Perkuat Tata Kelola Arsip, Kapanewon Gamping Jalani Visitasi Verifikasi Kearsipan 2026

Sleman – Pemerintah Kapanewon Gamping menerima kunjungan tim verifikator dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman dalam rangka visitasi dan verifikasi bukti fisik pengawasan kearsipan internal tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Demang Cakradikrama Kantor Kapanewon Gamping pada Selasa (21/4/2026). Visitasi tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan tata kelola arsip yang akuntabel dan berstandar nasional.

Kegiatan ini diikuti oleh Panewu Anom Gamping, Kurnia Astuti, Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Sekretariat Kapanewon Gamping, Ika Puspitaningrum, Arsiparis Terampil, Ilmi Kurniawati Hasanah, serta para pengelola arsip di lingkungan Kapanewon Gamping. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan arsip yang tertib, sistematis, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dalam sambutan pembukanya, Panewu Anom Gamping, Kurnia Astuti mengapresiasi Tim Verifikator dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman yang telah berkenan hadir untuk melaksanakan kegiatan pembinaan, penilaian, sekaligus evaluasi terhadap pengelolaan kearsipan di lingkungan kerjanya.

“Kegiatan ini memiliki arti yang sangat penting, tidak hanya sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga sebagai momentum evaluasi bagi kami dalam memastikan bahwa pengelolaan arsip telah dilaksanakan secara tertib, sistematis, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Melalui kegiatan verifikasi ini, Kurnia Astuti berharap dapat memperoleh masukan, arahan, serta rekomendasi konstruktif dari tim verifikator, khususnya terkait pengelolaan arsip dinamis dan penguatan sumber daya kearsipan. Hal ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan profesional.

Dalam pelaksanaannya, tim verifikator melakukan penilaian secara komprehensif terhadap bukti fisik pengawasan kearsipan internal. Proses ini tidak hanya berfokus pada kelengkapan dokumen, tetapi juga menilai kesesuaian implementasi kebijakan kearsipan di tingkat kapanewon. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap tahapan pengelolaan arsip berjalan efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Verifikasi dilakukan terhadap beberapa aspek utama, yaitu aspek pengelolaan arsip dinamis dan aspek sumber daya kearsipan. Pada aspek pengelolaan arsip dinamis, tim menilai penciptaan arsip, klasifikasi arsip, penggunaan arsip, pemeliharaan arsip hingga proses penyusutan arsip. Penilaian ini menjadi indikator penting dalam mengukur kualitas pengelolaan informasi pemerintahan.

Sementara itu, Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian Sekretariat Kapanewon Gamping, Ika Puspitaningrum menyadari bahwa kearsipan merupakan fondasi utama dalam mendukung tertib administrasi pemerintahan. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya memastikan bahwa pengelolaan arsip dinamis telah dilaksanakan sesuai kaidah, mulai dari penciptaan, penggunaan, pemeliharaan, hingga penyusutan arsip.

“Selain itu, kami berupaya mengoptimalkan peran arsiparis terampil serta meningkatkan koordinasi antar pengelola arsip di setiap unit kerja,” tandasnya.

Dalam aspek sumber daya kearsipan, Ika terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan, sehingga mampu mengikuti perkembangan sistem kearsipan yang semakin berbasis digital. Hal ini penting agar pengelolaan arsip menjadi tertib, sekaligus adaptif terhadap tuntutan zaman. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




KUA Depok Tekankan Pentingnya Kesehatan Reproduksi bagi Calon Pengantin

Sleman – Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Depok melalui Badan Penasehatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) menekankan pentingnya pemahaman kesehatan reproduksi bagi calon pengantin (catin), melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di Aula KUA Depok, Sleman, Rabu (22/4/2026).

Anggota BP4, Susi Sulistyaningsih menyatakan, penyuluhan kesehatan reproduksi (kespro) menjadi bagian krusial dalam mempersiapkan pasangan memasuki kehidupan berumah tangga.

“Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pemahaman catin tentang kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, serta kehamilan yang sehat,” ujarnya.

Menurut Susi, pemahaman yang baik sejak awal akan membantu pasangan mengambil keputusan yang tepat dalam membangun keluarga.

“Catin perlu memiliki kesiapan tidak hanya secara emosional, tetapi juga dari sisi kesehatan reproduksi agar kehidupan rumah tangga berjalan lebih berkualitas,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai fungsi dan proses reproduksi, termasuk potensi risiko yang dapat terjadi.

