Kelompok Disabilitas Condongcatur Gelar Pelatihan Membuat Camilan Kacang Kribo

Sleman – Kelompok disabilitas yang tergabung dalam PPDI Condongcatur mengadakan kegiatan pertemuan rutin sekaligus pelatihan keterampilan membuat camilan kacang kribo, pada Rabu (11/3/2026) di rumah Trisnaji, Manukan, Condongcatur.

Pertemuan rutin yang dilaksanakan setiap bulan ini diikuti oleh anggota disabilitas yang tergabung dalam PPDI Condongcatur bersama para pendamping keluarga serta kader pendamping. Kegiatan dilakukan secara mobile, yakni bergiliran di rumah anggota, dengan tujuan untuk mempererat kebersamaan serta memberikan kesempatan bagi anggota untuk saling belajar dan berbagi pengalaman.

Pada pertemuan kali ini, para peserta mengikuti pelatihan membuat camilan kacang kribo sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha rumahan yang dapat menunjang peningkatan ekonomi produktif bagi para penyandang disabilitas.

Pelatihan dipandu oleh Partini, yang juga merupakan wali sekaligus pendamping disabilitas. Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak untuk mempraktikkan secara langsung proses pembuatan kacang kribo mulai dari persiapan bahan, proses pengolahan hingga penyajian. Diharapkan melalui pelatihan ini para anggota dapat mengembangkan keterampilan yang dimiliki dan memanfaatkannya sebagai peluang usaha mandiri.

Ketua PPDI Condongcatur, Setyawati Marheni, dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh PPDI Condongcatur.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Pemerintah Kalurahan Condongcatur yang selalu mendukung kegiatan kami, sehingga teman-teman disabilitas dapat terus belajar dan mengembangkan keterampilan,” ungkapnya.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga karena di Condongcatur telah terbentuk wadah kegiatan bagi penyandang disabilitas.

Menurutnya, kegiatan pelatihan keterampilan seperti ini sangat penting sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, serta mendorong kemandirian bagi para penyandang disabilitas agar dapat lebih berdaya dan produktif di tengah masyarakat.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Carik Condongcatur, Riska Dian, yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan Difa Mandiri Condongcatur. Kehadiran pemerintah kalurahan dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendukung pemberdayaan dan pengembangan potensi penyandang disabilitas di wilayah Condongcatur.

Salah satu peserta kegiatan, Ika, yang merupakan penyandang disabilitas, mengaku sangat senang dapat mengikuti pelatihan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menambah keterampilan dan pengetahuan yang bermanfaat bagi dirinya.

“Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini karena bisa menambah keterampilan dan pengetahuan, terutama dalam membuat camilan yang nantinya bisa dicoba untuk usaha di rumah,” ungkapnya.

Melalui kegiatan pertemuan rutin dan pelatihan keterampilan seperti ini diharapkan para anggota disabilitas dapat terus meningkatkan kemampuan, memperkuat kebersamaan, serta membuka peluang usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi. (Tri Suhartati / KIM Depok)




Perkuat Peran RT dan RW, Kalurahan Lumbungrejo Gelar Pembinaan dan Penyerahan Insentif

Sleman — Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel menggelar kegiatan pembinaan serta penyerahan insentif bagi para Ketua RT dan RW, sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam menjaga dinamika sosial di lingkungan masyarakat.

Kegiatan yang digelar di GOR Kalurahan Lumbungrejo pada Rabu (11/3/2026) tersebut, dihadiri oleh sekitar 117 peserta, terdiri dari 56 Ketua RT dan 25 Ketua RW, pamong kalurahan, staf pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), dan tokoh masyarakat.

Acara ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan kapasitas bagi para pemimpin lingkungan yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan sosial kemasyarakatan.

Jogoboyo Lumbungrejo, Nugroho Subagyo, menjelaskan bahwa pembinaan rutin bagi RT dan RW merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis partisipasi masyarakat.

“RT dan RW memiliki peran strategis sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintah kalurahan. Melalui forum seperti ini, kita ingin memastikan koordinasi berjalan baik sekaligus memberikan dukungan kepada mereka yang selama ini bekerja langsung di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo juga menyerahkan insentif bagi para Ketua RT dan RW yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal). Selain itu, pemerintah kalurahan juga memberikan fasilitasi jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan sebagai bentuk perlindungan sosial bagi para pengurus lingkungan.

