Syawalan SMPN 3 Tempel, Momen Perkuat Silaturahmi dan Pendidikan Karakter Pasca-Ramadan

Sleman – Keluarga besar SMP Negeri 3 Tempel menyelenggarakan kegiatan Syawalan di Padukuhan Sombangan, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Kamis (26/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai pendidikan karakter setelah bulan Ramadan.

Acara tersebut menghadirkan narasumber dari Komisi Pemuda, Seni, dan Budaya MUI Depok, Sleman, Athiful Khoiri. Dalam pemaparannya, Athiful menegaskan bahwa ibadah puasa Ramadan tidak hanya bersifat ritual, melainkan merupakan proses pendidikan diri yang menyeluruh.

“Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan proses transformasi diri. Substansi yang paling penting adalah bagaimana seseorang mampu menahan hawa nafsu dan menghindarkan diri dari perilaku tercela,” ujarnya.

Ia menjelaskan, puasa yang dijalankan secara substansial akan mendorong seseorang untuk menjaga diri dari berbagai perilaku negatif, seperti berbohong, bergunjing, menyakiti orang lain, hingga tindakan yang merusak hubungan sosial. Tanpa dimensi tersebut, puasa dinilai hanya sah secara fikih, namun belum tentu memberikan dampak spiritual yang optimal.

Pada kesempatan itu, Athiful juga menguraikan indikator ketakwaan yang tercermin dalam kehidupan sosial, seperti gemar bersedekah dalam kondisi lapang maupun sempit, mampu menahan amarah, serta memiliki sikap pemaaf terhadap sesama. Nilai-nilai ini dinilai penting dalam membangun harmoni di tengah masyarakat.

Dalam konteks pasca-Idulfitri, ia juga menyoroti makna tradisi halalbihalal yang berkembang di Indonesia. Menurutnya, halalbihalal tidak sekadar seremoni, tetapi memiliki dimensi psikologis sebagai sarana penyembuhan emosional dan pemulihan hubungan sosial.

“Halalbihalal memiliki kekuatan psikologis sebagai media emotional healing dan social repair. Ketika seseorang meminta maaf dan memaafkan, beban emosi berkurang, hubungan menjadi lebih sehat, dan suasana batin menjadi lebih ringan,” jelas Athiful.

Ia menambahkan, praktik saling memaafkan sejalan dengan pendekatan psikologi modern, seperti konsep forgiveness therapy, yang terbukti mampu menurunkan kecemasan, meningkatkan kebahagiaan, serta memperkuat rasa syukur.

Dalam dunia pendidikan, kegiatan Syawalan dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat sinergi antarpendidik dan tenaga kependidikan. Momentum ini juga menjadi ruang rekonsiliasi atas dinamika interaksi profesional selama proses pembelajaran.

Selain itu, kegiatan tersebut turut mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang kondusif, harmonis, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Nilai seperti empati, saling menghormati, keikhlasan, dan rasa memiliki terhadap institusi dapat ditanamkan melalui praktik nyata dalam kegiatan Syawalan.

“Sebagai pendidik, kita tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap dan perilaku. Apa yang dilakukan guru akan direkam dan ditiru oleh peserta didik,” tandasnya. (Giek/KIM Moyudan)




Pengajian Pamong Caturtunggal Tekankan Syukur, Kepemimpinan Adil dan Kepedulian Sosial

Sleman – Pemerintah Kalurahan Caturtunggal kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Pengajian Pamong pada Kamis (26/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Puspadenta Kalurahan Caturtunggal tersebut diikuti para pamong kalurahan.

Hal tersebut sebagai bagian dari pembinaan spiritual dan penguatan nilai-nilai moral dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Acara dibuka oleh Carik Kalurahan Caturtunggal, kemudian dilanjutkan dengan tausyiah yang disampaikan oleh Ustaz Zulkarnain dari Padukuhan Karangmalang. Dalam penyampaiannya, ia mengangkat tema “Pentingnya Bersyukur dan Pentingnya Menjadi Pemimpin yang Adil.”

