Inovasi Pelayanan Publik: Kapanewon Gamping Sediakan Playground Kolam Mandi Bola

Sleman – Keberadaan playground berupa kolam mandi bola di ruang pelayanan Kantor Kapanewon Gamping menjadi salah satu inovasi pelayanan publik yang memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Fasilitas tersebut disediakan untuk membantu warga yang datang mengurus administrasi pemerintahan sambil membawa anak-anak mereka.

Panewu Gamping, Suyanto, menuturkan bahwa kolam mandi bola ditempatkan di area ruang tunngu pelayanan, sehinga memudahkan masyarakat untuk mengaksesnya.

“Fasilitas bermain ini dirancang dengan konsep aman, bersih, dan ramah anak, sehingga anak-anak dapat bermain dengan nyaman selama orang tua mereka menyelesaikan berbagai keperluan administrasi,” ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/3/2026).

Penyediaan playground merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih humanis. Menurutnya, kantor pemerintahan tidak hanya berfungsi sebagai tempat mengurus dokumen, namun juga harus mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang datang.

Suyanto menambahkan bahwa tidak sedikit warga yang datang ke kantor kapanewon bersama anaknya. Dalam kondisi tersebut, anak-anak sering kali merasa bosan ketika harus menunggu dalam waktu cukup lama di ruang pelayanan.

“Dengan adanya kolam mandi bola, anak-anak memiliki ruang bermain yang menyenangkan. Hal ini membuat mereka tetap aktif dan ceria, sementara orang tua dapat lebih fokus dalam mengurus administrasi tanpa harus khawatir anak merasa jenuh,” jelasnya.

Selain memberikan kenyamanan bagi masyarakat, fasilitas ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kantor pemerintahan yang ramah anak. Kehadiran ruang bermain sederhana seperti kolam mandi bola dinilai mampu menciptakan suasana pelayanan yang lebih hangat dan bersahabat.

Sejumlah warga yang memanfaatkan layanan di kantor Kapanewon Gamping menyambut baik keberadaan fasilitas tersebut. Mereka menilai kolam mandi bola sangat membantu orang tua yang datang bersama anak kecil karena anak dapat bermain dengan aman selama menunggu.

Salah seorang warga Gamping, Suwardi mengungkapkan bahwa fasilitas ini membuat suasana ruang pelayanan terasa lebih nyaman dan tidak menegangkan bagi anak-anak. Kehadiran tempat bermain juga dinilai mampu mengurangi kebisingan maupun kegelisahan anak saat menunggu.

Dengan adanya playground berupa kolam mandi bola di ruang pelayanan Kapanewon Gamping, diharapkan pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas. Inovasi ini menunjukkan bahwa pelayanan publik yang baik tidak hanya cepat dan tertib, tetapi juga memperhatikan kenyamanan keluarga serta kebutuhan anak-anak. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Jelang Lebaran 2026, Kapanewon Moyudan Gelar Pasar Murah untuk Batu Warga

Sleman – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, harga kebutuhan pokok biasanya mengalami kenaikan. Untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, Kapanewon Moyudan menggelar pasar murah, pada Selasa (10/3/2026) di Lapangan Sumbersari, Moyudan.

Kegiatan itu pun disambut antusias oleh masyarakat. Salah satu warga Sumbersari, Suwarni mengaku senang dengan adanya pasar murah ini. Ia mengaku, kegiatan tersebut membantu dirinya mendapatkan bahan pokok dengan harga murah.  

“Acara ini cukup membantu kami dalam pemenuhan kebutuhan keluarga, disaat lebaran nanti,” ungkapnya.

Ia berharap agar kegiatan tersebut bisa berlangsung secara rutin dan berkala, sehingga dapat meringankan beban ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut, kegiatan pasar murah kali ini mendapat kunjungan dari Bupati Sleman, Harda Kiswaya. Pada kesempatan itu, Harda menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kapanewon Moyudan yang telah menginisasi pasar murah untuk membantu masyarakat.

“Kegiatan tersebut cukup membantu kebutuhan warga pada perayaan lebaran nanti. Pemerintah Kabupaten Sleman menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini,” ungkapnya.

“Yang lebih membanggakan ternyata hasil pertanian lokal, seperti beras Sidomulya GodeanMoyudan, juga ikut ambil bagian,” sambung Harda. (Giek / KIM Moyudan)




Moyudan Gelar Muskap Reorganisi Koordinator Olahraga

Sleman – Sebagai langkah awal pembenahan dan pembinaan olahraga, Kapanewon Moyudan gelar Musyawarah Kapanewon (Muskap), pada Selasa (10/3/2026), di ruang Abhinaya kapanewon setempat.

