Puskesmas Depok II Ajak Kader Tingkatkan Deteksi Dini Gangguan Kejiwaan

Sleman – Sebanyak 40 kader kesehatan dari 40 Posyandu se-Kalurahan Condongcatur mengikuti pertemuan rutin yang diselenggarakan pada Rabu (4/3/2026), di Aula Puskesmas Depok II. Pertemuan kali ini mengangkat tema pentingnya kewaspadaan dini terhadap gangguan kesehatan mental di masyarakat.
Salah satu anggota Tim Kesehatan Jiwa Puskesmas Depok II, Bernardeta Dewantari selaku narasumber menyampaikan bahwa gangguan kejiwaan dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti tekanan ekonomi, persoalan asmara, masalah keluarga, maupun beban kehidupan lainnya.
Ia menekankan bahwa wilayah Condongcatur memiliki banyak anak kos, baik yang tinggal dengan induk semang maupun tanpa pendampingan langsung. Kondisi tersebut memerlukan perhatian bersama, terutama dalam hal pemantauan dan dukungan sosial.
“Kader diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat bahwa jika terdapat tanda-tanda gangguan kejiwaan seperti sering melamun, bengong berlebihan, mengalami halusinasi, atau perubahan perilaku yang mencolok, segera diarahkan untuk berkonsultasi ke Puskesmas dan bertemu dengan psikolog,” ungkap Bernardeta.
Dalam forum tersebut disosialisasikan juga pentingnya peran ibu kos untuk memiliki data identitas lengkap, serta kontak keluarga dari setiap anak kos. Hal ini bertujuan agar apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, dapat segera dilakukan komunikasi dan penanganan bersama keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, para kader juga diharapkan melakukan pendataan di wilayah masing-masing terhadap warga yang memiliki gangguan jiwa, baik ringan maupun berat. Data tersebut selanjutnya dilaporkan ke Puskesmas agar dapat dilakukan deteksi sedini mungkin dan penanganan lebih awal, sehingga risiko yang tidak diinginkan dapat diminimalkan.
Melalui pertemuan ini, para kader diharapkan semakin peka terhadap kondisi kesehatan mental di wilayah masing-masing serta mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi, pendataan, dan pendampingan kepada masyarakat. (Tri Suhartati KIM Depok)



