Refleksi Perda Disabilitas DIY: Paradigma Harus Berubah dari Santunan Menjadi Pemenuhan Hak Asasi

Sleman — Upaya mewujudkan lingkungan inklusif di wilayah Kabupaten Sleman terus diperkuat melalui sosialisasi regulasi terbaru mengenai perlindungan penyandang disabilitas. Sebanyak 75 peserta dari Kapanewon Seyegan, Minggir, Moyudan, dan Godean mengikuti sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) DIY Nomor 5 Tahun 2022 yang berlangsung di Joglo Narto Atmojo, Margokaton, Seyegan, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan yang difasilitasi oleh Anggota DPRD DIY Komisi D, Sri Muslimatun, ini menjadi ruang refleksi penting bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mengubah cara pandang terhadap kelompok difabel. Fokus utama dalam pertemuan ini adalah menggeser stigma lama yang melihat disabilitas sebagai objek belas kasihan menjadi subjek hukum yang memiliki hak asasi sepenuhnya.

Narasumber dari Center for Improving Qualified Activity in Life of People with Disabilities (CIQAL), Titik Purwaningsih, menegaskan bahwa prinsip utama dalam pemenuhan hak disabilitas adalah menghormati martabat dan otonomi individu tanpa diskriminasi. Hal ini bertujuan agar para penyandang disabilitas mampu mencapai kehidupan yang berkualitas, mandiri, dan sejahtera.

“Perda ini menjadi refleksi penting bahwa pendekatan kepada penyandang disabilitas harus berubah, dari yang semula dianggap santunan menjadi pemenuhan hak asasi. Hambatan yang dialami mereka bukan semata-mata berasal dari kondisi individu, tetapi juga dari lingkungan yang belum menyediakan akses yang layak,” tegas Titik Purwaningsih di hadapan peserta sosialisasi.

Dalam paparannya, Titik menjelaskan bahwa Perda DIY Nomor 5 Tahun 2022 menjamin kedudukan hukum yang sama bagi penyandang disabilitas. Pemerintah daerah diwajibkan menyediakan layanan bantuan hukum gratis, penerjemah, serta pendamping yang sesuai dengan ragam disabilitas, baik fisik, intelektual, mental, maupun sensorik. Selain itu, aspek kerahasiaan data dan perlindungan dari stigma negatif juga menjadi poin krusial dalam regulasi tersebut.

Di sektor ketenagakerjaan, aturan ini menetapkan kuota wajib bagi penyandang disabilitas sebesar dua persen di lingkungan pemerintah daerah dan BUMD, serta satu persen di sektor swasta. Dukungan terhadap kemandirian ekonomi juga mencakup larangan pemutusan hubungan kerja secara diskriminatif, pemberian insentif, serta akses modal dan pelatihan bagi pelaku UMKM difabel.

“Penyandang disabilitas mempunyai hak pendidikan dengan pilihan prioritas sekolah inklusif maupun pendidikan khusus. Pemerintah juga berkewajiban menyediakan layanan kesehatan yang paripurna dan terjangkau, mulai dari jaminan kesehatan, penyediaan alat bantu, hingga layanan home care,” tambah Titik.

Aspek infrastruktur pun tidak luput dari pembahasan. Pemerintah didorong untuk menyediakan akses tanpa hambatan melalui prinsip akomodasi yang layak. Perhatian khusus juga diberikan kepada perempuan dan anak penyandang disabilitas untuk mendapatkan perlindungan dari kekerasan seksual, perundungan, serta diskriminasi ganda.

Menutup sosialisasi, Titik mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sleman untuk memperkuat sinergi dalam membangun daerah yang inklusif. Ia menekankan bahwa perbedaan dalam berkomunikasi atau berekspresi tidak boleh menjadi alasan diskriminasi, karena setiap individu memiliki mimpi untuk berkontribusi bagi pembangunan negeri.

“Semua bisa terjadi dengan bersinergi dan kolaborasi. Satu suara untuk menuju Kabupaten Sleman yang inklusif, tidak ada satu pun yang boleh ditinggalkan dalam pembangunan ini. Hilangkan hambatan dengan memberikan akomodasi yang layak, niscaya mimpi-mimpi itu akan terealisasi,” pungkasnya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Sasar Anak Panti dan Difabel, Forum Anak Ngaglik Gelar Aksi Berbagi Kasih di Bulan Ramadan

Sleman — Semangat solidaritas ditunjukkan oleh generasi muda di Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, melalui aksi sosial nyata di tengah bulan suci Ramadan. Forum Anak Kapanewon Ngaglik bersinergi dengan Baznas Kabupaten Sleman menggelar kegiatan bertajuk “Berbagi Kasih” yang menyasar anak-anak panti asuhan serta penyandang disabilitas di Panti Asuhan Bina Remaja Donoharjo, Minggu (15/3/2026).

