Disperindag Sleman Jamin Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Jelang Lebaran 1447 H

Sleman – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman memberikan jaminan bahwa ketersediaan stok bahan pokok dan stabilitas harga di wilayah tersebut berada dalam kondisi aman terkendali menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kepastian ini didapat setelah Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Disperindag melakukan pemantauan intensif secara terus-menerus terhadap pasokan dan harga komoditas, baik di pasar rakyat maupun di tingkat distributor.

Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kabupaten Sleman, Dwi Wulandari, menjelaskan bahwa ketersediaan bahan pokok berdasarkan data stok bulan Februari 2026 di pedagang besar pasar-pasar Sleman menunjukkan kondisi yang cukup aman. Berbagai komoditas utama dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat tidak hanya menjelang hari raya, tetapi hingga periode pasca-Lebaran mendatang.

“Ketersediaan bahan pokok di Sleman menjelang Hari Raya Idul Fitri cukup aman, berdasarkan data stok bahan pokok bulan Februari 2026 pedagang besar di pasar di Sleman,” ujar Dwi Wulandari saat memberikan keterangan pers, Selasa (10/3/2026) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Ia menambahkan bahwa stok komoditas tersebut dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode peningkatan konsumsi menjelang Lebaran.

Berdasarkan rekapitulasi akhir pemantauan, stok komoditas strategis menunjukkan angka yang meyakinkan. Pasokan beras dalam sebulan tercatat mencapai kg dengan sisa stok sebesar kg. Sementara itu, pasokan gula pasir berada di angka kg dengan sisa stok mencapai kg. Komoditas lain seperti minyak goreng memiliki pasokan sebesar kg, daging sapi kg, dan daging ayam ras sebanyak kg. Lokasi pengambilan sampel data ini tersebar di berbagai pasar besar seperti Pasar Prambanan, Pakem, Gentan, Tempel, Sleman, Cebongan, Godean, hingga Gamping.

Terkait perkembangan harga, Dwi Wulandari memaparkan bahwa stabilitas harga pada minggu pertama Maret 2026 dibandingkan minggu keempat Februari 2026 relatif terjaga. Mayoritas komoditas utama seperti beras premium di harga , beras medium , dan daging sapi paha belakang di angka terpantau stabil tanpa ada kenaikan. Meski demikian, terdapat kenaikan tipis pada beberapa bahan pokok, dengan lonjakan tertinggi terjadi pada cabai rawit merah sebesar 5,76%, disusul gula pasir curah sebesar 1,77%, serta Minyakita sebesar 1,32%.

Di sisi lain, tren penurunan harga yang signifikan justru terlihat pada komoditas sayuran dan telur. Penurunan paling tajam dialami oleh cabai merah besar sebesar 8,74%, diikuti oleh cabai merah keriting dan bawang putih. Harga telur ayam ras juga mengalami penurunan sebesar 3,49% sehingga kini berada di kisaran $$.

Sebagai langkah antisipatif untuk menjaga keterjangkauan harga, Pemkab Sleman melaksanakan berbagai program stabilisasi. Upaya tersebut meliputi pendampingan penyaluran Minyakita oleh distributor seperti BULOG dan ID FOOD di pasar pantauan, serta pelaksanaan operasi pasar komoditas gula pasir sebanyak 9 ton. Selain itu, pemerintah juga menyelenggarakan Pasar Murah di 16 titik lokasi di Kabupaten Sleman sepanjang bulan Maret 2026 ini.

Disperindag Sleman juga memperketat pengawasan terhadap barang yang beredar untuk memastikan kelayakan konsumsi. Pengawasan ini mencakup pemeriksaan masa kedaluwarsa, kesesuaian label, hingga pengujian kandungan bahan berbahaya seperti formalin dan boraks yang telah dijadwalkan hingga minggu kedua Maret 2026. Dwi Wulandari mengimbau kepada para pedagang untuk tetap menjaga stabilitas harga dan tidak melakukan penimbunan barang.

“Masyarakat juga diharapkan untuk melakukan pembelian secara bijak sesuai kebutuhan, sehingga distribusi bahan pokok dapat berjalan lancar dan merata,” pungkas Dwi Wulandari mengakhiri pernyataannya.