Muskap tersebut dihadiri oleh Panewu dan Panewu Anom Moyudan, serta lurah se-Kapanewon Moyudan. Selain itu juga dikuti oleh Kamitua se- Kapanewon Moyudan dan penggiat beberapa cabang olahraga.

Panewu Moyudan, Agung Dwi Maryoto dalam arahannya menyampaikan bahwa olaraga merupakan kegiatan yang mengakar rumput dalam masyarakat. Sebagai langkah pembinaan, diperlukan regenerasi pengurus koordinator olahraga tingkat kapanewon.

“Bukan berarti meninggalkan pengurus lama, tetapi sebuah organisasi diperlukan penyegaran, agar ada semangat baru,” tuturnya.

Ia juga berharap agar pengurus baru bisa secara konsisten meningkatkan prestasi olahraga di Kapanewon Moyudan.

Panewu Anom Moyudan, Mahmudah Arfiyati menambahkan bahwa dengan Muskap ini berharap kegiatan olahraga dari seluruh cabang bisa tersetruktur dengan baik. Selain itu kita bisa bersinergi dengan Koni Kabupaten Sleman dalam melakukan pembinaan.

“Semoga setelah reorganisasi pengurus, semua cabang olahraga di Kapanewon Moyudan lebih terkoordinasi dengan baik,” ujarnya.

Ia pun berharap agar pengurus nantinya juga bisa mengembangkan olahraga tradisional dan petmainan rakyat.

“Olahraga tradisional dan permainan rakyat merupakan warisan budaya yang harus kita lestarikan,” pungkas Mahmudah.

Muskap berjalan penuh kebersamaan yang mengutamakan rasa gotong royong secara mufakat memutuskan Sukadi Lurah Sumbersari sebagai koordinator olahraga Kspanewon Moyudan. Krpengurusan juga dilengkapi dengan sekretaris, bendahara, dan koordinator masing-masing cabang olahraga.   

(Giek / KIM Moyudan)




Jelang Lebaran Idulfitri 1447 H, Puskesmas Seyegan Gelar Operasi Pasar di Pasar dan Toko Swalayan

Sleman – Menjelang Hari Raya Idulfitri, kegiatan operasi pasar kembali digelar di wilayah Kapanewon Seyegan, Sleman, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini difasilitasi oleh Puskesmas Seyegan dengan melibatkan berbagai unsur, guna memastikan keamanan produk pangan yang beredar di masyarakat.

Operasi pasar tersebut melibatkan sekitar 40 personel yang disebar di lima wilayah kalurahan di Kapanewon Seyegan. Tim terdiri dari unsur Kapanewon Seyegan seperti Satuan Polisi Pamong Praja dan Kawat Kemakmuran, Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), pemerintah kalurahan melalui Ulu-ulu, Babinsa/Bhabinkamtibmas, serta petugas dari Puskesmas Seyegan.

Adapun sasaran kegiatan meliputi toko, swalayan, pasar tradisional hingga distributor parcel lebaran yang berada di wilayah Seyegan. Pengawasan dilakukan melalui inspeksi dan sidak guna memastikan produk yang dijual aman dan layak dikonsumsi masyarakat.

Panewu Seyegan, Agung Endarta menyampaikan bahwa tujuan utama operasi pasar ini adalah melindungi konsumen dari risiko kesehatan akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak layak, rusak, maupun telah melewati masa berlaku.

Menurutnya, meningkatnya permintaan kebutuhan pangan menjelang lebaran kerap dimanfaatkan oleh oknum pedagang untuk menjual produk yang sudah mendekati atau bahkan melewati masa kedaluwarsa.

“Operasi pasar ini bertujuan memberikan edukasi kepada pedagang. Sifatnya pembinaan, bukan penindakan,” ujar Agung.

Sementara itu, Penanggung Jawab Kesehatan Lingkungan Puskesmas Seyegan, Amalia Susanti, menjelaskan gambaran teknis pelaksanaan operasi pasar, termasuk penggunaan formulir monitoring yang akan diisi oleh tim selama kegiatan berlangsung.

Menurut Amalia, fokus pengawasan kali ini diarahkan pada produk yang banyak beredar menjelang lebaran, khususnya parcel lebaran yang kerap berisi produk dengan masa kedaluwarsa yang sudah dekat atau kemasan yang hampir rusak.

“Fokus sasaran operasi adalah parcel lebaran yang sering kali berisi produk dengan masa kedaluwarsa dekat atau kemasan yang hampir rusak,” jelasnya.

Selain parcel, tim juga memeriksa berbagai produk pangan olahan seperti makanan kaleng, kue kering, bahan makanan, dan minuman kemasan yang dijual di supermarket maupun minimarket.

