Dua Mahasiswi UNY Raih Juara 3 Pilmapres LLDIKTI Wilayah V 2026

Sleman – Dua mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Nosi Anggana dari Program Studi Pendidikan Seni Musik, dan Fitria Oktariani dari Program Studi D4 Tata Busana, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) LLDIKTI Wilayah V Tahun 2026, pada Rabu (22/4/2026).

Pilmapres diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Kegiatan ini bertujuan mendorong pengembangan prestasi mahasiswa sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang berdampak dan inklusif.

Nosi Anggana menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam Pilmapres memberikan pengalaman akademik dan pengembangan diri yang signifikan.

Ia menilai proses seleksi menjadi ruang untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, penyusunan argumen ilmiah, serta pengembangan gagasan kreatif.

“Pilmapres bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah untuk membangun konsistensi, integritas akademik, dan kapasitas diri sebagai mahasiswa,” ujarnya.

Ia mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut serta memaknai ajang ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan peran sebagai agen perubahan di masyarakat.

Sementara Fitria Oktariani menilai ajang Pilmapres memberikan pengalaman yang memperkaya kapasitas diri, khususnya dalam mengintegrasikan keilmuan dengan kreativitas.

Ia menyebut proses seleksi mendorongnya untuk lebih adaptif dan inovatif dalam menyampaikan gagasan.

“Melalui Pilmapres, saya belajar mengembangkan ide secara terstruktur sekaligus memperkuat kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan di tingkat yang lebih luas,” katanya.

Fitria berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata, khususnya di bidang yang digelutinya.

Koordinator Pilmapres UNY, Tsania Nur Diyana, menegaskan bahwa Pilmapres memiliki nilai strategis bagi institusi. Menurutnya, ajang ini tidak hanya mengukur prestasi individu, tetapi juga memperkuat citra dan kontribusi perguruan tinggi.

“Pilmapres diharapkan dapat memperkuat branding UNY sekaligus mendorong mahasiswa berprestasi untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.

Tsania berharap capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa UNY lainnya untuk terus meningkatkan prestasi akademik dan nonakademik, serta berperan aktif dalam pengembangan masyarakat dan dunia pendidikan. (Athiful/KIM Depok)




Peringati Hari Kartini, TK ABA Sidoharjo Gelar Edukasi Cinta Lingkungan Bersama Mahasiswa KKN UGM

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, TK ABA Sidoharjo bekerja sama dengan mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan edukatif bertema “Aku Cinta Lingkungan: Pengenalan Lingkungan melalui Jelajah Alam dan Pendidikan Peduli Sampah”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (21/4/2026) di Unit 2 TK ABA Sidoharjo, Kapanewon Turi. Kegiatan diikuti oleh anak-anak usia taman kanak-kanak dengan mengenakan pakaian olahraga. Program ini dirancang sebagai upaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif.

Rangkaian kegiatan meliputi edukasi dan sosialisasi pengelolaan sampah, jelajah lingkungan yang menanamkan gaya hidup sehat dan cinta alam, serta aktivitas kreatif berupa mewarnai dan menempel poster bertema lingkungan. Melalui pendekatan ini, anak-anak tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga praktik langsung di lapangan.

Koordinator kegiatan dari mahasiswa KKN UGM Fakultas Kehutanan, Alfiyah Najma menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk implementasi nilai-nilai perjuangan Kartini dalam konteks kekinian, khususnya di bidang pendidikan dan lingkungan hidup.

“Melalui program KKN ini, yakni jelajah alam bagi anak didik usia TK, kami berharap kegiatan ini dapat menjadi manifestasi modern dari semangat RA Kartini melalui edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta membuang sampah sesuai jenisnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, edukasi sejak dini sangat penting untuk membentuk karakter peduli lingkungan yang berkelanjutan. Anak-anak diharapkan tidak hanya memahami konsep kebersihan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Kepala TK ABA Sidoharjo, Maharti menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat relevan dalam mendukung kurikulum pendidikan karakter, khususnya dalam menanamkan nilai cinta lingkungan, rasa syukur, serta kepedulian terhadap alam sekitar.