Aksi kepedulian ini diwujudkan melalui penyaluran bantuan berupa paket sembako dan perlengkapan alat tulis. Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian, bantuan alat tulis diberikan secara khusus untuk mendukung kelancaran pendidikan para penghuni panti yang masih aktif menempuh studi di sekolah formal maupun Sekolah Luar Biasa (SLB).

Ketua Forum Anak Kapanewon Ngaglik, Nabila Ratri Cahyaningtyas, menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul dari keinginan kolektif para remaja untuk menumbuhkan rasa empati terhadap sesama sejak dini. Menurutnya, Ramadan merupakan waktu yang paling tepat untuk membuktikan bahwa anak muda tidak hanya peduli pada diri sendiri, tetapi juga mampu berkontribusi bagi kesejahteraan teman sebaya yang memiliki keterbatasan.

“Ramadan menjadi momentum yang tepat bagi kami untuk berbagi kebahagiaan dengan teman-teman yang membutuhkan. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga memberikan semangat dan kebahagiaan bagi mereka. Kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian,” ujar Nabila Ratri Cahyaningtyas di sela kegiatan.

Jawatan Sosial Kapanewon Ngaglik, Rimurhani, memaparkan bahwa saat ini Panti Asuhan Bina Remaja Donoharjo mengasuh 29 penyandang disabilitas dengan rentang usia anak-anak hingga dewasa. Dari jumlah tersebut, terdapat sembilan anak yang secara rutin menempuh pendidikan di SLB. Kehadiran Forum Anak dinilai sangat membantu dalam memberikan dorongan moral serta meringankan biaya operasional kebutuhan harian panti.

Apresiasi senada juga disampaikan oleh Panewu Anom Kapanewon Ngaglik, Heronimus Heru Bharanti. Ia menilai langkah Forum Anak Ngaglik patut menjadi teladan bagi organisasi kepemudaan lainnya. Keterlibatan aktif remaja dalam isu-isu sosial menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan budaya gotong royong masih terjaga erat di lingkungan generasi z di Kabupaten Sleman.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena melibatkan generasi muda secara langsung dalam aksi kemanusiaan. Harapannya kepedulian ini terus tumbuh dan menjadi budaya yang melekat di masyarakat. Generasi muda adalah motor penggerak solidaritas sosial di masa depan,” ungkap Heronimus Heru Bharanti.

Melalui kegiatan Berbagi Kasih ini, Forum Anak Kapanewon Ngaglik berharap keberkahan Ramadan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Aksi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran publik untuk lebih peduli terhadap perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak serta penyandang disabilitas di wilayah Ngaglik. (ESK/KIM DSN)




Cegah Stroke dan Hipertensi, Kepala Puskesmas Ngaglik Sosialisasi Deteksi Dini di Hadapan Kelompok Disabilitas Donoharjo

Sleman — Pentingnya kesadaran akan jaminan kesehatan dan pencegahan penyakit tidak menular menjadi bahasan utama dalam pertemuan rutin Kelompok Disabilitas Kalurahan (KDK) Difabel Donoharjo, Sabtu (14/3/2026). Bertempat di kediaman warga di Donoharjo, Ngaglik, Sleman, kegiatan ini menghadirkan Kepala Puskesmas setempat untuk memberikan edukasi mengenai aktivasi BPJS Kesehatan serta kewaspadaan terhadap ancaman stroke dan hipertensi.

Kepala Puskesmas, Sri Mujiyanto, menekankan bahwa masyarakat yang memiliki kepesertaan BPJS namun statusnya tidak aktif harus segera melakukan pengaktifan kembali. Hal ini sangat penting mengingat adanya kewajiban melakukan screening riwayat penyakit setiap awal tahun agar layanan kesehatan dapat dimanfaatkan secara optimal. Ia menginformasikan bahwa secara sistem terdapat puluhan ribu kepesertaan yang dinonaktifkan sebagai bagian dari penataan layanan, namun warga diimbau tidak panik dan segera melakukan pengurusan.

