Peringatan Nuzulul Quran di Sleman: Hidupkan Masjid Melalui Peran Gen Z dan Penyaluran Bantuan Sosial

Sleman — Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Kementerian Agama Kabupaten Sleman memberikan penghargaan khusus bagi generasi muda dalam acara peringatan Nuzulul Quran yang berlangsung di Masjid Agung Sleman pada Jumat (6/3/2026). Penghargaan bertajuk Lomba Gen Z Memakmurkan Masjid ini menjadi sorotan utama sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat nilai-nilai religi dan karakter anak muda di tengah tantangan zaman.
Kepala Kantor Kemenag Sleman, Nadhif, menjelaskan bahwa inisiatif lomba ini lahir dari keprihatinan atas minimnya partisipasi remaja dalam kegiatan kemasjidan. Berdasarkan hasil kurasi, Masjid Al Mukhlasin dari Kapanewon Depok berhasil meraih Juara I, disusul Masjid Ar Rahman dari Kapanewon Gamping sebagai Juara II, dan Masjid At Taqwa dari Kapanewon Prambanan sebagai Juara III. Kompetisi ini diharapkan mampu memicu semangat para pengurus takmir untuk memberikan ruang lebih luas bagi inovasi anak muda.
“Lomba ini berangkat dari sebuah keprihatinan akan minimnya keterlibatan generasi muda dalam berbagai agenda yang diselenggarakan oleh takmir masjid. Saat generasi muda jauh dari masjid, maka akan berdampak secara langsung maupun tidak langsung pada menurunnya akhlak dan moralitas bangsa. Kami berharap ke depannya semakin banyak anak muda yang sadar akan peran pentingnya dalam memakmurkan tempat ibadah,” ujar Nadhif saat memberikan sambutan.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dalam arahannya menegaskan bahwa momen Nuzulul Quran harus dimaknai lebih dari sekadar peringatan sejarah turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Ia mengajak jamaah untuk menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup yang nyata agar tidak menjadi golongan orang yang merugi. Harda juga mengingatkan bahwa keterlibatan anak muda di masjid adalah investasi jangka panjang untuk menekan angka kriminalitas dan krisis moral di masyarakat.
“Momen Nuzulul Quran ini bukan sekadar memperingati peristiwa penting, namun juga upaya menggugah iman kita agar selalu ingat pada Al-Quran sebagai pedoman hidup. Kita harus memastikan generasi penerus kita tidak jauh dari nilai-nilai agama agar Sleman yang religi dapat terwujud secara berkelanjutan,” tutur Harda Kiswaya di hadapan para pimpinan instansi dan jemaah yang hadir.
Selain penganugerahan lomba, acara ini juga diwarnai dengan aksi kemanusiaan melalui penyaluran berbagai bantuan sosial. Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan sembako senilai Rp66 juta bagi 555 orang korban bencana alam. Selain itu, bekerja sama dengan Baznas Sleman, diserahkan pula bingkisan lebaran senilai Rp100 juta untuk 500 TPA dan Madrasah Diniyah, serta penyaluran tali asih senilai Rp462 juta bagi rois di wilayah Kapanewon Berbah.
Peringatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan ceramah agama atau mauidhoh hasanah oleh Imam Safi’i. Antusiasme jamaah terlihat hingga akhir acara, menandai kuatnya sinergi antara pemerintah, lembaga vertikal, dan masyarakat dalam menjaga harmoni serta kepedulian sosial di Kabupaten Sleman. Melalui integrasi antara apresiasi bagi Gen Z dan bantuan bagi kaum duafa, Pemda Sleman berupaya menjadikan Ramadan sebagai momentum transformasi sosial dan spiritual yang menyeluruh. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)



