HIPMI Sleman Gandeng IKPI Perkuat Literasi Perpajakan Pengusaha Muda

Sleman – BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sleman terus mendorong peningkatan kapasitas dan profesionalisme para pengusaha muda melalui penguatan literasi perpajakan. Salah satu langkah strategis dilakukan dengan menjalin kolaborasi bersama Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Sleman.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi yang digelar di Verde Coffee Seturan pada Rabu (25/2/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua organisasi dalam bidang edukasi dan pendampingan perpajakan bagi pelaku usaha muda.

Ketua IKPI Cabang Sleman, Hersona Bangun, menyampaikan bahwa kerja sama ini bertujuan memberikan pendampingan pajak yang lebih terstruktur bagi para pengusaha muda, khususnya anggota HIPMI Sleman.

Menurutnya, kepatuhan pajak tidak cukup hanya melalui sosialisasi, tetapi juga membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar pelaku usaha dapat memahami sekaligus menjalankan kewajiban perpajakan dengan benar.

“Kami ingin sinergi ini menghasilkan program konkret, bukan sekadar wacana. Anggota HIPMI perlu mendapatkan edukasi sekaligus asistensi langsung dalam menjalankan kewajiban perpajakan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum BPC HIPMI Sleman, Haryo Arief Primanto, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen HIPMI Sleman untuk meningkatkan kualitas serta tata kelola usaha para anggotanya.

“HIPMI Sleman mendorong para pengusaha muda untuk tidak hanya fokus pada pengembangan bisnis, tetapi juga memiliki kesadaran dan kepatuhan terhadap regulasi, termasuk dalam aspek perpajakan,” ungkap Haryo.

Dalam kesepakatan awal, kedua organisasi akan menyusun berbagai program kerja bersama yang mencakup edukasi perpajakan, konsultasi pajak, serta pendampingan teknis bagi anggota HIPMI Sleman.

Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah pendampingan penyusunan SPT Tahunan Badan. Hal tersebut dinilai penting mengingat masih banyak pelaku usaha yang memerlukan pemahaman teknis dalam proses pelaporan pajak badan usaha agar dapat dilakukan secara tepat dan sesuai ketentuan yang berlaku. (Ilham Agus /KIM Seyegan)




SAH Banyu Bening Sleman Kenalkan ISLAH untuk Konservasi Air Berkelanjutan

Sleman – Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan (ISLAH) yang digagas oleh pendiri Sekolah Air Hujan (SAH) Banyu Bening Sleman, Sri Wahyuningsih menjadi solusi strategis dalam menghadapi ancaman krisis air bersih yang kian nyata. Melalui pendekatan pemanenan air hujan atau rain harvesting, inovasi ini menawarkan alternatif berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan air masyarakat, khususnya di wilayah dengan keterbatasan sumber air tanah.

Gagasan ISLAH lahir dari kepedulian terhadap menurunnya kualitas dan kuantitas air bersih akibat eksploitasi air tanah yang berlebihan. Dalam praktiknya, sistem ini dirancang untuk menangkap, menyaring, dan menyimpan air hujan agar dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari konsumsi rumah tangga hingga kegiatan produktif lainnya.

Sebagai pendiri SAH Banyu Bening Sleman, Sri Wahyuningsih menegaskan bahwa air hujan merupakan sumber daya yang selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal. Padahal, dengan teknologi sederhana dan biaya terjangkau, masyarakat dapat mengelola air hujan menjadi sumber air bersih yang aman dan berkelanjutan.

“ISLAH tidak hanya berfungsi sebagai teknologi, namun sebagai gerakan edukasi masyarakat. Melalui pelatihan dan pendampingan, warga kami ajak memahami pentingnya konservasi air sekaligus dilatih untuk membangun sistem lumbung air hujan secara mandiri di lingkungan masing-masing,” beber Wahyuningsih di Griya Gusdurian, Rabu (4/3/2026) di hadapan 40 aktivis mahasiswa peserta pesantren gerakan ekologi.

Menyikapi perubahan iklim saat ini, keberadaan ISLAH menjadi semakin relevan. Pola curah hujan yang tidak menentu menuntut adanya strategi adaptasi yang tepat. Pemanenan air hujan menjadi salah satu langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan pada sumber air konvensional.

Wahyuningsih mengajarkan cara memanen air hujan yang tepat. Jika terjadi hujan deras sebanyak satu hingga tiga kali setelah musim kemarau, biarkan air hujan untuk tanah dan mahkluk hidup lainnya di bumi. Setelah itu, hujan berikutnya perlu menyiapkan ember, bak penampung air, maupun galon sebagai media penampung air hujan.

“Biarkan air hujan selama 10 sampai 25 menit, lewatkan dulu agar polutan di atas terbuang dulu. Setelahnya, segera ditampung, lalu disaring menggunakan filter berupa kain bersih warna putih berlapis-lapis. Jika sudah penuh, tutup rapat dan simpan di tempat yang teduh, dan jauhkan dari sinar matahari langsung agar tidak memicu tumbuhnya lumut,” urainya.