Ringankan Beban Warga Miskin Jelang Lebaran, TPK Gamping Salurkan Puluhan Paket Sembako Gratis

Sleman — Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) Kapanewon Gamping menyalurkan paket sembako gratis kepada 50 warga kurang mampu sebagai langkah nyata perlindungan sosial menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung dengan khidmat di Pendapa Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Selasa (10/3/2026).

Program ini menyasar kelompok masyarakat rentan guna membantu meringankan beban ekonomi keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Setiap paket yang dibagikan berisi berbagai bahan pokok esensial, mulai dari beras, minyak goreng, hingga gula pasir. Selain bantuan materiil, kegiatan ini menjadi sarana komunikasi langsung antara pemerintah tingkat kapanewon dengan warga untuk menyerap aspirasi serta kebutuhan riil di lapangan.

Panewu Gamping, Suyanto, menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud komitmen pemerintah kapanewon untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang paling terdampak oleh dinamika ekonomi. Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan ketenangan bagi warga dalam menyongsong momentum hari raya.

“Bantuan berupa paket sembako menjadi salah satu langkah konkret dalam memberikan perlindungan sosial bagi warga miskin. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat sedikit meringankan beban warga yang membutuhkan, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok keluarga. Pemerintah kapanewon akan terus berupaya menghadirkan program-program yang berpihak pada masyarakat kurang mampu,” ujar Suyanto di hadapan para penerima manfaat.

Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Gamping, Ummul Chusnah, menjelaskan bahwa seluruh penerima bantuan telah melalui proses pendataan dan verifikasi ketat oleh tim TPK. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa subsidi pangan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan menjangkau mereka yang paling membutuhkan sesuai kriteria kemiskinan di wilayah Gamping.

“Program ini dilaksanakan melalui koordinasi Tim Penanggulangan Kemiskinan yang secara aktif melakukan verifikasi warga. Dengan proses tersebut, kami pastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak. Namun, penanggulangan kemiskinan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan memerlukan dukungan berbagai pihak termasuk lembaga sosial dan organisasi kemasyarakatan,” tegas Ummul Chusnah.

Ummul juga mengajak para penerima manfaat untuk tetap menjaga optimisme dan semangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Menurutnya, solidaritas dan sinergi lintas sektor merupakan kunci utama dalam menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan di wilayah Gamping. Melalui program yang berkesinambungan, pemerintah setempat menargetkan peningkatan kesejahteraan warga secara bertahap dan menyeluruh. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Pastikan Keamanan Pangan Jelang Lebaran, Tim Gabungan Kapanewon Depok Sisir Swalayan dan Pusat Oleh-oleh

Sleman — Pemerintah Kapanewon Depok memperketat pengawasan bahan pangan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dengan melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pusat perbelanjaan. Tim gabungan yang terdiri dari unsur Kapanewon Depok, Puskesmas Depok Raya, Polsek Depok Raya, dan Koramil 11 Depok menyisir Penny Swalayan serta Pusat Camilan D’Karto di Kalurahan Condongcatur, Selasa (10/3/2026).

Langkah pengawasan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok bahan pokok sekaligus menjamin keamanan pangan dari peredaran produk kedaluwarsa. Mengingat tingginya permintaan masyarakat terhadap makanan ringan dan parsel menjelang lebaran, petugas melakukan pemeriksaan mendalam terhadap label kadaluwarsa serta kondisi kemasan guna mengantisipasi gangguan kualitas pangan yang dapat membahayakan konsumen.

Perwakilan Jawatan Sosial Kapanewon Depok, Muhammad Falak Susanto, menjelaskan bahwa monitoring ini tidak hanya menyasar kelayakan produk, tetapi juga memantau fluktuasi harga di tingkat ritel. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi kendala yang mungkin dihadapi pedagang maupun konsumen di lapangan selama masa Ramadhan.