Dalam arahannya, Sri Mujiyanto menjamin bahwa pelayanan kesehatan di puskesmas akan dilakukan secara profesional tanpa membedakan status sosial pasien. Ia berkomitmen untuk menindak tegas jika ditemukan adanya praktik diskriminasi dalam pelayanan medis di wilayahnya. Masyarakat diminta proaktif memberikan masukan demi perbaikan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

“Jika terjadi diskriminasi silakan difoto dan dilaporkan kepada kami. Anggap kami sebagai mitra, teman, dan saudara dalam pelayanan kesehatan. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi warga untuk berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan mereka, bukan hanya datang saat sakit saja,” ujar Sri Mujiyanto di hadapan para anggota KDK Donoharjo.

Terkait isu kesehatan penyakit tidak menular, Sri Mujiyanto menjelaskan bahwa hipertensi dan stroke sering kali menjadi ancaman serius karena faktor keturunan dan pola makan yang tidak terjaga. Masyarakat diminta mengenali gejala stroke secara cepat melalui slogan SeGeRa Ke RS, yakni memerhatikan gejala senyum tidak simetris, gerak separuh tubuh melemah, bicara pelo, hingga sakit kepala hebat yang muncul mendadak.

“Kondisi stroke merupakan kegawatdaruratan medis yang harus ditangani kurang dari empat jam sejak gejala awal muncul. Jangan menunda untuk membawa pasien ke instalasi gawat darurat terdekat karena penanganan yang cepat dapat mencegah kemunduran fungsi tubuh yang lebih parah. Pola hidup sehat dengan membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak adalah langkah pencegahan utama yang paling efektif,” jelasnya.

Menutup sosialisasi tersebut, ia juga mengingatkan para penyandang disabilitas dan keluarganya untuk rutin melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan serta patuh terhadap terapi obat dari dokter. Dengan deteksi dini dan pengelolaan gaya hidup yang baik, risiko komplikasi penyakit kronis diharapkan dapat ditekan serendah mungkin di tingkat kalurahan. (Endarwati/KIM Donoharjo)




TRC Gamping Siagakan 46 Komunitas Relawan di Posko Gabungan Pelemgurih

Sleman — Menghadapi lonjakan arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Tim Reaksi Cepat (TRC) Gamping resmi mengoperasikan Posko Gabungan Siaga Lebaran 2026. Posko induk yang berlokasi di kawasan Ruko Pelemgurih, Banyuraden, Gamping, Sleman, tersebut dibuka pada Sabtu malam (14/3/2026) sebagai pusat kendali koordinasi lintas relawan dan instansi keamanan.

Wilayah Gamping yang menjadi pintu masuk utama sekaligus jalur lintas padat di sisi barat Yogyakarta menjadi alasan strategis pendirian posko ini. Beroperasi selama 24 jam penuh mulai 15 Maret hingga 25 Maret 2026, posko ini menjadi titik tumpu pelayanan cepat bagi pemudik maupun warga lokal yang menghadapi situasi darurat di jalan raya.

Ketua TRC Gamping, Deny Hendrawan, mengungkapkan bahwa kekuatan personil tahun ini didukung oleh sinergi dari 46 komunitas relawan se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain memberikan bantuan mekanis bagi kendaraan pemudik, para relawan juga disiagakan untuk penanganan medis awal serta pemantauan arus lalu lintas guna memastikan kenyamanan masyarakat selama momentum Lebaran.

“Momentum ini sangat penting karena Gamping merupakan kawasan yang sangat ramai dilalui pemudik maupun aktivitas warga sehari-hari. Kesiapsiagaan bersama dari puluhan komunitas relawan ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat. Kami ingin memastikan kehadiran relawan dapat dirasakan langsung oleh mereka yang membutuhkan bantuan di perjalanan,” ujar Deny Hendrawan di sela pembukaan posko.

Langkah proaktif TRC Gamping ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis. Ia menilai kolaborasi antar-komunitas relawan ini merupakan bentuk nyata kepedulian publik dalam mempercepat respon terhadap kondisi darurat. Namun, ia juga memberikan catatan tegas agar setiap relawan yang bertugas tetap disiplin dalam menjaga keselamatan diri sendiri selama menjalankan misi kemanusiaan.

“Keberadaan posko gabungan seperti ini sangat krusial untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat respon di lapangan. Saya menekankan kepada seluruh relawan untuk selalu mengedepankan prinsip keselamatan. Dalam setiap operasi kemanusiaan, keselamatan personel harus tetap menjadi prioritas utama agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” tutur Rio Banupanitis.

