Buka Rangkaian Safari Tarawih, Pemkal Pakembinangun Serap Aspirasi Pembangunan Rumah Ibadah

Sleman — Pemerintah Kalurahan Pakembinangun resmi memulai rangkaian Safari Tarawih keliling tahun 2026 sebagai upaya mempererat hubungan antara birokrasi dan warga. Masjid At-Taqwa yang berlokasi di Dusun Sambi, Pakembinangun, Pakem, menjadi titik perdana kunjungan rombongan lurah beserta jajarannya pada Senin malam, 23 Februari 2026. Momentum ini tidak hanya digunakan sebagai sarana ibadah bersama, tetapi juga menjadi ruang diskusi mengenai pengembangan fasilitas publik di kawasan wisata.
Kondisi geografis Masjid At-Taqwa yang berada di area wisata memberikan tantangan tersendiri bagi jamaah lokal. Dengan luas bangunan yang terbatas, masjid ini kerap kali tidak mampu menampung lonjakan jamaah, terutama saat pelaksanaan sholat Jumat ketika wisatawan turut memadati lokasi tersebut. Kondisi ini memicu munculnya rencana pengembangan infrastruktur masjid guna memberikan kenyamanan bagi warga pribumi maupun pendatang.
Takmir Masjid At-Taqwa Sambi, Tri Susilatmoko, mengungkapkan bahwa keterbatasan lahan memaksa warga sekitar seringkali harus mencari masjid lain saat ibadah Jumat karena kapasitas masjid yang berdiri di atas tanah wakaf seluas 160 meter persegi ini telah melampaui batas. Ia menjelaskan bahwa pihak takmir bersama panitia pembangunan tengah merencanakan pembangunan lantai dua dengan estimasi biaya mencapai 950 juta rupiah demi menampung lebih banyak jamaah di masa mendatang.
“Masjid kami berlokasi di daerah wisata, sehingga setiap shalat Jumat pasti penuh sesak dengan jamaah pengunjung. Kondisi ini terkadang membuat warga sekitar harus mencari masjid terdekat lainnya karena keterbatasan tempat. Kami memiliki niat besar untuk membangun lantai dua agar kapasitasnya bertambah, namun hal ini membutuhkan dukungan banyak pihak, termasuk uluran tangan dari pemerintah kalurahan,” ujar Tri Susilatmoko saat menyambut rombongan.
Merespons aspirasi tersebut, Lurah Pakembinangun, Suranto, memberikan dorongan moral sekaligus menyerahkan stimulan dana bantuan dari pemerintah kalurahan dan sumbangan pribadi guna mendukung tahap awal renovasi masjid. Di hadapan jamaah, ia juga memberikan penjelasan mengenai dinamika anggaran kalurahan tahun ini. Suranto menekankan bahwa meskipun terdapat penyesuaian anggaran akibat prioritas pemerintah pusat, pelayanan dasar dan hak masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
“Kami sedang melakukan kalkulasi ulang terhadap beberapa program pembangunan fisik dan nonfisik sebagai bentuk efisiensi dan konsekuensi dari program prioritas pusat. Namun, kami memastikan akan tetap mengupayakan hak seluruh warga yang layak untuk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa. Kami ingin komunikasi antara pemerintah dan warga tetap berjalan terbuka melalui forum seperti safari tarawih ini,” tegas Suranto dalam sambutannya.
Rangkaian acara tarawih perdana ini ditutup dengan tausiyah yang disampaikan oleh Zidni Adnan Asngari. Ia berpesan kepada seluruh jamaah agar momentum Ramadan digunakan untuk meningkatkan kualitas spiritual dan membersihkan diri dari penyakit hati seperti iri dan dengki. Kehadiran Bhabinkamtibmas Pakembinangun di tengah jamaah turut memastikan suasana ibadah berlangsung aman dan kondusif. Pemerintah Kalurahan Pakembinangun menjadwalkan kunjungan serupa ke sejumlah masjid dan mushola lain di wilayahnya selama bulan suci ini. (Asrori Wardan/KIM Pakem)



