuksesan Program MBG. Ia berharap para guru dan wali murid turut mendukung kebiasaan baru ini di lingkungan sekolah maupun rumah. Kerja sama antara SPPG, puskesmas, dan pihak sekolah diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, aktif, dan berprestasi melalui literasi gizi yang kuat sejak dini.
“Kami berharap edukasi gizi ini dapat membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini, sehingga program Makan Bergizi Gratis tidak hanya sekadar memberi makanan secara fisik, tetapi juga menanamkan pemahaman gizi yang mendalam kepada anak-anak. Jika mereka paham manfaatnya, mereka akan lebih menghargai makanan sehat yang diberikan setiap harinya,” tutur Joni Prasetyo menutup rangkaian acara. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)



