Panewu Depok Tinjau Kesiapan TKA SD, Pastikan Pelaksanaan Sesuai Standar

Sleman – Pemerintah Kapanewon Depok memastikan kesiapan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat sekolah dasar di SD Negeri Corongan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Rabu (22/4/2026).

Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, bersama Kepala Jawatan Sosial, Fransiskus Suhyadi meninjau langsung jalannya persiapan TKA. Hal tersebut sebagai langkah untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan sesuai standar.

Berdasarkan hasil pemantauan, pelaksanaan TKA di wilayah Kapanewon Depok dinilai telah siap, termasuk pengaturan pembagian sesi ujian untuk menjaga ketertiban dan kondusivitas selama kegiatan berlangsung.

Rakhmat menegaskan bahwa kesiapan teknis menjadi perhatian utama, khususnya terkait stabilitas jaringan internet (wifi) dan pasokan listrik sebagai penunjang utama pelaksanaan ujian berbasis sistem. Ia menilai kedua aspek tersebut harus terjaga agar proses ujian dapat berlangsung lancar tanpa hambatan.

“Pembagian sesi ujian sudah diatur dengan baik oleh sekolah, sehingga pelaksanaan dapat berlangsung tertib dan tidak menimbulkan penumpukan peserta. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan TKA,” jelasnya.

Selain memantau kesiapan pelaksanaan TKA, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur sekolah. Temuan di lapangan akan menjadi bahan perencanaan dalam upaya peningkatan dan perbaikan fasilitas pendidikan ke depan.

Rakhmat menambahkan, pihaknya akan menindaklanjuti berbagai kebutuhan yang ditemukan selama monitoring, khususnya yang berkaitan dengan sarana pendukung pembelajaran dan pelaksanaan asesmen.

“Kami ingin memastikan setiap satuan pendidikan memiliki dukungan infrastruktur yang memadai. Hasil monitoring ini akan kami jadikan dasar untuk perbaikan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, monitoring ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas dan integritas pelaksanaan TKA. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga berfungsi sebagai sarana evaluasi untuk menginventarisasi berbagai kendala yang dihadapi satuan pendidikan, sehingga dapat segera ditindaklanjuti secara tepat.

“Melalui monitoring ini, kami berharap kualitas pelaksanaan TKA terus meningkat dan mampu memberikan hasil optimal dalam mengukur kemampuan akademik peserta didik,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




Pemerintah Kapanewon Gamping Dorong Penyerapan Anggaran Triwulan I

Sleman – Pemerintah Kapanewon Gamping menegaskan pentingnya pencapaian target penyerapan anggaran pada triwulan I (Januari–Maret) 2026, sebagai indikator kinerja awal tahun yang menentukan arah pembangunan. Hal tersebut disampaikan Panewu Gamping, Suyanto dalam rapat koordinasi pimpinan kapanewon yang digelar di Resto Kopi Ro Teh, Balecatur, Selasa (21/4/2026).

Rapat koordinasi pimpinan Kapanewon Gamping yang dipandu Panewu Anom Gamping, Kurnia Astuti diikuti Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo, Komandan Koramil 17/Gamping, Kapten Infanteri Wahyani, Kepala Puskesmas Gamping I dan II, Kepala Kantor Urusan Agama, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, Kepala Jawatan, Lurah se-Kapanewon Gamping, serta Kelompok Informasi Masyarakat Pararta Guna.

Dalam arahannya, Suyanto menekankan bahwa penyerapan anggaran pada triwulan pertama bukan sekadar persoalan administratif, melainkan fondasi penting bagi keberlanjutan program pembangunan sepanjang tahun.

“Realisasi anggaran yang optimal pada tahap awal dinilai mampu menjaga ritme pelaksanaan kegiatan sekaligus mencegah penumpukan pekerjaan di akhir tahun anggaran,” tandasnya.

