Kapanewon Depok Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Tekan Angka Kemiskinan

Sleman – Pemerintah Kapanewon Depok menyelenggarakan Rapat Penanggulangan Kemiskinan di Ruang Rapat Sasana Anglocitatama, Kamis (23/4/2026). Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Kapanewon, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Tim Pendamping Sosial Kalurahan (TPSK), Tim Penggerak PKK, serta seluruh instansi lintas sektor di wilayah Kapanewon Depok, guna memperkuat sinergi kolektif dalam menekan angka kemiskinan.

Agenda utama pertemuan ini difokuskan pada evaluasi mendalam serta perumusan strategi yang lebih efektif dan tepat sasaran. Berdasarkan data terkini, angka kemiskinan di wilayah Kapanewon Depok tercatat sebesar 2,3%, yang menunjukkan tren positif dengan penurunan sebesar 0,75% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pencapaian ini menjadi momentum penting bagi pemerintah setempat untuk terus mengoptimalkan kinerja kelembagaan dalam mengentaskan kemiskinan secara komprehensif.

Pada kesempatan itu Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Sarastomo Ari Saptoto selaku narasumber, menekankan tiga pilar utama dalam akselerasi penanggulangan kemiskinan.

Pertama, pentingnya validasi data yang akurat guna memastikan seluruh program perlindungan sosial menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan sesuai basis data terpadu.

Kedua, diperlukannya integrasi program yang selaras antara kebijakan tingkat kabupaten dengan implementasi teknis di tingkat kapanewon hingga kalurahan.

“Kemudian yang ketiga ialah penguatan program pemberdayaan mandiri yang berorientasi pada penciptaan kemandirian ekonomi bagi keluarga penerima manfaat,” tandasnya.

Menutup rangkaian agenda tersebut, Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, menyampaikan harapan agar seluruh elemen masyarakat beserta tokoh lingkungan dapat berpartisipasi aktif dalam melakukan pengawasan serta pelaksanaan program di lapangan.

Melalui penguatan koordinasi rutin dan komitmen lintas sektoral ini, Pemerintah Kapanewon Depok menargetkan penurunan angka kemiskinan yang lebih signifikan melalui sistem jaminan sosial yang terukur dan berkelanjutan. (Lidya / KIM Depok)




Panewu Depok Lantik Pj Lurah Maguwoharjo, Pastikan Layanan Publik Tetap Optimal

Sleman – Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, resmi melantik Penjabat (Pj) Lurah Maguwoharjo, R. Hery Subagio, di Pendopo Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (23/4/2026).

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Bupati Sleman Nomor 35.1/ tentang pengangkatan R. Hery Subagio, yang sebelumnya menjabat Panewu Anom Kapanewon Depok, sebagai Pj Lurah Maguwoharjo hingga ditetapkannya hasil Pemilihan Lurah Antar Waktu.

Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan tata kelola pemerintahan di tingkat kalurahan serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Sebelumnya, jabatan Pj Lurah Maguwoharjo diemban oleh Isti Fajaroh, yang juga menjabat Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok. Isti kini mendapat amanah baru sebagai Kepala Bidang Usaha Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman.

Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Isti Fajaroh selama menjabat sejak 8 Desember 2025. Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di Kalurahan Maguwoharjo.

“Terima kasih atas dedikasi Saudari Isti Fajaroh yang telah memberikan pelayanan optimal kepada warga masyarakat selama menjabat Pj Lurah Maguwoharjo,” ujarnya.

Rakhmat juga menyampaikan ucapan selamat kepada R. Hery Subagio atas amanah baru yang diemban. Ia berharap Pj Lurah yang baru dapat menjalankan tugas dengan baik serta mampu menghadapi berbagai tantangan di wilayah Maguwoharjo.

“Saya berharap Saudara R. Hery Subagio dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab serta memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” katanya.

Ia berharap penyelenggaraan pemerintahan di Kalurahan Maguwoharjo semakin optimal serta mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (Athiful/KIM Depok)




SEKECO Condongcatur Latih Warga Olah Nugget Sehat, Dorong Kreativitas Menu Bergizi Keluarga

Sleman – Sekolah Keterampilan Condongcatur (SEKECO) Pokja II TP PKK Kalurahan Condongcatur kembali menggelar pelatihan keterampilan bagi warga, pada Kamis (23/4/2026), bertempat di Selasar Destana Condongcatur.