Di pasar tradisional, pengawasan difokuskan pada bahan pangan segar seperti daging, ikan, dan sayuran. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesegaran produk serta memastikan tidak adanya bahan berbahaya seperti formalin atau boraks.

Amalia menambahkan, beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam pemeriksaan produk meliputi tanggal kedaluwarsa, izin edar seperti PIRT atau BPOM, kondisi kemasan, serta kelengkapan label produk yang memuat informasi nutrisi, komposisi, dan keterangan halal.

Apabila ditemukan pelanggaran, tim operasi pasar akan mengumpulkan produk tersebut dan meminta pemilik toko untuk menghubungi pemasok atau distributor guna dilakukan pemusnahan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk edukasi kepada pemilik usaha agar tidak melakukan praktik “cuci gudang” dengan menjual barang rusak atau kedaluwarsa menjelang Lebaran.

“Diharapkan dengan operasi pasar ini keamanan konsumen lebih terjamin ketika membeli produk yang aman dan layak konsumsi,” tandas Amalia.

Dari hasil pemeriksaan di beberapa titik pasar tradisional dan toko swalayan, tim masih menemukan sejumlah produk yang telah kedaluwarsa, kemasan rusak dan kotor, robek akibat gigitan tikus, hingga produk yang telah berjamur.

Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran pedagang semakin meningkat sekaligus memberikan perlindungan bagi masyarakat dalam memperoleh pangan yang aman, sehat, dan layak konsumsi menjelang Idulfitri. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Kapanewon Gamping Resmikan Gerai GEMPITA

Sleman – Bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sekaligus peresmian Gerai UMKM Gamping untuk Kita (GEMPITA) digelar di area pelayanan Kantor Pemerintah Kapanewon Gamping, Sleman, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan, mempromosikan, sekaligus memperluas pemasaran produk UMKM lokal kepada masyarakat.

Peresmian gerai dilakukan oleh Panewu Gamping, Suyanto dan dihadiri perwakilan Kepolisian Sektor Gamping, Komando Rayon Militer 17/Gamping, pengurus Forum UMKM Kalurahan, para pelaku usaha, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Kehadiran Gerai GEMPITA di lingkungan kantor pelayanan publik diharapkan menjadi etalase produk unggulan UMKM Gamping yang mudah diakses masyarakat yang datang untuk mengurus berbagai keperluan administrasi.

Panewu Gamping, Suyanto menegaskan bahwa keberadaan Gerai GEMPITA merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Menurutnya, UMKM memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

“Penempatan gerai di area pelayanan kantor kapanewon bukan tanpa alasan. Lokasi tersebut setiap hari dikunjungi masyarakat sehingga memiliki potensi besar untuk memperkenalkan berbagai produk UMKM lokal, mulai dari kuliner, kerajinan, busana, hingga produk kreatif lainnya,” jelas Suyanto.

Sementara itu, Panewu Anom Gamping, Kurnia Astuti menambahkan bahwa selain menjadi sarana promosi, bazar UMKM yang digelar bersamaan dengan peresmian gerai juga memberi kesempatan bagi pelaku usaha untuk berinteraksi langsung dengan konsumen.

“Melalui bazar ini, masyarakat dapat melihat kualitas produk lokal sekaligus memberikan dukungan nyata dengan membeli produk UMKM,” ujarnya.

Kurnia Astuti menjelaskan bahwa di wilayah Gamping terdapat sekitar UMKM dengan berbagai jenis produk, beberapa di antaranya sudah menjadi produk unggulan. Saat ini, terdapat 35 pelaku usaha yang produknya telah dipajang di Gerai GEMPITA setelah melalui proses kurasi, sementara beberapa lainnya masih dalam tahap seleksi.

“Berkaitan dengan omzet penjualan, sejak soft launching GEMPITA pada 6 Februari 2026 hingga akhir Februari atau kurang lebih tiga minggu, omzet sudah mencapai , sehingga memiliki potensi untuk terus berkembang,” ungkapnya.

Para pelaku usaha yang tergabung dalam Forum UMKM Kalurahan menyambut baik hadirnya Gerai GEMPITA. Mereka menilai fasilitas tersebut dapat menjadi wadah bersama untuk mempromosikan produk unggulan daerah sekaligus meningkatkan daya saing usaha kecil di tengah persaingan pasar yang semakin luas.

Melalui Gerai GEMPITA, produk UMKM Gamping diharapkan tidak hanya dikenal oleh masyarakat lokal, tetapi juga oleh para tamu dan pengunjung dari berbagai daerah yang datang ke kantor kapanewon.

Dengan adanya bazar dan peresmian Gerai GEMPITA ini, Pemerintah Kapanewon Gamping berharap tercipta ekosistem ekonomi lokal yang semakin kuat. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan mampu mendorong UMKM Gamping berkembang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)