Berdasarkan surat edaran menteri dalam negeri secara rinci batas minimal penyerapan anggaran yang harus dicapai hingga akhir bulan Maret 2026 yaitu minimal penyerapan 20% dari total pagu anggaran neto (belanja pegawai), minimal penyerapan 15% (belanja barang), dan minimal penyerapan 10% (belanja modal).

“Realisasi anggaran yang tepat waktu akan menciptakan kesinambungan kegiatan, sehingga target pembangunan tidak mengalami stagnasi di pertengahan maupun akhir tahun,” sambung Suyanto.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya sinkronisasi antara perencanaan dan implementasi program. Menurutnya, capaian penyerapan anggaran yang baik harus diiringi dengan kualitas output yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat. Dengan demikian, indikator keberhasilan tidak hanya dilihat dari persentase serapan, namun juga dari manfaat nyata yang dirasakan publik.

Dalam rapat tersebut, dipaparkan pula capaian penyerapan anggaran Kapanewon Gamping selama triwulan I yang menunjukkan tren positif yaitu sebesar 17%. Sejumlah program prioritas, seperti pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan pelayanan publik, telah mulai terealisasi sesuai dengan target yang ditetapkan.

Suyanto mengingatkan agar setiap kendala yang muncul, baik bersifat administratif maupun teknis di lapangan, segera diidentifikasi dan dicarikan solusi secara kolektif. Ia mendorong adanya komunikasi intensif antarperangkat daerah guna mempercepat proses penyelesaian hambatan tersebut.

Selain itu, penguatan fungsi monitoring dan evaluasi menjadi perhatian utama. Panewu menegaskan bahwa evaluasi berkala perlu dilakukan untuk memastikan setiap program berjalan sesuai rencana. Dengan adanya pengawasan yang ketat, potensi deviasi dapat diminimalisir dan target penyerapan anggaran dapat tercapai secara optimal.

Kepatuhan terhadap regulasi menjadi parameter utama untuk menghindari pengelolaan anggaran yang berpotensi masuk dalam kategori tindak pidana korupsi. Oleh karena itu, percepatan penyerapan anggaran sejak triwulan I bukan hanya soal kinerja, melainkan langkah preventif untuk menjaga integritas dan meminimalisir risiko hukum dalam tata kelola keuangan daerah. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




TPK Condongcatur Tinjau Proyek Pengaspalan, Pastikan Kualitas dan Ketepatan Waktu

Sleman – Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Pembangunan Jalan Kalurahan Condongcatur melakukan peninjauan langsung ke lokasi pengaspalan jalan di wilayah RW 43, RW 44, dan RW 46 Kayen, Kalurahan Condongcatur, Depok, Sleman, pada Selasa (21/4/2026).

Peninjauan ini dilakukan sebagai upaya memastikan proyek infrastruktur berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah direncanakan, sekaligus menjamin kualitas hasil pekerjaan di lapangan.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian penting dari pengendalian mutu dan waktu pelaksanaan proyek.

“Hasil hari ini menjadi catatan titik nol. Kita akan terus memantau hingga progres mencapai 50 persen dan 100 persen agar tidak terjadi keterlambatan serta aspirasi warga di lapangan dapat segera terakomodasi,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ulu-ulu Condongcatur, Murgiyanta menjelaskan bahwa pengawasan ketat dilakukan agar pembangunan memenuhi prinsip 4T, yaitu tepat mutu, tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat administrasi.

Ia menambahkan, kegiatan monitoring akan terus berlanjut sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Monitoring akan dilanjutkan pada Kamis, 23 April 2026 di RW 57 Kentungan dan RW 2 Tiyasan, serta Jumat, 24 April 2026 di RW 3 Manukan dan RW 12 Gempol,” jelas Murgiyanta.

Melalui pengawasan yang dilakukan secara berkala, Pemerintah Kalurahan Condongcatur berkomitmen menghadirkan infrastruktur jalan yang berkualitas, tahan lama, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. (Wasana / KIM Depok)




KWT Lestari Gempol Peringati Hari Kartini dengan Kerja Bakti di Lahan Sawah

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari Gempol, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, menggelar kegiatan kerja bakti di lahan pertanian pada Selasa (21/4/2026). Dengan mengenakan busana kebaya, para anggota KWT tampak kompak dan penuh semangat turun langsung ke sawah.

