Ramadan Ceria, Masjid Al Huda Soko Tegal Gelar Sedekah Sayur Gratis untuk Warga

Sleman – Ramadan selalu menghadirkan wajah Islam yang hangat dan membumi. Di tengah dinamika kehidupan modern, tradisi berbagi justru menemukan relevansinya. Hal itu tercermin dari inisiatif Takmir Masjid Al Huda Soko Tegal yang menggelar program “Ramadan Ceria” pada Ramadan 1447 H/2026 M.
Masjid yang berada di wilayah Soka Tegal, Merdikorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman ini menghadirkan gerakan sedekah sayur terbuka untuk masyarakat umum. Setiap hari, aneka sayuran segar, buah, hingga bumbu dapur disediakan gratis melalui gerobak angkringan yang ditempatkan di halaman masjid.
Bendahara Takmir Masjid Al Huda Soko Tegal, Hery Wibowo, menjelaskan bahwa program tersebut telah dimulai sepekan setelah Ramadan berjalan.
“Pada bulan Ramadan 2026 ini, takmir mempersembahkan Program Ramadan Ceria berupa sedekah sayur untuk umum. Sudah kami mulai satu minggu setelah puasa berjalan,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan memperkuat empati sosial. Sedekah dalam bentuk bahan pangan segar dinilai sangat kontekstual dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
“Monggo (silakan), siapa pun yang membutuhkan sayur, buah, dan bumbu dapur, silakan mengambil secara gratis. Tersedia setiap hari. Ini terbuka untuk umum,” tuturnya.
Program ini lahir dari semangat gotong royong warga. Sebagian besar sayuran dan buah merupakan hasil kebun masyarakat sekitar yang disumbangkan secara sukarela. Sementara takmir hanya menutup kekurangan dengan dana kas masjid.
“Pendanaan dari takmir sejauh ini baru sekitar Rp200 ribu. Selebihnya dari warga dan jamaah. Kami ingin memberi pencerahan bahwa sedekah tidak harus berbentuk uang. Hasil kebun pun bisa menjadi amal jariyah,” kata Hery.
Konsep sederhana ini dinilai berdampak luas. Selain membantu warga yang membutuhkan, program tersebut memperkuat solidaritas sosial serta meneguhkan fungsi masjid sebagai pusat aktivitas umat.
Tak hanya fokus pada sedekah pangan, Ramadan Ceria juga menyasar penguatan pendidikan keagamaan anak-anak dan remaja. Takmir mengaktifkan kembali Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dengan menggandeng karang taruna setempat.
Kegiatan mengaji digelar setiap Senin hingga Kamis, sementara Jumat hingga Minggu diisi aktivitas kreatif seperti menggambar, mewarnai, kuis Islami, nonton bareng film religi, hingga kerajinan tangan. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan buka bersama.
“Kegiatan TPA bersama rekan-rekan karang taruna Alhamdulillah berjalan baik. Masjid juga menyediakan hadiah menarik agar anak-anak semakin semangat,” ujarnya.
Salat tarawih pun dikemas dengan pendekatan kreatif. Jamaah berkesempatan memperoleh sembako hingga hadiah utama di akhir Ramadan sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran dan konsistensi beribadah.
Di tengah arus urbanisasi dan menguatnya individualisme, gerakan yang dilakukan Takmir Masjid Al Huda Soko Tegal menunjukkan bahwa transformasi sosial dapat dimulai dari lingkup terkecil: masjid dan komunitasnya.
Program Ramadan Ceria bukan sekadar peristiwa lokal, melainkan cermin semangat kolektif umat Islam dalam memaknai Ramadan sebagai bulan penguatan solidaritas, pendidikan, dan kepedulian sosial. Jika direplikasi secara luas, gerakan sedekah sayur dan penguatan TPA berbasis kolaborasi pemuda ini berpotensi menjadi model pemberdayaan sosial berbasis masjid yang relevan di berbagai daerah. (SBD / KIM SENYUM TEMPEL)