Dukungan serupa disampaikan oleh Panewu Anom Gamping, Kurnia Astuti, yang hadir bersama unsur TNI dan Polri setempat. Menurutnya, keberadaan posko di titik strategis Pelemgurih akan mempermudah sinkronisasi data dan tindakan antara relawan dengan aparat kewilayahan. Melalui satu pusat koordinasi, potensi permasalahan lalu lintas maupun gangguan ketertiban dapat diantisipasi lebih dini.

Pemerintah Kapanewon Gamping berharap keberadaan Posko Gabungan Siaga Lebaran ini dapat menciptakan suasana mudik yang aman, tertib, dan harmonis. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu mendatangi posko jika memerlukan bantuan medis, informasi rute, maupun kendala teknis kendaraan selama melintasi wilayah Gamping. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Sembilan Tahun Konsisten Berbagi, Karang Taruna Sardonoharjo Salurkan Parcel Cinta untuk Puluhan Anak Yatim

Sleman — Semangat kepedulian generasi muda di Kabupaten Sleman kembali terpancar melalui aksi nyata Karang Taruna Dharma Satria Nusantara (DSN) Kalurahan Sardonoharjo. Memasuki penyelenggaraan tahun ke-9, para pemuda ini sukses menggelar kegiatan “Parcel Cinta Anak Yatim” yang berlangsung dengan penuh kehangatan di Pendopo Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Minggu (15/3/2026).

Kegiatan sosial ini menyasar 55 anak yatim dan piatu yang berdomisili di wilayah Kalurahan Sardonoharjo. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penghimpunan donasi kali ini mengandalkan kekuatan jejaring digital yang berhasil mengumpulkan dana sebesar dari masyarakat umum. Seluruh dana tersebut disalurkan dalam bentuk paket kebutuhan pokok, perlengkapan sekolah, serta uang santunan untuk membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat.

Ketua Pelaksana Parcel Cinta Anak Yatim ke-9, Parjito, menjelaskan bahwa transparansi dan pemanfaatan teknologi informasi menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan donatur. Selain penggalangan dana daring, Karang Taruna DSN juga memiliki program rutin bertajuk Sedekah Jumat Karang Taruna (SEJUK) yang menjadi pondasi kuat dalam membangun relasi sosial antara pemuda dan para dermawan.

“Alhamdulillah penggalangan dana berjalan cukup lancar karena teman-teman Karang Taruna memanfaatkan media online sehingga masyarakat lebih mudah berdonasi tanpa terhalang jarak. Kepercayaan masyarakat adalah faktor utama, dan ini merupakan hasil dari konsistensi kami dalam menjalankan program sosial rutin di wilayah Sardonoharjo,” ujar Parjito di hadapan para wali anak yatim.

Apresiasi tinggi datang dari Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo yang melihat kegiatan ini sebagai bentuk nyata peran pemuda dalam pembangunan sosial di tingkat akar rumput. Kamituwa Sardonoharjo, Bayu Kristiyanto, menyatakan bahwa konsistensi Karang Taruna selama hampir satu dekade ini merupakan prestasi luar biasa yang perlu terus didukung. Kedepannya, pihak kalurahan berencana menyinergikan aksi sosial ini dengan agenda besar lainnya untuk memberikan dampak kebahagiaan yang lebih luas bagi anak-anak.

“Kegiatan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam menumbuhkan semangat kepedulian sosial yang konkret. Tahun depan kami mencoba mengkolaborasikan kegiatan ini dengan Festival Anak Sholeh Sardonoharjo, sehingga adik-adik bisa merasakan kebahagiaan yang lebih besar dan mendapatkan ruang untuk berekspresi secara positif,” ungkap Bayu Kristiyanto.

Suasana di Pendopo Kalurahan semakin semarak dengan hadirnya Kak Akur Pesulap Jujur yang menghibur anak-anak melalui atraksi sulap dan dongeng motivasi. Pesan-pesan moral yang dibalut dalam hiburan tersebut berhasil memancing tawa dan keceriaan para peserta, memberikan dukungan psikologis bagi anak-anak di tengah tantangan hidup yang mereka hadapi. Salah satu perwakilan donatur, Ifa Raharjo, mengaku terharu dengan inisiatif para pemuda yang mampu mengelola kegiatan profesional namun tetap sarat akan nilai kemanusiaan.

Rangkaian acara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, diikuti dengan prosesi pembagian paket parcel dan uang santunan. Melalui kegiatan ini, Karang Taruna Sardonoharjo membuktikan bahwa kemajuan teknologi dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai tradisional gotong royong untuk menciptakan jaring pengaman sosial yang mandiri di tingkat kalurahan. (Andy Ahmad – KIM DSN NGAGLIK)