“Selain pengecekan produk kedaluwarsa, kami juga memantau ketersediaan bahan pokok, fluktuasi harga, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi pedagang maupun konsumen. Fokus kami adalah menjamin distribusi berjalan lancar dan mencegah adanya praktik penimbunan yang dapat memicu kelangkaan maupun kenaikan harga yang tidak wajar,” ujar Muhammad Falak Susanto di sela-sela pemeriksaan.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, tim memastikan bahwa stok kebutuhan pokok di wilayah Kapanewon Depok masih dalam kondisi aman. Komoditas utama seperti beras, minyak goreng, dan daging diprediksi mencukupi kebutuhan masyarakat hingga hari raya tiba. Koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas pasokan di berbagai pusat perbelanjaan dan pasar tradisional.

“Dari pengecekan yang dilakukan hari ini, diketahui bahwa stok bahan pangan pokok masih tercukupi hingga Hari Raya Idulfitri. Stok bahan pokok seperti beras, minyak, dan daging masih mencukupi dan berada dalam batas aman bagi seluruh warga di wilayah Depok,” tambahnya menegaskan kondisi pangan terkini.

Pemerintah Kapanewon Depok juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying) menjelang hari besar keagamaan. Warga diharapkan berperan aktif dalam mengawasi peredaran barang di lingkungan sekitar dan segera melapor jika menemukan indikasi kecurangan atau penimbunan oleh oknum tertentu.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang terkait ketersediaan bahan pokok. Apabila menemukan indikasi penimbunan bahan pokok, diharapkan dapat segera melaporkannya kepada pihak berwajib agar dapat segera ditindaklanjuti demi kepentingan bersama,” pungkas Muhammad Falak Susanto. (Athiful/KIM Depok)




Didik Siswa Peduli Sesama, TK ABA Sidoharjo Turi Salurkan Paket Sembako Ramadan

Sleman — Menanamkan rasa empati sejak usia dini menjadi misi utama TK ABA Sidoharjo, Turi, Sleman, melalui kegiatan bakti sosial yang digelar pada Selasa (10/3/2026). Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, pihak sekolah melibatkan para siswa secara aktif untuk berbagi paket kebutuhan pokok kepada warga dan rekan sekolah yang membutuhkan.

Kegiatan rutin tahunan ini tidak sekadar menjadi acara seremonial, melainkan bagian dari desain pendidikan karakter yang dirancang sekolah. Seluruh bantuan yang terkumpul murni berasal dari partisipasi siswa yang mengumpulkan bahan bantuan secara bersama-sama. Proses ini bertujuan agar anak-anak merasakan langsung pengalaman berbagi dan memahami bahwa bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi orang lain.

Kepala TK ABA Sidoharjo, Sri Maharti, menegaskan bahwa pembelajaran di luar kelas seperti ini sangat efektif untuk menyentuh sisi kemanusiaan anak didik. Ia berharap kebiasaan baik ini dapat membekas dan menjadi prinsip hidup para siswa hingga mereka dewasa nanti. Dengan terjun langsung, siswa diajarkan untuk peka terhadap kondisi sosial di lingkungan terdekat mereka.

“Kegiatan rutin tahunan seperti ini diharapkan dapat menginspirasi anak didik dalam kegiatan sosial dan berbagi antar sesama di lingkungan sekolah TK ABA Sidoharjo. Kami ingin nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan ini tumbuh alami dalam diri mereka,” ujar Sri Maharti saat memimpin penyaluran bantuan di lingkungan sekolah.

Dalam pelaksanaannya, tercatat sebanyak 16 paket bingkisan sembako disalurkan kepada siswa dan masyarakat sekitar. Proses pembagian bantuan ini didampingi oleh Forum Orang Tua Murid dan Guru (FOMG) yang berperan sebagai jembatan antara pihak sekolah dan warga. Kehadiran orang tua dalam kegiatan ini juga memperkuat sinergi pendidikan antara sekolah dan keluarga dalam membentuk kepribadian anak.

Selain penyaluran sembako, momen tersebut juga digunakan untuk memberikan apresiasi kepada para guru ekstrakurikuler serta pengurus FOMG melalui pembagian bingkisan Lebaran. Perwakilan pengurus, Nia Haris, menyebutkan bahwa pemberian tersebut merupakan bentuk ucapan terima kasih atas kerja sama yang solid dalam mendukung seluruh program sekolah sepanjang tahun.