Selain itu, penyuluhan juga mengarahkan catin untuk merencanakan keluarga secara matang, mencakup pengaturan jarak kehamilan, jumlah anak, hingga pemanfaatan kontrasepsi secara tepat.

Susi menambahkan, edukasi kespro juga menjadi langkah strategis dalam mencegah berbagai persoalan kesehatan di masa mendatang.

“Dengan pengetahuan yang cukup, catin dapat mengantisipasi risiko seperti infeksi menular seksual maupun masalah kesehatan reproduksi lainnya sejak dini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, materi penyuluhan turut memperkuat kesiapan catin dalam menghadapi kehamilan. Pembahasan meliputi persiapan kehamilan, pentingnya pemeriksaan kesehatan, serta peran imunisasi dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi.

Melalui penyuluhan ini, diharapkan sebagai langkah preventif terhadap berbagai persoalan kesehatan reproduksi, seperti infeksi menular seksual (IMS), infeksi saluran reproduksi, hingga risiko pernikahan dini.

“Dengan bekal pengetahuan tersebut, catin diharapkan mampu membangun keluarga yang sehat dan harmonis,” tegas Susi.

Kegiatan Bimwin ini diikuti oleh 54 calon pengantin yang berasal dari wilayah Kapanewon Depok dan sekitarnya.

Melalui program ini, KUA Kapanewon Depok terus mendorong peningkatan kualitas kesiapan pasangan dalam membangun keluarga, sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan keluarga di masyarakat. (Athiful/KIM Depok)




Pemkal Margorejo Salurkan BLT Dana Desa Tahap IV, Bantu Jaga Daya Beli Warga

Sleman – Pemerintah Kalurahan Margorejo kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap IV untuk bulan April kepada masyarakat yang membutuhkan. Program ini menyasar 14 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan masing-masing menerima bantuan sebesar Rp300 ribu sebagai upaya menjaga daya beli warga di tengah tekanan ekonomi.

Penyaluran bantuan dilaksanakan di aula Kalurahan Margorejo pada Rabu (22/04/2026), dan dihadiri Tenaga Pendamping Sosial Kecamatan (TPSK), Iwan Wismantoro, Carik Margorejo, Ariyanto Wibowo, serta unsur Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) yang diwakili Sekretaris BPKal Margorejo, Ardhian Dwi Putranto.

Dalam keterangannya, Iwan Wismantoro menegaskan bahwa BLT Dana Desa tidak hanya sekadar bantuan tunai, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas sosial masyarakat.

“BLT-DD ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus menjaga ketahanan ekonomi keluarga penerima. Program ini juga menjadi bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Carik Margorejo, Ariyanto Wibowo menyampaikan bahwa pemerintah kalurahan berkomitmen memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara tepat sasaran dan transparan.

“Kami terus melakukan verifikasi dan validasi data agar bantuan ini benar-benar diterima oleh warga yang berhak. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mengelola dana desa secara akuntabel,” jelasnya.

Dari sisi penerima manfaat, bantuan tersebut dirasakan langsung dampaknya. Salah satu warga Padukuhan Mangkudranan, Luvia Indi Pramadewi mengaku sangat terbantu dengan adanya BLT-DD. Setiap hari, ia berjualan kerupuk dengan bersepeda dari rumahnya hingga Pasar Kranggan.

“Saya sangat berterima kasih atas perhatian dari pemerintah kalurahan. Bantuan ini sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Program BLT Dana Desa menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam merespons tantangan ekonomi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan. Di berbagai wilayah, program ini terbukti mampu menjadi bantalan sosial sekaligus menjaga perputaran ekonomi di tingkat desa.

Dengan penyaluran yang berkelanjutan serta pengawasan yang semakin diperkuat, BLT-DD diharapkan tidak hanya meringankan beban warga, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (SBD KIM SENYUM TEMPEL)




Sleman Raih Apresiasi BRIN atas Capaian Indeks Daya Saing Daerah 2025

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menerima sertifikat apresiasi atas capaian Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2025 dalam kegiatan yang berlangsung di ruang kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Selasa (21/04/2026).

Sertifikat diserahkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang diwakili oleh Penanggung Jawab dan Pembina Teknis Regional V (Jawa Tengah dan DIY), Yusmiati beserta tim, dan diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto didampingi Kepala Bappeda Sleman, Nur Fitri Handayani.        