Air hujan yang diproses dengan benar pada dasarnya aman untuk dikonsumsi karena secara alami ia berasal dari siklus hidrologi yang menyerupai proses distilasi. Ketika air menguap akibat panas matahari, yang naik ke atmosfer adalah uap air murni. Sementara sebagian besar kontaminan seperti logam berat, garam, dan mikroorganisme tertinggal di permukaan bumi. Proses kondensasi kemudian membentuk air hujan yang relatif bersih secara kimiawi.

Namun, air hujan bisa terkontaminasi saat turun ke bumi atau ketika ditampung. Oleh karena itu, sistem pengolahan yang baik seperti penyaringan berlapis (filtrasi) dan pengendapan menjadi kunci. Sehingga, air hujan dapat memenuhi standar air minum karena bebas dari patogen (bakteri, virus, parasit) serta partikel berbahaya.

Keamanan air hujan juga ditentukan oleh sistem penampungannya. Jika disimpan dalam wadah tertutup, tidak tembus cahaya, dan higienis, maka risiko kontaminasi ulang dapat diminimalkan. Tangki yang bersih dan kedap udara mencegah masuknya debu, serangga, maupun mikroorganisme baru yang bisa menurunkan kualitas air.

Terkait masa kedaluwarsa, air pada dasarnya adalah senyawa stabil (H₂O) yang tidak basi seperti bahan makanan. Air tidak mengalami pembusukan secara kimiawi.

“Yang berubah adalah kualitasnya jika terjadi kontaminasi dari luar. Artinya, selama air tetap steril dan tersimpan dengan baik, ia secara teknis tidak memiliki masa kedaluwarsa. Prinsip utamanya bukan pada lamanya penyimpanan, melainkan pada bagaimana kualitas air tersebut dijaga dari potensi pencemaran,” pungkas Wahyuningsih. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Pastikan Tepat Sasaran, Jawatan Sosial Depok Sosialisasikan Check Ground BPJS Kesehatan

Sleman – Pemerintah Kapanewon Depok melalui Jawatan Sosial Kapanewon Depok melaksanakan sosialisasi tentang check ground BPJS Kesehatan bagi anggota Program Keluarga Harapan (PKH) Kapanewon Depok yang tidak aktif.

Kegiatan tersebut digelar di Babarsari, Padukuhan Tambakbayan, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (4/3/2026).

Dalam sosialisasi tersebut perwakilan Jawatan Sosial, Subekti Handayani, menjelaskan bahwa check ground merupakan proses verifikasi atau pengecekan langsung status kepesertaan BPJS Kesehatan oleh pendamping PKH.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah anggota PKH yang sudah tidak aktif masih tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan atau tidak,” ujarnya.

Subekti menyampaikan, tujuan utama check ground adalah memastikan peserta yang sudah tidak memenuhi kriteria tidak lagi menerima manfaat secara tidak sah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperbarui dan meningkatkan akurasi data kepesertaan agar lebih valid dan mutakhir.

Dalam kesempatan itu, pendamping PKH melakukan check ground melalui beberapa cara, antara lain mengecek status kepesertaan melalui aplikasi atau laman resmi BPJS Kesehatan, menghubungi kantor BPJS Kesehatan untuk memperoleh informasi, serta melakukan verifikasi langsung dengan mendatangi kantor layanan.

“Masyarakat juga dapat melakukan pengecekan mandiri status kepesertaan melalui layanan WhatsApp Pandawa BPJS Kesehatan untuk mengetahui apakah kepesertaan dalam kondisi aktif atau nonaktif,” tegasnya.

Bagi anggota PKH yang status kepesertaan BPJS Kesehatannya nonaktif, pendamping PKH akan memberikan pendampingan agar dapat diaktifkan kembali sesuai ketentuan yang berlaku.

Subekti menegaskan bahwa kegiatan check ground BPJS Kesehatan bagi anggota PKH akan dilaksanakan kembali pada April 2026 oleh pendamping PKH Depok.

“Langkah ini diharapkan dapat memastikan data kepesertaan lebih tertib, tepat sasaran, dan mencegah potensi penyalahgunaan manfaat jaminan kesehatan,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




Gerakan Pangan Murah di Banyuraden Tekan Inflasi dan Ringankan Beban Warga

Sleman – Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DIY) di Padukuhan Sukunan, Banyuraden, Gamping, Sleman, Rabu (4/3/2026), menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mengendalikan laju inflasi daerah. Kegiatan ini menghadirkan berbagai komoditas kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Komoditas yang disediakan dalam gerakan tersebut meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, teh, bawang merah, bawang putih, biskuit, serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Seluruh produk dijual dengan harga di bawah harga pasar, sehingga memberikan ruang bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga tanpa terbebani lonjakan harga menjelang Idul Fitri 1447 H.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Wiwin Suryawati dalam sambutannya menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah, terutama menjelang momentum peningkatan konsumsi masyarakat.

