Grebeg Takjil dan Pentas Gedruk Meriahkan Pasar Cebongan, Upaya Nyata Hidupkan Ekonomi Pasar Rakyat

Sleman — Semangat untuk menghidupkan kembali eksistensi pasar tradisional terus digelorakan melalui Gerakan Meramaikan Pasar yang berlangsung meriah di Pasar Cebongan, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Jumat (6/3/2026). Kegiatan bertajuk Grebeg Takjil ini menjadi pusat perhatian masyarakat karena memadukan transaksi ekonomi dengan nuansa seni budaya yang kental, menciptakan atmosfer pasar yang jauh lebih hidup dan atraktif.
Rangkaian acara diawali dengan aksi kepedulian sosial berupa penyerahan bantuan sembako secara simbolis kepada 30 pedagang pasar. Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh jajaran pejabat daerah, di antaranya Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sleman, Kepala Dinas Perindag Sleman, serta Panewu Mlati. Pemberian bantuan tersebut diniatkan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan nyata pemerintah terhadap kesejahteraan para pelaku ekonomi kecil yang menjadi tulang punggung pasar rakyat.
Suasana di area pasar semakin ramai saat pertunjukan kesenian Gedruk mulai naik panggung dan menghibur para pengunjung. Hentakan musik dan tarian tradisional tersebut berhasil menarik kerumunan massa, termasuk kehadiran komunitas Sembada Touring Club. Menariknya, anggota komunitas motor ini tidak sekadar datang untuk menonton, tetapi turut berpartisipasi aktif melakukan aksi borong berbagai menu takjil yang dijajakan oleh para pelaku UMKM setempat.
Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sleman, Makwan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan instrumen strategis untuk menarik minat generasi muda dan masyarakat luas agar kembali berbelanja di pasar tradisional. Ia menilai sinergi antara hobi, seni, dan ekonomi mikro adalah kunci untuk memastikan pasar rakyat tetap relevan di tengah gempuran pasar modern.
“Harapannya, melalui kegiatan seperti ini, masyarakat kembali menumbuhkan rasa cinta terhadap pasar rakyat. Kami ingin membangkitkan kembali memori kolektif bahwa pasar adalah tempat yang menyenangkan. Dengan ramainya pengunjung yang datang, kesejahteraan para pelaku UMKM dan warga sekitar secara otomatis akan meningkat karena perputaran uang terjadi secara langsung di sini,” ujar Makwan saat memberikan sambutan di tengah keriuhan acara.
Peristiwa ini membuktikan bahwa pasar rakyat memiliki potensi besar untuk bertransformasi bukan sekadar tempat transaksi jual beli, melainkan juga ruang sosial dan budaya yang inklusif. Melalui integrasi berbagai kegiatan kreatif seperti Grebeg Takjil ini, roda ekonomi lokal di Kabupaten Sleman diharapkan dapat bergerak lebih efektif dan memberikan dampak kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat bawah. (Novendra/KIM Mlati)