Lurah Lumbungrejo, M. Misbah Al Hakim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi para Ketua RT dan RW yang selama ini aktif mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih atas partisipasi dan kerja keras para Ketua RT dan RW yang selama ini menjadi mitra pemerintah kalurahan dalam menjalankan berbagai program. Tanpa dukungan dari panjenengan semua, banyak program pelayanan masyarakat tidak akan berjalan dengan baik,” kata Misbah.

“Kami menyadari insentif yang diberikan masih sama seperti tahun sebelumnya. Namun ini adalah bentuk komitmen pemerintah kalurahan untuk tetap memberikan penghargaan atas pengabdian panjenengan semua,” sambungnya.

Menjelang waktu berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Agus Faturohman. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa bulan Ramadan memiliki keistimewaan besar dalam sejarah Islam. Ia menjelaskan bahwa terdapat dua peristiwa penting yang menjadi keutamaan Ramadan, yakni turunnya Al-Qur’an (Nuzulul Qur’an) dan malam Lailatul Qadar.

“Wahyu pertama yang turun adalah Surat Al-Alaq yang dimulai dengan perintah Iqra’ atau membaca. Bagi para pemimpin masyarakat seperti Ketua RT dan RW, pesan ini sangat relevan membaca tidak hanya teks, tetapi juga membaca situasi sosial di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, kemampuan memahami kondisi warga menjadi kunci bagi pemimpin lingkungan dalam menjaga keharmonisan masyarakat.

“Ketua RT dan RW adalah pemimpin terdekat dengan masyarakat. Maka kemampuan membaca persoalan, memahami kebutuhan warga, dan menjaga kebersamaan menjadi hal yang sangat penting,” tandasnya.

Dengan dukungan pembinaan yang berkelanjutan, pemerintah desa berharap para Ketua RT dan RW dapat terus menjadi penggerak gotong royong, menjaga ketertiban lingkungan, serta menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. (SBD KIM SENYUM TEMPEL)




Pengelolaan ZIS di Sumbersari Terus Berjalan Konsisten Selama Empat Dekade

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan terus mempertahankan tradisi pengelolaan Zakat, Infak, dan Shadaqah (ZIS) yang telah berjalan hampir 40 tahun. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya kolektif masyarakat dalam mengelola dan menyalurkan zakat secara terkoordinasi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam pelaksanaannya, panitia tidak menerima zakat fitrah secara langsung dari muzakki (pembayar zakat). Panitia lebih banyak mengumpulkan zakat fitrah dari lembaga amil zakat yang ada di wilayah Sumbersari maupun dari lembaga pendidikan. Namun demikian, panitia juga tetap menerima zakat secara langsung dari muzakki yang belum sempat menunaikan zakat di lingkungan jamaahnya.

Zakat yang terkumpul selanjutnya ditasyarufkan atau disalurkan kepada masyarakat di sejumlah wilayah, yakni Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, serta sebagian wilayah Sleman.

Untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan tersebut, panitia menggelar musyawarah kerja pada Rabu (11/3/2026) di Ruang Rapat Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Ketua Penerima dan Penyalur ZIS Sumbersari, Agus Iskandar yang juga menjabat sebagai Kamitua Sumbersari, dalam pengantarnya menyampaikan bahwa kegiatan pengelolaan zakat ini merupakan agenda rutin setiap Idulfitri yang selalu dilaksanakan bersama oleh panitia dan masyarakat.

“Pada Idulfitri 1447 H ini kita kembali akan melaksanakan tugas rutin tersebut. Meskipun kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun, kita tetap perlu bermusyawarah untuk melakukan evaluasi, pembenahan, dan perbaikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sasaran penerimaan zakat tahun ini masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu jamaah dari wilayah Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, serta Sleman.

“Melihat banyaknya permohonan yang masuk dari jamaah se-Sumbersari yang berasal dari daerah tersebut, maka kita fasilitasi agar para pemohon dapat terpusat di sini,” tuturnya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut, Pemerintah Kalurahan Sumbersari juga mengalokasikan anggaran guna memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan pengelolaan ZIS.

Melalui suasana musyawarah yang penuh keakraban dan kebersamaan, para peserta rapat sepakat membagi tugas pendistribusian surat permohonan kepada jamaah di wilayah Sumbersari serta lembaga pendidikan.

Selain itu, diputuskan pula bahwa anggota panitia akan mulai mengambil zakat dari jamaah pada Kamis (19/3/2026) atau sesuai kesepakatan dengan masing-masing jamaah. Zakat yang terkumpul selanjutnya akan didistribusikan kepada para pemohon pada Kamis malam dengan pusat kegiatan di Kalurahan Sumbersari.

