PMI DIY Jamin Stok Darah Aman Hingga Lebaran 2026

Sleman — Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta menjamin ketersediaan stok darah selama bulan Ramadan hingga hari raya Idulfitri 2026 dalam kondisi mencukupi. Meski demikian, pihak PMI mulai mengantisipasi potensi penurunan jumlah pendonor pascalebaran akibat tingginya aktivitas mudik dan silaturahmi masyarakat, sementara permintaan medis diprediksi kembali normal.

Ketua Bidang Unit Donor Darah PMI DIY, Suryanto, mengimbau masyarakat, khususnya pendonor sukarela, untuk tetap meluangkan waktu berdonor di sela waktu liburan atau sebelum melakukan perjalanan mudik. Hal ini sangat penting untuk menjaga stabilitas cadangan darah di seluruh Unit Pengelola Darah (UPD) yang tersebar di wilayah Yogyakarta.

“Kami sangat berharap para pendonor tetap yang sudah mendapatkan notifikasi dari PMI segera menyempatkan diri untuk berdonor kembali. Selama libur lebaran, masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan darah selama 24 jam, sementara untuk pelayanan donor darah dibuka mulai pukul hingga WIB di lima Unit Donor Darah Kabupaten dan Kota di seluruh DIY,” ujar Suryanto saat memantau kesiapan posko Lebaran di Gamping, Sleman, Selasa (17/3/2026).

Sebagai langkah strategis sekaligus bentuk apresiasi kepada masyarakat, berbagai Unit Donor Darah di DIY menawarkan program menarik bagi pendonor selama Ramadan hingga bulan Syawal. PMI Kabupaten Sleman, misalnya, menyediakan doorprize berupa empat unit ponsel serta fasilitas cek kesehatan gratis meliputi asam urat, kolesterol, dan gula darah. Selain itu, pendonor juga dimanjakan dengan fasilitas kursi pijat dan paket refreshment.

Langkah serupa dilakukan oleh PMI Kabupaten Bantul yang menyediakan 300 paket bahan pokok sebagai hadiah bagi pendonor. Sementara itu, PMI Kabupaten Kulon Progo dan Gunungkidul juga memberikan bingkisan sembako serta payung bagi warga yang melakukan donor darah di gedung masing-masing selama bulan suci ini. Pemberian apresiasi ini diharapkan mampu menjaga minat masyarakat untuk terus berbagi di tengah kesibukan ibadah dan libur panjang.

Suryanto menambahkan bahwa pihaknya juga melakukan jemput bola dengan menyelenggarakan kegiatan donor darah malam hari di masjid-masjid, serta pagi hari di gereja, vihara, dan tempat ibadah lainnya. PMI juga terus proaktif mengirimkan pesan pengingat melalui WhatsApp kepada para pendonor rutin agar tidak melewatkan jadwal donor mereka.

“Mari bersama menebar senyum untuk sesama dengan tiada henti berkarya untuk kemanusiaan. Kami juga mengajak rekan-rekan media untuk terus menyebarluaskan informasi kemanusiaan ini agar semangat persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama tetap terjaga kuat di Yogyakarta,” pungkas Suryanto.

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi stok darah secara berkala, PMI menyediakan akses melalui laman atau aplikasi Ayo Donor. Selain itu, informasi terkait panduan pertolongan pertama dalam situasi darurat juga dapat diakses melalui aplikasi First Aid yang tersedia di penyedia layanan aplikasi digital. (Kusnadi/KIM Berbah)




Jelang Idulfitri, Pemerintah Kalurahan Margorejo Salurkan BLT Dana Desa untuk Perkuat Daya Beli Warga

Sleman — Pemerintah kalurahan terus menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini diwujudkan melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2026, sebagai instrumen penting untuk menjaga ketahanan ekonomi warga di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.

Pemerintah Kalurahan Margorejo menjadi salah satu wilayah yang merealisasikan bantuan tersebut pada Selasa (17/3/2026). Sebanyak 14 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan tunai dalam suasana yang tertib dan penuh kehangatan. Penyaluran ini dilakukan secara langsung untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima utuh oleh warga yang paling membutuhkan.

Lurah Margorejo, Abdul Azis Muh Ridwan, menyerahkan bantuan tersebut dengan didampingi jajaran perangkat kalurahan, BPKal, serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Ia menegaskan bahwa pemberian BLT ini merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan signifikan dalam memenuhi kebutuhan harian.

“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban kebutuhan sehari-hari masyarakat, khususnya dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Ini adalah bentuk kepedulian pemerintah agar seluruh lapisan masyarakat tetap bisa merasakan kebahagiaan di momen yang penuh berkah ini tanpa harus terbebani masalah finansial yang berat,” ujar Abdul Azis Muh Ridwan di sela acara penyerahan.

Penyaluran dana sebesar per KPM ini disambut baik oleh para penerima manfaat. Salah satu warga Padukuhan Jlegongan, Muhdihardjo, mengaku sangat terbantu dengan adanya tambahan dana segar di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga menjelang lebaran. Baginya, bantuan ini menjadi suntikan moral yang menunjukkan kehadiran pemerintah di tengah kesulitan warga.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Apalagi menjelang Lebaran, kebutuhan pokok biasanya meningkat harganya. Bantuan ini akan langsung saya gunakan untuk membeli beras dan kebutuhan dapur lainnya. Semoga program seperti ini bisa terus berlanjut karena sangat terasa manfaatnya bagi rakyat kecil,” ungkap Muhdihardjo dengan nada syukur.

Selain fungsi ekonomi, penyaluran BLT secara langsung ini juga menjadi upaya pemerintah desa untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana publik. Dengan melibatkan berbagai unsur pengawas kewilayahan, program ini diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing, sekaligus menjadi jembatan menuju kemandirian ekonomi warga di masa mendatang. (SBD/KIM SENYUM TEMPEL)