SEKECO Condongcatur Latih Warga Olah Nugget Sehat, Dorong Kreativitas Menu Bergizi Keluarga

Sleman – Sekolah Keterampilan Condongcatur (SEKECO) Pokja II TP PKK Kalurahan Condongcatur kembali menggelar pelatihan keterampilan bagi warga, pada Kamis (23/4/2026), bertempat di Selasar Destana Condongcatur.

Kegiatan kali ini berupa praktik pembuatan nugget ayam sehat yang diikuti ibu-ibu perwakilan dari berbagai padukuhan di wilayah Kalurahan Condongcatur. Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan Pokja II TP PKK Kalurahan Condongcatur, Ratnaningsih.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari UPPKA 17 Condongcatur, Siti Azizah yang memberikan pemaparan sekaligus praktik langsung pembuatan nugget ayam. Dalam penjelasannya, ia menyampaikan bahwa nugget merupakan salah satu makanan favorit anak-anak, sehingga penting bagi orang tua untuk memahami cara membuat nugget yang sehat, aman, dan bergizi.

“Melalui kegiatan ini, kita belajar membuat nugget dengan bahan berkualitas, proses yang higienis, serta kandungan gizi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan, mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga teknik penyajian. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di rumah.

Salah satu peserta, Marsiyati dari Padukuhan Kaliwaru, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat.

“Kegiatan ini sangat membantu kami dalam menambah wawasan dan keterampilan, khususnya dalam menyiapkan menu makanan sehat untuk keluarga, terutama anak-anak,” ungkapnya.

Melalui kegiatan SEKECO ini, Pokja II TP PKK Kalurahan Condongcatur berharap para ibu semakin kreatif dalam mengolah makanan sehat dan bergizi, sekaligus mendukung peningkatan kesehatan keluarga di lingkungan masyarakat. (Tri Suhartati KIM Depok)




Upaya Terpadu Penanggulangan Kemiskinan di Kapanewon Depok

Sleman – Dalam rangka memperkuat sinergi lintas sektor untuk menurunkan angka kemiskinan, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Kapanewon Depok menyelenggarakan Rapat Penanggulangan Kemiskinan pada Kamis (23/4/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Sasana Anglocitatama ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan di wilayah Kapanewon Depok.

Rapat tersebut menjadi forum strategis untuk melakukan evaluasi sekaligus merumuskan langkah-langkah penanggulangan kemiskinan yang lebih efektif dan tepat sasaran di tingkat lokal.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Sarastomo Ari Saptoto. Dalam paparannya, ia menekankan beberapa hal penting, di antaranya validasi data agar bantuan tepat sasaran, integrasi program antara kebijakan kabupaten dan pelaksanaan di tingkat kapanewon hingga kalurahan, serta penguatan pemberdayaan masyarakat.

“Program penanggulangan kemiskinan tidak hanya berfokus pada bantuan langsung, tetapi juga harus mampu mendorong kemandirian ekonomi bagi keluarga penerima manfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh lingkungan, dapat berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan.

Melalui koordinasi yang berkelanjutan, diharapkan angka kemiskinan di wilayah Kapanewon Depok dapat ditekan secara signifikan melalui program perlindungan sosial yang lebih komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan. (Sri Rahayu/KIM Depok)




Akademisi UII Tekankan Netizen sebagai Pilar Penjaga Ruang Digital dan Sosial

Sleman -Akademisi Universitas Islam Indonesia (UII), Ipan Pranashakti, menegaskan peran strategis netizen sebagai penjaga stabilitas sosial dan ruang digital dalam kegiatan silaturahim dan pembinaan netizen yang digelar Bidhumas Polda DIY di Gedung Promoter Polda DIY, Kamis (23/4/2026).

Dalam pemaparannya, Ipan menyebut bahwa kesejahteraan masyarakat Yogyakarta ditopang oleh tiga aspek utama, yakni kondisi sosial, keamanan, dan kenyamanan. Ketiganya, menurut dia, tidak hanya relevan di ruang fisik, tetapi juga harus dijaga dalam ekosistem digital.

Ia menekankan bahwa netizen tidak lagi dapat diposisikan sebagai konsumen pasif informasi.

“Netizen dituntut berperan aktif dan berkontribusi nyata dalam menjaga kualitas ruang digital,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ipan menyoroti eskalasi penyebaran hoaks yang kian kompleks. Hoaks, kata dia, merupakan informasi yang tidak sesuai fakta dan disebarkan seolah benar, baik secara sengaja maupun akibat rendahnya literasi.