“Kerja sama antara orang tua dan guru sangat penting untuk menyukseskan pendidikan karakter ini. Bingkisan tersebut adalah bentuk apresiasi atas dedikasi semua pihak yang telah membantu perkembangan sekolah dan anak-anak,” tutur Nia Haris.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti seluruh rangkaian acara yang ditutup dengan ramah tamah. Melalui semangat berbagi di bulan Ramadan ini, TK ABA Sidoharjo berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama di masa mendatang. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri Turi)




Sasar Pasar Tradisional, Tim Gabungan Depok Pastikan Stok Pangan Ramadan di Pasar Kolombo Aman

Sleman — Pemerintah Kapanewon Depok memperketat pengawasan keamanan pangan dengan melakukan monitoring langsung di Pasar Kolombo, Condongcatur, Sleman, Selasa (10/3/2026). Langkah ini diambil untuk menjamin ketersediaan bahan pangan yang sehat, bersih, dan layak konsumsi bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Kegiatan pengecekan ini melibatkan tim gabungan lintas instansi yang terdiri dari Jawatan Sosial Kapanewon Depok, Puskesmas Depok Raya, Polsek Depok Raya, hingga personel dari Koramil 11 Depok. Sinergi ini difokuskan untuk mengantisipasi peredaran produk kedaluwarsa maupun makanan yang mengandung zat berbahaya seiring dengan meningkatnya aktivitas belanja warga menjelang waktu berbuka puasa.

Perwakilan Jawatan Sosial Kapanewon Depok, Hany Purnomo, menjelaskan bahwa petugas menyisir berbagai los pedagang untuk memeriksa secara detail mulai dari tanggal kedaluwarsa pada label kemasan, kondisi fisik produk, hingga kelayakan bahan pangan segar. Pemeriksaan ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam melindungi kesehatan konsumen dari risiko pangan yang tidak standar.

“Kami ingin memastikan secara langsung bahwa makanan yang dikonsumsi masyarakat saat berbuka puasa itu benar-benar sehat, bersih, dan aman. Fokus kami adalah memastikan semua makanan yang dijual layak untuk dikonsumsi tanpa ada keraguan bagi pembeli,” ujar Hany Purnomo di sela-sela pemantauan di los pasar.

Kabar baiknya, berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan kali ini, tim gabungan tidak menemukan adanya bahan makanan yang mengandung zat kimia berbahaya ataupun produk yang telah melewati batas waktu pemakaian. Hal ini menunjukkan tingkat kesadaran pedagang di Pasar Kolombo dalam menjaga kualitas barang dagangan tergolong cukup tinggi.

“Kami berusaha memastikan semua makanan yang dijual tersebut aman dan layak. Dari pemeriksaan intensif yang dilakukan tim kesehatan bersama aparat keamanan, tidak ditemukan zat berbahaya pada produk yang kami periksa hari ini,” tambahnya.

Meski tidak ditemukan pelanggaran, tim tetap memberikan edukasi kepada para pedagang agar rutin melakukan pengecekan mandiri secara berkala. Para pedagang diimbau untuk segera menarik barang dari etalase dan melakukan pemusnahan secara benar apabila menemukan produk yang kemasannya mulai rusak atau label kedaluwarsanya telah habis.

“Kami meminta para pedagang melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap label kedaluwarsa produk. Jangan sampai menunggu ada petugas datang, tetapi harus ada kesadaran mandiri untuk memastikan barang yang dijual masih dalam kondisi prima demi keselamatan bersama,” tegas Hany Purnomo.

Di akhir kegiatan, pemerintah juga berpesan kepada warga Depok agar menjadi konsumen yang cerdas dan kritis. Masyarakat diminta tidak hanya tergiur harga murah, tetapi wajib memperhatikan kode produksi dan tanggal kedaluwarsa sebelum memasukkan barang ke keranjang belanja. Melalui kewaspadaan ganda antara pedagang dan pembeli, diharapkan keamanan pangan di wilayah Depok tetap terjaga hingga Idulfitri mendatang. (Athiful/KIM Depok)