Tujuan utama program ini adalah mengenalkan pentingnya konservasi alam kepada anak usia dini, sehingga tumbuh kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan sejak kecil. Dengan pendekatan yang menyenangkan, pesan yang disampaikan diharapkan lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa peringatan Hari Kartini tidak hanya dimaknai secara seremonial, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi generasi penerus bangsa. Melalui edukasi lingkungan sejak dini, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam. (Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi)




Panewu Tempel Sambangi Delapan Kalurahan, Perkuat Dialog dan Tata Kelola Berbasis Aspirasi Warga

Sleman — Upaya memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis kedekatan dengan masyarakat terus dilakukan di tingkat kewilayahan. Hal ini tercermin dari langkah Panewu Tempel yang baru dengan melakukan kegiatan sambang ke delapan kalurahan di wilayah Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Rabu (22/4/2026).

Kegiatan tersebut tidak sekadar kunjungan seremonial, melainkan menjadi ruang dialog terbuka antara pimpinan wilayah dengan pemerintah kalurahan serta masyarakat. Dalam setiap titik kunjungan, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan ketahanan sosial.

Panewu Tempel, Rasyid Ratnadi Sosiawan, yang didampingi Kepala Jawatan Keamanan, Heni Ristiawan dan Kepala Jawatan Praja Kapanewon Tempel, Sri Lestari, menegaskan bahwa sambang wilayah menjadi langkah awal untuk memahami kondisi riil di lapangan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

“Sebagai bagian dari amanah baru, saya ingin memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar berpijak pada kebutuhan masyarakat. Sambang ini bukan hanya silaturahmi, tetapi juga upaya menyatukan langkah antara kapanewon dan kalurahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap kalurahan memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda, sehingga diperlukan pendekatan yang adaptif dan kolaboratif dalam merumuskan program pembangunan.

“Kita tidak bisa menggunakan satu pendekatan untuk semua wilayah. Karena itu, komunikasi yang intensif menjadi kunci agar program yang dijalankan tepat sasaran,” lanjutnya.

Para lurah dan perangkat kalurahan menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai kehadiran langsung panewu menjadi bentuk perhatian sekaligus motivasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sementara, Lurah Merdikorejo, Agus Prasetyo menyampaikan bahwa kegiatan sambang membuka ruang komunikasi yang lebih cair dan konstruktif.

“Kami merasa lebih didengar. Banyak hal yang bisa langsung kami sampaikan, termasuk tantangan di lapangan yang selama ini mungkin belum tersampaikan secara optimal,” ungkapnya.

Selain berdialog dengan pemerintah kalurahan, Panewu juga berinteraksi dengan tokoh masyarakat, kader, serta elemen warga lainnya. Hal ini dinilai penting untuk membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor.

Dengan rangkaian sambang ke delapan kalurahan tersebut, Pemerintah Kapanewon Tempel berharap tercipta keselarasan visi pembangunan dari tingkat lokal hingga kabupaten. Lebih jauh, langkah ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pelayanan publik yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat luas. (SBD KIM SENYUM TEMPEL)




Komdigi Kembangkan Kim.Id untuk Perkuat Integrasi Data dan Keamanan Informasi KIM Nasional

Sleman – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media menyelenggarakan rapat pengembangan website sebagai platform pemetaan data Komunitas Informasi Masyarakat (KIM). Rapat tersebut berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat fungsi sebagai pusat integrasi data KIM nasional, sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan informasi publik berbasis komunitas. Pengembangan difokuskan pada optimalisasi visibilitas website, penguatan sistem keamanan, serta peningkatan kapasitas analisis data.

Konsultan IT, Kusnadi, menjelaskan bahwa implementasi Search Engine Optimization (SEO) melalui Google Search Console menjadi langkah strategis untuk meningkatkan performa situs.

“Google Search Console merupakan layanan gratis yang memungkinkan pengelola situs memantau, mempertahankan, dan mengoptimalkan kehadiran website pada hasil pencarian Google, termasuk analisis kata kunci dan peningkatan trafik organik,” ujarnya.

Ia menambahkan, optimalisasi tersebut diharapkan mampu mendorong website terindeks secara optimal hingga berada pada halaman utama mesin pencarian, sehingga akses informasi publik dapat semakin luas.