“Intervensi pasar ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok tetap terjaga,” tandasnya.

Menurutnya, stabilitas harga pangan memiliki kontribusi signifikan terhadap angka inflasi. Ketika harga komoditas utama seperti beras dan minyak goreng mengalami kenaikan, dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya kelompok rentan dan berpenghasilan rendah. Oleh karena itu, langkah preventif melalui operasi pasar murah dinilai efektif meredam gejolak harga.

Selain sebagai upaya pengendalian inflasi, Gerakan Pangan Murah juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya belanja bijak dan pengelolaan kebutuhan rumah tangga secara rasional. Pemerintah mengimbau agar masyarakat membeli sesuai kebutuhan, bukan karena kepanikan atau spekulasi.

Lebih lanjut, Lurah Banyuraden, Sudarisman menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah kalurahan dinilai menjadi kunci dalam memastikan distribusi bantuan pangan tepat sasaran dan tepat manfaat bagi warga yang membutuhkan.

Sudarisman menilai, program ini mencerminkan komitmen Pemerintah Daerah DIY dalam memperkuat ketahanan pangan lokal.

“Dengan menjaga rantai distribusi tetap lancar dan harga tetap stabil, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga sehingga pertumbuhan ekonomi daerah dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Banyuraden, Kwintartiningsih Pospoputri menegaskan bahwa kegiatan pasar murah ini memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga, khususnya bagi ibu rumah tangga sebagai pengelola keuangan rumah tangga.

“Ketersediaan bahan pangan dengan harga yang lebih rendah dari pasar memberikan ruang bagi keluarga untuk tetap memenuhi kebutuhan gizi tanpa harus terbebani lonjakan harga,” ujarnya.

Kwintartiningsih mengajak seluruh kader PKK untuk aktif mendukung program-program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Kader diharapkan dapat menjadi perpanjangan informasi kepada warga sekaligus mengedukasi pentingnya pola konsumsi yang bijak dan tidak berlebihan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Gebyar Ramadan 1447 H, KUA Ngaglik Perkuat Silaturahmi dan Syiar Al-Qur’an

Sleman – Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Ngaglik sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Gebyar Ramadhan KUA Ngaglik 1447 H” pada Rabu (04/03/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ballroom The Alana Hotel & Convention Center ini, dihadiri sekitar 250 peserta yang terdiri dari tokoh agama, pengurus majelis taklim, serta para santri.

Acara tersebut juga menjadi momentum silaturahmi lintas sektoral. Hadir dalam kegiatan ini sejumlah mitra strategis KUA Ngaglik, di antaranya perwakilan dari Puskesmas Ngaglik, Polsek Ngaglik, Koramil Ngaglik, serta jajaran lurah se-Kapanewon Ngaglik. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan sinergi yang harmonis dalam pembinaan masyarakat di wilayah Ngaglik.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak sore hari dengan penampilan Semaan Al-Qur’an, hadroh, hingga prosesi Wisuda Al-Qur’an Majelis Taklim. Suasana religius dan penuh kebersamaan terasa sepanjang acara yang diikuti ratusan jamaah tersebut.

Panewu Ngaglik, Wawan Widiantoro dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kekompakan majelis taklim di wilayah Ngaglik. Ia mengaku bangga melihat pelaksanaan kegiatan yang berlangsung meriah dan tertata rapi.

“Saya sangat bangga melihat kekompakan majelis-majelis yang ada di Ngaglik. Melihat pelaksanaan yang begitu rapi, saya berharap seluruh jamaah tetap istiqomah dalam mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an,” ujarnya di hadapan para hadirin.

Hal senada disampaikan oleh perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Misbahul Anam yang hadir memberikan tausiyah dalam kesempatan tersebut. Ia menilai, penyelenggaraan Gebyar Ramadhan oleh KUA Ngaglik merupakan sebuah inovasi yang patut diapresiasi.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan dengan skala besar tersebut merupakan langkah maju dalam upaya pembinaan umat. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi contoh bagi KUA lain di wilayah Kabupaten Sleman.

“KUA Ngaglik menunjukkan langkah yang sangat maju. Inisiatif seperti ini semoga bisa menjadi role model bagi KUA-KUA lainnya dalam membina umat dan merangkul semua elemen masyarakat,” ungkapnya.

Selain prosesi wisuda dan pelantikan pengurus majelis taklim, acara juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada para mitra KUA Ngaglik sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin selama ini.

Menjelang waktu berbuka, suasana semakin khidmat dengan doa bersama dan penyaluran santunan kepada yang membutuhkan. Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama, ramah tamah, serta pembagian doorprize yang menambah keceriaan bagi seluruh jamaah dan tamu undangan yang hadir. (Ajeng KIM DSN)