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), dinilai semakin mempercepat produksi dan distribusi disinformasi.

Ia juga menguraikan karakteristik netizen Indonesia pada 2026 yang dipengaruhi oleh faktor demografi, perilaku digital, dinamika politik, serta pola interaksi dan etika bermedia sosial.

“Kondisi tersebut menuntut peningkatan kesadaran kolektif dalam menjaga kualitas informasi publik,” tegasnya.

Melalui forum ini, Ipan mendorong penguatan peran netizen sebagai aktor kunci dalam menjaga nilai kebangsaan sekaligus mempertahankan citra Yogyakarta sebagai ruang yang aman, nyaman, dan berbudaya. (Athiful/KIM Depok)




Rakor Moyudan Dorong Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis Padukuhan dan Rumah Tangga

Sleman – Pemerintah Kapanewon Moyudan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penumbuhan Pengelolaan Sampah Mandiri pada Kamis (23/4/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Abhinaya dan dihadiri seluruh lurah se-Kapanewon Moyudan, sejumlah dukuh, serta Pendamping Pengelola Sampah (PPS) dari tingkat kalurahan hingga kabupaten.

Rakor ini menjadi langkah strategis dalam mendorong kemandirian masyarakat untuk mengelola sampah dari sumbernya. Dengan melibatkan para dukuh, program pengelolaan sampah diharapkan dapat menjangkau hingga tingkat padukuhan dan rukun tetangga (RT).

Panewu Moyudan, Agung Dwi Maryoto, dalam arahannya menekankan pentingnya implementasi Peraturan Bupati Sleman Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga.

“Perbup 6/2023 ini harus menjadi pedoman bersama. Kuncinya ada pada pemilahan sampah dari rumah. Jika para dukuh mampu menggerakkan warga untuk memilah sampah organik, anorganik, dan residu, maka beban tempat pembuangan akhir (TPA) akan berkurang secara signifikan. Moyudan harus mampu mandiri dalam mengelola sampahnya,” tegasnya.

Dalam rakor tersebut dibahas berbagai strategi, antara lain penumbuhan bank sampah, penguatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), pemanfaatan sampah organik menjadi kompos, serta penguatan peran dukuh dalam edukasi dan monitoring di wilayah masing-masing.

Pemerintah Kapanewon Moyudan berharap melalui rakor ini, gerakan pengelolaan sampah mandiri dapat berjalan secara masif, mulai dari tingkat padukuhan hingga rumah tangga. Tujuannya adalah mewujudkan Moyudan yang bersih, sehat, dan mandiri dalam pengelolaan sampah. (Giek / KIM Moyudan)




Polda DIY Gandeng Netizen dan KIM Sleman, Perkuat Literasi Digital dan Lawan Hoaks di Media Sosial

Sleman – Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) menggelar kegiatan silaturahim dan pembinaan netizen pegiat media sosial di Gedung Promoter Polda DIY, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah Forum Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Sleman, antara lain KIM Depok Raya, KIM Kertomandiri Turi, KIM Berbah, KIM Senyum Tempel, KIM Ngaglik, dan KIM Pararta Guna.

Acara ini bertujuan membangun relasi antara kepolisian dan masyarakat sekaligus mendorong peran aktif netizen dalam menciptakan ekosistem media sosial yang sehat dan positif.

Pembinaan juga menjadi ruang diskusi terkait dinamika dan tantangan perkembangan dunia digital.

Kepala Bidang Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menyampaikan bahwa masyarakat saat ini hidup di dua ruang, yakni dunia nyata dan dunia maya, yang sama-sama memiliki tantangan.

“Dunia maya menghadirkan tantangan yang luar biasa, sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk bijak dalam bermedia sosial,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Polda DIY, netizen, dan influencer dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk di ruang digital.

Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengantisipasi berbagai permasalahan yang muncul di media sosial.

Selain itu, Ihsan mengingatkan meningkatnya penyebaran hoaks dan disinformasi, termasuk yang dipengaruhi perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan.

“Informasi yang tidak benar saat ini semakin mudah dipercaya masyarakat, sehingga perlu diimbangi dengan produksi konten positif yang masif dan berkelanjutan,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Polda DIY berharap sinergi antara aparat dan masyarakat dapat semakin kuat dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan produktif bagi publik. (Athiful/KIM Depok)