Kegiatan yang berlangsung di lahan KWT Lestari ini menjadi wujud nyata semangat Kartini masa kini. Perempuan tidak hanya berperan dalam ranah domestik, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial serta pemberdayaan ekonomi melalui sektor pertanian.

Suasana kebersamaan terlihat kental sepanjang kegiatan. Selain melakukan kerja bakti, para anggota juga memanfaatkan momen tersebut untuk mempererat silaturahmi. Dengan mengenakan caping, mereka mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias, menciptakan gambaran perempuan tani yang tangguh dan berdaya.

Kegiatan ini turut melibatkan 17 mahasiswa bersama satu asisten dosen pendamping dari UPN Veteran Yogyakarta yang tengah melaksanakan program KPP (Penyuluhan Komunikasi Pertanian). Kehadiran mahasiswa memberikan warna tersendiri sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai dinamika kelompok tani di lapangan.

Ketua KWT Lestari, Sri Asmoroning, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk peringatan Hari Kartini yang sederhana namun sarat makna.

“Dengan berkebaya turun ke sawah, kami ingin menunjukkan bahwa perempuan tetap bisa berkiprah dan produktif, meskipun berada di wilayah semi perkotaan,” ujarnya.

Sementara itu, asisten dosen pendamping, Ahmad Dhulqornain, menilai kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung peran perempuan dalam sektor pertanian. Selain itu, mahasiswa juga melakukan identifikasi berbagai permasalahan di KWT yang nantinya akan dikemas dalam bentuk video sebagai media pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, semangat Kartini diharapkan terus tumbuh dalam diri para perempuan, khususnya anggota KWT Lestari, untuk terus berkarya, mandiri, serta berkontribusi bagi lingkungan sekitar. (Tri Suhartati KIM Depok)




Peringati Hari Kartini, Posyandu Lansia Tanjung II Karangasem Dorong Hidup Sehat dan Kebersamaan

Sleman – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Padukuhan Gempol, Kalurahan Condongcatur mengelar kegiatan Posyandu Lansia Tanjung ll Karangasem, pada Selasa (21/4/2026). Kegitan yang berlangsung di wilayah halaman rumah warga ini, diikuti oleh warga pra lansia dan lansia dengan penuh antusias.

Acara tersebut turut dihadiri oleh salah satu anggota dewan, Dedie Kusuma yang memberikan motivasi bagi para peserta dan kader posyandu, dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya bagi lansia.

Ia pun menyampaikan dukungannya terhadap segala kegiatan yang bertujuan untuk menyehatkan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat baik dan perlu terus didukung karena memberikan manfaat langsung bagi kesehatan warga,” ungkap Dedie.

Sementara, Ketua Posyandu Lansia Tanjung II Karangasem, Deby Sarvika, menyampaikan rasa senang dan apresiasi kepada para lansia dan pra lansia yang hadir dalam kegiatan ini.

“Partisipasi aktif warga menjadi kunci keberhasilan kegiatan posyandu,” ujarnya.

Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam posyandu kali ini, di antaranya senam lansia, pemeriksaan kesehatan, serta pemantauan kesehatan. Momentum Hari Kartini juga dimanfaatkan untuk mengingatkan pentingnya peran perempuan, khususnya para ibu dan lansia, sebagai pilar keluarga yang tetap sehat dan produktif.

Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan dari awal hingga selesai. Selain menjaga kesehatan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat kebersamaan antarwarga.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para lansia semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan serta tetap aktif dalam kehidupan sosial di lingkungan. Semangat Hari Kartini menjadi inspirasi untuk terus berdaya, sehat, dan mandiri di usia lanjut. (Tri Suhartati KIM Depok)