Rakor Moyudan Dorong Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis Padukuhan dan Rumah Tangga

Sleman – Pemerintah Kapanewon Moyudan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penumbuhan Pengelolaan Sampah Mandiri pada Kamis (23/4/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Abhinaya dan dihadiri seluruh lurah se-Kapanewon Moyudan, sejumlah dukuh, serta Pendamping Pengelola Sampah (PPS) dari tingkat kalurahan hingga kabupaten.

Rakor ini menjadi langkah strategis dalam mendorong kemandirian masyarakat untuk mengelola sampah dari sumbernya. Dengan melibatkan para dukuh, program pengelolaan sampah diharapkan dapat menjangkau hingga tingkat padukuhan dan rukun tetangga (RT).

Panewu Moyudan, Agung Dwi Maryoto, dalam arahannya menekankan pentingnya implementasi Peraturan Bupati Sleman Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga.

“Perbup 6/2023 ini harus menjadi pedoman bersama. Kuncinya ada pada pemilahan sampah dari rumah. Jika para dukuh mampu menggerakkan warga untuk memilah sampah organik, anorganik, dan residu, maka beban tempat pembuangan akhir (TPA) akan berkurang secara signifikan. Moyudan harus mampu mandiri dalam mengelola sampahnya,” tegasnya.

Dalam rakor tersebut dibahas berbagai strategi, antara lain penumbuhan bank sampah, penguatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), pemanfaatan sampah organik menjadi kompos, serta penguatan peran dukuh dalam edukasi dan monitoring di wilayah masing-masing.

Pemerintah Kapanewon Moyudan berharap melalui rakor ini, gerakan pengelolaan sampah mandiri dapat berjalan secara masif, mulai dari tingkat padukuhan hingga rumah tangga. Tujuannya adalah mewujudkan Moyudan yang bersih, sehat, dan mandiri dalam pengelolaan sampah. (Giek / KIM Moyudan)




Polda DIY Gandeng Netizen dan KIM Sleman, Perkuat Literasi Digital dan Lawan Hoaks di Media Sosial

Sleman – Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) menggelar kegiatan silaturahim dan pembinaan netizen pegiat media sosial di Gedung Promoter Polda DIY, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah Forum Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Sleman, antara lain KIM Depok Raya, KIM Kertomandiri Turi, KIM Berbah, KIM Senyum Tempel, KIM Ngaglik, dan KIM Pararta Guna.

Acara ini bertujuan membangun relasi antara kepolisian dan masyarakat sekaligus mendorong peran aktif netizen dalam menciptakan ekosistem media sosial yang sehat dan positif.

Pembinaan juga menjadi ruang diskusi terkait dinamika dan tantangan perkembangan dunia digital.

Kepala Bidang Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menyampaikan bahwa masyarakat saat ini hidup di dua ruang, yakni dunia nyata dan dunia maya, yang sama-sama memiliki tantangan.

“Dunia maya menghadirkan tantangan yang luar biasa, sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk bijak dalam bermedia sosial,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Polda DIY, netizen, dan influencer dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk di ruang digital.

Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam mengantisipasi berbagai permasalahan yang muncul di media sosial.

Selain itu, Ihsan mengingatkan meningkatnya penyebaran hoaks dan disinformasi, termasuk yang dipengaruhi perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan.

“Informasi yang tidak benar saat ini semakin mudah dipercaya masyarakat, sehingga perlu diimbangi dengan produksi konten positif yang masif dan berkelanjutan,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Polda DIY berharap sinergi antara aparat dan masyarakat dapat semakin kuat dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan produktif bagi publik. (Athiful/KIM Depok)




Peringati Hari Jadi ke-110 Sleman, Dinsos Gelar Donor Darah dan Lampaui Target Pendonor

Sleman – Semangat kemanusiaan terasa kuat dalam kegiatan donor darah yang digelar Dinas Sosial Kabupaten Sleman bekerja sama dengan PMI Kabupaten Sleman dan Pemerintah Kalurahan Margoluwih, Rabu (22/4/2026). Bertempat di halaman GOR Kalurahan Margoluwih, kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman sekaligus wujud nyata kepedulian sosial masyarakat.

Kegiatan ini diikuti pamong kalurahan, relawan, hingga masyarakat umum. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir rangkaian acara, mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, hingga pengambilan darah.

Sekretaris Dinas Sosial Sleman, Sigit Indarto menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam membantu ketersediaan stok darah. Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan darah di Sleman masih belum terpenuhi secara optimal.

“Setiap bulan Sleman membutuhkan sekitar kantong darah, sementara yang tersedia baru sekitar kantong. Hal ini yang mendorong kami untuk terus mengadakan kegiatan donor darah,” jelasnya.

Ia menambahkan, donor darah memiliki makna lebih dari sekadar kegiatan sosial. “Donor darah bukan hanya tentang memberikan setetes darah, tetapi juga menyelamatkan nyawa orang lain. Ini merupakan bentuk nyata solidaritas dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Selain bermanfaat bagi penerima, donor darah juga memberikan dampak positif bagi pendonor. perwakilan Dinas Sosial Sleman, Sri Handayani menjelaskan bahwa donor darah dapat membantu menjaga kesehatan tubuh.