Ustaz Zulkarnain menjelaskan bahwa rasa syukur merupakan kunci kebahagiaan hidup. Hal tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam QS. Ibrahim ayat 7 yang menyebutkan bahwa Allah akan menambah nikmat bagi hamba-Nya yang senantiasa bersyukur.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang adil dan bijaksana. Menurutnya, keadilan merupakan fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan sejahtera.

“Keadilan merupakan fondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan sejahtera. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad SAW bahwa pemimpin yang adil akan mendapatkan keistimewaan di hadapan Allah SWT,” ujar Ustaz Zulkarnain.

Dalam materi pengajian, turut dibahas pentingnya berbagi dan bersedekah sebagai bentuk kepedulian sosial. Sedekah tidak hanya memberikan manfaat bagi sesama, tetapi juga menjadi jalan datangnya keberkahan dan rezeki dari Allah SWT.

Memasuki bulan Syawal, Ustaz Zulkarnain mengingatkan bahwa momen setelah Ramadan merupakan waktu untuk kembali kepada fitrah, yakni kondisi suci sebagai manusia yang bersih dari dosa. Ia mengajak seluruh pamong untuk menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama Ramadan, seperti kejujuran, kesabaran, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap sesama.

“Tradisi Syawalan hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial dan silaturahmi semata. Tetapi juga sebagai momentum untuk saling memaafkan dengan tulus serta memperbaiki hubungan antar sesame,” kata Ustaz Zulkarnain.

“Dengan kembali ke fitrah, diharapkan setiap individu dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab,” imbuhnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh pamong senantiasa diberikan kekuatan dan keikhlasan dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada masyarakat. (Oktaviana / KIM Depok)




Pererat Hubungan Wakil Rakyat dan Warga, Haris Sugiharta Gelar Open House Lebaran

Sleman – Momentum Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan sebagai ruang mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat. Salah satu anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Haris Sugiharta, menggelar open house di kediamannya yang berada di Barongan, Banyurejo, Tempel, Sleman, Rabu (25/3/2026).

Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, Haris menerima rombongan perangkat Padukuhan Sedogan, Kalurahan Lumbungrejo. Rombongan tersebut dipimpin oleh Dukuh Sedogan, Aisyah Putri Wulansari, bersama jajaran perangkat padukuhan, perwakilan LPMKal, PKK, serta Karang Taruna.

Kunjungan ini bukan sekadar ajang halalbihalal, tetapi juga wadah memperkuat komunikasi antara masyarakat di tingkat akar rumput dengan para pemangku kebijakan. Dalam sambutannya, Haris Sugiharta menekankan pentingnya menjaga kebersamaan pasca-Ramadan sebagai fondasi membangun daerah.

“Silaturahmi seperti ini bukan hanya tradisi, tetapi juga sarana menyatukan visi antara masyarakat dan wakil rakyat. Dari sinilah kita bisa saling mendengar dan mencari solusi terbaik untuk kemajuan bersama,” ujar Haris.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kekompakan perangkat Padukuhan Sedogan yang dinilai aktif menjaga harmoni sosial serta berperan dalam pembangunan berbasis masyarakat.

Sementara itu, Dukuh Sedogan, Aisyah Putri Wulansari, menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan sekaligus menjaga nilai-nilai gotong royong yang telah mengakar di masyarakat.

“Kami ingin menjaga komunikasi yang baik dengan para pemangku kebijakan. Harapannya, sinergi ini bisa terus terjalin untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan warga,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan silaturahmi Lebaran ini sebelumnya juga mencakup kunjungan ke Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Wahyudi Kurniawan. Kegiatan kemudian ditutup dengan bersilaturahmi ke kediaman Lurah Lumbungrejo, M. Misbah Al Hakim.

Tradisi kunjungan lintas tokoh dan lembaga ini menjadi cerminan kuatnya budaya kolektif masyarakat Yogyakarta dalam merawat hubungan sosial, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan warga dalam membangun daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (SBD KIM SENYUM TEMPEL)




Antusiasme Tinggi, Peserta Pelatihan Drone Sleman Asah Keterampilan Digital

Sleman – Peserta pelatihan teknologi drone yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Sleman melaksanakan praktik lapangan di Embung Tambakboyo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (25/3/2026).

