Lewat Kunjungan Edukatif, Pemkal Condongcatur Ajak Anak Kenal Perpustakaan hingga Karawitan

Sleman – SPS Asparagus II Babadan Baru Kentungan mengadakan kunjungan edukatif ke Perpustakaan “Pustaloka” Kalurahan Condongcatur sekaligus menyaksikan kegiatan karawitan rutin Kamis Pon di Pendopo Kromorejan, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 25 murid SPS Asparagus II yang didampingi guru serta beberapa orang tua. Dalam kunjungan tersebut, anak-anak diajak berkeliling mengenal lingkungan Kantor Kalurahan Condongcatur, termasuk berbagai fasilitas yang tersedia.
Di Perpustakaan Pustaloka, anak-anak dikenalkan pada dunia literasi melalui kegiatan interaktif seperti ice breaking, melihat koleksi buku, hingga bermain Alat Permainan Edukatif (APE) indoor.
Setelah itu, rombongan melanjutkan kegiatan ke pendopo untuk menyaksikan secara langsung latihan karawitan yang pada hari tersebut diisi oleh Paguyuban Karawitan Pringo Budoyo Laras. Anak-anak tidak hanya melihat, tetapi juga diperkenalkan berbagai alat musik gamelan serta diberi kesempatan mencoba memainkannya.
Selain itu, mereka juga diajak mengunjungi posko kebencanaan untuk melihat dari dekat fasilitas penanggulangan bencana, termasuk armada ambulans.
Kepala SPS Asparagus II Babadan Baru Kentungan, Muflichah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengenalkan perpustakaan sebagai sarana belajar sekaligus memperluas wawasan anak terhadap fasilitas publik di kalurahan.
“Selain itu, kami juga ingin mengenalkan budaya Jawa, khususnya melalui musik gamelan dan tarian tradisional, agar anak-anak semakin mencintai budaya sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, SPS Asparagus II merupakan sekolah berbasis budaya yang dalam proses pembelajarannya mengangkat tema-tema kearifan lokal Jawa. Hal ini diwujudkan melalui program “Selasa Budaya”, di mana anak-anak dikenalkan pada tarian, bahasa, lagu, hingga makanan tradisional Jawa, serta nilai-nilai seperti sopan santun, keramahan, dan gotong royong.
Sejalan dengan kegiatan tersebut, Pemerintah Kalurahan Condongcatur juga membuka kesempatan bagi paguyuban PAUD untuk melakukan kunjungan budaya setiap Kamis Pon. Program ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan seni dan budaya, khususnya karawitan, sejak usia dini.
Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjadwalkan empat paguyuban karawitan untuk tampil secara bergilir setiap Kamis Pon sepanjang tahun 2026, yakni Ngesti Laras, Sekar Budaya, Pringo Budoyo Laras, dan Laras Budaya UNY.
“Kami memberikan ruang bagi paguyuban karawitan untuk tampil sekaligus membuka kesempatan bagi PAUD dan SPS melakukan kunjungan budaya. Harapannya, anak-anak dapat meningkatkan minat dan apresiasi terhadap seni musik tradisional Jawa serta mengembangkan kreativitas mereka,” jelasnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini anak-anak tidak hanya belajar seni, tetapi juga dikenalkan pada lingkungan pelayanan publik serta edukasi kebencanaan sejak dini.
“Dengan pengalaman langsung, anak-anak dapat memahami budaya Jawa, menumbuhkan minat baca melalui kunjungan perpustakaan, mengenal pelayanan publik, serta memahami dasar-dasar penanganan bencana,” pungkasnya. (Wasana / KIM Depok)