“Selain membantu sesama, donor darah juga bermanfaat untuk kesehatan, seperti menjaga kesehatan jantung, merangsang pembentukan sel darah baru, serta mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini,” terangnya.

Menariknya, jumlah peserta yang lolos skrining melebihi target awal. Dari kuota 30 pendonor yang ditetapkan PMI, kegiatan ini berhasil mengumpulkan lebih dari 37 pendonor yang memenuhi syarat. Capaian ini menjadi bukti tingginya kesadaran dan kepedulian masyarakat.

Kegiatan berlangsung lancar dengan tetap menerapkan standar kesehatan yang ketat. Para peserta tampak tertib dan bersemangat mengikuti setiap tahapan.

Menutup kegiatan, Sri Handayani menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna kepada masyarakat. “Kebaikan sekecil apa pun yang dilakukan akan berdampak besar bagi mereka yang membutuhkan,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial Sleman berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh, sehingga aksi donor darah dapat menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan dalam menyelamatkan banyak nyawa. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Pengajian Kamis Kliwonan di Condongcatur Hadirkan Dakwah Wayang dan Pesan “Lir Ilir”

Sleman – Pengajian Malam Kamis Kliwonan yang digelar di Pendopo Cepit, kediaman Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, Rabu (22/4/2026), berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan ini menghadirkan penceramah Ustaz A.T. Maulana, yang dikenal sebagai Da’i Patroli dari Prambanan, Sleman, dengan metode dakwah unik melalui media wayang.

Dalam tausiyahnya, Ustaz A.T. Maulana menyampaikan pesan-pesan keislaman dengan pendekatan budaya, memadukan dakwah dengan pertunjukan wayang sebagai sarana syiar agama Islam yang mudah dipahami berbagai kalangan. Metode ini dinilai efektif dalam menyampaikan nilai-nilai moral dan spiritual secara menarik serta membumi di tengah masyarakat.

“Manusia hidup di dunia diberikan nikmat sehat dan sempat. Jangan hanya sibuk memikirkan urusan dunia saja, tetapi juga harus ingat bekal untuk akhirat,” ungkapnya dalam ceramah.

Selain itu, ia juga mengulas makna dan syarah lagu Jawa “Lir Ilir” yang sarat pesan dakwah. Lagu tersebut mengandung ajakan untuk bangkit dari kelalaian, memperbaiki diri, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Makna “Lir Ilir” diartikan sebagai seruan untuk “bangun” atau sadar bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. Liriknya memuat simbol-simbol ajakan untuk menata iman, memperbaiki amal, serta memanfaatkan kesempatan hidup sebaik-baiknya sebelum datangnya kematian.

Pengajian ini turut dimeriahkan penampilan hadroh Nuruttajdid dari Tegalturi, Karangasem, Padukuhan Gempol, yang menambah kekhusyukan suasana melalui lantunan sholawat.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin termotivasi untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta mampu menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat.

(Tri Suhartati KIM Depok)




Peringati Hari Jadi ke-110 Sleman, Dinsos Gelar Bakti Sosial untuk Warga Seyegan

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan bakti sosial di Gedung Olah Raga (GOR) Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan, Rabu (22/4/2026). Kegiatan bertema “Nggendong Mikul murih Rahayuning Sleman” ini dihadiri sekitar 400 warga yang memanfaatkan berbagai layanan dan bantuan yang disediakan.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Sigit Indarto yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa bakti sosial ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari jadi daerah.

“Bakti sosial yang diadakan di Kalurahan Margoluwih ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan,” tandas Sigit.

Sementara itu, Panewu Seyegan, Agung Endarta pada kesempatan itu ikut memberikan apresiasi atas inisiatif Dinsos Sleman. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kami mengapresiasi Dinas Sosial Sleman yang telah menginisiasi kegiatan bakti sosial ini untuk masyarakat Seyegan. Kegiatan yang bermanfaat seperti ini semoga tidak berhenti di tahun ini saja, tetapi bisa diagendakan secara rutin setiap tahun,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Tim Kerja Kelembagaan dan Partisipasi Sosial Dinsos Sleman, Sri Handayani menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut turut disalurkan bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan.

“Dalam kegiatan ini kami menyerahkan paket sembako kepada 40 penerima yang terdiri dari warga kurang mampu, disabilitas, lansia, dan anak terlantar,” jelasnya.

Selain bantuan langsung, kegiatan ini juga menyediakan subsidi kebutuhan pokok, antara lain beras, telur, gula, dan minyak goreng dengan harga terjangkau. Total subsidi yang diberikan mencapai sekitar Rp9,4 juta.

Tak hanya itu, masyarakat juga dapat membeli pakaian murah dengan harga mulai dari per potong.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap dapat terus memperkuat kepedulian sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Kapanewon Seyegan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)