Sambut Pemudik di Bandara Adisutjipto, Grup Hadroh Remaja Sambilegi Kidul Hadirkan Nuansa Religi

Sleman — Suasana hangat dan religius menyelimuti area kedatangan serta keberangkatan Bandara Adisutjipto Yogyakarta pada Sabtu sore (14/3/2026). Grup Hadroh Ibnul Mustofa, yang beranggotakan para remaja dari Tlukan, Sambilegi Kidul, hadir memukau para penumpang dengan lantunan selawat dan musik religi yang meneduhkan di tengah hiruk-pikuk aktivitas penerbangan.
Tampil tepat pukul WIB, kehadiran grup hadroh ini menjadi daya tarik tersendiri di tengah padatnya mobilitas bandara menjelang musim mudik Lebaran. Mengenakan seragam koko putih yang rapi dengan iringan alat musik rebana yang khas, para remaja ini berhasil menciptakan atmosfer Ramadan yang kental bagi para wisatawan maupun pemudik yang baru saja mendarat di Bumi Mataram.
Penampilan ini merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan terbaik serta kesan mendalam bagi para penumpang. Alunan musik hadroh yang dibawakan tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga berfungsi sebagai pengobat lelah bagi mereka yang sedang dalam perjalanan jauh untuk bertemu keluarga di kampung halaman. Kehadiran seni tradisional ini dianggap mampu menyentuh sisi emosional para perantau yang merindukan suasana rumah.
“Sangat menyentuh hati. Begitu turun dari pesawat langsung disambut musik hadroh, rasanya suasana Lebaran dan pulang kampungnya jadi sangat terasa. Ini penyambutan yang sangat berkesan bagi kami para pemudik,” ujar salah satu penumpang yang baru saja mendarat di Yogyakarta.
Keterlibatan remaja dari RW 58 Sambilegi Kidul dalam ajang ini menunjukkan besarnya potensi generasi muda dalam melestarikan seni budaya Islam di ruang publik. Penampilan yang penuh semangat namun tetap santun tersebut mendapat apresiasi positif, baik dari pihak manajemen bandara maupun para pengguna jasa penerbangan yang merasa terhibur dengan kearifan lokal yang disuguhkan.
Kegiatan yang berlangsung hingga menjelang waktu berbuka puasa ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai agenda rutin untuk menyemarakkan syiar Islam. Selain sebagai sarana dakwah, aksi kreatif ini menjadi medium efektif untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga melalui seni musik hadroh, sekaligus mempromosikan keramahan Yogyakarta kepada setiap pendatang yang tiba. (Sri Rahayu/KIM Depok)