Melalui pengelolaan yang terorganisir tersebut, diharapkan penyaluran zakat dapat berjalan lebih tertib, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

(Giek/ KIM Moyudan)




Dinsos Sleman Gelar Bimtek Dasar bagi 50 Pekerja Sosial Masyarakat

Sleman – Dinas Sosial Kabupaten Sleman menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tingkat Dasar bagi Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Nakula Kantor Dinas Sosial Sleman ini, diikuti oleh 50 PSM yang berasal dari berbagai kapanewon di wilayah Kabupaten Sleman.

Bimtek secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial Dinas Sosial Sleman, Feri Istanto. Dalam arahannya, Feri menyampaikan bahwa pelaksanaan Bimtek Dasar PSM tahun 2026 dilaksanakan secara sederhana menyesuaikan dengan kondisi efisiensi anggaran.

“Kegiatan ini tetap menjadi prioritas karena penting bagi PSM untuk memiliki sertifikat Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS),” ujarnya.

Menurut Feri, selama ini keberadaan PSM telah banyak membantu pemerintah daerah dalam menangani berbagai persoalan sosial di masyarakat.

“Selama ini Dinas Sosial sudah banyak dibantu oleh PSM dalam menangani masalah sosial. Dalam hal ini, PSM tidak lagi hanya disebut sebagai pekerja, tetapi juga sebagai pejuang sosial,” jelasnya, seraya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi para PSM.

Bimtek Dasar PSM di Kabupaten Sleman merupakan pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial untuk meningkatkan kapasitas, profesionalisme, serta keterampilan para relawan sosial. Melalui kegiatan ini, para PSM diharapkan mampu menjalankan tugasnya secara lebih efektif dalam memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat.

Materi yang disampaikan dalam bimtek meliputi berbagai aspek dasar pekerjaan sosial, seperti peran dan fungsi PSM, kriteria Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), metode praktik pekerjaan sosial, kode etik pekerja sosial, hingga teknik komunikasi dan relasi sosial.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber yang merupakan pakar dan praktisi di bidangnya. Beberapa di antaranya berasal dari LK3 Sembada 9 Sleman, STPMD APMD Yogyakarta, serta Rumah Sakit Grasia. Kehadiran para narasumber tersebut diharapkan dapat memperkaya pengetahuan dan wawasan para PSM dalam menjalankan tugas di lapangan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peran PSM semakin kuat sebagai garda terdepan dalam membantu pemerintah menangani berbagai persoalan sosial di tingkat desa atau kalurahan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Perkuat Sinergi Relawan, Kalurahan Condongcatur Gelar Rakor dan Buka Puasa Bersama

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur melaksanakan rakor dan buka puasa bersama yang diikuti Anggota Satlinmas, Desta dan Kampung Siaga Bencana (KSB), Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Kegiatan itu berlangsung di Posko Kebencanaan Condongcatur, Rabu (11/3/2026).

Jagabaya Condongcatur, Rudi Antarikawan selaku pengampu bidang kegiatan, dalam sambutanya mengucapkan terima kasih atas kekompakkan dan konsistensi anggota Destana dan KSB Condongcatur selama ini, yang bersatu padu dalam ketugasan relawan kebencanaan.

“Agenda paling dekat adalah bersinergi ikut pengamanan di Pos Pelayanan Pemudik lebaran pada tanggal 16 sampai dengan 23 Maret 2026 di Jalan Pajajaran, sebelah barat perempatan Ringroad Condongcatur. Kegiatan ini diinisiasi oleh RAPI Depok bekerja sama dengan PMI, Pramuka, Destana dan Relawan lainya, yang bertugas pelayanan pemudik yang membutuhkan informasi maupun pertolongan dijalan,” ucap Rudi.

Sementara Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyampaikan apresiasi kepada para relawan, Satlinmas, dukuh, dan seluruh pihak yang selama ini sigap membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana, seperti banjir, angin kencang, dan pohon tumbang.

“Semangat gotong royong para relawan menjadi kekuatan utama dalam penanganan kebencanaan di Condongcatur, Posko kebencanaan harus selalu siap menjadi pusat koordinasi dan respon cepat ketika terjadi situasi darurat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan koordinasi antar relawan semakin solid, serta masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.

Pada kesempatan itu, sejumlah paket bingkisan lebaran diserahkan secara simbolis kepada anggota Satlinmas, Destana dan KSB Condongcatur. Acara kemudian diakhiri dengan berbuka puasa bersama, sebagai momentum mempererat kebersamaan dalam melayani masyarakat Condongcatur. (Wasana / KIM Depok)