Selain itu, penguatan keamanan sistem dilakukan melalui penerapan Two-Factor Authentication (2FA) atau autentikasi dua faktor. Sistem ini menambahkan lapisan verifikasi tambahan dengan mengharuskan pengguna memberikan dua bentuk identifikasi berbeda sebelum mengakses akun.

“Metode 2FA dapat diterapkan melalui beberapa mekanisme, seperti penggunaan aplikasi autentikator berbasis One-Time Password (OTP), pengiriman kode verifikasi melalui SMS atau email, serta persetujuan akses melalui notifikasi pada perangkat pengguna,” jelasnya.

Pengembangan lainnya mencakup pembuatan dashboard analisis yang dapat dikelola oleh masing-masing admin KIM. Fitur ini memungkinkan pemantauan kinerja konten secara mandiri, termasuk analisis jumlah pengunjung atau viewer, sehingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah Komunitas Informasi Masyarakat di Kabupaten Sleman, antara lain KIM Pararta Guna Gamping, KIM Depok Raya, dan KIM Ceria Pakem, sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas kelembagaan KIM di tingkat daerah.

Melalui pengembangan website , Komdigi menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem komunikasi publik berbasis digital, meningkatkan kualitas pengelolaan data KIM, serta memperluas akses masyarakat terhadap informasi yang akurat dan terpercaya. (Athiful/KIM Depok)




27 Catin Ikuti Bimwin, KUA Depok Tekankan Nilai Sakinah Mawaddah Rahmah

Sleman – Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Depok, menegaskan pentingnya pemahaman konsep keluarga sakinah dalam membangun rumah tangga yang damai, harmonis, dan berlandaskan ketakwaan melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang diikuti 27 pasangan calon pengantin di Aula KUA Depok, Rabu (22/4/2026).

Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Depok, Sunhaji menyampaikan bahwa materi keluarga sakinah menjadi fondasi utama bagi calon pengantin (catin) dalam menjalani kehidupan berumah tangga.

“Materi ini tidak hanya membahas konsep perkawinan, tetapi juga lima pilar keluarga sakinah, manajemen konflik, pemenuhan hak dan kewajiban, serta pendidikan anak sebagai upaya mencegah perceraian,” ujarnya

Ia menjelaskan, konsep sakinah, mawaddah, dan rahmah merupakan satu kesatuan nilai yang menjadi tujuan utama dalam pernikahan. Sakinah dipandang sebagai kondisi ketenangan dan kebahagiaan dalam rumah tangga, sementara mawaddah dan rahmah merupakan anugerah yang menjadi fondasi untuk mewujudkannya.

“Mawaddah dan rahmah adalah bekal yang Allah tanamkan dalam diri manusia untuk membangun keluarga yang kokoh dan harmonis,” katanya.

Menurut dia, mawaddah tidak hanya bermakna cinta, tetapi juga mengandung unsur kelapangan jiwa dan harapan, sehingga pasangan tidak mudah dikuasai rasa kesal terhadap satu sama lain.

“Adapun rahmah mencerminkan kelembutan, kasih sayang, dan kehalusan sikap yang menjadi perekat hubungan suami istri,” paparnya.

Lebih lanjut, Sunhaji menekankan bahwa keberlangsungan keluarga sakinah sangat bergantung pada kemampuan pasangan dalam menjaga dan mengembangkan nilai mawaddah dan rahmah.

Ia mengingatkan agar pasangan menghindari perilaku yang dapat merusak keharmonisan rumah tangga, seperti kekerasan dalam rumah tangga, ketidakadilan dalam pembagian peran, serta sikap egois dan tidak saling menghargai.

Sunhaji berharap para catin memiliki kesiapan yang lebih matang dalam membangun keluarga yang tidak hanya harmonis, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang saleh dan berkarakter. “Allah melarang melakukan kekerasan dalam rumah tangga, baik seorang suami terhadap istri, atau sebaliknya. Jadi, konsep keluarga sakinah yang ditopang dengan mawaddah wa rahmah, akan mewujudkan keluarga sakinah di bawah naungan cahaya Al-Quran,” tegasnya.