Apresiasi ini diberikan atas capaian Indeks Daya Saing Daerah Kabupaten Sleman tahun 2025 dengan skor 4,14. Capaian tersebut menempatkan Sleman sebagai kabupaten dengan indeks daya saing terbaik kedua secara nasional dan peringkat pertama di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk klaster kabupaten.

Dalam kesempatan tersebut, Yusmiati menyampaikan ucapan selamat atas komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memperkuat daya saing daerah.

“Sertifikat ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat melalui BRIN kepada Kabupaten Sleman yang telah menunjukkan komitmen dalam meningkatkan daya saing daerah. Dengan daya saing yang tinggi, kami berharap hal ini juga dapat mendorong peningkatan investasi,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan. Ia berharap capaian tersebut dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat serta mendorong kemajuan di berbagai sektor.

“Semoga apresiasi ini dapat semakin memacu peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendorong kemajuan di berbagai aspek, seperti infrastruktur, investasi, dan perekonomian daerah,” ungkapnya.

Pada pengukuran IDSD 2025, Kabupaten Sleman mencatat skor tertinggi pada Pilar 3 (Adopsi TIK) sebesar 5,00. Disusul Pilar 12 (Kapabilitas Inovasi) sebesar 4,78; Pilar 1 (Institusi) sebesar 4,77; Pilar 10 (Ukuran Pasar) sebesar 4,74; Pilar 6 (Keterampilan) sebesar 4,43; serta Pilar 4 (Stabilitas Ekonomi Makro) sebesar 4,34.

Pengukuran IDSD dilakukan oleh BRIN sebagai bagian dari upaya penyediaan data dasar tahunan yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pembangunan. IDSD merupakan instrumen untuk menilai tingkat daya saing di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, yang mencerminkan tingkat produktivitas daerah.

IDSD 2025 terdiri atas empat komponen utama, yaitu lingkungan pendukung, sumber daya manusia, pasar, dan ekosistem inovasi, yang dijabarkan ke dalam 12 pilar daya saing. Pengukuran ini menggunakan 63 indikator untuk tingkat provinsi dan 50 indikator untuk kabupaten/kota, yang diterapkan pada 38 provinsi serta 508 kabupaten/kota di Indonesia.

Capaian tahun 2025 ini juga menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, Kabupaten Sleman mencatat skor 4,11, dengan peringkat pertama di DIY untuk klaster kabupaten dan konsisten berada di posisi kedua secara nasional di antara 416 kabupaten di Indonesia.




PAUD Tunas Bangsa Semarakkan Hari Kartini dengan Karnaval Adat dan Kuliner Tradisional

Sleman – Suasana peringatan Hari Kartini terasa meriah di PAUD Tunas Bangsa yang berlokasi di Sombangan, Sumbersari, Moyudan, pada Selasa (21/04/2026). Sekolah tersebut menggelar karnaval pakaian adat yang diikuti dengan penuh antusias oleh para peserta didik.

Sejak pagi, anak-anak tampil ceria mengenakan beragam busana tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari kebaya lengkap dengan sanggul, beskap Jawa, baju bodo, hingga ulos Batak, mewarnai karnaval yang mengelilingi lingkungan sekitar sekolah. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan keberagaman budaya kepada anak sejak usia dini.

Selain karnaval, pihak sekolah juga memperkenalkan berbagai makanan tradisional kepada anak-anak. Aneka jajanan pasar seperti klepon, getuk, jenang, dan kue lapis disajikan. Anak-anak diajak mencicipi sambil dikenalkan nama serta asal-usul makanan tersebut.

Kepala PAUD Tunas Bangsa, Riningsih menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai perjuangan R.A. Kartini sejak dini melalui pengalaman langsung.

“Kami ingin anak-anak mengenal sosok Kartini tidak hanya melalui cerita, tetapi juga melalui kegiatan yang menyenangkan. Dengan memakai baju adat, anak belajar mencintai budaya dan bangga menjadi bagian dari Indonesia,” ujarnya.

“Melalui makanan tradisional, mereka juga belajar menghargai kekayaan kuliner warisan leluhur,” sambung Riningsih.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga melatih kepercayaan diri, keberanian tampil, serta menumbuhkan sikap toleransi terhadap keberagaman.

“Harapannya, semangat Kartini seperti berani, mandiri, dan peduli dapat tumbuh dalam diri anak-anak sejak usia dini,” imbuhnya.

Dengan wajah ceria dan semangat kebhinekaan, anak-anak PAUD Tunas Bangsa menunjukkan bahwa nilai-nilai Kartini tetap hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. (Giek/KIM Moyudan)