Kegiatan praktik ini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan yang bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengoperasikan drone sebagai peluang kerja di era digital.

Para peserta tampak antusias mengikuti sesi praktik, mulai dari pengenalan perangkat, teknik dasar penerbangan, hingga pengambilan gambar udara.

Pelatihan ini dirancang tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman langsung agar peserta memiliki kompetensi yang aplikatif dan siap digunakan di dunia kerja. Embung Tambakboyo dipilih sebagai lokasi praktik karena memiliki area terbuka yang representatif untuk latihan penerbangan drone.

Jawatan Sosial Kapanewon Depok, Subekti Handayani, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang baru bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Melalui praktik lapangan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami cara mengoperasikan drone, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai keterampilan produktif yang bernilai ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguasaan teknologi drone dapat dimanfaatkan di berbagai bidang, seperti dokumentasi, pemetaan, hingga sektor kreatif, sehingga berpotensi meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Dengan adanya pelatihan ini, pemerintah berharap masyarakat dapat lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus memiliki daya saing di dunia kerja yang terus berkembang. (Athiful/KIM Depok)




KIM Pararta Guna Perkuat Sinergi Lewat Halal Bihalal Kapanewon Gamping

Sleman – Keterlibatan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Pararta Guna dalam kegiatan Halalbihalal dan Silaturahmi Pemerintah Kapanewon Gamping menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah.

Kegiatan yang berlangsung di Pendhapa Kapanewon Gamping pada Rabu (25/3/2026) ini, tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Namun juga sebagai ruang strategis untuk mempererat komunikasi lintas sektor.

Acara tersebut dihadiri oleh Panewu Gamping, Suyanto beserta jajarannya, Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo beserta jajarannya, Komandan Koramil 17/Gamping, Kapten Infanteri Wahyani beserta jajarannya, OPD tingkat kapanewon, lurah beserta perangkat kalurahan, tokoh masyarakat, serta berbagai komunitas, termasuk KIM Pararta Guna.

Panewu Gamping, Suyanto dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan silaturahmi seperti ini menjadi sarana penting untuk membangun kebersamaan dan memperkuat kolaborasi. Ia mengapresiasi peran aktif KIM Pararta Guna yang selama ini turut membantu menyebarluaskan informasi pembangunan dan program pemerintah kepada masyarakat.

Menurutnya, partisipasi KIM Pararta Guna dinilai memiliki peran signifikan dalam mendukung fungsi diseminasi informasi yang akurat dan bertanggung jawab. Sebagai komunitas yang bergerak di bidang informasi dan komunikasi, KIM memiliki posisi strategis dalam menjembatani kebijakan pemerintah kepada masyarakat secara luas.

“Kehadiran KIM Pararta Guna menjadi representasi aktif masyarakat dalam mendukung keterbukaan informasi publik sekaligus memperkuat literasi digital di tingkat lokal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suyanto menyampaikan bahwa era digital menuntut adanya pengelolaan informasi yang cepat, tepat, dan terpercaya. Dalam hal ini, keberadaan KIM menjadi mitra penting pemerintah dalam menangkal hoaks sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi informasi.

Sementara itu, Ketua KIM Pararta Guna, Adnan Iman Nurtjahjo menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah.

“Silaturahmi bukan hanya tradisi, tetapi juga sarana membangun komunikasi yang lebih efektif dan berkelanjutan,” tandasnya.

Adnan menambahkan bahwa KIM Pararta Guna siap berkontribusi dalam berbagai program strategis, khususnya dalam bidang penyebarluasan informasi publik, edukasi digital, serta pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi informasi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Selain itu, momentum Halal Bihalal juga dimanfaatkan sebagai ruang refleksi bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan komunikasi yang baik antara pemerintah dan komunitas, diharapkan berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)