Kegiatan kali ini berupa praktik pembuatan nugget ayam sehat yang diikuti ibu-ibu perwakilan dari berbagai padukuhan di wilayah Kalurahan Condongcatur. Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan Pokja II TP PKK Kalurahan Condongcatur, Ratnaningsih.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari UPPKA 17 Condongcatur, Siti Azizah yang memberikan pemaparan sekaligus praktik langsung pembuatan nugget ayam. Dalam penjelasannya, ia menyampaikan bahwa nugget merupakan salah satu makanan favorit anak-anak, sehingga penting bagi orang tua untuk memahami cara membuat nugget yang sehat, aman, dan bergizi.

“Melalui kegiatan ini, kita belajar membuat nugget dengan bahan berkualitas, proses yang higienis, serta kandungan gizi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan, mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga teknik penyajian. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di rumah.

Salah satu peserta, Marsiyati dari Padukuhan Kaliwaru, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat.

“Kegiatan ini sangat membantu kami dalam menambah wawasan dan keterampilan, khususnya dalam menyiapkan menu makanan sehat untuk keluarga, terutama anak-anak,” ungkapnya.

Melalui kegiatan SEKECO ini, Pokja II TP PKK Kalurahan Condongcatur berharap para ibu semakin kreatif dalam mengolah makanan sehat dan bergizi, sekaligus mendukung peningkatan kesehatan keluarga di lingkungan masyarakat. (Tri Suhartati KIM Depok)




Upaya Terpadu Penanggulangan Kemiskinan di Kapanewon Depok

Sleman – Dalam rangka memperkuat sinergi lintas sektor untuk menurunkan angka kemiskinan, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Kapanewon Depok menyelenggarakan Rapat Penanggulangan Kemiskinan pada Kamis (23/4/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Sasana Anglocitatama ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan di wilayah Kapanewon Depok.

Rapat tersebut menjadi forum strategis untuk melakukan evaluasi sekaligus merumuskan langkah-langkah penanggulangan kemiskinan yang lebih efektif dan tepat sasaran di tingkat lokal.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Sarastomo Ari Saptoto. Dalam paparannya, ia menekankan beberapa hal penting, di antaranya validasi data agar bantuan tepat sasaran, integrasi program antara kebijakan kabupaten dan pelaksanaan di tingkat kapanewon hingga kalurahan, serta penguatan pemberdayaan masyarakat.

“Program penanggulangan kemiskinan tidak hanya berfokus pada bantuan langsung, tetapi juga harus mampu mendorong kemandirian ekonomi bagi keluarga penerima manfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh lingkungan, dapat berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan.

Melalui koordinasi yang berkelanjutan, diharapkan angka kemiskinan di wilayah Kapanewon Depok dapat ditekan secara signifikan melalui program perlindungan sosial yang lebih komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan. (Sri Rahayu/KIM Depok)




Akademisi UII Tekankan Netizen sebagai Pilar Penjaga Ruang Digital dan Sosial

Sleman -Akademisi Universitas Islam Indonesia (UII), Ipan Pranashakti, menegaskan peran strategis netizen sebagai penjaga stabilitas sosial dan ruang digital dalam kegiatan silaturahim dan pembinaan netizen yang digelar Bidhumas Polda DIY di Gedung Promoter Polda DIY, Kamis (23/4/2026).

Dalam pemaparannya, Ipan menyebut bahwa kesejahteraan masyarakat Yogyakarta ditopang oleh tiga aspek utama, yakni kondisi sosial, keamanan, dan kenyamanan. Ketiganya, menurut dia, tidak hanya relevan di ruang fisik, tetapi juga harus dijaga dalam ekosistem digital.

Ia menekankan bahwa netizen tidak lagi dapat diposisikan sebagai konsumen pasif informasi.

“Netizen dituntut berperan aktif dan berkontribusi nyata dalam menjaga kualitas ruang digital,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ipan menyoroti eskalasi penyebaran hoaks yang kian kompleks. Hoaks, kata dia, merupakan informasi yang tidak sesuai fakta dan disebarkan seolah benar, baik secara sengaja maupun akibat rendahnya literasi.

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), dinilai semakin mempercepat produksi dan distribusi disinformasi.

Ia juga menguraikan karakteristik netizen Indonesia pada 2026 yang dipengaruhi oleh faktor demografi, perilaku digital, dinamika politik, serta pola interaksi dan etika bermedia sosial.

“Kondisi tersebut menuntut peningkatan kesadaran kolektif dalam menjaga kualitas informasi publik,” tegasnya.

Melalui forum ini, Ipan mendorong penguatan peran netizen sebagai aktor kunci dalam menjaga nilai kebangsaan sekaligus mempertahankan citra Yogyakarta sebagai ruang yang aman, nyaman, dan berbudaya. (Athiful/KIM Depok)