Jelang Idulfitri, Pemerintah Kalurahan Margorejo Salurkan BLT Dana Desa untuk Perkuat Daya Beli Warga

Sleman — Pemerintah kalurahan terus menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini diwujudkan melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2026, sebagai instrumen penting untuk menjaga ketahanan ekonomi warga di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.
Pemerintah Kalurahan Margorejo menjadi salah satu wilayah yang merealisasikan bantuan tersebut pada Selasa (17/3/2026). Sebanyak 14 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan tunai dalam suasana yang tertib dan penuh kehangatan. Penyaluran ini dilakukan secara langsung untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima utuh oleh warga yang paling membutuhkan.
Lurah Margorejo, Abdul Azis Muh Ridwan, menyerahkan bantuan tersebut dengan didampingi jajaran perangkat kalurahan, BPKal, serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Ia menegaskan bahwa pemberian BLT ini merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan signifikan dalam memenuhi kebutuhan harian.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban kebutuhan sehari-hari masyarakat, khususnya dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Ini adalah bentuk kepedulian pemerintah agar seluruh lapisan masyarakat tetap bisa merasakan kebahagiaan di momen yang penuh berkah ini tanpa harus terbebani masalah finansial yang berat,” ujar Abdul Azis Muh Ridwan di sela acara penyerahan.
Penyaluran dana sebesar per KPM ini disambut baik oleh para penerima manfaat. Salah satu warga Padukuhan Jlegongan, Muhdihardjo, mengaku sangat terbantu dengan adanya tambahan dana segar di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga menjelang lebaran. Baginya, bantuan ini menjadi suntikan moral yang menunjukkan kehadiran pemerintah di tengah kesulitan warga.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Apalagi menjelang Lebaran, kebutuhan pokok biasanya meningkat harganya. Bantuan ini akan langsung saya gunakan untuk membeli beras dan kebutuhan dapur lainnya. Semoga program seperti ini bisa terus berlanjut karena sangat terasa manfaatnya bagi rakyat kecil,” ungkap Muhdihardjo dengan nada syukur.
Selain fungsi ekonomi, penyaluran BLT secara langsung ini juga menjadi upaya pemerintah desa untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana publik. Dengan melibatkan berbagai unsur pengawas kewilayahan, program ini diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing, sekaligus menjadi jembatan menuju kemandirian ekonomi warga di masa mendatang. (SBD/KIM SENYUM TEMPEL)



